My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Beratnya Perjuangan


__ADS_3

Sesekali, Renata masih mau juga mabok, namun Renata bersyukur, selalu ada suami dan keluargamya yang mendampinginya, mengerti tentangnya, dan sungguh mereka benar menjadi bagian diri Renata.


Renata selalu terharu , ketika sedang bertugas, pasti mami mertuanya dan papi mertua singgah ,bawain apa aja, baik bubur ayam, buah potong, rujak, beraneka makanan, kalau hujan mereka akan datang, membawakan Renata sweater, kalau Renata lupa bawa. tanpa meminta, mereka memperhatikan Renata bukan hanya karena Renata sedang hamil, perhatian itu jauh sebelum Renata menjadi menantu mereka, yah sejak SMA.


Bahkan teman Renata pada iri , dengan perlakuan mertuanya, mereka gak gitu gitu amat di tengah keluarga nya. Renata hanya bilang, buah kesabarannya Tuhan jawab. Tuhan memberikannya keluarga yang benar menerima dirinya.


Mereka juga iri bukan dalam arti negatif ,lebih salut, liat suami Renata yang begitu baik, penyayang, dan selalu menemani Renata, jika Renata bertugas.


Usia kandungan Renata sudah 5 bulan, jenis kelamin anak mereka laki - laki dan perempuan, hati Renata sangat bahagia, demikian juga mami Adi, yang sudah lama pengen punya cucu .


Renata tersenyum melihat sang suami, duduk setia di ruangannya, menungguinya melakukan operasi, menjadi tim dalam operasi bedah pasien urgent.


Renata memasuki kamar mandi, bersih - bersih dan memakai pakaiannya .


" Isterinya mas, semakin cantik, twin nya semakin gedek, "Adi mengusap wajah Renata, kemudian mengusap perut Renata.


" Twin udah mulai gerak ko, lumayan lincah, " ujar Renata.


" Apa gak aneh yaaang? sesuatu di dalam perut kita gerak gitu?" tanya Adi.


" Rasanya aneh si ko, tapi juga bahagia. Pengen banget ,liat mereka , apa wajah mereka identik, atau gak yah mas, " ujar Renata.


" Rasanya penasaran ya yaaang," ujar Adi.


" Ya Ko," ujar Renata.


" Dari seluruh pilihan yang harus di buat sepanjang hidup,kamu adalah pilihan terbaik ko, " ujar Renata.


" Kamu tahu gak yaaang, tanda laki laki yang benar mencintai wanitanya?".

__ADS_1


" Tahu ko," ujar Renata.


" Coba sebutkan yaaang, "ujar Adi.


"Lelaki itu selalu menjaga wanitanya, bukan over protektif, over posesif, lelaki itu mempercayai wanitanya.Sesibuk sibuk sibuknya dia, akan ada waktu buat wanitanya, menomor satukan keluarganya , akan selalu ada waktunya buat diri kita, karena dia tahu dan paham, bahwa dirimu adalah pasangannya, yang menjadi tempatnya bersandar, yang berbagi setiap hari, setiap saat," ujar Renata.


" Lelaki yang benar sayang,dia pasti tahu hati dan perasaan perempuan yang dekat dengannya.Pasti dia akan mengerti, karakter dari wanita yang di cintainya,sehingga dia tidak akan marah- marah terus, jika ada sesuatu yang tidak sesuai. Jika ada salah paham antara dia dan pasangannya, dia akan bersikap lebih lembut dan halus , sebagai laki - laki," ujar Renata.


" Karena laki- laki pemimpin, lebih peka keadaan, lebih lembut ,jika pasangan nya salah, akan mengarahkan tanpa menggurui,tanpa menyudutkan, atau menjatuhkan wanitanya, daendekati dengan caranya, sehingga hubungan mereka tidak renggang perlahan- lahan, malahan semakin berkembang, saling mengerti, " ujar Renata.


" Koko termasuk suami seperti apa yaaaang?".


" Seperti yang barusan Tata sebutin, " bisik Renata ke telinga Adi.


" Tulus?".


Renata mengangguk .


" Waktu akan menjawabnya yaaang".


" Balik yuk yaaang".


Adi mengangguk .


Renata dan Adi menyusuri lorong, bertemu dengan doter Melbourne.


" Ehemmmm, Ehemmmm, yang mesra mesranya, ketiga boy udah pengen ke rumah loh Ta, ngunjungi princess Claudia, kalau gak Claudia nya aja dehhhh di ajakin ke rumah, "ujar dokter Melbourne.


" Nanti Tata tanyain ya dok, maunya Claudia gimana. Makasih dok, kalian memperlakukan Claudia special, Claudia lebih bisa berinteraksi, di tambah sekolahnya yang mendukung, banyak banget perkembangannya, " ujar Renata bahagia.

__ADS_1


" Adi dan mertuamu juga sayang banget sama Claudia ya Ta, seperti kerbat sendiri, seperti anak sendiri, keliatan banget manjanya Claudia."


" Ku selalu bersyukur mbak," ujar Renata menghapus air matanya.


" Ku jadi melow, awalnya takut besarkan Claudia dengan kondisinya autis, di perhatikan orang, kalau ku bawa, dia beda dari anak lainnya, lingkungan menolaknya, dia mau main aja , di jahui sama teman sekitarnya, Dia sampai nangis, gak punya mami, ku suruh dia panggil mami, persoalan belum selesai mbak, Claudia kemudian nahan perasaan ,saat teman ngejek dan mememerkan papi nya, susah banget buat tegar, beneran. Mama nya meninggalkannya karena keadaan nya, ku kasihan , dia masih kecil, tetapi kalau seandainya saudaraku masih ada, yaitu papi Claudia, dia gak akan seperti ini".


" Udah ,jangan sedih, kamu mami the best Ta, lihat, Claudia cemerlang, sering jadi penyemangat buat anak autis lainnya, memberi semangat buat orangtua, dengan kehadirannya di perhatikan pihak sekolah, di beberapa undangan pemerintahan, agar tidak ada lagi, manusia menilai hanya dari kulit luarnya saja, " ujar dokter Melbourne memeluk Renata.


" Kabari ya Ta, lelakimu, setia banget, tuh sama seperti stok saya di rumah, lagi masak ,dan saatnya saya jemput anak, "ujar Melbourne.


" Kerjasama yang baik dok, " ujar Adi.


" Saya bahagia Di, kamu jadi teman suami saya, udah saya liat kamunya gimana. Tuh suami saya keluarganya juga baik, banyakan temannya manfaatin dia, dia akhirnya sadar dna menarik diri, bergaul dengan kami, namun Di, kenal dari antar Claudia ke rumah, jadi suami mbak ada teman, lega , walau teman 1 kalau teman baik, hati kurus, kita senang ya Ta."


" Usaha suami saya , ditipu bulat- bulat sama teman nya, padahal tetangga, coba Ta, manusia sekarang , kebayang kan , mengerikan seperti apa. Mbak jadinya bantu la Ta, suami jatuh ya disokong. Sampai tepuruk banget, keluarga saya yang memang tahu kan tentang mas Andre ,membantu, Tuhan baik, hingga semakin bertalenta dan berlipat di gantikan nya."


" Andre gak pernah cerita mbak, "ujar Adi.


" Dia seperti itu,pelit ngomong," ujar Melbourne.


" Kabari ya Ta, nih mbak buru -- buru. Panggil mbak aja, gak usah dokter,hehehehe."


Renata mengangguk.


❤❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2