
Adi kekeh menggendong kembali Renata, mami dan papi Adi hanya senyum senyum ngikuti dari belakang, Adi gak mau tahu, apapun persoalan Tata, semua paling utama.
Ada perasaan dihargai, di mengerti, disayangi, membuat Renata sangat bahagia. seperti kata dokter Melbourne, suami mereka barang antik, sulit ditemui di jaman sekarang.
" Mami udah suruh mang Iwan jemput, udah sono pergi ko, bawain happy isteri, hati - hati ya nak, belum makan dari tadi pagi, ini udah lumayan siang, nanti masuk angin lagi."
" Ya Tuhan , mertuaku sangat baik, aku gak dapat kasih sayang dari kedua orangtuaku, mereka sayangat menyayangiku, panjangkanlah usia mereka, aku sungguh merasakan orangtua seperti saat ini, makasih ya Tuhan, " ujar Renata dalam hatinya.
( Harusnya setiap mertua gini yahhh, sama menantu, menganggap menantu seperti anak sendiri, menantu mengandung, jagain anak kita, lahirkan cucu, apa sanggup jadiin musuh? banyak jaman sekrang, menantu baik, mertua jahat, eh mertua baik, menantu jahat.Tapi kasus menantu jahat jarang, banyakan mertua jahat, curhat dehπ€£π ππ).
Adi meletakkan Renata perlahan di kursi , kemudian menutup pintu mobil. Asi pun berputar dan memasuki mobil, Adi memasang safetybelt buat Renata, kemudian buat dirinya.
" Hal pertama yang kita lakukan nyari makan, mau makan apa isterinya koko?".
" Mau makan kari bihun beberk ko, "ujar Renata.
" Good, nanti kedua twin di perut mami kwek kwek ," ujar Adi tersenyum.
Renata perlahan memakan mihun kari bebeknya.
" Ko , banyak sisa, "ujar Renata.
" Udah yaaang, jangan di paksa, udah lumayan bisa makan".
Adi mengambil bihun sisa yang di makan Renata.
" Ko, gak usah makan, sisa Tata".
" Mubajir yaaang, lagian sisa isteri sendiri, makanan gak boleh di buang, dosa yaaang, masih banyak orang yang susah mendapat makanan."
Renata menggenggam tangan Adi .
" Koko the best".
Adi hanya tersenyum.
__ADS_1
" Kamu kurus banget sayaaang, udah hamil 2bulanan, gak kelihatan, makan kadang mau,kadang gak ," ujar adi.
" Makan dikit banget, minum susu aja yang suka".
" Iya ko, mudah mudahan di bulan ini, memasuki bulan ketiga udah bisa makan normal, Tata gak mau, sampai twin nya kurang berat dan masuk inkubator ko, kasihan,kita balik rumah, mereka masih di tinggal."
" Kalaupun kurang berat, koko akan fasilitasi rumah, dengan ikubator, dan akan pakai jasa dokter dan perawat, buat rawat mereka, udah yaaang, jangan di pikirkan,"
Renata mengangguk .
" Selesai maem kwek kwek, twin dan mami dak boleh muntah lagi ya , papi khawatir banget," ujar Adi membelai perut datar Renata.
" Kita ke danau yuk ko, pengen duduk disana , disana kan ada toko ice cream," ujar Renata.
" Ya yaaang".
" Apa masih lemas yaaang?".
" Gak lagi ko, " ujar Renata.
" Udah mam kwek kwek kan yaaang," ujar Adi tersneyum.
" Benar juga yaaang," ujar Adi tertawa.
Adi membawa Renata menuju ke danau, Renata karena kecapekan muntah berulang - ulang sedang tertidur, Adi membawa Renata berkeliling komplek, setelah menyusuri jalan, Adi kembali ke danau, memarkirkan mobilnya. Adi membuka kaca mobil, semilir angin masuk.
Adi sudah membuat posisi kursi Renata lebih nyantai .
Adi memandangi wajah dang isteri.
Pinggang yang kecil, kurus, pasti kuliah kedokteran sangat berat, resiko pekerjaan tinggi, kalau operasi yang mengidap hepatitis, tangan kena sayatan, bisa tertular hepatitis juga, seorang dokter harus extra hati - hati.
Adi membelai wajah Renata.
Perlahan Renata terbangun.
" Tata ketiduran ya ko?".
" Gara - gara kwek kwek yaaaang," ujar Adi tersenyum.
__ADS_1
" Apa udah enakan yaaang?".
" Udah yaaang."
" Mau beri makan ikan yaaang?".
Renata menagngguk.
" Yuk turun ko," ujar Renata.
Mereka pun turun, adi mebeli makanan ikan dan memesan es cream, sesuai rasa yang Renata inginkan.
" Ihhh, ikannya gedek gedek ya koooo, tuh liat,yang itu koko dehhh, "ujar Renata.
Adi menaruh dagunya ke pundak Renata.
" Serius yaaang?".
" Serius dongggg, " ujar Renata tertawa.
" Udaranya segar ya ko, nyaman, tenang, " ujar Renata.
" Ya yaaang, dulu kita SMA sering kesini, koko bersyukur , kamu memilih koko,makasih yaaang".
" Ekmbali kasih, kwek kwekkk," ujar Renata tertawa.
Adi langsung memeluk erat Renata.
Mereka memandang di kejahuan.
π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
Jangan lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1