
Ada perasaan sedih , kehilangan mami, bagaimanapun dia orangtua yang melahirkan ku hadir di dunia ini.
Upacara itu, tanpa di hadiri papi Renata. Tetapi ada satu kelegaan tersendiri. dia tidak datang, karena kalau dia datang, pastinya orang akan tahu, siapa belangnya, pacaran atau kumpul kebo dengan gadis remaja, terkadang dengan janda kaya, entahla, ruwet menjabarkan nya, memang memiliki wajah tampan, walaupun usianya sudah paruh baya, dan sangat mengejutkan , wanita sekarang mau dengan pria yang modal tampang, tanpa status kerja, jaman sekarang pria ibarat bisa mereka beli, menemani, dan bisa memberikan kepuasan .
Bagi sebagai kerabat, sudah paham betul , gimana sepak terjang papi Renata, dan gimana masa muda mami Renata , mami Renata sangat sibuk dengan teman sosialita nya dan sibuk mempercantik diri, padahal suaminya toh bertingkah dengan wanita lain.
Mereka sibuk melihat suami Renata , sari atas sampai bawah, dan melihat mertua Renata, menilai pakian. tas, dan mobil yang mereka kenakan.
Jujur Renata sangat sedih, namun dia hanya bisa diam, tanpa mengatakan apapun.
Dekapan Adi, menguatkan Renata. Bagi Renata , tidak terlalu banyak berharap pada jalan hidupnya, orang saja seperti mencibir keluarganya, menerka , sampai kapan suaminya betah, dengan Renata.Karena bagi bnayaknkeluarga, jika kedua orangtuanya bangkrut, papi atau maminya pergaulannya gak benar, bagaimana mau di hargai di keluarga suami, bakalan di tendang juga pada akhirnya, itulah selentingan yang Renata dengarkan.
Hati Renata cukup tahu, bagaimana pun dia tahu poisisi nya seperti apa, dia juga tahu harus pasrah dan bersiap diri, dari segala apapun yang dia hadapi.
Renata menghapus air matanya, hanya bisa memegang dadanya, terasa kata - kata pelayat , bagaikan sembilu pada dirinya.
Namun mulut manusia , tidak ada yang bisa melarang mengomentari kehidupan orang lain.
__ADS_1
Renata sangat bersyukur, koko nya meninggalkan beberapa resto, resto itu kini berkembang, dan menghasilkan pundi- pundi uang, bahkan sudah membuka 4 cabang baru di beberapa negara.Renata menempatkan orang kepercayaannya, sebagai wakilnya, dan memantau, melakukan audit sewaktu- waktu.
Renata memeluk Cludia, tanpa mengatakanapapun, Renata duduk bersama Claudia dan mami Adi, sedangkan papi Adi duduk di bagian depan.
" Dosa orangtua ,kenapa anak yang di sangkut pautkan, andai anak bisa memilih orangtua yang baik, dia akan memilih orangtua yang kaya, orangtua yang sangat baik dan bertanggung jawab."
" Jangan di dengar, merrka mengaitkan hubunganmu dengan Adi ,ingat Ta,tiap keluarga berbeda beda bawaannya."
Renata hanya mengangguk, Renata menatap jalan di sampingnya.
Dulu, papinya baik, setia atau tidak Renata tidak tahu, yang Renata tahu, hubungan kedua orangtuanya tidak bermasalah, namun entah mengapa , bisa merusak hidupnya.manusia bisa berubah.
Mereka pun pulang ke kediaman mereka.Renata melihat mbok Siti termenung, Renata mendekap mbok nya.
" Begitu banyak penyesalannya Ta, menyesali kenapa dia harus memperlakukan mu tidak adil,menomorsatu kan anak pria nya, namun Tuhan berkata lain, anak pria nya hidupnya juga berantakan, usianya singkat, toh akhirnya yang mengurusnya anak perempuan.
Malam itu, Adi melihat banyak keraguan pada Renata. Begitu banyak pikiran Renata.
__ADS_1
" Kenapa kartu yang mas berikan gak pernah kamu pakai yaaang? beli tas, pakaian , itu hak kamu sayang setiap bulan , " ujar Adi.
" Biar buat masa depan anak - anak ko, jangan se susah Tata bersekolah.Tata masih punya gaji, gak banyak, tapi cukup lah, kalau hasil resto, Tata simpan dan berhemat."
Adi mendekap Renata, menghunani Renata dengan ciuman panjang, menyusuri tengkuk Renata.
" Apa gak pompa yaaang, sepertinya penuh, " ujar Adi.
" Ya ko, belum full banget, kerasa kok ko."
Adi melanjutkan sepak terjangnya, hingga semuanya tuntas, puasanya berakhir, dan ada senyuman mengakhiri pertarungan mereka.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment