My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Dunia


__ADS_3

Tidak ada seorang anak pun , mau bernasib seperti dirinya ataupun Diandra. Gender selalu menjadi titik tolak sebuah garis keturunan, bagi beberapa suku itu sangat biasa , anak laki - laki di sanjung , di manjakan , dan lumayan banyak anak laki - laki tersebut gak mandiri, begitu udah besar, tidak bertanggung jawab pada anak dan isteri, tidak menjadi dewasa, bergantung pada orangtua.


Lain lagi anak laki -laki membuat masalah, uang yang lebih , dia buat hura- hura, mabok, narkoba dan sex bebas, terbiasa dengan perlakuan istimewa, super power.


Hamili anak orang, trus gak bertanggung jawab, dengan kaki tangan keluarganya, terkadang anak laki- laki di lahirkan wanita yang dia hamili , di ambil, memberi cek, uang , sebagai ganti rugi pada wanita yang dihamili. Ketika anak perempuan di lahirkan, di biarkan begitu saja.


Jika yang dihamili , anak berduit, akan di nikahkan, simpel banget pemikiran kaum borjuis.


Diandra bernasib lebih sedih dari Renata. Maminya di pulangkan ke negaranya, terpisah dengan Diandra, paling tidaknya Renata hanya di benci, diperlakukan tidak layak, tetapi masih besar di lingkungan keluarganya, dan saat ini dia juga bisa merawat maminya .


Renata duduk di sebuah kursi, meminum air mineralnya .


" Kamu sangat menyayangi Diandra."


" Ya miss, saya berharap, kelak ada keluarga yang baik , menyayanginya."


" Saya juga berharap demikian Ta, " ujar sang Miss .


" Nasibnya sama dengan saya miss, hanya karena anak perempuan, di perlakukan menyakitkan".


" Di negeri barat, semua semakin terkikis, karena paham mereka sudah lebih maju".


Renata menganguk .


" Saya pamit ya miss, mau masuk koas, nanti sore, pulang koas, saya akan cek Diandra lagi, "


Miss panti asuhan pun mengangguk .


Renata kembali melajukan mobilnya , dan dia sampai di lapangan parkir.


" Kenapa gak ngajak Ta?".


" Mas tidur pulas banget".


" Bangunin la Ta", ujar Raka.


" Ku ke panti mas".

__ADS_1


" Mereka pasti neriakin kamu penyihir lagi".


" Hmmm, mau gimana lagi, Renata tertawa."


" Kamu itu penyihir yang baik hati," Raka menatap wajah Renata di depannya.


" Fisit bareng siapa ya pagi ini, " ujar Renata.


" Kita di dompleng dokter Listia Kwok bener? apa hari ini ,?dokter bedah, rekan kerja dokter Sandi, tanya Renata.


" Dokter Sandi kemana ?" ,ujar Renata kembali.


" Seminar di Jerman dan Canada".


" Keren ... kita kapan ya ," ujar Renata.


Raka mengacak poni Renata .


" Jangan gitu mas, nanti gak enak dilihat orang".


" Move on mas, move on".


" Gak..., mas akan melamar kamu".


" Jangan gitu mas, aku udah jadian balik sama Adi."


" Mas gak akan menyerah Ta, mas akan tetap berjuang".


" Tifani menyukai mas".


" Hanya ada satu nama , Renata Aurelia Kusuma, sampai kapanpun.".


" Mas....".


" Hmmmmm".


" Aku gak mau kita saling menyakiti, maaf aku banyak makan budi mas, cinta karena makan budi gak baik," ujar Renata.

__ADS_1


" Lebih baik, dari pada gak di cintai sama sekali".


" Susah banget sih ngertinya , " ujar Renata.


" Mas akan membuktikan , mas itu layak buat kamu Ta, bukan yang lainnya , " ujar Raka.


" Berasap deh kepalaku, ngomong pagi sama mas".


Raka tertawa, melihat wajah Renata mengerut .


Mereka pun memakai baju kebesarannya.


Renata terlihat sangat cantik, membuka jas nya .



Tifani membawa susu dan makanan kecil buat Raka. Raka menolaknya , dan langsung duduk di dekat Renata, meulis laporan hasil fisit pasiennya .


Tifani tahu, Raka menyukai Renata, namun Renata terlihat tidak pernah membalas perasaan Raka.


Tifani memberanikan diri menyakan status Raka seperti apa sih, pada Renata.


Dengan kesal , Raka yang menjawab Tifani.


" Itu bukan urusan kamu Tifani, apapun staus aku dan Renata, kamu gak akan pernah terlibat di dalamnya."


Raka meninggalkan Tifani dan menarik tangan Renata .


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2