My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 09


__ADS_3

Mendengar ucapan bara yang terkesan sangat memaksa, membuat ima sedikit kesal.


“ silahkan jika kamu memaksa untuk datang kesini, tapi aku tidak akan pergi kemana – mana hari ini ! jika kamu mau, besok aku akan menemanimu, tapi jika kamu tidak mau maka aku akan meminum obat sakit perut hingga bahkan saat hari pernikahan pun perutku tidak akan sembuh ! apa kau ingin mengagalkan pernikahan ini ? apa kau tidak khawatir dengan kemarahan kakekmu ? ” jawab ima yang sedikit mengancam si tukang bully sombong itu.


“ kau! kau..! ” suara bara menahan amarah.


Setelah menarik nafas dalam – dalam dan menenangkan diri, bara mulai menjawab perkataan ima.


“ baiklah, besok pagi aku akan menjemputmu ! ” jawab bara yang sudah kesal dan tidak mau berdebat lagi.


“ tut.tut.tut..”


Suara telepon ditutup oleh bara.


Ima hanya menggeleng – gelengkan kepala.


“Kau pikir kau bisa melakukan apapun padaku ? kamu memilih lawan yang salah kali ini, Bara Lang.. jika aku mudah ditindas dan diperintah, maka aku bukan anak ibuku lagi. " gumam ima dalam hati.


Ima menutup telepon dan menemui ibunya yang sudah mulai memasak didapur.


“ siapa yang menelepon ? ” tanya sang ibu.


“ bara bu, dia mengatakan bahwa besok dia akan mengantarku untuk fitting gaun pengantin. ” jawab ima apa adanya.


“ kalau begitu ambillah izin kuliah 3 hari kedepan, karena kita juga akan sedikit sibuk. ibu akan meminta ayahmu untuk mengajukan cuti beberapa hari. kita harus fokus untuk mempersiapkan pernikahanmu. ” ucap sang ibu.


Ima mengangguk dan mulai membantu ibunya memasak.


Setelah selesai mereka pun memanggil ayah dan yaser untuk makan siang bersama.


“ Ayah..! Yaser..! makan siang sudah selesai. mari makan siang bersama. ” teriak sang ibu memanggil suami dan anaknya.


Ayah dan yaser pun segera menuju meja makan dan makan siang bersama.


“ ayah, ajukanlah cuti 3 hari kedepan, kita akan sedikit sibuk dengan persiapan pernikahan ima. jika tidak ada ayah, ibu akan kesulitan untuk pergi kemana– mana. jika menggunakan taxi maka biayanya lumayan mahal. ” ucap sang ibu sambil melanjutkan makan siangnya.


“ baiklah, besok ayah akan membuat pengajuan cuti selama 3 hari. ” jawab sang ayah.


Setelah makan siang, ima kembali kekamarnya dan menarik amplop coklat dari dalam laci meja belajarnya.


“bagaimana jika amplop ini aku berikan kepada yori besok saja ? bukankah dia harus membaca perjanjian ini dengan teliti terlebih dahulu sebelum menandatanganinya ? ” gumam ima dalam hati.


Ima memutar –mutar amplop yang berada ditangannya, lalu meletakkannya kedalam sebuah tas ransel berwarna hijau yang akan dia bawa besok.


“kira – kira apalagi yang akan aku hadapi besok ? Bara lang..oh bara lang.. mengapa kamu membuat hidupku menjadi sulit ? bentuk bully seperti apa yang sudah kau rencanakan untukku besok ? ” bisik ima dalam hati.


Ima memejamkan matanya, otaknya sedang tidak ingin memikirkan cara menghadapi tipu daya yang akan dilakukan oleh bara terhadap dirinya besok.


“ aku tidak bisa menghindarinya terus menerus ! suatu saat nanti mau tidak mau aku harus menghadapinya ! jadi apa bedanya jika mulai besok aku menghadapinya secara langsung ? Toh pertarungan antara aku dan bara cepat atau lambat pasti akan dimulai. Oh, ima yang malang, bertahanlah hingga 1 tahun. " gumam ima lirih sambil menyemangati dirinya sendiri.


....


Malam harinya...


Di villa keluarga Lang...


“ paman sam, besok aku akan berangkat pagi – pagi sekali. tolong kau siapkan mobilku ya ! ” ucap bara.


“ iya tuan muda, akan saya siapkan mobilnya lebih pagi dari biasanya. ” jawab paman sam.


“ baguslah kalau begitu, aku akan segera tidur sekarang karena besok aku harus bangun pagi. ” ucap bara dengan nada bahagia.


“ *a*pa yang terjadi pada tuan muda bara ? kemarin dia marah hingga membanting pintu, hari ini dia sangat bahagia. semoga dia tidak apa – apa. ” gumam paman sam dalam hati.


...


Pagi harinya..


“ ima, sarapan sudah siap ! Cepatlah turun. ” teriak sang ibu.


“ iya bu, sebentar ...” jawab ima.


Ima pun segera turun dengan membawa ranselnya lalu segera menyantap sandwich buatan ibunya.


“ pelan – pelan sarapannya ! ” ucap sang ibu memperingatkan ima yang sarapan dengan cepat.


Dalam waktu 1 hari penuh ima harus menghadapi bara, jadi dia memerlukan banyak energi untuk menghadapi hari ini.


Bahkan robot mainan yaser pun butuh battery cadangan jika sering dimainkan, sama halnya dengan otak ima, jika sering digunakan maka dia butuh energi cadangan.


“ ding..dong..”


Suara bel rumah ima berbunyi.


“itu pasti si tukang bully yang datang. tebak ima dalam hati.


Ibu membuka pintu dan melihat seorang pria yang tinggi dan sangat tampan sedang berdiri dihadapannya.


“ selamat pagi bu, apakah ima ada ? daya bara lang ! ” ucap bara ramah dan sopan.


Ima yang melihat kejadian itu seketika merinding. ”sopan sekali dia kepada ibuku ? aku sampai merinding dibuatnya ! ” gumam ima dalam hati.

__ADS_1


“ silahkan masuk dulu nak bara, kami sedang sarapan. jika kau tidak keberatan mari kita sarapan bersama. “ ajak sang ibu.


“ terima kasih banyak bu, anda sangat baik sekali. kebetulan saya sudah sarapan sebelum berangkat kesini. ” jawab bara.


“ baiklah kalau begitu, duduklah dulu, ibu akan memanggilkan ima. ” ucap sang ibu sambil berjalan menuju meja makan.


“ ima, bara sudah datang dan sedang menunggu diruang tamu. Cepatlah temui dia. ” pinta sang ibu.


Ima pergi menuju ruang tamu, dilihatnya sosok yang sangat dibencinya.


Musuh bebuyutannya, Bara Lang.


“ selamat pagi tuan muda, apakah kita langsung berangkat ataukah kau akan menggoda ibuku terlebih dahulu ? “ ucap ima.


“ apa kau cemburu ? ” ucap bara sambil menatap ima.


“ oh Tuhan, pria ini pasti sudah gila ! apakah akal sehatnya tertinggal dirumahnya ? ” gumam ima dalam hati dengan kesal.


“ Jawaban apa yang diinginkan oleh tuan muda bara ? jika tuan muda ingin saya cemburu, tentu saya akan menjawab cemburu dan begitu pula sebaliknya. ” jawab ima kesal.


Bara terdiam, ternyata perempuan didepannya masih sulit untuk di bully.


Sang ibu datang dan membawa teh beserta biskuit.


“ mari nak bara, silahkan dinikmati. ” ucap sang ibu sambil tersenyum lalu berjalan kembali ke arah dapur setelah meletakkan teh dan biskuit.


Ima dan bara saling memandang satu sama lain dengan pandangan kebencian satu sama lain.


“ jangan membuang – buang waktumu yang berharga dirumahku. mari kita berangkat sekarang, lebih cepat berangkat, lebih cepat selesai. ” ucap ima yang sudah tidak sabar ingin segera menyelesaikan fitting baju pengantinnya.


“ baiklah kalau begitu, mari kita berangkat sekarang juga. ” jawab bara.


Setelah berpamitan, ima dan bara pun segera menuju mobil yang diparkir didepan rumah ima.


Mereka segera menuju tempat fitting baju pengantin.


Setelah sampai ditempat itu, bara segera disambut oleh pemilik tempat itu.


“ selamat pagi tuan bara, silahkan masuk. kami sudah menyiapkan koleksi terbaru kami untuk gaun pengantin calon istri anda. " ucap si pemilik butik.


" apa menurutmu aku mau menikah dengan wanita jelek seperti dia ? " tanya bara.


" bukankah anda yang akan menikah tuan ? " tanya si pemilik butik.


" adikku yang akan menikah, dia terpaksa menikahi wanita jelek ini. " ucap bara yang memang dari awal bersiap membully ima ditempat itu.


" maaf tuan, saya benar - benar tidak tau. " jawab si pemilik butik.


Bara duduk dikursi yang sudah disediakan disamping ruang ganti sambil memainkan ponselnya.


" wanita jelek ini tidak berkomentar apapun tentang semua kata - kata ejekanku terhadapnya ! " gumam bara dengan kesal.


“ silahkan, mari ikuti saya nona. ” ucap si pemilik butik.


Saat melihat koleksi gaun pengantin di butik tersebut ima bahagia sekaligus sedih.


Semua gaun terlihat sangat cantik dan sangat indah.


“andaikan ini adalah pernikahanku yang sebenarnya, maka aku akan sangat bahagia dan memilih semuanya agar bisa aku pakai dalam waktu satu hari..ha..ha...” gumam ima dalam hati.


Ima memilih gaun pengantin dengan model polos dan beberapa mutiara yang tertata rapi disekitar tulang leher hingga bahu.


Gaunnya sederhana tetapi sangat elegan dan mewah, sang pemilik butik menyesuaikan ukuran tubuh ima dengan gaun pengantinnya.


Setelah ukurannya pas, dia pun memakainya.


Saat keluar dari ruang ganti, bara meliriknya.


“wow, cantiknya.. ! ” ucap bara dalam hati.


Tanpa sadar bara mendekati ima dan melepas kaca mata yang dipakai ima.


“bukankah dia cantik tanpa kacamata ? bahkan dengan flek hitam diwajahnya pun tidak menutupi kecantikannya ! ” ucap bara mengagumi ima dalam hati.


“ apa kau sudah puas memandangiku ? ” ucap ima.


Bara yang tersadar segera memasang kembali kaca mata ima.


“apa yang terjadi padaku ? apakah aku benar – benar sudah gila ? bagaimana mungkin wanita yang jelas – jelas jelek bisa aku kagumi ? tampaknya aku harus segera mencari pacar baru untuk mengobati mataku. jika tidak, aku benar – benar bisa gila ! ” ucap bara memperingatkan dirinya sendiri dalam hati.


Para pegawai wanita dibutik itu saling berbisik.


“ pengantin pria sangat tampan, bagaimana bisa pengantin wanitanya jelek ! “ bisik salah seorang pegawai.


“ aku mau jadi istrinya.. aku lebih cantik dari wanita itu ! ” bisik wanita yang lain.


Ima hanya berpura – pura tidak mendengar bisikan mereka yang sengaja ditujukan untuk ima.


“ hei nona, apa rahasiamu untuk mendapatkan pria seperti itu ? apa kau menggunakan tubuhmu ? ” tanya salah seorang pegawai.


Ima pun sudah tidak bisa berdiam diri lagi dan mulai melawan.

__ADS_1


“ para nona pegawai yang cantik, bukankah kalian berada disini untuk bekerja ? apakah kalian dibayar untuk bergosip ? “ jawab ima kesal.


“ aku akan memberitahukan sebuah rahasia, pria itu bukan calon suamiku.. dia masih single dan sedang mencari istri. dia sangat suka wanita – wanita cantik seperti kalian. asal kalian agresif, salah satu dari kalian bisa memiliki peluang menjadi istrinya dimasa depan ! “ ucap ima berbisik kepada semua pegawai wanita di butik itu.


Para pegawai wanita yang mendapat dukungan dari ima segera mendekati bara yang sedang duduk sendiri memainkan ponsel.


Mereka berkumpul di sekeliling bara untuk mendapatkan perhatiannya.


Saat perhatian bara teralih oleh kerumunan para pegawai wanita itu, ima tidak menyia – nyiakan kesempatan untuk kabur.


Ima langsung berganti pakaian dan pergi dari pintu samping.


“ hei, bisakah kalian untuk tidak agresif ? aku tidak begitu suka dengan wanita agresif ! ” ucap bara.


“ Tapi wanita tadi bilang bahwa kau suka wanita agresif. ” jawab salah seorang pegawai wanita.


“ wanita yang mana ? ” tanya bara.


Para pegawai baru tersadar bahwa ima sudah tidak lagi berada di tempat itu.


“ tadi dia sedang fitting gaun pengantin, tapi sekarang sudah tidak ada . ” jawab salah satu pegawai wanita yang mulai mencari keberadaan ima.


Setelah menyimpan ukuran tubuh ima, sang pemilik butik kembali untuk menemui bara.


Melihat para pegawainya berkumpul dengan pelanggan, sang pemilik butik pun menegur mereka semua.


Setelah para pegawainya kembali bekerja, pemilik butik pun mulai berbicara kepada bara.


“ maafkan para pegawai saya tuan ! ” ucap sang pemilik butik dengan nada menyesal.


“ iya, tidak apa – apa ! aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu. ” jawab bara dengan sangat percaya diri.


“ oh iya tuan, pengukuran sudah selesai. pada hari pernikahan akan saya antarkan secara pribadi ke villa anda. ” ucap sang pemilik butik.


“ lalu mana wanita itu ? ” tanya bara.


“ Dia pamit 10 menit yang lalu dan mengatakan bahwa anda sedang sibuk, jadi dia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. ” jawab sang pemilik butik dengan jujur.


“ apa ???!! ” bara mulai marah.


Bara langsung meninggalkan butik tanpa mengatakan apapun dan langsung pergi dengan mobilnya.


....


Di villa keluarga Lang..


Ima turun dari taxi, setelah membayar ongkos dia melangkahkan kakinya menuju pintu villa dihadapannya.


“ ding dong “


Bel rumah berbunyi dan paman sam segera membuka pintu.


Paman sam melihat calon istri tuan muda yori sudah berdiri dihadapannya.


“ selamat siang nona, silahkan masuk. ” sapa paman sam.


“ selamat siang paman sam, apakah yori ada dirumah ? saya mau bertemu dengannya. ” jawab ima.


“ tentu nona, silahkan duduk dan mohon tunggu sebentar, saya akan memanggil tuan muda yori. " ucap paman sam sambil melangkah meninggalkan ima diruang tengah.


Ima duduk diruang tengah, emandangi sekeliling sambil menunggu yori.


Ima pun sadar bahwa dia akan tinggal dirumah itu selama 1 tahun kedepan.


Tinggal dengan bara dirumah itu selama satu hari saja sudah membuat ima pusing apalagi hingga satu tahun.


Ima pun hanya bisa menarik nafas dalam – dalam untuk menenangkan diri.


Membayangkan tinggal satu rumah dengan yori yang belum begitu dikenal membuatnya seketika gugup, hatinya mulai gelisah.


Tak lama kemudian yori datang dengan kursi rodanya, terlihat paman sam mendorongnya dari kamar hingga ruang tengah.


Melihat yori datang..


“ BADUMP..!!”


“ nah..! ada apa denganmu hatiku ? segugup itukah kau bertemu dengan yori ? “ gumam ima dalam hati karena hati nya berdetak sedikit lebih keras dari biasanya.


Ima tidak mengerti apakah hatinya itu gugup, takut, iba atau mungkin cinta.


“Tenang hatiku.. tenang.. dia hanya suami palsu..jangan terlalu terbawa perasaan ! ” ima memperingatkan dirinya sendiri dalam hati, yori adalah pria asing pertama yang masuk dalam kehidupan ima.


Setelah yori berada dihadapannya, hati ima makin tak terkendali.


Ima belum sadar bahwa rasa iba didalam hatinya telah berubah bentuk menjadi sesuatu yang sangat indah dimana semua manusia menyebutnya ‘ CINTA ‘.


Hal itu karena ima memang belum pernah jatuh cinta sebelumnya.


Yori adalah pria tampan dan sangat lemah lembut walaupun terkadang mulutnya bisa tajam seperti kakaknya.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2