
Pagi itu, kembali Adi menjemput Renata, Renata pun tersenyum, Renata sangat ngantuk, Adi memasangkan Sefety belt buat Renata .
" Weekend , mami undang makan ke rumah , mau kan Ta?".
Renata mengangguk .
" Mami, Claudia dan mbok Siti , ikut aja, gak apa - apa ".
" Jangan dulu Ko, kita baru balikan, lagipula , Renata gak mau, ketemuan gitu seperti melamar aja, " ujar Renata.
" Bagus dong yaaang, kita menikah baru pacaran, apa mau gitu?".
" Gak ko, ku mau ,kita kembali saling mengenal, eaktu 3 tahun bukan singkat, pasti banyak perbedaan pandangan", ujar Renata.
" Hmmmm, pasti lah Ta, mudah- mudahan pandangan kita lebih dewasa dan gak ada minus, minusnya minim , " ujar Adi membelai rambut Renata.
Renata mengangguk .
Di perjalanan , Renata tertidur , Adi mengganjal kepala Renata dengan bantal yang selalu ada di mobilnya.
Begitu sampai di apartemen, Renata pun bangun, Adi kemudian pamit menuju kantornya .
Tidak terasa waktu berlalu, weekend pun tiba, Renata pun pamit pada mami dan Claudia, mbok Siti menyemangati Renata.
Rumah orangtua Adi , sebuah mansion mewah, Orangtua Adi sangat baik, sama seperti masa SMA, mereka ramah, baik, dan menyambut renata dengan hati senang, Renata pun bahagia.
Renata sengaja menceritakan persoalan papi nya , keluarganya, Renata menanyakan , apa tanggapan mami dan papi Adi .Mereka menjawab:
" Itu keluarga kamu Ta, papi dan mami kamu, setiap keluarga ada persoalan, gak ada sangkut pautnya dengan hubungan kalian . Kalian sudah balikan, kembali, mami, papi sangat bahagia."
Mami Adi menggenggam tangan Renata.
" Adi gak bisa tanpa kamu Ta, dia gak bakalan bisa ke.lain hati, kalau udah satu di hatinya , selamanya., awet.Gimana dia nyariin kamu, kemanapun dia telusuri. Mami ,papi sedih, namun begitu lihat kamu dan Adi bersama , mami sangat bahagia."
" Kalian jalani aja, mami mendukung".
" Papi juga".
__ADS_1
" Gak malu dengan omongannorang mi?".
" Gak, ngapain malu, kalau orangtua kita pencuri, kita apa ikut pencuri? " kan enggak, ujar Papi Adi .
Mata Renata berkaca kaca, banyakan keluarga beduit, sering melihat bibit, bebet, bobot, ngusir cewek, kalau keluarganya ada minus nya.
Tetapi keluarga Adi beda.
Dan Renata bahagia.
Sdi mengajak Renata ke kamar nya, disana begitu banyak foto Renata dan Adi disana, mereka belajar bersama juga Ada.
Adi memeluk Renata dari belakang . Menyandarkan dagunya di bahu Renata .
" Makasih yaaang, kamu memilih koko, makasihhh".
" Ya, koko harus perlakukan aku dengan baik, janji???".
" Janji yaanng....".
Perlahan Adi mengecup bibir Renata. Adi mencium Renata dengan lembut, suasana membuai mereka , saling bertautan .
Senyuman Adi tulus, menghapus sisa ciuman mereka di bibir merah Renata.
" Apa masih aku, yang pertama dalam ciuman koko?".
" Kamu meragukan koko Ta".
" Di kampus koko banyak dekat wanita, bintang, dan banyak dehhhh".
" Hanya kamu pemilih diri koko yaaang, selalu pemilik hati koko".
" Jujur?".
" Hmmm, koko jujur".
Renata dan Adi kembali berpelukan.
__ADS_1
Renata dan Adi kemudian ke bagian bekakang mansion rumah kediaman orangtua Adi, Renata sangat takjub melihat banyaknya tanaman anggrek, beraneka ragam jenis nya.
" Papi dan Adi sangat suka beliin mami anggrek Ta,
mami sangat mereka manjakan, kamu lihat aja, Adi itu mirip papinya, bisa manjain kamu, peduli sama kamu, bisa jagain kamu, pengertian juga," ujar mami Adi.
" Mami promosi yaaaaah, biar Adinya laku ?" ujar papi Adi.
" Iya piiii, biar kita dapat cucu, ngerasa banget, teman cerita , anaknya udah nikah, trus punya cucu, cucunya lucu banget di bawain ke arisan , mami gemes liat anak - anak."
" Mi, kalau Tata dokter, kan sibuk, sulit keluarga suami bisa memahami dunia kerja Tata."
" Jangan ragu nak, anak kalian , mami jagain, beli rumah samping - sampingan aja, Adi itu anak mami tunggal, apapun kebahagiaan Adi dan keluarga nya, prioritas kami, orangtuanya."
" Anak ko Felix autis ma".
" Tenang nak, kamu harus tahu Ta, mami itu sama papi, sangkin sunyinya sering lakukan kegiatan sosial, ngunjungi anak penderita kanker, buat acara acara autis, itu semua sama."
" Koko kemarin bersi in pub nya Claudia ya ko ".
" Maaf ya ko".
" Gak apa - apa Ta. Adi selalu belajar, dia punya empaty, dari mami dna papinya. Kelak jikaada baby, dia udah biasa asuh anak."
Malam itu, begitu indah buat Renata dan Adi. Malam yang membuat dia tahu, pemikirannya sangat minim tentang Adi dan keluarga nya. Masih ada keluarga langka, mau nerima diri nya, seberantakan apapun keluarganya
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1