My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Jalan Bareng Adi


__ADS_3

Hari ini, tepatnya Renata selesai ujian. Adi mengajak Renata jalan - jalan, dan mereka berangkat menuju ke sebuah pantai .


Adi menggenggam tangan Renata, merrka menatap deburan ombak di kejahuan.Adi membeli layangan, dan mereka memainkannya .


Ketika menjelang siang, mereka pun menuju sebuah restoran seafood , Renata dan Adi memesan beberapa menu. Adi menyuapi Ana sesekali, juga dengan telaten mengupas kulit udang buat Renata .


" Udang, ikan, kerang nya seger banget yah ko".


" Ya yaaang, hasil dai laut. pasti lebih manis."


" Jus ceruknya kureng enak ya ko, gak asli, encer banget, " ujar Renata berbisik.


" Benar.....".


Selesai makan, mereka berfoto berdua, juga berfoto sesekali.





" Wajah koko, pangkas gini, jadi mirip juga kayak wajah Tata," ujar Renata.


" Kata orang - orang. kalau mirip gitu jodoh, " ujar Adi.


" Emang koko mau , berjodoh sama Tata?".


" Mau banget yaaang, "ujar Adi tersenyum.


Adi menaupkan kedua tangannya pada wajah Renata.


Perlahan Adi mengulum bibir Renata.


" Mmmmm...mmmmm", Renata gak bisa ngomong, terus di ciumi Adi bertubu tubi."


Adi melepaskan ciumannya setelah Renata kesulitan bernafas .


" Yaaang, malu. nanti orang lewat, liatin kita, untung aja gak pakai baju seragam, kalau gak hansip beraksi, kita bakalan digiring ke kantor lurah, orantua di panggil dan di nikahkan," omel Renata.


" Ini hari jumat yaang, sepi, banyak orang solat jumatan."


" Dasar...., " ujar Renata.


" Kalau hari sabtu atau minggu, pasti rame.Maaf koko khilaf yang di buat".

__ADS_1


" Ihhhh, " ujar Renata berlari ke arah laut, memercikkan air laut pada Adi.


Mereka berlari , tertawa, sesekali Adi menggendong Tata . Mereka pun menyewa perahu motor, mengelilingi laut, mereka bersyukur cuaca tidak terik dan terkesan mendung.


" Yaaang , liat , ada dolpin," ujar Adi.


" Kejadian langka ini den, " ujar bapak yang membawa perahu motor.


Renata dan Adi sangat bahagia, melihat gerombolan ikan lumba- lumba dekat dengan perahu motor mereka. Adi mengikat rambut Renata dengan karet rambutnya.


" Cantikkk, "ujar Adi mengelus rambut Renata.


Renata hanya tersenyum.


" Makasih...", ujar Renata.


" Mengubah mas jadi tampan gini, buat Tata takut di kuliahan mas jadi incaran cewek lain, " ujar Renata menunduk.


" Mas ubah lagi jadi cupu kamu yaaang".


" Gak mas, mas begini aja , udah bagus. Biar mas punya banyak teman ."


" Jangan ragu,mas akan setia".


Renata mengangguk.


Mereka memakai baju


couple yang mereka beli.



" Keren, " ujar Renata.


Mereka kembali berpose berdua.


Ketika hari sudah sore, Adi dan Renata kembali menuju pulang, Adi tak henti hentinya tersenyum mengecup tangan Renata .


" Koko akan merindukan kamu Ta."


" Renata juga, koko jaga diri ya, jauh dari mami dan papi, jangan makan sembarang," ujar Renata.


" Kamu juga yaaang. "


Renata mengangguk.

__ADS_1


" Terkadang aku takut, kuliah nanti , mas akan sibuk, sambil bekerja. Apa mas ada waktu buat hubungi aku? " ujar Renata.


" Takutnya di awal aja mas Wa atau telepon aku, nanti lama kelamaan pekerjaan dan kuliah mas lebih mendominasi".


" Jangan ngomong gitu yaaaang".


Renata hanya menatap jalan di kejauhan, begitu banyak jalan dan jarak yang akan mereka tempuh, apakah kisah mereka berujung seperti apa, Renata gak pernah tahu .


Renata melambaikan tangannya, ketika Adi mengantarkannya di depan asrama.


Renata melihat Andien , Dara , Cloe dan Rebeka sedang main gitar, sambil menyanyi . Selesai ujian, banyak anak yang pulang ke rumah orangtuanya dan hari minggu balik di antarkan orangtuanya .


Anita sibuk menemani maminya shopping, Raka dan Teguh main basket di lapangan , sedangkan Dian, sibuk belajar desain baju di sebuah lembaga pendidikan desain.


" Ciyeee, baru dari mana neng, seger amat," ujar Andien.


" Rahasia," ujar Renata.


Renata turut bernyanyi dengan mereka.


" Kita orang - orang kesepian ," ujar Renata.


Mereka berfoto bersama , dan meng upload kebersamaan mereka.


" Ingat, kita walau dimanapun saling bantu ya, ujar Dara".


" Nasib kita sama , kita orang yang rumit, orangtua gak ada yang sayang kita, mengutamakan uang, jabatan, ada yang gak di anggap, gak di sayang, kita bagaikan anak yang terbuang, "ujar Cloe.


" Ada anak broken home, yang hidupnya seperti bola, " ujar Rebeka menunduk.


" Kita harus berjuang, kelak kita berkumpul , harus jadi orang, harus bahagia, " ujar Cloe.


Mereka berpelukan.Ibu asrama menghapus air matanya.


Ibu asrama tahu kisah Renata yang gak di anggap orangtuanya.Lain lagi kisah Rebeka orangtuanya bercerai dan masing- masing menikah kembali, tidak memerduli kan Rebeka.Orangtua Cloe sibuk dnegan pekerjaan, sedangkan orangtua Dara sibuk bekerja , pindah ke luar negeri .


Bu asrama sedih melihat anak asramanya.Mereka saling menguatkan, walau mereka punya kesedihan sendiri sendiri.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Jangan Lupa


like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2