
Adanrasa sedih,sakit, merasa minder, menjadi bahan ejekan orang sangat lah menyakitkan , tapi apa yang di bilang Bintang, semuanya benar adanya. Aku juga tahu diri.
Mungkin orangtua ko Adi belum tahu, seperti apa papi ku, koko ku, keluargaku sehancur apa, karena masalah ini belum banuak yang tahu, Renata yakin, Bintang pasti menyelidiki nya.
Renata hanya diam, di kamarnya.
" Aku memang bukan siapa - siapa, aku akan bertumpu pada kekuatanku sendiri, mengubah nasib."
Renata bersekolah seperti biasa, dan ketika Reata melihat Adi menungguinya di sekolah, bareng dengan Bintang, Renata memilih pilang dari pibtu belakang, berjalan kaki, sedikit lebih jauh dari arah depan.
Hampir 1 minggu Adi menunggui Renata, Renata akhirnya memberanikan diri menemui Adi .
Renata masih memandang Bintang yang sangat percaya diri, seakan mengejek Renata.
" Baiknya kita sampai disini aja ko, ada Bintang yang bisa menemani koko, kita teman saja. "
Tidak banyak yang bisa Renata katakan, mulutnya , rasa minder, kecewanya bercampur menjadi satu .
" Ta, dia hanya teman koko, tidak lebih, dia di titip maminya, karena maminya tinggal di luar negeri , jangan gitu dong Ta, kamu gak percaya sama koko?".
" Gak, aku gak percaya, lagipula aku juga mau fokus pada sekolahku, aku hanya anak terbuang, dengan berharap beasiswa , aku baru bisa kuliah, buat orang berlebih, gak akan se susah aku, aku harap , koko jangan ganggu aku lagi, tolong ...,jalan kita berbeda" ujar Renata .
" Tidak, aku gak akan pernah lepaskan kamu Ta," ujar Adi.
" Terserah,....".
" Bintang, selamat yah, kamu bisa lebih gencar , mendapatkan keinginan kamu, semoga kamu bahagia, tercapai pemburuan kamu, usaha lebih keras."
" Witing Tresno Jalaranย Soko Kulino " artinya "Cinta tumbuh karena terbiasa", ujar Renata melambaikan tangannya.
Adi mengejar Renata.
" Kamu jahat Ta, sanggup mengatakan kata - kata itu pada koko".
" Kamu juga jahat, sanggup tertawa , tersenyum , bercanda , menjadikan aku patung hidup ,melihat kemesraan dan kedekatan kalian, aku bukan boneka, aku bukan patung, gak punya rasa, aku kirim video kehangatan hubungan kalian, selamat ko, kalian berhasil mengolok ngolok aku, ".
__ADS_1
Renata pun menepis tangan Adi, mengirimkan video yang dia rekam , sewaktu se mobil bersama mereka.
" Jangan pernah ganggu hidup aku lagi, hidup kita bagaikan langit dan bumi,: ujar Renata tersenyum.
Di sepanjang jalan, air mata Renata mengalir , menangisi kesedihannya. Maminya struk, papinya pergi dengan wanita lain, perusahaan di jual untuk membayar hutang dan pesagon karyawan.
Lain lagi hidup koko nya berantakan, hanya tersisa perusahaan papi mereka yang di Singapura.
Renata menatap langit, hari mewakili kesedihannya .Hujan pun turun dengan deras, padahal tadi sangat cerah .
Renata berjalan , sampai sebuah payung memayunginya. Berharap itu sosok Adi, namun itu hanya hayalan Tata. Hanya ada Raka yang berada di depannya .
" Masuk ke mobil Ta. Di dalam mobil, ganti pakaian, kaca filmnya tebal, aman gak kelihatan orang luar, pakai hoodie dan celana disana."
Renata pun masuk, dan mengganti pakaiannya seadanya . Dan duduk ke arah depan.
Renata kemudian menurunkan kaca sedikit.
" Udah Ka, " ujar Renata.
Renata memberikan handuk pada Raka.
" Makasihhhh," ujar Renata .
Raka hanya tersenyum dan tiba - tiba membuka pakaian basahnya.
" Ka...kamu mesum banget, suruh aku tutup mata dulu, kenapa, ini main buka langsung, " ujar Renata menutup matanya dengan tangannya.
Raka mengambil pakaiannya yang lain, dan memakainya .
" Udah Ta. buka matanya ,awas ada burung hantu lagi kedinginan, " ujar Raka usil.
" Ihhh, kamu jail banget Ka".
Raka tertawa.
__ADS_1
" Tenang ,ร udahkedinginan, jadi udah jinak, "ujar Raka tertawa.
" Tau dari mana aku dari pintu belakang Ka ?".
" Tau dari kemarin, hanya setelah memberesi Adi, baru aku temui kamu."
" A...adi kamu apain Ka?".
" Dia layak aku habisi, laki laki cemen, gak berprinsip banget, aku kasi dianpelajaran , 4 mata pelajaran, biar si cupu sadar."
" Apa dia luka, jangan gitu Ka, kami oisah baik - baik, kata - kataku udah seperti pedang pembunuh naga , menghujam jantungnya, " ujar Renata berusaha menghibur.
Perlahan ,air mata Renata mengalir dari pipinya.
" Sakit banget," ujar Renata .
Pecahla tangisnya .
Anita dan Dian , yang mengetahui peristiwa Renata , mendatangi Adi dj rumahnya.
Setelah membom bandir Adi dengan kata - kata ala emak emak rempong, mereka pun puas dan meninggalkan rumah Adi.
Mami Adi jadi penonton, nyantai, tidak berkomentar apapun, malahan menyemangati Dian dan Anita.
" Mengambil sampah, membuang berlian, belajar dari kecerobohan kamu, belajar jadi pria sejati itu, tegas, menjauh dari wanita jadi jadian,kalau kamu gak tegas ,seperti papi kamu, hancur kamu boy".
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1