
Adi berdiri, menuju kamar mandi, Adi membersihkan diri, terdapat beberapa jejak darah di tubuh Adi, bekas percintaan mereka.
Renata memandang tubuh Adi polos, tanpa sehelai benangpun. Wajah Renata memerah.
" Mereka semakin dekat, " ujar Renata dalam hatinya.
Perlahan Adi memapah Renata, memberikan bathrobe untuk Renata kenakan.
Renata membersihkan dirinya , dan perlahan jalan , sesekali meringis.
" Raka tadi datang ya yaaang".
" Hmmm, Ruth, Bintang, Kiki, juga datang kan ko, mereka terlihat sedih, " ujar Renata menimpali.
" Kamu cemburu yaaang?".
" Namanya wanita, munafik kalau gak cemburu, apalagi, wanita itu , gak anggap Tata sama sekali, ujar Renata berusaha memaksakan senyumannya."
" Kamu mempercayai mas Ta?".
" Butuh waktu dan pembuktian ko, " ujar Rnata singkat, padat dan jelas.
" Baiklah, Tata tahu gak yaaaang, jika koko mau sama mereka , sudah dari dulu.Koko bukan mau buka aib, gak baik. Namun di antara kita tidak boleh ada kebohongan, benar kan Yaaaang".
" Ya benar dong ko."
__ADS_1
" Bintang, pernah di waktu kuliahan, bugil di depan koko, sebagai lelaki normal, wajar kan koko bereaksi, tetapi hanya karena kamu Ta, koko kuat karena kamu, dan bisa lewati itu semua. Koko mengusirnya, dan bahkan mami menamparnya, sejak itu, dia tidak berani mendekati koko,".
" Terlalu murahan , bertindak teledor dan di luar batas ,bahkan mau menjebak , miris , " ujar Adi.
" Koko mencari wanita yang sehati, sesuai, sejalan, dan wanita menjunjung moral dan etika, karena wanita itulah, koko percayakan , mendidik, dan menjaga anak koko."
" Percayala Ta, koko ini , bukan pria yang gampang ditahlukkan," ujar Adi.
" Koko awas kena jebakan batman, wanita sekarang paling banyak buat jebakan batman, di beri obat atau zat Afrosidiak .Afrosidiak adalah istilah untuk berbagai jenis makanan, minuman, ramuan, atau obat yang dipercaya dapat meningkatkan birahi. Zat itu semakin sering di pakai orang awam".
" Banyak perceraian karena persoalan jebakan ini, kadang prianya frustasi, isterinya minta cerai, ada yang beneran cerai, ada yang gak, tetapi sulit keluarganya pulih ko."
" Koko sudah di ingatkan papi, karena dulu papi juga banyaknpesaing dan wanita yang incar, papi di jaga asisten dan bodyguard nya. Jadi kalau kena obat masih ada yang jaga."
" Ya ko, bagusnya begitu," ujar Renata mengangguk.
" Ihhh, koko mesum banget, masih sakit, " ujar Renata meletakkan tangannya di leher Adi.
Adi pun tersenyum.
" Yaaaang, mami dan papi ,minta kita tetap tinggal di rumah mereka, menurut kamu gimana ?".
" Ko, tiap rumah tangga dak ada yang mulus, selalu ada pertengkaran, debat, atau perselisihan, kalau satu rumah, gak enak sama mami dan papi."
" Kalau kita gak serumah, mami dan papi bakalan sepi yaaang, lain kalau mas lembur, kamu lembur, kelak kalau kita punya anak, bakalan gak bisa 100 persen kan percaya sama pengasuh, kalau ada mami dan papi ,kita bisa tenang."
__ADS_1
" Iya juga ko, karena Tata juga mau intensif dan mau ambil spesialis."
" Gimana kalau kita ,kalau ada debat, persoalan, di hotel, atau di apartemen?" ujar Adi.
" Koko ada saja, " ujar Renata tertawa.
" Kamu isterinya koko yaaang, bertapa susahnya buat kita untuk bersatu, koko gak akan menyia - nyiakan kamu yaaang".
" Masih sehari ko, belum tau giman sebulan, beberapa bulan , bertahun, berpuluh tahun.Manusia bisa berubah".
" Kamu harus melihat nya yaaang, ucapan koko bukan sembarang ucapan semata, yakinlah yaaang, waktu menjadi pembuktiannya."
Adi memeluk erat Renata.
" Pikirkanlah yaaang, kita tinggal terpisah, atau menetap di rumah mami. Kalau kita ke Jakarta, mami dan papi juga ikut, terlalu sunyi buat merwka berdua saja, " ujar Adi.
" Resiko anak tunggal , yah gitu yaaang, sepi," ujar Renata.
❤❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment