My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Happy


__ADS_3

Renata menyelesaikan sarapannya, dan Adi seperti biasa berjalan beriringan menuju mobil.


Renata dan Adi saling tersenyum.


Ketika duduk, Adi dengan hati - hati memasangkan safetybelt ," buat Renata.


Adi mengusap perut Renata dan tersenyum.


Adi melajukan mobilnya, karena kesibukan mereka padat, Adi memutuskan tidak memakai supir, karena ingin waktu pribadinya lebih banyak lagi bersama dengan sang isteri. Jika pekerjaan banyak, baru Adi memakai jasa surpirnya.


" Yaaang, jaga kesehatan ya," ujar Adi.


" Ya ko....,"ujar Renata.


Adi mencium dahi Renata ,kemudian mencium secara kilat bibir ranum Renata.


" Amunisi buat hari ini yaaaang".


Renata tersenyum.


" Jalan lupa makan obat dari dokter," ujar Adi.


Renata mengangguk .


Renata perlahan keluar dari mobil, melambaikan tangannya, dan bergegas memasuki ruangan kerja nya.


Renata memakai jas snelli nya ,dan mengkalungkan stetoskop di lehernya.


Renata selalu mengawali dan mengakhiri pekerjaannya dengan berdoa, karena pekerjaannya sangat membutuhkan penyertaan Tuhan, menyangkut nyawa manusia, kesalahan sedikit saja, bisa fatal.


Renata melakukan cek fisik, pada beberapa pasien nya, menyapa para perawat .

__ADS_1


" Cerah banget dok hari ini," ujar salah satu perawat.


" Wajib, tanggal muda, bakalan gajian , udha kelihatan di teropong semalam, " ujar Renata bercanda.


" Yah gaji hanya numpang leeat dok, hanya sebentar aja, nih mau nyari suami kaya aja dok, biar jadi juragan, " ujar sang perawat .


" Gaji kita masih sedikit, resiko pekerjaan besar, tetapi kalau kita tidak mengabdi, siapa lagi yang nolong masyarakat dan orang sakit, benar kan? " ujar Renata.


" Jika kita liat wajah para keluarga pasien, berharap pada kita, cemas, menangis, putus asa, dengan kehadiran kita , membuat mereka dalam pengharapan, walau akhirnya hasil tidak sesuai harapan, namun mereka bisa menerima, bahwa kita bukan Dewa atau Tuhan ,yang bisa mengembus roh kehidupan, kita hanya manusia biasa, memilikinkemampuan terbatas."


" Benar kata dokter, " ujar sang perawat.


" Dokter,ada sebuah insiden di jalan besar Supratman, pasien tambrakan karena sebuah angkot mengalami pecah ban, korban banyak mengalami luka," ujar sang perawat.


Renata dan beberapa dokter bergegas ke UGD.


" Suster bersihkan luka pasien, " ujar Renata.


Renata memeriksa daerah dada pasien.


" Ada memar di bagian dadanya, persiapkan rontgen nya, dan suruh cepat hasilnya keluar, sayaa akan menangani yang lainnya," ujar Renata.


Renaat melihat seorang gadis Remaja, bagian pahanya terluka.


" Apa sakit? " tanya Renata.


" Ya, sangat, " ujar sang remaja.


Renata membersihkan luka dan tersenyum.


" Lukanya tidak dalam, tidak perlu di jahit, "ujar Renata.

__ADS_1


Renata membalur alkohol dan kemudian memberikan betadine di luka.


Renata juga ke pasien lainnya, manjait luka mereka, bekerja sama dengan dokter lainnya.


" Akhirnyaaaa, selesainpertempuran, ujar Geraldin seorang perawat cantik".


" Kalau kejadian luar biasa, yah gini lelah nya kerasa gitu selesai," ujar Denis salah satu dokter muda.


Ketika pukul 11, Adi terlihat berjalan menuju Renata, dengan beberapa pasukan pengawalnya membawa bungkusan di beberapa kotak .


" Buat UGD dan dokter bertugas, pak Adi memberikan kita makanan gratis dan sehat, dari resto terkemuka, Maka nikmatilah, " ujar seorang dokter kepala .


" Yeyyyy, " semua bersorak .


" Bonus nya , saya bawa isteri saya nanti ketika makan siang ya dok," ujar Adi.


" Belum waktu nya Di, jam istirahat, 1 jam lagi ,anda harus menunggu , " ujar sang dokter senior tertawa.


Adi pun tertawa.


❤❤❤❤❤❤❤


Jangan lupa


Like


Vote


koment


maaf telat up, sibuk membimbing anak sekolah online, Google classroom, maklum satu anak saya kelas 6SD , udah bisa sendiri belajar online. kalau yang kelas 1 ,mau ke kelas 2, masih butuh pendampingan saya dalm menjawab dan mengetik di laptopŕ.Makasih pengertiannya.🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2