
NB: Maaf sebutan buat Adi terkadang koko,nterkadang mas. Nge blunder kadang gak fokus.
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Andai waktu bisa di beli, terkadang kita ingin membeli waktu, antara pekerjaan dan ke egoisan ,hanya beda tipis .
" Apakah hidupnya seorang Casanova?" tanya Renata dalam hatinya, entahlah.
Renata kembali ke kediaman orangtuanya. Renata mendengar mami Adi sedang menelepon,mami Adi terlihat emosi dan sangat marah .
Renata perlahan menekan tombol lift, untuk ke kamarnya .
Papi dan mami Adi sedang di ruang keluarga, terlihat seperti ada persoalan .Renata tidak ingin berada disana ,bagaimanapun , itu privasi keluarga suaminya.
Renata mandi dan menukar pakaiannya, dan berjalan ke kamar Claudia.
" Caludia nya mami apa kabar?".
" Baik mi".
" Bagaimana ujiannya tadi sayaang?".
" Claudia mendapat nilai 100 mi, nilai tertinggi di kelas."
" Waw...hebat banget anak mami".
" Claudia kalau kita tinggal di gedung tinggi, di apartemen seperti di Singapura , Claudia apa mau nak?".
" Apa kita mau pindah mi?".
" Rencana mami seperti itu. Mami akan berangkat ke Jerman Besok, beberapa hari disana , karena Resto kita disana akan buka cabang ke 3, " ujar Renata.
__ADS_1
" Claudia boleh ikut mi?".
" Boleh, kita transit di Singapura, bisa ngunjungi makam papi kamu ".
" Claudia mau mi....".
Renata mengangguk .
Renata mengambil koper Claudia, menelepon Yanti buat menambahkan tiket 1 orang lagi, dan mengatakan Claudia akan ikut, data Claudia semua sudah ada sama asisten kepercayaannya Yanti.
Ketika mami dan mbok Siti memasuki kamar Caludia, mereka bengong melihat Renata menyusun baju Claudia di koper.
" Claudia mau ke Jerman Grandma, sama mami".
" Kamu bawa Claudia Ta?".
" Iya mi, bawa Claudia sekalian jiarah ke kuburan ko Felix."
" Sudah di ACC kepala ruma sakit mi".
" Baiklah nak".
Renata menidurkan Claudia, setelah mami dan mbok Siti tidur di sisi lainnya .
Setelah Claudia tertidur, Renata beranjak ke kamarnya .Renata mengangkat koper Claudia ke kamarnya.
" Kamu mau kemana Ta?, tanya sebuah suara.
Renata menoleh.
" Renata ada urusan di Jerman mi, pembukaan cabang restoran ke 3, Tata bawa Claudia juga, sambil jiarah dan jalan sebentar di Jerman".
__ADS_1
" Mami sudah memarahi Adi, dia bilang kita aja salah paham liat fotonya.Mami kesal, kenapa 2 orang itu masih dia pakai, apa dia mempermainkan pernikahan nya? apa dia merasa lebih penting bisnis dari perasaan isterinya sendiri ?".
" Mami jangan marah dan emosian, jaga kesehatan mami, Tata gak apa - apa mi".
Air mata Renata akhirnya tumpah dan Tata memeluk mami Adi, sang mertua begitu baik .
" Kamu memendam semuanya Ta, gak pernah menunjukkan kemarahanmu, lebih menghindar, lebih merasa sakit sendiri. Mama beda banget sama kamu nak. Mami pernah marah beberapa kali, sewaktu papi masih muda, dia dj dekayi klien, ngajak makan, trus jumpa klien, kliennya genit, dan jjmpa di hotel tempat dia nginap, saat itu mami mengandung Adi , mami marah, dan kembali ke kediaman orangtua mami, hati mami kecewa. Papimu minta maaf, dan sejak itu tidak berbisnis dengan mereka."
" Orang bilang mi, kalau suami pengusaha, akan banyak wanita penggoda, akan banyak wanita mendekatinya, baik model, artis, maupun klien nya. Wanita seperti itu tidak peduli, mau pengusaha sudah punya isteri atau gak".
" Mereka akan merayu, menjerat, dan menawan, hingga bidikan nya ketagihan dan terus berbuat dosa."
" Buat melabrak, marah, menyalahkan mereka , Tata gak akan pernah lakukan, jika Ko Adi mau, dan mereka mau, hanya satu yang Tata minta , kejelasan dan putuskan pernikahan kami, Tata gak mau , berada di dua perahu, biar jelas semua. Mami sampaikan itu saja pada ko Adi, ".
" Kamu mengalah, gak berjuang buat pernikahan kamu Ta?".
" Perselingkuhan itu terjadi karena ada 2 orang yang saling menyepakati kecurangan itu mi, apa kita harus nangis, ngemis mi? bukannya membuat mereka egois dan merasa lebih gedek kepala mi? Renata gakkk, gak akan melakukannya."
" Kita larang, mereka akan sembunyi melakukannya, kita biarkan, mereka terang terangan melakukannya, jadi kita harus bagaimana mi, ya harus sadar, b1ahwa kita bukan siapa - siapanya. "
" Apapun yang terjadi, pasti ada hikmahnya mi, apapun yang terjadi , pasti sudah Ko Adi pikirkan. Dia nahkoda rumah tangganya, dia pemimpinnya, jika dia Gagal, maka kelak dia sendiri yang akan menyesalinya."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa
like
vote
Koment
__ADS_1