
Renata menjadi asisten pada pasien bedah, di dampingi dokter senior. Renata bersyukur, dokter senior sering membuatnya menjadi asisten, jadi Renata banyak belajar dari mereka.
Ketika makan siang, Renata menunggu di depan rumah sakit, dan ketika melihat mobil suaminya , Renata tersenyum.
" Kenapa nunggu di depan yaaang?".
" Cari angin ko".
" Nanti jadi masuk angin lohhh yaaang".
Renata tertawa.
Beberapa dokter senior melihat ke arah Renata dan Adi.
Alis mereka bahkan mengerut.
" Masuk Ko".
Renata menarik tangan Adi.
Renata membuka Snelli nya.
[Snelli itu adalah doctor's white coat alias jas dokter. Betul, warnanya putih].
" Koko dari mana ,pakai Jeans dan kaos aja?".
" Tadi dari lapangan yaaang, liat pembangunan hotel."
" Tadi kaosnya warna hitam, nih baru gantiz bau keringat".
" Bareng Kiki?".
" Sayaaang, kikinudah di pindahin di Surabaya lohhh, lagian mas gak ada hubungan apa - apa."
" Yaaang, sexy banget gini, pjntu,udah di tutup?".
" Udah Ko".
" Lapar, " ujar Renata.
Adi mengecup bibir Renata.
" Yeyyyy, nasi padang, selera banget liat aneka gulai nya ko, Rendang, perkedel, nih sayur nangka ya ko, aku sukaaa."
Adi mengelus rambut Renata.
" Makanlah yaaang".
" Hmmmm, "
Adi sesekali menyuapi Renata, demikian juga Renata, mereka sama - sama tersenyum.
" Nanti pulang jam berapa yaaang?".
" Hmmm, jam 5 ko".
" Jemput ya yaaang".
" Siap isterikuuuu".
"Ihhh koko apaan sihhh".
" Kita selfie dulu yok yaaang, "ajak Adi.
__ADS_1
Adi pun membuat variasi foto mereka.
" Cakep banget ko, " ujar Rwenata .
" Kirim ke Tata ko".
" Hmmmm".
" Isteri mas semakin cakep aja, mas takut, dokter senior pada naksir kamu yaaang, apalagi dokter koas".
" Mas , rumah sakit bukan tempat biro jodoh dehhh, nih liat loh mas, cin cin dari mas, melingkar di jari tangan Tata".
Adi mengelus cin cin pernikahan mereka.
" Sehat selalu ya yaang, menua kita berdua ,berama".
" Ya yaaang".
" Yaaangz kalau mas tugas luar kota, kamu gak masalah kan?".
" Emang mas mau kemana tugas?".
" Ke Bali, dan Surabaya".
" Koko serius?"
" Ya yaang, ke Bali 4 hari, dan 2 hari di Surabaya".
" Apa Tata percaya sama koko?".
" Berat, apalagi Surabaya ada Kiki dan Bali ada Bintang", ujar Renata.
" Yaaang, koko beneran kerja".
" Ya mas, " ujar Renata kembali duduk di kursinya.
Renata membuka file kerjaannya Tidak lama kemudian ada ketukan pintu ruangan Renata.
Renata mengambil snelli nya, kemudian membuka pintu.
" Ya sus".
" Dokter Bram , menyuruh dokter jadi asistennya, siap - siap bedah pasien dok".
" Baik sus, makasih".
" Mas pamit ya yaaang".
Renata mengangguk .
Adi memandang Renata dengan langkah besar nya , dan berlari kecil , menuju sebuah ruangan.
Renata mencoba menentramkan hatinya, terlalu sakit mendengar bertugas di Bali dan Surabaya. Semua suratan taksir sudah di tulis Tuhan, Renata kembali fokus sama masa depannya.
Menjadi seorang dokter, harus fokus , harus bisa tenang, walau dalam masalah ataupun dalam tekanan, bisa mengendalikan emosi .
Selesai operasi, Renata melihat dokter Bram mendekatinya.
" Kamu sangat terampil Ta, sigap , jaitanmu juga rapi. Kamu juga berani, harus lebih banyak lagi jam terbang latihannya".
__ADS_1
" Baik dok," ujar Renata.
Renata kembali ke ruangannya, karena akan ada lagi jadwal operasi dengan dokter imut, baby face. Dokter Satria.
Renata kembali memikirkan kepergian Adi ke Bali dan Surabaya . Mau dimanapun kalau pria gak setia, bakalan gak setia, terkadang suami setia, wanita terus mendekati bahkan berbuat lebih, sampai dia mendapatkan apa yàng dia kehendaki."
Renata kembali mengetik beberapa analisa kasus operasi yang baru dia lalui .
Setelah 3 jam operasi dengan dokter Satria, Renata pun keluar dari ruang operasi, dengan pakaian hijau .
" Ta, ke cafe yuuuukkkk, bentar aja, jangan langsung pulang," ujar dokter Satria.
" Ngajak nge date ya Dok, dokter ngebet banget sama dokter Tata".
" Kalau kita nge date dok, dipikir kakak adik, wajah dokter udah 30an masih seperti anak SMA, ujar Renata tertawa."
Renata dan beberapa dokter saling bergurau.
" Ta....., kamu terkenal, dokter tercakep sepanjang abad, " ujar Dokter Brian.
" Dokter pada lebay dehhhh".
" Ta, gitu kamu tugas, semua dokter jomblo langsung berharap kamu jadi pacar dehhhh".
" Dokter gak lihat ini? saya udah menikah lohhh", ujar Renata.
" Kamu ngaco deh Ta, akal akalan aja , pastinya cin cin biasa".
" Enggak lohhhhh, nih betulan".
" Kenapa gam percaya, suami saya yang tadj datang makan siang".
Semuanya bengong.
" Orang kantoran Ta? kok bisa?".
" Pacar semasa SMA dok, " ujar Renata tersenyum.
" Pamit ya dok," Renata memasuki mobil Sang suami.
" Dokter disini ganteng ya yaaang".
" Ya mas, mirip artis Korea semua," ujar Renata memejamkan matanya.
Badan Renata terasa sangat lelah, karena pasien dan operasi membutuhkan tenaga super .
Adi menatap Renata, sebenarnya Adi ingin mengajak Renata, sambil honeymoon, namun Renata sedang tugas ,baru lagi bertugas di rumah sakit tempatnya tugas, gak mungkin ijin atau cuti.
Adi menghembuskan nafasnya dengan berat.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment