
Di sepanjang perjalanan, Renata awalnya membaca beberapa buku kedokteran nya , beralih membaca buku misteri, dan setelah lelah, Renata memejamkan matanya.
Renata begitu pulas tertidur, karena AC pesawat cukup adem.
Seseorang memperhatikan Renata. Tidak jauh dari tempat duduk nya. Sosok yang begitu cantik, anggun, beribawa, berkelas dan pintar, tidak banyak tingkah, tidak sombong dengan wajah dan kepintarannya.
Sebuah helaan nafas ,yang dia rasakan begitu berat, kenapa untuk pertama kali ,langsung jatuh cinta dan mencintai seseorang wanita yang sama dengan profesinya, namun sudah menikah, dan dari penelusuran anak buahnya, barusan melahirkan ,tepatnya satu bulan yang lalu.Kenapa waktu sangat kejam, tidak mempertemuakan mereka lebih awal, tetapi rasa cinta ini, rasa suka ini gak bisa ku kendalikan, aku akan berjuang, yah berjuang meraih dirinya, apapun itu, aku mencintainya, dan akan mengejarnya tekadnya.
Bahkan tertidur pun dia begitu cantik, pinggang yang sangat kecil dan ramping, wajah yang tak.pernah bosan memandangnya.
Renata mendengarkan pemberitahuan sang pilot, bahwa beberapa menit lagi pesawat akan mendarat.
Renata meneguk air mineralnya, menggerakkan otot kepalanya ke kiri dan ke kanan, Renata menutup bukunya, dan memasukkannya dalam tas jinjingnya.
Renata selalu suka pakai tas lumayan besar, jika bepergian, terbiasa karena sukanmembawa beberapa buku.
Sesudah pesawat mendarat mulus di landasan dan berhenti, para penumpang sibuk mengambil koper di bagasi atas pesawat .
Renata pun berdiri, dan berusaha mengambil kopernya.
Sebuah tangan meraih dan menurunkan kopernya.
" Makasih... ," ujar Renata.
Namun Renata membeku ,melihat sosok yang membantunya.
" Dokter Albert....," ujar Renata.
" Suatu kebetulan yang menyenangkan....,"ujar Alberth.
Renata bleng dan tidak mengatakan apapun.
Renata mendorong kopernya, mencari kamar mandi. berbersih diri dan mengganti pakaiannya, bagaimana pun dia mempunyai bayi, bayi sangat sensitif. begitu banyak kuman di arena terbuka.
Renata kembali mendorong kopernya, menuruni tangga eskalator tersenyum dan tidak sabar ingin mendekap sang suami dana anak - anak nya.
__ADS_1
Renata melalui bagian pemeriksaan , kemudia ketika pintu terbuka, Renata melihat sosok sang suami, berpakaian selalu rapi .
Renata menghamburkan diri nya ,memeluk sang suami. Adi juga tersenyum bahagia.
Renata tersenyum pada Claudia, memekuk dan mengusap kepala sang anak.
" Mami rindu sama Clau, " ujar Renata.
Adi mendekap tubuh Renata dengan erat, menghujani Renata dengan ciuman di sekitar pipi Renata , dan Renata tersenyum melihat kerinduan sang suami .
Mereka berjalan menuju mobil, Claudia duduk di depan, sedangkan Renata di bagian tengah, duduk bersama kedua twin dan Adi.
Anaya langsung tersenyum melihat sang mami, kemudian menangis kecil, Renata tahu maksud si bungsu apa, pasti kangen dengan produksi ASI sang mami, sedangkan Arfan tertidur pulas.
" Mas membawa mereka? " ujar Renata.
" Iya yaaaang, kamu pasti merindukan mereka, Claudia terbangun, nangis minta ikut, yah sudah koko boyong sekalian pasukan kita".
Renata tersenyum.
" Koko juga mau yaaang, ujar Adi."
Renata terseyum.
" Maunyangbinstant ko? tuh ada di tas," ujar Renata tersenyum .
Anaya dengan lahap ,mengisap ASI sang mami.
Renata membelai wajah Anaya, Sedangkan Adi, menciumi tengkuk Renata.
" Geli koooooo".
" Hmmmmm, koko rindu yaaaang".
__ADS_1
" Nanti di rumah, bisik Renata."
Adi mengangguk .
" Bentar lagi mereka full dua bulan ko".
" Ya yaaang, melihat mereka betumbuh, koko semangat bekerja."
Renata tersenyum .
Sebenarnya hati Adi gundah, dia melihat sesosok pria tampan, melihat mereka dari jarak tidak begitu jauh, sangat jelas terlihat dia menyukai Renata .
Ketika sampai di rumah, Adi membawa kedua twins ke kamar nya bersama Renata.Disana ada mbok Tami dan mbok Siti.Claudia juga.Claudia menukar pakaian nya, lalui tertidur.
Renata dan Adi ke kamar mereka.
Kecupan begitu terasa memburu, saat Adi mengunci badan Renata dalam kukungan nya, Adi menyusuri setiap jengkal wajah Renata.Cumbuan panjang, begitu membuat merrka terlena.
" Ada kejutan buat koko, bentar ya, " ujar Renata.
Adi mengangguk .
Renata mersih kopernya dan mengambil bingkisan, lalu memasuki walk in Closet.
Renata melepaskan pakaiannya denagn sesegera mungkin, Rebata tahu, sang suami sangat menahan diri.
Perlahan Renata melepaskan ikatan rambutnya, berjalan menuju ke arah Adi. Adi terkejut dengan kejutan sang isteri ,untuk pertama kalinya.
Renata menaiki tubuh Adi, tangan Adi bergerilya, dan mereka saling bertautan, melepaskan penat, melepaskan kerinduan dan hasrat dunia.
❤❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
koment