
Kembali merasakan kehagatan,walau terkadang Kedalah pahaman, tidak menjadi jurang, semakin terbuka dan dekat.
Hati selalu menemani, menjaga , dan melindungi.Pagi itu , Renata selesai mandi, dan memakai kemeja nya.
" Rasanya mas gak percaya, kita akan punya anak yaaaang".
" Lumayan cepat juga ya Ko mau ke 5 bulan pernikahan kita, Tata udah positif."
" Kalau bertugas ,jangan lari- lari ya yaaang, kalau pusing, urus cuti aja ya yaaang".
Renata mengangguk .
" Apa mual lagi yaaang".
" Gak ko, "ujar Renata.
" Mami dan papi pasti heboh, pasti ikut mau liat pemeriksaan ".
" Ya Ko..., gak apa - pa ,dokter kandungannya Tatakenal kok, ".
" Dokter wanita atau pria yaaang? baiknya dokter wanita aja yaaang".
Renata tersenyum.
" Iya Ko, dokter wanita."
Renata memakaikan dasi Adi, mereka pun turun ke lantai bawah .
" Pagi mi, " ujar Renata memeluk Mami nya, kemudian memeluk mertua nya juga.
Renata dan Adi saling memberi kode.
" Mas aja".
" Mmmm...Adi mau bilang , buat kedua mami dan papi, ada berita bahagia...".
" Berita bahagia apa nak? ".
" Kedua mami dan papi ,akan menjadi kakek".
__ADS_1
" Hahhhh..., jerit mami Adi."
Mami Adi memeluk sang suami.
" Pi, doa kita di jawab Tuhan, mami senang banget."
Ammi Adi juga memeluk Renata.
" Mami sangat bahagia sayang, kado terindah buat Adi, sehat - sehat ya nak, mau makan apa, mami reques ke mbok, ".
" Iya mi....".
" Selamat ya nak. " ujar mami Renata.
Renata mengangguk.
" Mami hamil ,maksudnya apa pi? tanya Claudia bingung."
" Calaudia akan punya adik nak".
" Happy banget Clau pi, Clau bakalan jadi kakak, bakalan punya teman di rumah".
Renata mendapat pelukan dari mbok Siti.
" Slamat nak, slamat".
" Hmm, mbok ku, sehat sehat ya mbok, dari Tata kecil, mbok selalu sayang banget sama Tata, setiap musim hidup Tata, mbok selalu menemani dan menguatkan."
" Mbok senang, non senang, kalau non susah, nangis, mbok sedih, dari kecil non sedih hidupnya."
" Mbok selalu minta, kelak non bahagia."
" Amin mbok".
Mami Adi berkaca - kaca air matanya. Kadang mami Renata menceritakan, apa aja yang dia dan suaminya perbuat pada Renata sejak kecil, padahal di hari tuanya, Renata paling peduli dan tidak menelantarkannya.
Satu nasihat bagi orang tua, jangan membeda bedakan anak laki laki dan perempuan. Karena psikologi anak akan berdampak baginya.Merasa di anak tirikan, merasa kurang percaya diri, tertutup dan minder.
" Ayok makan nak, nanti telat, kalau gak bisa tugas, cuti aja ya nak".
__ADS_1
Renata mengangguk .
" Pantasan makan ikan semalam amis, "ujar mami Adi.
" Di kamar semalam muntah juga mi, makanya cek pakai test pack".
" Apa gak cek ke dokter kandungan nak?".
" Cek mi, nanti jam 10 an aja mi, soalnya Tata harus cek fisik pasien ," ujar Renata.
" Ya nak , hmmmm....mami boleh liat, kamu cek kandungan nak, mami pingin liat cucu mami".
" Mamai datang aja nanti, boleh kok mi, teman Tata dokternya, Tata kenal.sama dokternya, ramah dan baik".
" Beneran??? mami sennag lo pi".
Papi Adi memeluk sang isteri .
" Mami bisa jagain bayi nak, mami bisanya itu aja, masak dan bersih - bersih susah di andalkan, tapi ..,ngasih mandi bayi, nyuap makan, kalau sakit, mami tau ,mau di buat apa, papi muji mami ,mai hebat, " ujar mami Adi tersenyum.
" Mami mu ini Ta, lucu loh nak, ada anak bayi tetangga nangis, mami ambil, langsung diam".
" Hati mami baik, anak - anak peka, dan anak anak tahu, siapa yang sayang sama dia, " ujar Renata.
" Jangan pikirkan, kalau udah lahiran, berkarir la nak, mami dukung, mami lihat kamu baca buku tebal- tebal, sayang gak nolong banyak orang".
Renata sangat bahagia atas pengertian mertuanya.
Adi mengambil jus jeruk buat Renata.
Pagi itu semua nya happy.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment