
Renata meminggirkan mobilnya, tidak mungkin dia menangis di rumah, mami nya masih terapi karena struk, tidak mungkin menangis di depan Claud, Claudia masih kecil, autis , dan juga Claudia lebih sedih dari hidup Renata, masih kecil, di buang maminya, papinya meninggal akibat kecelakaan. Disini, di mobil inilah teman setianya ketika menangis.
Dina, Anita, Teguh, mereka semua di Jakarta, Bandung, dan dinegara inilah Renata berjuang, sejak koko Felix nya meninggal.
Renata memandang pemandangan Garden by the bye .
Kota yang bersih, disiplin , biaya hidup tinggi.
Renata bersyukur, sejak dia menjadi dokter pembantu, dalam pelayanan sosial, dia mendapatkan potongan biaya untuk terapi Mami dan Claudia. Bahkan honor dokter , tidak mereka ambil, karena mereka tahu perjuangan Renata buat kedua orang yang dia sayangi, lain lagi perjuangan nya buat mbok Siti, mempekerjakan mbok Siti, yang sudah dia anggap sebagai mamanya sendiri.
Namanya usaha, selalu ada pasang surutnya.
Dan Renata hanya mempunyai Yanti , Merry dan pegawai yang loyal .
Gak semua pengusaha itu goyang kaki, butuh perjuangan, gak mudah.Persaingan dagang, kita buat ide misalnya A, resto lain meng copy, ide masakan kita. Yah dunia bisnis , selalu siku menyiku.
Renata sudah banyak menangis , tertawa, galau tingkat dewa, sudah dia lalui, jatuh bangun nya dalam berusaha dan dalam persaingan kuliner.
Renata bahkan selalu terjun di hari senggangnya, belajar masak, merumuskan ide dengan para koki, bahkan dia selalu bawa masakannya ke rumah sakit, nanya ke tiap perawat, dokter, apa yang kurang, bahkan berani nanya ke dosennya.
Julukannya Dokter Chef di kampus.
3 tahun, belajar dari nol, dan sudah mulai stabil, resto nya bisa bersaing, punya ciri khas masakan,
Dan para perawat juga sering order, pasien, lain lagi para keluarga dokter, sering ngorder .Renata gak pernah malu .
Sosok Raka , banyak membantunya promosi, bahkan berbagai acara dikantor papi nya, relasi bisnis nya. Raka itu banyak membantu, jagain mami, Claudia.
Renata sedih ,melihat Raka terluka, namun dia gak bisa bohongi kata hatinya, dia masih sangat mencintai Adi .
Renata merasa menjadi manusia tidak tahu balas budi, kalau kata orang - orang ajas manfaat .
Renta gak tahu, apapun anggapan Raka buatnya, dia terima.
__ADS_1
Sejak awal, Renata menjawab, dia hanya menganggap Raka teman, sahabat, keluarga, gak bisa lebih.
" Jika berada di posisi Renata, pasti ada yang ngerti,
Kata orang, cinta bisa tumbuh karena kebersamaan, namun bagi beberapa orang itu gak berlaku, termasuk Renata .
Renata melajukan mobilnya, menghapus air matanya .
Renata melihat sosok Adi di lobbi apartemen.
Renata menunduk , dan menuju lift .
Adi hanya diam, berdiri di sisi Renata .
Mengantar Renata ke depan apartemennya .
Renata masuk, tanpa menawari Adi masuk .
Adi kemudian memasuki apartemennya .
" Baru pulang Ta?", tanya mami Renata.
" Iya mi ".
" Jaga kesehatan nak, bersih - bersih dan makanlah, jangan gak makan."
Renata mengangguk .
Sejak kehilangan koko nya, maminya baru memperhatikannya. Juga sejak papi nya pergi , baru maminya peduli dengannya.
Renata menatap Claudia yang sedang mengerjakan tugasnya, Claudia sangat pintar, dari anak se usia nya.
Claudia mencium Renata.
__ADS_1
" Mami, Claudia ada acara , jappy mothers day di sekolah, mami datang ya ".
Renata mengangguk .
" Mami udah dapat Wa Cla, dari walinya Cla."
" Mami pasti jadi incaran om nya teman Claudia."
" Iya , incaran duren dan durensawit, " ujar Renata.
Mbok Siti, mami dan Claudia tertawa.
" Apa karena Claudia panggil Aunty ......mami ?".
" Gak...., ujar Renata .
" Iya Ta, kadang ketika yang single liat kamu di mal, gitu Claudia manggil mami, semua mundur teratur. Namun ada juga yang berjuang, gak kenal lelah," ujar mami Renata.
Renata hanya tersenyum.
" Yang pergi berarti gak tulus , yah mundur teratur."
" Kita paket komplit, mbok, mami, Claudia, kalau ada yang gak mau buy 1 , free 3 , yah udah, " -
ujar Renata cuek, meminum vitaminnya.
🕵️♂️🕵️♀️🕵️♂️🕵️♀️🕵️♂️🕵️♀️🕵️♂️🕵️♀️🕵️♂️🕵️♀️🕵️♂️🕵️♀️
Jangan lupa
Like yang banyak yaaaah
Koment, makasihhhh
__ADS_1