
Renata menatap teduh tatapan Adi, tatapan yang sama dengan semasa mereka SMA, tatapan yang tidak pernah berubah.
" Kenapa menangis Ta ?".
Renata menggeleng.
Renata menarik Renata , menuju mobilnya.
" Claudia memukul temannya di kelas, ternyata setelah di telusuri , anak tersebut mengejeknya, tidak mempunyai orangtua. "
" Ap...apa ko?".
" Trus gimana ?" tanya Renata , bergegas menghapus air matanya.
" Koko udah datang ke sekolah, semua udah selesai, mami dan anak tersebut meminta maaf. Claudia juga udah koko nasehati , agar tidak boleh memukul anak lain".
" Reaksi Claudia gimana ko?".
Adi melaju perlahan mengendarai mobil nya.
" Anak Autis beda dengan anak lainnya, mereka sensitif dan peka.Pada dasarnya Claudia cerdas, dia selalu mengerti penjelasan guru di kelas, tetapi semua serba lisan . Jika ujian teori, dia masih jauh , tidak mau .Dan koko mengasah dia , mengajak dia ke kantor, mengikuti rapat, dia pintar loh Ta, semakin mau menulis, dari pada dulu, koko kasih laptop, dia akan mengetik di laptop itu, dia gak begitu mau menulis di kertas."
Anak penderita autisme memerlukan perhatian dan dukungan ekstra dari orang tuanya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mendampingi anak dengan autisme agar dapat menunjang tumbuh kembangnya dan membantunya beraktivitas dengan lebih mandiri.
Cara mendampingi anak dengan autisme tentu berbeda dengan anak lain yang tidak memiliki kondisi serupa. Hal ini karena autisme membuat anak sulit berkomunikasi dan menunjukkan emosinya kepada orang lain.Kita perlu mengetahui bagaimana cara mengasuh dan mendampingi anak penderita autisme guna mendukung tumbuh kembangnya dan membangun interaksi sosialnya dengan orang lain.
Terapi perilaku kognitif atau CBT (cognitive behavioral therapy) bertujuan untuk melatih cara berpikir atau fungsi kognitif dan cara bertindak anak dengan autisme.
__ADS_1
Terapi ini bertujuan melatih anak penderita autisme agar dapat berinteraksi dengan sekitarnya dan melakukan berbagai kegiatan secara mandiri
" Kamu selalu membawa Claudia Terapi, disiplin mengatur waktu ."
" Kamu sudah menciptakan suasana yang kondusif di rumah.Membuat suasana belajar mereka menjadi nyaman dan menyenangkan. Misalnya dengan menggabungkan alat-alat terapi mereka dengan peralatan rumah. Kamu sudah berhasil Ta, Claudia sudah sangat banyak kemajuan".
" Koko , Raka juga banyak membantu Claudia."
" Kamu sudah mengatur waktu belajar yang baik buat Claudia. Memberikan rutinitas yang harus anak lakukan secara terus menerus," ujar Adi memandang Renata.
" Berdasarkan temuan terbaru gangguan Autis dapat disembuhkan melalui terapi dini secara intensif dan terpadu, dan Claudia bisa sembuh, percayalah Ta, dia sudah sekolah di sekolah normal."
Renata tersenyum mendengar kabar baik dari dokter terapi Claudia. Bila Renata berhalangan, maka Adi lah yang menggantikannya , dan dokter terapi Claudia adalah sepupu Adi sendiri, tamatan dari Jerman.
Dan sangat terkenal dalam menangani anak berkebutuhan khusus.
" Ta...., kenapa nangis ?".
" Menurut kamu, koko siapa?".
Renata hanya diam.
Adi meminggirkan mobilnya , kemudian memeluk Renata.
" Apa rasa ini hanya sepihak Ta?".
Renata menggeleng.
__ADS_1
" Kita memulainya lagi ? menyambungnya kembali?".
Renata mengangguk .
" Yakin?".
" Ya ko, Tata yakin, "ujar Renata memandang Adi.?
" Kamu mau pacaran sama koko lagi? atau koko lamar kamu aja yaaang?".
" Selesai koas ya ko, pendidikan intensif aja , Tata akan S2 ambil spesialis bedah, koko ijinkan kan ?".
" Pasti Ta..., " ujar Adi.
" Ko, gimana Claudia ? gimana keluarga besar koko melihat Claudia , gimana tanggapan mami dan papi koko, pada papi Renata, koko tahu kan gimana sepak terjangnya, mami juga struk. Koko juga liat Claudia, autis."
" Jangan menghawatirkan itu semua, cukup kamu untuk koko, semua akan koko jelaskan pada keluarga koko. "
" Percayalah Ta ".
Adi mengecup bibir Renata, kemudian mendekapnya kembali .
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment