
Pagi itu, sma seperti pagi sebelumnya, Renata mentiapkan sarapan, memasak dan bergegas ke sekolah, menyiapkan buku dan tas sekolahnya .
Sebuah paket di berikan mbok Siti ke tangan Renata .
" Non, ini kirkman ko Felix buat non".
Renata memeluk mbok Siti, kemudian mengambil hadiah buat mbok nya.
" Happy valentine day ya mbok, makasih sudah menyayangi Tata selama ini , " ujar Renata.
" Non gak kasih hadiah buat papi dan mami non?".
" Gak lagi mbok sejak hadiah murahan dari saya selalu di buang selama ini , saya berhenti untuk tersakiti mbok, masih banyak yang mau hadiah dari anak setidak beruntung seperti saya , " ujar Renata dengan isak tangis.
Ketika Renata turun dari lantai atas , dia terkejut beberapa sahabat papi dan maminya berada di ruang tamu . Renata menuju dapur dan meminum susu .
" Kamu Renata kan? temannya Raka, Kamu murid terpintar di kelas, juara umum lagi, pandai main alat mudik, nyanyi , "ujar mami Raka.
Mami Raka tahu perbuatan kedua orangtua Renata padanya. Dan memanfaatkan moment ini buat memukul telak orangtua seperti orangtua Renata .
Renata hanya tersenyum, kemudia menunduk dan bergegas memakai sepatu nya .
" Ta , kenapa buru- buru banget sih , " ujar mami Daniel dan Bram Wijaya.
" Renata anak kalian ya ? kenapa gak pernah kelihatan kalau ada acara di rumah ini? atau acara bisnis, kalian umpetin takut di culik atau kalian umpetin karena sesuatu? cantik gini lohhhh , di sia - sia in, " ujar mami Bram memeluk Renata .
" Happy valentine days Ta, kamu sangat cantik, pantasan Bram dan Daniel mengidolakan kamu , dan ngebet dapatkan hati kamu ," ujar mami Bram .
__ADS_1
Renata hanya diam mematung.
" Kalau menyakiti hati anak, jangan sampai sesakit - sakitnya, hingga luka di hati anak meradang dan jangan pernah menyesal kemudian. Kalian yang mau melahirkannya, dia tidak pernah minta di lahirkan. Tanpa kalian ketahui, saya sering melihat Renata jika pesta kalian selesai , baru dia makan bekas sisa dari pesta, beberapa kali saya pjnya alasan ke toilet. Sanggup kalian buat sama anak sendiri seperti itu. Tiap tahun kuta rayain valentine , srsama alumni , gak guna, hati kalian berdua tega nyakiti hati anak sendiri, gak bersyukur banget, aku aja pengen punya anaknperemouan, adanya hanya anak cowok 2 .Anak kalian seperti babu kalian buat, lihat wajah lelahnya, gak layak kalian jadi orangtuanya, dan cukup saya mengenal kalian, "
" Kado valentine dari tante, kamu bebas tinggal di asrama sekolah, semua fasilitas , semua kebutuhan kamu, di tanggung sekolah , suami tante mengurusnya .Bawalah barang yang penting, tidak usah membawa baju usang yang gak layak.Liatlah sepatumu lusuh, cuci kering."
Mami Bram mengambil sepatu itu dan membuangnya di tong sampah .
Mami Adi datang membawa seoatu putih buat Renata .
" Pakailah nak, kamu sudah lama kehilangan sosok mami yang harusnya membela kamu, bukan membiarkan perlakuan suaminya semena - mena. Dan ingat , masih banyak mami yang ada buat kamu di dunia ini .Kemasi barangmu Ta, " ujar mami Adi .
" Kalian tidak berhak ," ujar papi Renata.
" Semua bukti perbuatan kalian sudah kami dapatkan , dan jika kami mau, kalian bisa di penjara," ujar mami Bram .
" Papi dan mami tahu gak, aku sampai melakukan test DNA , merasa kenapa sampai sesakit sakitnya orangtuaku sendiri buat sama aku., aku anak biologis kalian, tetapi seperti borok dan kuman di keluarga ini. Aku sudah membuang nama Sanjaya di semua surat lahir dan sudah keluar dari kartu keluarga kalian , aku sudah mengurusnya. Aku sudah di masukkan kakek dan nenek angkat , ke dalam keluarga mereka, mereka yang mengurus nya, semua tidak terkait lagi dengan Sanjaya," ujar Renata .
Semua surat lahirnya sudah berbeda, hanya ada nama Renata puteri .
Isak tangis mami Renata pun pecah , saat Renata bergegas mengambil barang miliknya .
" Maaf mi , pi selama 17 tahun belum bisa menjadi anak yang baik, belum bisa menjadi anak laki - laki seperti yang papi ingini ."
" Saya pamit, sudah lama saya tidak mengharapkan kalian peduli dan menyayangi saya, karena menanti dan berharap itu sangat menyakitkan, " ujar Renata .Maaf pi, mi, Tata belum bisa mengambil hati kalian, belum bisa menjadi anak yang berbakti ."
Air mata Renata tidak lagi mengalir sama sekali .
__ADS_1
Mami Bram, mami Adi dan beberapa orang teman mereka membawa Renata ke mobil mereka.
" Bergegas ya pak, biar Renata gak telat".
" Baik nya," ujar supir mami Adi .
" Koper dan keperluan lainnya akan kami beli, hari valentine ini nikmatilah, kamu tidak akan sakit lagi ."
Papi dan mami Renata hanya diam tanpa bicara apapun .
Renata memandang rumah kediamannya . Tanpa sepengetahuannya, banyak yang memperhatikannya .
" Tetangga kalian , tante Ida, menceritakan semua yang kamu alami di rumah, dia teman kami satu arisan, di rumahnya lah kami memperhatikan mu Ta, selama 1 mingguan, kami bergantian melihat kamu. "
Mami Bram memeluk Renata. Renata hanya diam .
" Pak, berhenti disini aja, " ujar Renata.
" Asrama puteri tahu kan Ta, nanti tante kirim nomor kamar kamu, semua akan kami urus, fokus belajar, jangan biarkan kamu bersedih, belajar seperti biasa, ujar mami Adi ."
" Makasih Tan, "ujar Renata memeluk mereka satu persatu .
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment