
" Selamat Cece Claudia, udah gedek, mendapat juara, keren banget ," ujar Adi.
" Makasih om...., " ujar Claudia.
Renata tersenyum melihat Adi menggenggam tangan Claudia .
" Karena Claudia baik, pintar, om akan beri hadiah, om akan traktir es cream di mall , apa mau? ganya Adi.
" Mauuuu, " ujar Claudia menepuk tangannya.
Adi , Renata dan Claudia pun menuju mall, ketika acara sekolah sudah selesai .
Claudia menikmati es cream nya, Renata juga ikut nimbrung memesan ice cream, sedangkan Adi gak suka es cream, hanya menemani saja.
Claudia terlihat membaca bukunya ketika Renata menoleh ke belakang.
Adi tersenyum.
" Claudia , sangat banyak kemajuannya yaaang, makasih sudah mengenalkan dokter nya, sesuai dengan karakter Claudia.
" Ibarat kata, serasi ...., anak - anak kalau ke dokter , mami nya selalu ngomong gini ko. Anak saya sam bu dokter, serasi banget, kalau ke dokter lain, gak baik, kalau dokter tangani, saya udah nyaman, pulang aja gak demam lagi," ujar mami pasien Ko.
" Kalau anak sakit, pasti setiap orangtua akan cemas, apapun dia tempuh, dari cari dokter, ngerawat anaknya, kamu yang terbaik yaaang, kamu pasti sangat susah membesarkan Claudia, lain ngurus mami, koko salut yaaang".
" Ke ingat deh ko, baru baru ko Felix ninggal, Claudia demam tinggi, rewel, nangis berjam jam, Renata kompres , beri obag, sampai bawa ke rumah sakit , Tata nangis, cemas ."
" Kalau ada dokter yang bentak bentak mami anak , kalau nanyanya bawel, ketika anaknya sakit, gak banget ya Ta, harusnya ngertiin pasien, sabar dan menenangkan mami sang anak, " ujar Adi.
__ADS_1
" Iya ko, bawaan dokter beda - beda, namanya dokter juga manusia, bukan dewa. Terkadang banyak pasien, akan gampang emosional. Namun Tata juga belajar satu bidang khusus , bagian psikologi Tata belajar menilai karakter Claudia, serta perasaan pasien, berguna banget, buat pasien, mood mereka kita ketahui , " ujar Renata.
" Yaaang, mami ajak ke rumah, membicarakan keputusan kemarin, sambil berembuk sama kita berdua ."
Renata tersenyum .
" Kenapa senyum Ta?".
" Ternyata menikah ruwet juga ko, bukan bercerai aja yang ruwet," ujar Renata.
" Tenang yaaang, mami ngerti in kita banget , kita tinggal milih konsep dekor, trus semua mami atur . dres wedding, kita ke bridal, koko punya dan kamu, sama bridalnya."
" Pesta keluarga aja ya ko".
Adi mengangguk .
Claudia tertidur, Renata dan Adi membawa Claudia ke kamar nya .
Adi memarkir kan mobilnya di garasi.
" Yuk yaaang".
Mami Adi langsung menyambut Renata .
" Yuk masuk nak, calon mantunya mami, yukkk, belum makan kan?".
" Belum mi," ujar Renata.
__ADS_1
" Makan bareng ya Ta".
Renata mengangguk .
Adi tersenyum, berjalan berjajar bareng papinya .
" Wanita ,kalau udah ketemu, rame," ujar papi Adi.
" Papi gak tau aja, mulut mami basi di rumah aja, sepi banget, Adi sibuk kerja, papi juga, mau belanja sendiri. "
" Weekend papi di rumah, baru ada teman ngobrol."
" Rumah ini, kalau ada anak kecil, pasti rame ya pi, kita bakalan happy, ngeliat cucunya teman papi, rapat banget jarak cucu pertama dan kedua, waduh berantem nya seru abis, satu cowok, satu cewek, kalau udah berantem , gak ada yang ngalah, satu ke kakek, satu ke nenek. Eh bentar lagi udah baikan," ujar mami Adi .
" Tata kalau menikah, jangan nunda punya anak, anak itu rejeki, kadang ada yang susah dapatnya , ada yang gakkkk kalau nanti anak kalian ada, mami sama papi jagain, dan mbak dan beberapa mbok akan jagain. Kami akan dukung sekolah intensif dan spesialismu nak".
Renata menunduk, pipi Renata memerah .
" Yuk makan nak, ini mami masak buat Tata, sup tim ke, ada angco, dan lainnya, biar sehat, badan hangat , kalau shif malam. "
Renata meminum sup obat dari mami Adi .
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment