My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Konsep Pemikiran


__ADS_3

" Ko, aku mau, jika kelak dalam membina keluarga, tidak ada perbedaan , antara anak laki- laki dan perempuan, semua setara, semua sama."


" Ya, koko setuju".


" Tata mau, mereka didik sama, mendapat apapun sama, karena masa lalu Tata gak segampang dan se sesimpel yang orang liat, semua masih membekas, namun Tata berhasil keluar dari rasa sakit itu, mami koko dan temannya sangat berarti, pada masa itu, Tata sudah mentok, terpojok dan putus asa, mereka malaikat penolong Tata, dan Tata sangat menghargai perbuatan mereka. Tata bisa seperti saat ini, karena mereka."


" Mami pasti mengerti apa yang kamu alami, papi juga, mereka tidak ada masalah, jika ads kata - kata sumbang, maka kita akan menghadapinya. "


Renata mengangguk.


" Menjadi mahasiswa kedokteran , aku sangat sibuk, koko mampu gak?".


" Ini kebetulan koas dapat dekat, gak


dipedalaman, ".


" Koko akan mengerti, dan akan mendukung kamu Ta, apapun itu ."


" Makasih , makasih mau kembali bersama", ujar Adi .


" Jangan bilang makasih."


" Koko tau, selain Raka, Bima dan Daniel wijaya, juga mendekati kamu selama ini , ".


" Bima pernah melamar kamu kan Ta? bahkan memang dia membantu keluar dari jerat hutang , dan koko baru mengetahuinya beberapa hari lalu, dia nemui koko, mengaku kalah".


" Hidup bukan menang atau kalah, tetapi koko tulus sama kamu ."


" Kamu bisa menilai sendiri".


" Sekertaris koko?, dia menyukai koko kan ?".


" Ya, namun koko butuh dia dalam penanganan soal kerjaan, dan Asisten koko Bian gak bisa meng handel semua.Bian menangani masalah penting di kantor bersama koko . "


" Dia teman satu kelas?".

__ADS_1


" Ya, satu ruangan".


" Di terima di perusahaan koko kapan? apa dia sudah lama bekerja?".


" Dia sudah bekerja 5 tahuanan , setelah sekertaris koko , Tika melahirkan, dia lulus lewat jalur perushaaan, ngikuti test, dan wawancara, semua di urus bagian GA di kantor."


" Keluarganya di mana ko ?".


" Jakarta".


" Orang Solo, papanya Solo, mamanya Bali".


" Orangnya manis, " ujar Renata spontan.


Adi hanya diam .


" Koko patut memikirkan soal sekertaris, gimana ke depannya. Terlalu dini juga ,buat hubungan ya g kita sambung kembali. "


" Jangan seperti aku ko, Raka terseret begitu jauh, dan aku turut bersalah," ujar Renata.


" Raka selalu sportif, hanya memang, beberapa kali, keluarganya melamar aku , mereka juga keluarga yang baik, aku sudah berusaha membuka hati, entahlah ko, rumit banget, jika mikirkan ruwet. Raka teman terbaik aku .Jika Anita, Dina, Teguh dia sahabat ku , mereka baik, namun dari dulu banget Raka memang beda dari mereka , sejak SMA, kenalan , dekat, sampai dia mengambil jurusan kedokteran, karena aku, dari yang malas belajar, sampai bisa pintar, bahkan kami saingan ".


" Keluarga Raka selalu menyukaiku, prestasi Raka, lain perubahannya lebih baik , dia sangat sulit buat melepas ku, aku juga bingung , mau gimana in dia."


Adi kembali melajukan mobilnya.


" Kamu terlihat lelah Ta".


" Hmmm, banyak kasus baru, tetapi aku menikmati setiap perjalanan dan proses ini, kadang senggang ,yah tidur . Kalau sedang enak enaknya tidur, ada kasus, yah bangun," ujar Renata tersenyum.


" Rasanya mimpi, kembali bersama kamu Ta".


Renata tersenyum. Jujur sebenarnya wanita sang sekertaris Adi , sosok yang sulit di selami, Renata melihat nya beberapa kali, dan sangat berkelas, baik dari penampilan, dan cara bisacaranya. Terlihat bukan orang sembarangan.


Adi memarkirkan mobil , sedangkan Renata berjalan ke lobi apartemen.

__ADS_1


Renata terkejut melihat kedatangan mami Raka.


" Ta..., Raka di apartemen mu."


" Kamu menolaknya?".


" Maaf Tan".


" Ta, kamu tahu Raka kan, dia sangat mencintai kamu, dari SMA, dia berubah sejak tahu kamu akan memasuki kedokteran, tante takut, dia sangat frustasi. Hanya diam, dan tidak ngapa - ngapain. Ta, tante mohon, kamu memikirkan lagi , dia bisa hancur. Kami , keluarga besar kami, mengenal kamu Ta, menerima apapun kamu, dan itu semua karena Raka, Raka putera satu - satunya. "


" Tan, jika aku menerima Raka , tetapi hatiku dengan pria lain, aku lebih salah, Raka gak layak untuk cinta yang seperti itu".


" Cinta akan tumbuh dengan sendirinya . Kalian sudah melalui selama ini. Kehadiran Adi mengusik kamu kembali kan Ta?".


" Harusnya dia sudah tidak ada di antara kalian.".


" Dia tidak bisa tanpa kamu, tante frustasi banget, punya anak satu, bisa mengalami kisah seperti ini."


" Raka baik, dia berprestasi, entahlah, kelak jika kamu jadi orangtua, kamu akan ngerti, hati seorang ibu seperti apa. Tante mohon, kamu memikirkannya. Tante gak ingin kehilangan dia, dan kamu juga gak akan bahagia , jika dia pergi, dalam keputus asaan ."


Mami Raka menghapus air matanya, hanya mengenakan pakaian tidur, dia menunggu Renata di lobi. Mengendarai mobil sendiri .


Renata melihat satpam merapikan kereta Raka.


Adi memandang Renata .


Renata hanya diam, memasuki lift .


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2