
Hari ini, tepatnya Renata selesai ujian. Adi mengajak Renata jalan - jalan, dan mereka berangkat menuju ke sebuah pantai .
Adi menggenggam tangan Renata, merrka menatap deburan ombak di kejahuan.Adi membeli layangan, dan mereka memainkannya .
Ketika menjelang siang, mereka pun menuju sebuah restoran seafood , Renata dan Adi memesan beberapa menu. Adi menyuapi Ana sesekali, juga dengan telaten mengupas kulit udang buat Renata .
" Udang, ikan, kerang nya seger banget yah ko".
" Ya yaaang, hasil dai laut. pasti lebih manis."
" Jus ceruknya kureng enak ya ko, gak asli, encer banget, " ujar Renata berbisik.
" Benar.....".
Selesai makan, mereka berfoto berdua, juga berfoto sesekali.
" Wajah koko, pangkas gini, jadi mirip juga kayak wajah Tata," ujar Renata.
" Kata orang - orang. kalau mirip gitu jodoh, " ujar Adi.
" Emang koko mau , berjodoh sama Tata?".
" Mau banget yaaang, "ujar Adi tersenyum.
Adi menaupkan kedua tangannya pada wajah Renata.
Perlahan Adi mengulum bibir Renata.
" Mmmmm...mmmmm", Renata gak bisa ngomong, terus di ciumi Adi bertubu tubi."
Adi melepaskan ciumannya setelah Renata kesulitan bernafas .
" Yaaang, malu. nanti orang lewat, liatin kita, untung aja gak pakai baju seragam, kalau gak hansip beraksi, kita bakalan digiring ke kantor lurah, orantua di panggil dan di nikahkan," omel Renata.
" Ini hari jumat yaang, sepi, banyak orang solat jumatan."
" Dasar...., " ujar Renata.
" Kalau hari sabtu atau minggu, pasti rame.Maaf koko khilaf yang di buat".
__ADS_1
" Ihhhh, " ujar Renata berlari ke arah laut, memercikkan air laut pada Adi.
Mereka berlari , tertawa, sesekali Adi menggendong Tata . Mereka pun menyewa perahu motor, mengelilingi laut, mereka bersyukur cuaca tidak terik dan terkesan mendung.
" Yaaang , liat , ada dolpin," ujar Adi.
" Kejadian langka ini den, " ujar bapak yang membawa perahu motor.
Renata dan Adi sangat bahagia, melihat gerombolan ikan lumba- lumba dekat dengan perahu motor mereka. Adi mengikat rambut Renata dengan karet rambutnya.
" Cantikkk, "ujar Adi mengelus rambut Renata.
Renata hanya tersenyum.
" Makasih...", ujar Renata.
" Mengubah mas jadi tampan gini, buat Tata takut di kuliahan mas jadi incaran cewek lain, " ujar Renata menunduk.
" Mas ubah lagi jadi cupu kamu yaaang".
" Gak mas, mas begini aja , udah bagus. Biar mas punya banyak teman ."
" Jangan ragu,mas akan setia".
Renata mengangguk.
Mereka memakai baju
couple yang mereka beli.
" Keren, " ujar Renata.
Mereka kembali berpose berdua.
Ketika hari sudah sore, Adi dan Renata kembali menuju pulang, Adi tak henti hentinya tersenyum mengecup tangan Renata .
" Koko akan merindukan kamu Ta."
" Renata juga, koko jaga diri ya, jauh dari mami dan papi, jangan makan sembarang," ujar Renata.
" Kamu juga yaaang. "
Renata mengangguk.
__ADS_1
" Terkadang aku takut, kuliah nanti , mas akan sibuk, sambil bekerja. Apa mas ada waktu buat hubungi aku? " ujar Renata.
" Takutnya di awal aja mas Wa atau telepon aku, nanti lama kelamaan pekerjaan dan kuliah mas lebih mendominasi".
" Jangan ngomong gitu yaaaang".
Renata hanya menatap jalan di kejauhan, begitu banyak jalan dan jarak yang akan mereka tempuh, apakah kisah mereka berujung seperti apa, Renata gak pernah tahu .
Renata melambaikan tangannya, ketika Adi mengantarkannya di depan asrama.
Renata melihat Andien , Dara , Cloe dan Rebeka sedang main gitar, sambil menyanyi . Selesai ujian, banyak anak yang pulang ke rumah orangtuanya dan hari minggu balik di antarkan orangtuanya .
Anita sibuk menemani maminya shopping, Raka dan Teguh main basket di lapangan , sedangkan Dian, sibuk belajar desain baju di sebuah lembaga pendidikan desain.
" Ciyeee, baru dari mana neng, seger amat," ujar Andien.
" Rahasia," ujar Renata.
Renata turut bernyanyi dengan mereka.
" Kita orang - orang kesepian ," ujar Renata.
Mereka berfoto bersama , dan meng upload kebersamaan mereka.
" Ingat, kita walau dimanapun saling bantu ya, ujar Dara".
" Nasib kita sama , kita orang yang rumit, orangtua gak ada yang sayang kita, mengutamakan uang, jabatan, ada yang gak di anggap, gak di sayang, kita bagaikan anak yang terbuang, "ujar Cloe.
" Ada anak broken home, yang hidupnya seperti bola, " ujar Rebeka menunduk.
" Kita harus berjuang, kelak kita berkumpul , harus jadi orang, harus bahagia, " ujar Cloe.
Mereka berpelukan.Ibu asrama menghapus air matanya.
Ibu asrama tahu kisah Renata yang gak di anggap orangtuanya.Lain lagi kisah Rebeka orangtuanya bercerai dan masing- masing menikah kembali, tidak memerduli kan Rebeka.Orangtua Cloe sibuk dnegan pekerjaan, sedangkan orangtua Dara sibuk bekerja , pindah ke luar negeri .
Bu asrama sedih melihat anak asramanya.Mereka saling menguatkan, walau mereka punya kesedihan sendiri sendiri.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Jangan Lupa
like
Vote
__ADS_1
Koment