
Ketika semua kegiatan selesai , Renata , Raka, Anita, Teguh dan Dian duduk di kelas .
Raka memberikan kado buat Renata .
" Ku gak bisa nerima nya Ka, soalnya aku anggap kamu hanya teman, maaf Ka....".
" Kenapa sih Ta? kurangnya aku apa coba ?".
" Terlalu sering aku menemui pria emosian, rada pemarah, ku hanya pengen , seorang pria yang lembut, walau orang nyepelehin gak macho, gak garang, gak gentle , tapi persepsi setiap orang beda. Mungkin suatu trauma , aku mempunyai papi yang berwatak keras, arogan, pemarah, gak ada lembutnya di manapun dia berada, bawaannya marah , gak ada sebab , orang yang gak tau menahu bisa menjadi pelampiasannya .Kamu mau emosional Ka, dan itu yang membuatku gak bisa, maaf , " ujar Renata.
" Aku bisa berubah Ta, beri aku kesempatan," ujar Raka.
" Maaf Ka, untuk saat ini, kita nyaman nya temenan yahhh, " ujar Renata .
" Baik, kita temenan, tetapi hadiah ini terima yah, toh juga yang lain beri kamu hadiah, anggap aku teman kan, kamu bisa terima kan, aku bingung nyari hadiah buat kamu Ta, aku hanya bisa beli ini, semoga kamu suka," ujar Raka.
" Kamu suka Adi ya Ta ?" , tanya Teguh.
Renata hanya diam.
" Dari SMP kan Ta," ujar Teguh.
" Awalnya kagum sihhh, trus berkembang tanpa bisa di tahan, ":ujar Anita dengan santai .
Renata hanya mengangguk .
" Kenapa gak jadian aja Ta? " tanya Dina.
" Mau jadian gimana, mana mungkin aku yang nembak pria duluan, beneran aja, kalau menurut aku, aku gak akan pernah nembak cowok duluan dehhhh, " ujar Renata.
" Kalau dianya gak berani- berani, yah status gantung dong, " ujar Anita.
" Yah , cowok dong yang nembak, kalau gak berani yah udah, ku gitu aja sihh An, " ujar Renata.
__ADS_1
" Kalau cew modern , duluan nembak kan gak apa - apa Ta".
" Gak ahhhh, ku juga masih mikir, beberapa bulan lagi ,kelas 3 tamatan sekolah, trus dia kuliah di mana, akunya di mana , LDR ran, apa mampu ?" ujar Renata .
" Benar juga , cinta sesaat, "ujar Raka.
" Mau cinta seriusan , sampai kawinan yah gak jamin juga kan Ta, jika bertahan . Setiap ketemuan aja bisa pisah, apalagi LDR, pesimis , " ujar Teguh.
" Kalau dia nembak kamu, gimana Ta ?", ujar Dina.
" Terima aja deh, yah jalani apa adanya, sial takdir mah ,urusan belakangan, " ujar Anita.
" Aku nyaman dengannya , hanya dia yang bisa terus aku pikirkan, dulu aku selalu menjahui siapapun, hanya Teguh dan Adi teman pria yang bisa dekat denganku, " ujar Renata.
" Aku masih berharap bisa menikung," ujar Raka tertawa.
" Tawamj menandakan keseriusan bro, gawat nihhh, " ujar Teguh menepuk pundak Raka.
" Raka leren bingits, gentle, ngakui suka, berjuang sportif dan terbuka. tenang bro, sebelum janur kuning melambai, masih ada kesempatan, " ujar Anita menyemangati Raka.
Adi menghampiri Renata .
" Ku cabut dulu yahhh guyssss, mawarku hanya 5, bayangin se sekolah hanya suka aku 5, aku kasar banget sih yah, gak wabita keraton, yang lembut gitu, Renata aja pilih yang soft , nasib ...., " ujar Anita .
" Guntur serius loh sama kamu An, " ujar Renata.
" Nama aja guntur, seram ahhh, entar pacaran hujan- hujan, kesamber petir ,cetar...ku jadi gosong, kan gunturrrr, " ujar Anita ngakak.
Mereka semua tertawa .
" Bunga mu apa kabar Ta?," tanya Dina.
" Ku kasi ke mana lah yaah?", mau buat mandi kembang, gak akan habis 1 bulanan, " ujar Renata .
__ADS_1
" Hmmm, besok kan ada gereja, gimana kalau di bawa ke gereja aja Ta, " ujar Teguh.
" Benar banget, di ujung jalan ada 2 gereja, di dekat rumah ku juga ada beberapa Gereja, " ujar Adi.
" Soal bunga beres, " ujar Renata bahagia.
" Bunga koko juga banyak, " ujar Renata.
" Ciyeeee, sejak kapan manggil koko nih???? hello....excuse me guyssss, ehemmm eheeemmmm, " ujar Anita.
" Keturunan tionghoa yahhh ko, " ujar Dina.
" Ya, panggilan di rumah gitu ".
" Ada yang panas eyyyyyy," ujar Teguh menatap Raka .
Raka membuang pandangannya di kejauhan .
" Balik yukkk," ujar Renata.
Raka , teguh dan Adi mengangkut mawar ke mobil Adi .
Raka memandang Renata yang pergi bersama Adi , ada rasa nyeri di hati Raka.
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Like dunkkkkk
Biar semangat up
Vote
Koment
__ADS_1
Makasihhhh🙏🙏🙏🙏