
Renata sudah kembali, beraktivitas.
Membawa Claudia ke sekolahnya, Cludia sudah terhitung kelas 3 SD, karena kepintarannya.
Adi meminta papinya mengirimkan dia buat mempimpin perusahaan di Singapura.Mami dan papi nya paham akan aksi anaknya baru pertama kali meminta sesuatu.
Mami dan papi Adi sangat senang.Mereka malahan men support perjuangan Adi .
Mereka sangat ingin Adi menikah, agar mereka bisa menikmati masa Tua.
Sebuah lambaian Renata berikan pada Claudia.
" Renata sangat cantik, baik, calon dokter, sayang, dia tidak mau punya pacar, apa karena anak koko nya Felix , yang manggil dia mami, makanya para pria salah tanggap, " ujar seorang ibu.
" Renata tidak mau menjelaskan secara gamblang, beberapa pria mundur , seperti Renata sengaja menyuruh Claudia memanggilnya Mami di depan para pria itu".
" Berat banget hidup seperti Renata, mami struk, anak koko nya autis, kesabaran nya akhirnya berbuah manis, saat Cludia sudah lumayan berubah, fulu semua barang Claudia buang, makannya susah, melatihnya butuh kesabaran extra, sekarang, Claudia ,bisa belajar di sekolah normal, bahkan Claudia mendapat sekolah percepatan, karena tergolong autis ringan dan sangat jenius."
Adi membeku, ternyata begini cara Renata menganggap dirinya tidak layak, dan menjawab kenapa Renata tidak kuliah di Jakarta bersama nya .
Adi melihat Renata sedang mengurus berkasnya di bagian admin, rupanya pengajuan ijin koasnya di terima di sebuah rumah sakit di Singapura.
Terlihat juga Raka melakukan hal yang sama.
" Ta..., " ujar Adi mendekati Renata.
Renata terdiam melihat sosok pria yang dia cintai .
Namun sosok wanita yang mengikuti Adi , di Jakarta beberapa waktu lalu, membuat Renata menahan perasaannya.
" Kenapa gak cerita, apa yang terjadi sama ko Felix , kenapa sampai Bima membeli perusahaan papi kamu Ta?".
" Aku akan cerita. Tetapi Claudia , saat nya jam pulang, aku harus menjempunya, " ujar Renata.
Adi mengangguk.
__ADS_1
" Raka bukan pacar kamu kan?".
Renata mengangguk .
" Mamiiiii, " ujar Claudia . Claudia tersenyum, kemudian Claudia melihat Adi. Walau Adi pendiam, namun ternyata Claudia sangat menyukai Adi.
Renata memeluk Claudia. Mengambil menyisir rambut Cludia, mengepang rambutnya, sehingga kembali rapi .
" Dia seperti anak orang Korea Ta," ujar Adi.
" Maaf ko, kepergian ku , setelah ujian berakhir, bahkan tidak ikut acara perpisahan sekolah, karena ko Felix mengalami kecelakaan. "
" Ko felix kritis, kemudian , aku harus menjaga mamiku juga terkena struk, lain papi pergi begitu saja dengan wanita lain, aku minder , dan berharap koko bisa mendapat pacar , yang koko sukai, lagi pula wanita yang bersama koko, terlihat sangat dekat dengan koko dan sepertinya wanita baik".
" Tidak Ta, dia hanya teman, tidak pernah lebih."
" Koko gak pernah pacaran dan suka sama siapapun, bertahun, berbulan koko mencintai kamu dan sampai beberapa waktu lamanya ,dan bertahan sampai sekarang, rasa itu sangat besar. "
Adi memeluk erat Renata. Mata Adii berkaca - kaca .
Mengetahui semua apa yang sebenarnya terjadi, tapi koko mau kamu bicara jujur sama koko".
" Tau dari mana aku kuliah disini ko?".
" Buku yang kamu baca di pesawat".
" Koko bertukar tempat duduk, dengan pria di samping kamu, " ujar Adi tertawa.
" Kamu tidur molor, nyenyak banget, " ujar Adi.
Renata tertawa.
" Claudia masih memakan perlahan es cream yang di belikan Adi.Claudia sangat bahagia."
Adi menatap Claudia . Ranata tahu, Adi sangat lembut , pada siapapun. Terlihat tatapan Adi sangat tulus .
__ADS_1
" Claudia mau ke rumah uncle? " tanya Adi.
Claudia mengangguk .
" Ko, jangan...".
" Yukkk, mampir ya..., " ujar Adi memandang Renata .
Renata menunduk .
Sebuah telepon memecahkan kekakuan di antara mereka.
πHallo
π Ya mas Raka...
π Kamu lagi jemput Cludia ? kenapa mobilmu di kampus terparkir Ta?
π Ya mas, lagi bareng Claudia dan ko Adi.
π A...Adi ?
π Ya , senior kita dulu, Adi Yoga pranata
Raka membeku.
π³π³π³π³π³π³π³π³π³
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1