
Digelapnya malam.., aku suka bersembunyi,
Di balik awan mendung, aku tetap membeku
Agar tidak ada seorangpun tahu,
Aku sangat sedih dan terluka,
Bergelut dengan rindu yang bukan menjadi milikku lagi.
Hilang satu tumbuh seribu', tapi kenapa dengan seribu yang datang tidak bisa menggantikan satu yang hilang .
Terkadang proses melupakan memang menyebalkan.
Tidak usah mengutuk jarak nikmati saja kerinduan.
Kemarin aku mencintai seseorang lebih dari biasa nya,
Hari ini aku sakit hati dengan hebat nya.
Berharap kisah kita akan indah,
berbagi segala keluh kesah bersama tentunya.
Tetapi nyatanya ada dia, seseorang yang semakin dekat , dan kita semakin asing
Lantas tak ada lagi yang bisa ku harapkan, segalanya telah usai di tengah perjalanan.
Seperti senja yang hanya dapat ku nikmati dari kejauhan,
dirimu kini hanya dapat ku kagumi dan tersimpan dalam kenangan.
Selamat merayakan hari-hari terindahmu di sana. Tanpaku.
Sampai saat ini , aku masih ga nyangka kita sudah tidak satu jalan lagi.
Banyak yang sudah melepas, tapi belum ikhlas. bukan tidak mau, tapi membiasakan diri tanpa kehadiran seseorang yang sudah lama tinggal memang tidak semudah itu.
Seburuk-buruknya berantem masih mendingan ketimbang udahan.
Terkadang pergi bukan masalah egoku
__ADS_1
Namun tentang harga diriku dan rasa sadar diri itu perlu
Aku tahu, aku hanya kehilangan cinta
Tapi sebagian hidupku terasa ikut lenyap. Aku sudah kehilangan gairah, tidak tahu apa-apa lagi. Mau itu berlibur, bercerita pada teman, atau melakukan kesibukan lain. Itu hanya menolongku sementara.
Dunia ini, sudah tak istimewa lagi.
Aku ingin menepi, merenung sendiri.
Menekuk lutut, menyandarkan kedua lengan pada kaki.
Lalu menangis tanpa suara. Sepuassnya.....
Menemani seseorang ,bahkan dalam keadaan tersulitnya pun aku tetap ada. Ia selalu berkata bahwa tak ada yang bisa dibanggakan dari dirinya,ia merasa payah dalam segala hal yang ia lakukan. Tetapi aku tetap bersamanya,bukan semata - mata mengasihaninyaβtidak seperti itu
Namun kemudian, setelah ia berhasil menggapai segalanya, ia memilih pergi dengan tujuannya yang baru,yang pastinya bukan aku.
Tak usah bertanya perihal seberapa terpuruknya aku setelah ia memutuskan pergi, sebab terlalu sulit bagiku untuk menjabarkannya dalam kata.
"Dia hanya ingin ditemani,bukan dilengkapi. Dia hanya benci kesepian".
Aku ingin menyerah pada setiap ikhlas, pada setiap harap.
Maaf beberapa minggu doaku terhenti dan malamku kini tak ada namamu lagi,
Apa ini bisa kusebut mati?
Tuhan yang irit bicara, akan kuhabisi puisi ini dengan doa.
"Kau harus bahagia" Itu saja.
Berdamai dengan hati.
Selamat jalan!
Berhati-hatilah dalam memilih
Agar lukamu bisa segera pulih
Jangan berlebihan dalam mencintai
__ADS_1
Karena banyak di luar sana yang hanya sekedar singgah tapi tak mau dimiliki.
Aku senang bisa mengenalmu lebih jauh, Aku senang bisa mencintaimu lebih lama.
Tapi itu dulu, Sebelum kita saling menjauh, Sebelum kita saling melupa.
Semoga ku tidak rapuh, dan tetap kuat.
Tidak ada yang bisa menggantikan dirimu,
Namun banyak yang bisa menggantikan diriku .
Sialnya, kehilangan mu aku seperti kehilangan semua teman hidupku, teman bepergian, temen bercerita, teman makan, teman tertawa pada hal hal remeh, juga teman berbincang pada larut malam.
Semenjak kamu pergi, sepi mulai berteman denganku.
Langkah saya terhenti pada sebuah titik dimana jarak pandang terdekat hanyalah kamu. Aneh ya? Sama, saya juga merasa aneh. Tapi memang begini adanya, tidak dibuat-buat.
Esok hari, lusa, atau entah kapan pun. Jika saya mulai berjalan lagi, dan perlahan meninggalkan bayangmu. Itu bukan keinginan saya, saya hanya sedang belajar menjadi manusia yang sadar diri. Tahu kapan harus maju, dan tahu kapan harus berhenti.
Perihal nanti saya yang merasa kehilangan, saya menyanggupi konsekuensi itu dengan sadar. Bahwa memang ada sesuatu yang perlu dilepas daripada terus-menerus menggenggam dalam ilusi.
Tenanglah, jika memang bukan saya. Saya tak mengapa. Mengenalmu tak pernah saya rencanakan, dan bahkan saat mulai mencintaimu adalah hal yang benar-benar diluar kendali.
Maaf, untuk maaf yang belum sempat terucap. Dan semoga langkah yang kian menjauh akan meringankan pundakmu untuk menemukan seseorang yang benar-benar seperti inginmu.
Malam yang biasanya kita saling mengasih kabar bertukar cerita,sekarang berbeda hanya malam yang sepi hanya kenangan yang ada.
maaf yaa, jika akhirnya aku lebih memilih tidak menyapamu sama sekali. menyuruhmu untuk tidak menghubungi ku lagi, tidak bercerita lagi seperti dulu, bahkan aku bersikap seolah olah kita tidak saling mengenal. jangan khawatir aku tidak berubah dan aku tidak akan pergi, semua akan tetap pada garisnya. Aku hanya sedang ingin berdamai dengan diriku sendiri, aku tidak ingin hubungan kita semakin keruh karena aku belum bisa berdamai dengan diriku sendiri tapi aku sudah bisa mengikhlaskan kamu ko.
Aku ingin mengasingkan diriku sendiri, maaf jika sikapku tak seakrab sebelumnya, aku akan berjuang untuk diriku sendiri agar kelak nanti kita bisa berteman tanpa melibatkan perasaan apapun lagi. walaupun mungkin kelak kita akan hilang bersama waktu.
πππππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1