My Aunty Is My Mom

My Aunty Is My Mom
Kamu Duniaku


__ADS_3

Setiap hari, Renata semakin dekat dengan Adi, mereka belajar bersama.Renata juga mengikuti kelas bahasa Jerman Raka, Renata sangat suka bahasa Jerman.


Miss Rosni mengajari merka sampai bahan perkuliahan, dan miss Rosni menawari Renata bergabung di lembaga pendidikannya, ketika kelas 3 nanti, Renata sangat bahagia, menjadi asisten miss Rosni, dia juga mendapat kelas gratis mengikuti miss Rosni mengajar.


Renata dan Adi menjaga jarak, soalnya ada rumor , siswi kelas 3 SMA hamil, dimana ceweknya sama - sama kelas 3.Tetapi berita itu masih simpang siur.


" Gawat benar yah, kalau masa SMA , hamili pacar, masa depan gak jelas, abu- abu ," ujar Teguh.


" Kuliah aja sulit kalau hamil, apalagi masih SMA," ujar Anita.


"Begitulah resiko , mau berbuat, yah bertanggung jawab. Takutnya kawin dengan terpaksa, efeknya, perceraian, atau gak komit dengan pernikahan, " ujar Raka.


" Tergantung manusia nya juga , mau jadi sampah atau berlian, setiap manusia bisa berbuat salah, tetapi harusnya jika melakukan sesuatu di pikirkan," ujar Renata.


" Guru semakin memperketat siswa dan siswi, " ujar Anita.


" Larangan kembali, "ujar Renata.


" Fokus ujian ya Ta, cinta nomor kesekian, "ujar Raka.


Mereka pun saling mengangguk.


Adi hanya menatap Renata dan kemudian kembali ke kelas nya.


" Gini nih, satu makan cempedak , semua kena getahnya. Siapa yang hamil ya ? "tanya Anita.


" Sumpah,kita jadi penasaran banget," ujar Teguh.


" Sekolah jadi serba salah, mengijinkan dekat , pacaran, dan selalu memberi bimbingan agar siswa ingat jati diri sebagai pelajar, gak melulu hanya belajar, namun masih aja si setan menang, mengalahkan nafsu dunia, " ujar Raka.


" Bibir gue aja masih ori," ujar Raka.


" Kalau gue bibir gak ori, tapi buat macem- macem gak, " ujar Teguh menatap Dian.


" Gue gak ori, beberapa kali pacaran, cowoknya mesum, untung gak sampai gue grepe grepe," ujar Anita.

__ADS_1


" Lu gimana Ta?" tanya Anita.


" Si koko jago gak Ta, ".


Renata hanya diam ,pura - pura gak dengar.


" Ihhh puteri malu banget sih nih Tata kita, ujar Anita, pura pura budeg ".


Renata hanya pura - pura fokus membaca buku nya.


Renata membaca sebuah kutipan dari sebuah buku yang di bacanya.


Tuhan. Kesulitan apa pun yang mungkin menimpa kami, kami tidak akan melepaskan tangan yang akhirnya bisa kami pegang ini. Saya berdoa kami bisa mengatasi kesulitan. Lebih dari segalanya, saya berdoa Anda (Tuhan) memberi saya rasa sakit yang lebih buruk daripada Myung Hee. Saya berdoa dengan tulus dalam nama Tuhan


- Hwang Hee Tae -


💔


Tuhan, jika sesuatu yang tidak terduga terjadi dan kami harus melepaskan tangan satu sama lain, tolong jangan biarkan kesedihan membanjiri kehidupan mereka yang ditinggalkan. Bahkan jika air mata yang kami tumpahkan memenuhi dagu kami, tolong jgn biarkan kami tenggelam dan beri kami kekuatan dan keberanian untuk berenang dgn aman melalui hidup ini


- Kim Myung Hee -


Renata pun bergegas keluar dari kelas, berjalan keluar dari sekolah, menuju bis halte. Renata berdesakan dengan penumpang lainnya.Renata gak mau, pulang bersama Adi, Adi pasti gak mau nerima , kalau Renata pakai bis, pasti Adi ikutan . Dan kalau Renata ketemuan dengan Adi, pasti adi maksa masukin mobilnya dan terkena sama guru BP.


Ketika menuruni bis, Renata melihat Adi sudah berada di depan pintu asrama.


" Jangan kesini ko, nanti anak lain liat, koko kena sama guru BP".


" Sudah gak jam sekolah Ta."


Renata pun hanya diam .


" Ke rumah yukk, belajar sama. "


" Koko mau ujian loh lusa".

__ADS_1


" Ayokla yaaang, please....".


Renata pun memasuki mobil Adi .


" Akhirnya Tata mami datang, kusut banget, kenapa nak?".


" Ada yang di gosipin hamil mi, anak kelas 3, cowoknya juga anak kelas 3, masih samar - samar, mungkin menjaga karena mau ujian akhir, "ujar Renata.


" Boleh pacaran , harus saling mendukung, menjaga diri, dan kuat iman, semua ada waktunya, menikah gitu, akan banyak dampak. Menikah karena terpaksa, tidak akan ada indahnya. Apalagi kurang dewasa, sulit", ujar Mami Adi .


" Kalian pacaran nya , yang positif ya nak, saling menjaga, apalagi Renata butuh perjuangan extra. Kamu harus bisa jaga diri Di," ujar Sang mami.


Adi mengangguk .


Mereka pun belajar , dan Adi banyak mengerjakan soal, demikian Renata.


Ketika pelajaran mereka selesai, Renata dan Adi duduk di tepi kolam renang .


" Kenapa menghindari koko?".


" Tata gak mau koko kena sama guru BP, koko itu juara umum."


" Kamu gakntau Ta, kamu itu amunisi buat koko, kamu itu sangat berarti".


" Di setiap hari yang bergulir, koko merasa berat, meninggalkan kamu yaaaang".


" Tetapi koko akan kuat, koko akan mewujudkan mimpi indah kita."


Renata dan Adi saling bergenggaman tangan.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2