
Renata sangat bahagia, bisa makan , gak mual . Adi pun mengantarnya ke rumah sakit .
" Eelamat bertugas yaaang, hati - hati, nanti mas datang jam 10 kurang ya yaang".
" Ya mas, " ujar Renata.
Renata pun bergegas menuju tempat absen, Renata kemudian melakukan tugasnya. Sebelumnya Renata mendaftarkan diri ,di bagian dokter Kandungan.
Renata sudah selesai mencek pasiennya, kemudian berdiri di bingkai beberapa foto di rumah sakit.
Renata membaca sumpah Hipokrates
Renata masih ingat, sejak dari SMP dia selalu suka memilih dan mencita - citakan untuk menjadi seorang dokter.Bahkan beberapa temannya dan dia, sering melakukan kegiatan sosial, merawatblansia, memberi vaksin anak panti asuhan, melakukan pengobatan gratis bagi masyarakat.
" Kenapa bengong Ta?", ujar Raka.
" Hmmmm, lagi baca sumpah hipokrates, biar menancap di jantung, dan ingat, pengabdian, " ujar Renata.
" Kamu jadi, ambil spesialis kandungan Ka?".
" Jadi, kalau kamu Ta?".
" Sesuai gelarnya, dokter spesialis kandungan dan ginekologi, (Sp.OG) memiliki keahlian khusus di 2 bidang, yaitu keahlian seputar kehamilan dan proses melahirkan (obstetri) dan keahlian seputar kesehatan reproduksi (ginekologi), benar kan Ka?".
" Hmmm, tepat", ujar Raka.
" Bidang obstetri melayani semua hal seputar kehamilan dan melahirkan, baik yang normal maupun yang bermasalah. Sementara itu, bidang ginekologi melayani keluhan terkait kesehatan reproduksi, misalnya masalah menstruasi dan monopause," ujar Renata.
" Smart, " ujar Raka.
__ADS_1
" Masih bingung ambil spesialis bedah. Atau spesialis jantung, " ujar Renata.
" Dokter bedah adalah dokter spesialis yang mengobati penyakit, cedera, atau kondisi gawat darurat pada tubuh melalui metode bedah (operatif) dan obat-obatan. Untuk menjadi dokter bedah, seseorang harus menyelesaikan pendidikan dan profesi dokter umum, lalu menyelesaikan pendidikan spesialis ilmu bedah," ujar Renata.
" Dalam praktiknya, dokter spesialis bedah tak jarang menerima rujukan dari dokter umum atau dokter spesialis lain terkait kondisi pasien yang membutuhkan tindakan bedah. Kemudian, dokter bedah akan melakukan diagnosis sesuai keahlian dan ilmu yang dimiliki untuk menentukan perlu atau tidaknya prosedur bedah dilakukan," ujar Raka.
"Dalam menangani pasien, dokter bedah umum bertugas merawat pasien pada saat sebelum, selama, dan setelah prosedur pembedahan. Saat prosedur bedah dilakukan, dokter bedah bekerja sama dengan dokter anesstesi dan perawat di ruang operasi dalam menangani pasien, "ujar Renata.
" Dokter spesialis bedah menangani penyakit yang memerlukan pembedahan sebagai upaya pengobatan. Beberapa penyakit tersebut di antaranya:
Usus buntu.
Peritonitis.
Abses hati.
Tumor jinak, seperti lipoma, fibroma, dan adenoma.
Tumor atau kanker pada organ tertentu, seperti kanker payudara, kanker usus, dan kanker lambung.
Cedera/luka seperti luka tusuk dan bakar.
Kelainan kongenital (cacat bawaan lahir).
Kelainan empedu, seperti batu empedu, infeksi dan radang empedu
Patah tulang dan diskolasi (pergeseran tulang).
" Cakupannya kan banyak Ka".
" Benar Ta, " ujar Raka.
" Gak terasa ,udah bulan ke 5 kita lewati internsip," ujar Raka.
" Ya...., kabar tante gimana Ka?".
__ADS_1
" Baik Ta, mereka masih merindukan kamu jadi mantunya," ujar Raka.
" Kita begitu dekat, mas jagain jodoh nya orang," ujar Raka tertawa.
" Jangan bahas gitu mas".
" Sampai sekarang, mas masih heran , kenapa kamu milih ko Adi."
" Apa Adi memperlakukan mu denagn baik Ta?".
" Dia baik, maminya baik, papinya juga.Bisa nerima Claudia dan mami, serta mbok Siti".
" Kamu kenapa kurusan Ta?".
" Capek sih mas, namanya internsip, paling tidak nya gak sepayah koas, ujar Renata.
" Program internsip dijalani di rumah sakit dan puskesmas yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan di kota/kabupaten seluruh Indonesia. Selama proses tersebut, idealnya, dokter baru bekerja dalam supervisi dokter-dokter senior di tempat bekerja. Setelah selesai, barulah para dokter fresh graduate ini bisa bekerja sesuai dengan pilihan masing-masing, yah gitu lah Ta," ujar Raka
" Satu pengalaman yang paling mendebarkan. Ketika masih kuliah, praktis calon dokter tidak memegang atau bertanggung jawab terhadap pasien sama sekali. Memang biasanya beberapa dokter, sebelum internsip, sudah bekerja di klinik-klinik dan mengobati pasien secara mandiri. Tapi biasanya kasus yang ditangani hanya penyakit ringan, " ujar Renata.
" Di saat internsip inilah pertama kalinya menangani, memeriksa, dan mengobati berbagai pasien dengan bermacam-macam penyakit. Juga tidak seperti mahasiswa yang masih belajar, dokter internsip bertanggung jawab penuh terhadap kondisi pasien yang ditanganinya. Pasien pun tidak akan peduli apakah mereka merupakan internsip atau bukan, yang pasien tahu hanyalah mereka itu dokter, " ujar Renata tertawa.
" Benar Ta, ku tugas dulu yah, nih mau jadi asisten kelahiran seorang baby".
" Enak dong Ka , dapat bonus, "ujar Renata tertawa ngakak.
" Dasar..., " ujar Renata.
👨🔬👩🔬👨🔬👩🔬👨🔬👩🔬👨🔬👩🔬👨🔬👩🔬👨🔬
Jangan lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment