
Kalau mau di tanya jujur, sesakit apapun yang di buat orangtua pada anaknya, seorang anak , pasti dari hati kecilnya merindukan mereka.
Renata memberanikan diri, mengunjungi kediaman orang tuanya , sepulang sekolah. Renata pun tahu, mbok Siti sudah berangkat ke Singapura, untuk menjaga anak kok Felix.
Renata mengetuk pintu, dan sosok mami yang dia harap menyayanginya , hanya diam terpaku .
" Apa kabar mama?".
Mami Renata hanya diam .
Renata melihat mata maminya sembab.
" Mami kenapa, " ujar Renata .
Mami Renata hanya diam.
Renata melihat rumah berantakan , Renata pun membersihkan rumah mami nya .
Duku , Renata tahu dari orang sekitar, maminya anak orang berduit, gak pernah kerja, dijodohkan sama papinya, makanya pekerjaan rumah, mami Renata banyakan gak betah mengurusnya.
Jika mami mau buka suara, papi pasti selalu menyalahkannya, memarahi mami, mami tidak berani. Menurut mbok Siti, pada saat kelahiran Renata, papi dan maminya kecewa , karena Renata anak perempuan, di tambah kelahiran Renata sangat sulit, mengakibatkan pendarahan dan rahim mami Renata di angkat .
Kebencian itu lah yang menyebabkan papinya membenci Renata, maminya tidak bisa membela apa - apa ,karena setiap bertengkar, papinya pasti ada mengutarakan ingin menikah , dan ingin punya anak laki- laki lagi, namun karena orangtua mami orang berduit, dan saham nya banyak di perusahaan papi Renata, dia tidak bisa mempunyai isteri lebih dari satu .
Renata memasak beberapa menu buat sang mami.
" Mi, cari pembantu saja, " ujar Renata.
" Kamu tahu Ta, baru 1minggu, pembantu itu sudah bertingkah, mendekati papimu , buaya mana menolak bangkai. sudah sering papimu seperti itu pada mami, mami lama - lama gak kuat, mami nyerah selama ini tertekan, lain hanya bisa diam dan gak di hargai ."
Renata gak tahu harus mengatakan apa pada sang mami, Renata hanya memeluk maminya .
Bagaimana ,kalau persoalan ko Felix mereka dapati, pasti seperti bom waktu .
__ADS_1
Mami Renata tidak pernah banyak bicara pada Renata, mereka tidak pernah sedekat itu sejak Renata kecil, hari - harinya hanya di asuh mbok Siti, jika pertunjukan di sekolah, yang menontonnya hanya ko Felix dan mbok Siti. mami dan papinya selalu absen .
Renata kembali ke asrama , Renata belajar bersama Andien. Sedangkan Dara, Cleo, Rebeka belajar untuk ujian semester , karena mereka kelas 3.
Hari ke 4 ujian, pagi itu Renata berjalan menuju kelas nya . Sebuah tangan meraih pergelangan Renata .
Renata reflek tersenyum .
" Gak sabaran banget sihhhh, masih ujian loh koooo".
" Rinduuuu, " ujar Adi.
" Ehemmm...ehemmmm....yang benar tuhhh," ujar Renata.
" Beneran , " ujar Adi dengan lembut.
" Fokus ujian ya yaaaang, Tata juga merindukan koko ".
Adi mengangguk .
" Nihhhh, ".
" Yah udah, gihhh ujian ya yaaaang, cepat tamat dan lamar adek , gurau Renata."
Adi dan Renata saling tertawa.
Adi mengusap rambut Renata .
" Jangan ko, nanti di liat BP atau murid usil ".
Adi dengan penuh pengertian mengangguk .
" Jaga hati ya yaaang ".
__ADS_1
Renata mengangguk .
Tatapan teduh Adi, membuat Renata nyaman, Renata berharap, ketika Adi kuliah, mereka tetap masih dekat , saling menunggu dan menjaga .
Di hari terakhir ujian, Renata masih sibuk belajar, pembahasan soal ujian , membuat mereka kelelahan, setiap pelajaran, selalu pembahasan bahan ujian, lain pengambilan nilai point .
" Ihhhh, ngaca dong Ta, wajah kamu banyak coretan pensil tuhhhh, mirip baru perang, "ujar Anita tertawa .
" Ihhhb , liat deh wajah kamu juga , liat jidat , bakpau kamu jugaaaa," ujar Renata tertaea ngakak.
Beda lagi ketika Raka mendekati mereka.
" Ka, ini baju apa kain pel, butek amat, lain tangan kamu kotor gini, " ujar Renata .
Raka melap tangannya ke tangan Renata.
" Ihhh reseh de Ka, kalau di rajia pak Sinaga, mendingan kami deh, gini nih, malas buang sampah rautan. sampah rautan pensil di tumpuk di meja, kertas kamu bisa kotor, terkena remah remah rautan pensil ".
" Ujian LJK ( Lembar Jawaban Komputer), masih mending wajah coreng moreng, dari pada kertas" ,ujar Teguh .
" Raka, sini...., " ujar Pak Sinaga.
" Ini kertas LJK kamu , paling butek, kalau besok masih jorok gini , awas. Kalau ujian kamu malas ke depan, raut dulu, beli pensil lusinan, bawa sapu tangan juga , jaga kebersihan kertas jawaban kamu, dari kelas 1 , kamu kalau setiap ujian semesteran , jawaban benar, hanya dekil amat kertanya , "ujar pak Sinaga.
" Maaf pak, besok gak gitu lagiiii," ujar Raka patuh.
🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment