
" Jika mencintai seseorang, jangan hanya karena membalas budi, karena cinta dan balas budi itu beda porsinya."
Renata mendengarkan nasehat temannya dokter sesama koas.
"Cinta tetap cinta, termakan budi jelas beda, budi seseorang,memang perlu kita ingat, tetapi gak wajib kita balas, karena dinamakan budi, bila memberi tampa pamrih, tulus tanpa embel - embel Ta, " ujar Dokter Margaret .
" Kita gak minta dia memberikan kebaikan pada kita, jika dia memberi kebaikannya, gak harus wajib kita membalasnya, bukan ngak tau balas budi, tetapi kapan kita bisa membalasnya, bukan mempertaruhkan kebahagiaan kita".
" Tetapi menyakiti seseorang, yang baik banget buat hidup kita, kita gak akan mampu bahagia, jika dia terlibat dalam pusara perasaan nya, " ujar Renata.
" Kamu mau mengesampingkan cinta kamu? hanya untuk balas budi?, " ujar Margaret.
" Kami sudah terpisah 3 tahun nan , pasti sama - sama udah ada perbedaan, apalagi ada wanita yang rekat di sisi nya, aku wanita, dia juga wanita, aku tiba - tiba masuk ke dalam pusaran kehidupan mereka, rasanya pandangannya sangat menyedihkan ," ujar Renata memainkan pulpennya.
" Kamu tahu gak , status wanita itu sama Adi seperti apa ? mungkin aja kan , cinta sepihak, adi nya gak ngeh sama dia , dia yang ngebet mencintai. Jika kamu dorong , pria yang kamu cintai, dan pria itu juga mencintaimu , kamu dorong dia ke wanita lain, kamu gak nyesal Ta?," tanya Margaret.
" Bingung Mar....".
" Kamu banyakan , perhatiin perasaan orang lain, sedangkan perasaan kamu, kamu gak pernah pikirkan, kapan bahagianya kamu Ta, hidup itu yah resiko, berani mencintai, dan gak dicintai, harus terima dong, baik wanita atau pria , yah gentle, " ujar Margaret.
__ADS_1
" Kalau aku jadi kamu, aku akan menuruti kata hati aku, gak mau mikirin apapun, aku jalani, cocok yah jalan, kalau gak cocok aku berhenti, praktis kan!!!.
Margaret dan Renata sudah selesai jadwal seminar, mereka perwakilan dari rumah sakit .
Margaret dan Renata melihat seseorang melambai ke arah mereka.
" Keren, cool, berprinsip, setia kayaknya , dia pria yang kamu bilang Ta ?".
" Hmmmm, namanya Adi ."
" Bibit unggul di tolak, kalau kamu nolak , aku mau uji nyali Ta, manatau gol, " ujar Margaret.
" Gimana Dokter Hasan gebetannya, di tinggalin ?" tanya Renata.
" Ta , beda profesi, susah loh, apalagi dia gak sesama dokter, pendidikan kamu 10tahunan kan, apa dia mau nunggu? trus kalau bekeluarga, kamu dinas di luar kota, atau kamu dinas malam, atau di satu moment ,misal, dia ultah, anak kamu ultah, aatau orgtua dan keluarganya ultah, kamu urgent dna masih di rumah sakit, atau udah di rumah, tiba - tiba di panggil untuk ke rumah sakit, kamu gimana? apa dia bisa menerima? apa keluarganya bisa nerima? kadang di awal di bilang nerima, di perjalanan rumah tangga , menjadi kendala, dan menjadi duri dalam daging, menjadi problema."
" Benar juga, profesi kita yah banyaknya problemnya gitu," ujar Renata.
" Kalau Raka, se profesi, keluarganya ngerti, dia juga ngerti, Adi kan beda, bisnis man. Misal dia ada pertemuan bisnis , perlu isteri di bawa, kamu sibuk, kan kacau".
__ADS_1
" Iya sih Mar".
" Pikirkan dengan matang Ta".
" Ya Mar, makasih masukannya."
" Ikuti kata hati, dan omongin, jangan diam aja, meminimalkan resiko, " ujar Margaret.
Renata mengangguk .
Profesi dokter , menuntut pasangan extra mengerti profesi , apalagi Renata gak akan melepas perjuangannya, gak akan melepas kedokteran nya, seperti dokter lain, setelah berkeluarga meninggalkan profesi hanya karena anak, kesibukan , memperjuangkan keharmonisan keluarga , dari pada cek cok karena kesibukan.
👨⚕️👩⚕️👨⚕️👩⚕️👨⚕️👩⚕️👨⚕️👩⚕️👨⚕️👩⚕️
Jangan lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment