
Pagi itu Renata merasakan mual, Adi mengelus punggung Renata dengan sabar. Renata membersihkan dirinya dan berganti pakaian kerja.
" Apa mau tugas juga yaaang?".
" Apa sudah enakan?" tanya Adi.
" Dengan keahlian koko mijat gini, kalau buka panti pijat, bakal laris manis, ahli terapisnya cakep, handal dan baik, " ujar Renata tertawa.
Adi pun tertawa ngakak .
" Mual gini, isteriku masih bisa melawak," ujar Adi menghujani wajah Renata dengan ciuman.
" Ko..., anatar ya...".
" Kan tiap hari koko antarin yaaaaang,".
" Rasanya ku manja banget, pengen dekat koko terus, " ujar Renata.
" Tandanya , anak kita akan bakalan dekat sama koko yaaaang".
" Yaahhhh, masa aku yang ngandung, koko nikmati hasil sihhhhh," ujar Renata cemberut.
" Dia akan adil, menyayangi kita berdua, meraka kan twin, bakalan bisa nyari siapa yang di favorite kan yaaang, biasa anak cewek, dekat dengan papi nya, dan anak cowok , bakalan dekat dnegan maminya," ujar Adi.
__ADS_1
" Apa masih mual yaaang?", tanya Adi.
" Gak yaaang, nih udah lapar, " ujar Renata tersenyum.
Renata dan Adi menuruni lift ke lantai bawah .
" Selamat pagi nak, duduk, ini mbok buat kesukaan kamu, roti pizza," ujar mami Adi.
" Hmmm, wangi banget mi, " ujar Renata mencium pipi sang mertua.
" Mami mana ya mi?".
" Tadi udah sarapan, lagi jalan keliling komplek, mami udah makan nak . Kalau pening waktu kerja , duduk ya nak, jangan di paksain".
" Apa mual tadi nak?" tanya mami Adi.
" Mual mi, malahan muntah, koko jadi juru pijit Tata," ujar Renata tertawa.
" Ya gitula nak, isteri hamil, harus dong peran suami extra. Pi, saat nya kita bantuin Adi, biar gak lembur melulu, CEO sudah papi pilih kan, sistim bagi hasil, biar Adi ada waktunya buat isterinya dan anaknya. Keluarga gak melulu hanya cari uang, tetapi kebahagiaan nomor satu, kecuali dokter. dokter menyangkut sumpah jabatan , menolong nyawa manusia.Tugas mulia, " ujar sang mami.
" Benar mi, Adi ingin, tidak selalu melulu berkutat di belakang meja, Adi kadang iri melihat keluarga di pedalaman, di kampung kampung, hidup sederhana, tetapi bisa full memperhatikan keluarga nya, membantu kerja isterinya, menjemur kain, lain menimbah air sumur, menolong men cangkul, sederhana , namun bisa melewati waktu lebih banyak antara suami dan isteri. Tidak seperti orang kota, sibuk seharian, anak gak dilihat, anak banyakan sama pengasuh, suami punya mobil sendiri, pergi sendiri, isteri pergi juga dengan mobilnya, " ujar Adi.
" Liat di desa mi, mereka naik sepeda mesra banget," ujar Adi.
__ADS_1
" Jadi mas iri gitu? yah udahhhh, besok beli sepeda, kita akan keliling komplek, kalau weekend, " ujar Renata menaik turunkan alisnya.
" Tata juga cemburu yah?" tanya mbok Siti.
" Cemburu mbok, tetapi pengabdian terkadang butuh pengorbanan, namun nyawa memang utama mbok, Tata gak tahu kedepannya, 2 baby twin ini , yang akan membuat warna hidup kita lebih bermakna, lebih indah, "ujar Renata.
"Kedua twin bakalan merayap kemana mana, lebih mawas diri dengan keamanan, lift, dan kolam renang extra di jaga, pintu juga," ujar papi Adi.
" Iya Pi, pintu lift sudah yang aman, dan kolam akan di akali dengan pintu. Atau kita pindah aja. begitu mereka seperti caterpillar," ujar Adi tersenyum.
" Kamu dulu seperti caterpillar Di, mami mu sabar jagain, papi lagi, setiap bulan akan ada hari bebas buat mami mu, memanjakan diri ke salon, dan kamu papi bawa ke kantor, semua kamu berantakin nak. pipisin kertas papi, kamu bakalan ngalami itu semua , jika anak mu kamu bawa ke kantor, papi merasa , hidup papi begitu bersemangat, 2 cucu langsung, Tuhan baik banget sama kita ya boy ," ujar sang papi memeluk Adi.
" Benar pi...., Tata kebahagiaan kita, baby twins juga," ujar Adi tersenyum.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1