
Tepat pukul o.30, Renata melihat sosok Adi di depan ruangannya .
" Masuk ko," ujar Renata.
" Ini ada koko bawa ogura, biasa kamu suka kan yaaang, rasa stroberi cokelat," ujar Adi.
" Makasih mas".
Adi mengangguk.
" Apa gak mengganggu kerjaan ko?".
" Keluarga nomor satu yaaang, dan pekerjaan sedudahnya, " ujar Adi tersenyum.
" Yuk ko, udah jadwalnya."
Renata dan Adi berjalan beriringan.
" Mami mana yah mas, kenapa belum sampai?".
" Mungkin bentar lagi, " ujar Adi.
" Yaaang, pakaian Claudia sudah banyak yang kecil, nanti sore, apa mau kita bawa Claudia, beli pakaiannya yaaang?" ujar Adi.
" Iya ko, Tata pun kelupaan aja , mau bilang, ya ko, nanti pulang kerja , ko bawa aja Claudia, kita bawa dia milih apa yang dia sukai".
Renata memandang Adi .
" Koko sangat perhatian, " ujar Renata.
" Makasih yaaaang".
__ADS_1
Adi memeluk erat Renata.
Renata memandang sekelilingnya, begitu banyak wanita yang disekeliling nya. Ada yang perutnya sudah lumayan besar, dada yang perutnya sedikit masih kelihatan, satu rasa yang beda Renata rasakan, mengantri di sana.
" Apa kamu merasa terlalu cepat yaaang, kita memilikinya?".
" Gak mas, aku tidak pernah menolak kehadiran anak kita, aku merasa terberkati, bisa mengandung, begitu banyak pasangan yang juga berobat, memperjuangkan garis merah, karir kapanoun bisa ku raih mas, karena aku juga sudah menjadi dokter umum ".
" Mas gak akan membatasi karir mu yaaang, kamu juga memperolehnya bukan dengan hal mudah, mas tahu perjuangan kamu ,meraih beasiswa."
" Kita akan merawatnya, mami ada, mbok juga ada, pelayan yang mengabdi lama juga ada, mas gak mau makai jasa yang baru, gak akan tahu, gimana sama anak kita yaaang, jangan sampai membebani kehamilan ini ya yaang, orang hamil, gak boleh stres".
Renata mengerutkan dahinya.
" Mas tahu dari mana?".
" Mas browsing dari mbah google, di tempat duduk belakang , mas baca buku, gimana mengatasi mood isteri yang lagi hamil, gimana mengurus anak, gkmana mengurus kehamilan dari usia dini hingga melahirkan, semua lengkap".
Beberapa orangnperawat , mengangguk pada Renata, mereka tersenyum dan melihat ketampanan Adi .
" Serius, couple yang sempurna, cantik dan ganteng, mereka mirip orang Korea," ujar Renata.
" Kamu serius banget, kalau pakai kaca mata yaaang, " ujar Adi.
" Yang benar ko?".
" Hmmm...," ujar Adi.
" Ko, liat tuh, mami dan papi, " ujar Renata.
__ADS_1
Adi dan Renata pun berdiri, menghampiri sang mami dan papi .
" Semua dokter, kenal kamu Ta, saat mami bilang, praktek dokter kandungan , di mana, mereka langsung senyum, menunjukkan sama mami dan papi, kata mereka , wajah koko ,mirip banget seperti wajah mami, versi cowoknya, " ujar Renata.
" Iya, mami duplikat wajah koko, " ujar Renata tersenyum.
" Mudah - mudahan cucu papi, mirip sama papi ya Ta, biar imbang, " ujar papi Adi tertawa.
" Iya , pi, nanti mirip papi, papi kan keren, kalau gak ,mami mana cinta banget ke papi, " ujar Renata tersenyum.
" Papi ini idola dulu di SMA nak, kakak kelas paling tampan, dan mami kenal papi itu , dari SMP , mami satu sekolahan , " ujar mami Adi.
" Mami yang kejar papi, atau papi yang ngejar mami?".
" Yah papi dong Ta, mami itu minder, lihat diri kamu, mami mirip, sama mami, makanya mami sayang banget sama kamu Ta, kalian berselisih, yang di bela yah kamu, bukan nya Adi, " ujar sang papi tertawa.
" Duduk mi," ujar Renata.
Mami dan papi Adi pun duduk .
Renata menunggu nomornya di panggil.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1