My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Still Believe


__ADS_3

Renata tidak masuk rumah sakit , rasa lelah nya masih terasa, mana sampai rumah pukul 12 malam, dan baru tertidur pukul 1.


Menjadi seorang ibu, waktu kita menjadi tersita, Renata sangat mengagumi Adi, dia sudah memasukkan ASI Renata di dalam lemari pendingin, ASI selama Tata bertugas.


Dan ketika pagi ,kedua twins bangun, Adi sudah memanaskan ASI dan memberikannyanpada kedua bayi mereka.


Arfan meminum ASI dengan lahap melalui dotnya, sedangkan Anaya gak mau, rewel, mau nyapih sama si mami.


Dengan sabar Adi membujuk sang anak.


Sampai Anaya menghabiskan susu nya.


Renata tersenyum memperhatikan sang suami.


" Koko gak bangunin Tata?".


" Jangan di biasakan juga yaaang, Anaya terlalu rewel, dia gak harus jadi anak yang kuat, apalagi nanti mau ambil spesialis, jadi harus membiasakan Anaya seperti ini".


Remata mengangguk.


" Makasih yaaang,koko sudah menjadi suami yang bertanggung jawab, memperhatikan kami, menyayangi kami."


Renata menyiapkan sarapan buat Adi, memasak mie kuah kesukaan sang suami, Renata juga selalu memanjakan sang suami, ketika dia punya waktu .


Mami Adi mengambil kedua twins. menjemur kedua twins di taman belakang, terlihat papi dan mami Adi sangat bahagia, mami Renata juga disana bersama mbok Siti .


Adi pamit ke kantor, dan janji akan pulang jam makan siang . Renata menikmati waktu santainya, kembali tertidur .


Hingga sebuah suara mengagetkan Renata.


" Non..., mami non..., cepat non...,mami di ruang keluarga tergolek, di panggil gak respon".


Renata bergegas memakai sweternya, dan turun melalui lift.


Renata mengambil stetoskop nya , yangan Renata bergetar saat memeriksa sang mami.


" Pak Iwan, tolong siapkan mobil," ujar Renata.

__ADS_1


Tanpa alas kaki, Renata bergegas meraih tas nya, pak Iwan, dan penjaga kebun mengangkat yubuh kurus sang mami ,menuju mobil.


" Mai ikut nak, ujar sang mertua.


" Miz tolong jagain twins isak Renata, papi aja temanin Tata."


Papi Adi pun mengangguk.


Mereka pun menuju ke rumah sakit.Tata memanggil manggil sang mami, memasang oksigen pada sang mami.


Jarak rumah sakit tidak terlalu jauh dari rumah dan kantor Adi.


Renata sudah mengkontak dokter bagian saraf dan mereka menunggu Renata di depan UGD.


" Pasien menurun kesadarannya dok, ritme nafas lemah, " ujar Renata terisak.


Renata ikut menyorong brankar, dan mami Renata di tangani di UGD.


Alberth melihat sosok Renata , memandang Renata sangat kacau , tanpa sendal .


Alberth mengambil sendal jepitnya dari ruangannya,menuju UGD.


" Ta, kamu tahu kan kondisi mami kamu, kita gak bisa berharap banyak Ta, jika di operasi, kemungkinan nya juga sangat kecil, kamu harus kuat Ta, persiapkan apapun yang terburuk yang akan terjadi."


Renata hanya terisak membelai wajah sang mami . Renata hanya diam.


Dokter Alberth memeriksa riwayat penyakit mami Renata. Diapun menarik kesimpulan sama dengan sang dokter.


" Mi, maafkan Tata ya mi, belum bisa bahagia in mami".


" Maafkan Tata mi, hanya Mami dan Caludia saat ini keluarga Tata, mami jangan pergi, liatlah Claudia mi, lihat juga Twins".


Renata terisak.


Sebuah langkah bergegas ,memssuki ruang UGD.


Adi melihat sang isteri menangis.

__ADS_1


Renata berbalik melihat sang suami , tangis Renata pecah.


" Kooooooo," Renata membenamkan dirinya pada Adi.


Adi mendekap Renata. Membelai Renata.


" Yaaang, kita sudah tahu keadaan mami, mas sudah mencari papimu juga, dan mas sudah kabari".


" Mas...., papi gak akan datang liat mami terakhir kalinya, kita nikah aja papi gak datang, dia sibuk mas dengan hidup nya".


" Biarlah dia larut dalam salahnya yaang, tugas kita sebagai anak dan menantu kita laksanakan."


Renata mengangguk.



Alberth menatap Adi dengan pandangan tajam, Adi membalas tatapan Alberth.


Papi Adi juga melihat Alberth dari tadi, sangat intens mendekati menantunya, sebagai pria papi Adi tahu .


Adi masih mendekap Renata ,memberi air minum pada Renata.


Adi melihat kaki Renata kotor, Adi mengambil sapu tangannya, membasahinya di westafel.


Adi menyuruh Renata duduk, Adi melap kaki Tata.


" Mas jangannn, ujar Renata.Tata aja mas".


Adi pun mengangguk.


Renata menjaga harga diri sang suami, jangan di pandang salah sama orang .


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2