
Bukan tidak memikirkan mandiri, namun ada satu sisi, ketika melihat mertua , dekat dengan anaknya selama ini, dengan kehadiran kita menikah eengan anaknya, pasti rasa kehilangan itu, tidak sanggup dia utarakan, Renata melihat itu semua pada mami Adi.
Renata memutuskan, akan tinggal bersama keluarga Adi, dimana mamai dan papinya, dsn memilih jika mereka bertengkar atau berselisih, yah membeli apartemen , di dekat seputaran kamtor mereka. Dan jika memang weekend pengen berdua, mereka bisa di apartemen , Renata memutuskannya seperti ini dulu.
Ketika pagi datang, Adi mengutarakan, Renata akan internsip di Jakarta, di sebuah rumah sakit pusat .Dan Renata sudah di terima, dan lulus proses seleksi .
" Mami dan Claudia gimana ko ?".
" Mereka akan ikut bersama kita, " ujar Adi.
" Ko, Claudia koko tau kan gimana ?".
" Tenang saja yaaang, mami sudah oke , gak akan ada masalah ke depannya."
" Ya ko, Tata berada di tengah pergulatan, satu mikirin mama dan Claudia, satu mikirin ortu koko".
" Kamu ambil S2 rencana di mana yaaang?".
" Jerman ko".
" Ya, nanti setelah selesai internsip , cobala yaaang," ujian ke Jerman.
" Apa kita LDR?".
" Gak, koko gak bisa LDR, semua akan ikut kesana."
" Serius ko?".
Adi mengangguk .
" Ta...., si koko tancap gas yaaah?".
Renata wajahnya memerah.
" Mami kan udah ngebet mau cucu, jadi ya tancap gas la mi, mau cucu kan?" tanya Adi menaik turunkan alisnya.
" Mau ...,pakai banget nak".
Renata menutup malu wajahnya, sedangkan Adi memeluknya dengan erat .
__ADS_1
" Yaaang".
" Tata nih mirip tumbuhan puteri malu mi," ujar Adi mendekap Renata.
" Mami ajak spa apa mau Ta?".
" Boleh mi, tulang Tata mau patah, koko diam - diam menghanyutkan," ujar Renata menahan tawa.
" Boleh juga nih si koko, " ujar sang mami.
" Adi antar mami Tata therapi, dan bawa Claudia kelas biola ya mi, sambil urus kepindahan Claudia, dan nanya ke dokternya , di Jakarta nyari dokter apa buat mami Tata dan Claudia."
" Ya nak, "
Renata perlahan berjalan ke dapur .
" Kamu nakal boyyyy, Tata sampai segitunya".
" Lihat Adi jalan, pelan gitu , sesekali meringis."
Adi hanya menggaruk kepalanya.
" Baik mi".
Siang itu, Renata dan mami Adi spa . Renata sedikit malu, karena bercak stempel kepemilikan adi ,ada beberapa di area tubuhnya.
Renata selalu melakukan spa, jika pekerjaan nya over.
Ketika spa mereka selesai, Mami Adi mengajak Renata ke sebuah resto .
" Kita makan dulu ya Ta, jarang - jarang kita keluar bareng, " ujar mami Adi.
" Iya mi...".
Renata memesan semangkuk mie , dengan beraneka topping .
Sedangkan mami Adi memesan bubur ayam.
" Mi, mumpung Tata masih libur, kita ke swalayan belanja mi, biar Tata yang masak,".
__ADS_1
" Ya nak, nanti kita singgah di swalayan, stok buah juga udah gak ada.Papi suka makan buah, sama dengan Adi."
Renata tersenyum mengangguk .
" Kamu apa cemburu sama Kiki Ta?" tanya mami Yudha.
" Ya mi, karena Tata tahu, Kiki menyukai ko Adi, Tata bisa membaca karakter seseorang, karena Tata ada pelajari psikologi."
" Terkadang mami mau tegas, takut dia terluka. Tetapi mami gak mau, ada kesalahpahaman , di antara kamu dengan Adi."
" Saat ini dia gak bereaksi apa - apa , kita gak tahu kedepannya Ta".
" Ya mi, terserah mami aja, Bintang juga sama , "ujar Renata.
" Ya nak, begitulah , tapi mas percaya, Adi gak akan bodoh , gak akan lengah, dia sudah mempersiapkan buat segala hal, kamu tahu sendiri, pesaing nyapun lumayan banyak , bahkan dia gak ngeh, ketika para wanita itu agresif."
" Doakan kami aja ya mi, " ujar Renata.
" Pasti nak," ujar mami Adi.
Renata membeli beberapa ekor ikan, udang, daging sapi dan daging ayam.
Mami Adi memilih buah .
" Mami gak keberatan soal Claudia Ta, yakinlah".
" Ya mi, makasih..."
" Mami malahan senang, ada teman mami kamu, ada Claudia. Sehari - hari mami diam, bengong, pergi ke mall sendiri, sekrang mami ada kamu, di rumah ada Mami dan Claudia, rasanya rame."
Renata memeluk mami Adi dengan erat.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
koment