My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 48


__ADS_3

Meskipun ragu, akhirnya selly mulai mengatakan laporannya.


“ anda dan nyonya ima disebut pasangan vampire. “ jawab selly.


“ apa maksudmu ? “ tanya bara mulai mengerutkan dahinya.


“ pagi ini video anda yang penuh gigitan dan berlumuran darah sambil menggendong nyonya ima dirumah sakit membuat lala tube gempar tuan. “ jawab selly.


“ mereka semua seketika percaya bahwa anda dan nyonya ima adalah pasangan vampire. “ tambah selly.


Bara menarik nafas dalam – dalam, dia sungguh tidak ada waktu untuk menanggapi hal seperti itu.


“ biarkan saja selly, aku tidak memiliki waktu untuk hal seperti itu. bagaimanapun terima kasih kau sudah memberitahuku. aku akan menggunakannya untuk menggoda istriku sore ini..ha..ha.. “ ucap bara sambil tertawa karena memiliki ide untuk menggoda istrinya sore itu.


Tidak ada yang tau bahwa video itu akan menjadi awal mula cobaan mereka berdua.


Semua mantan bara yang tersebar disegala penjuru menjadi geram dan memiliki pemikiran yang sama.


“ bagaimana mungkin bara rela berada dalam kondisi seperti itu demi seorang wanita ? “ gumam para mantan bara dari segala penjuru.


...


Sepulang kerja bara segera ke rumah sakit menemui istri tercintanya, dilihatnya ima sedang menggendong anaknya diatas tempat tidur.


“ anakkuu... istrikuu... “ teriak bara yang berubah mode.


Diciumnya pipi rima, lalu diciumnya bibir ima dan dihisap seperti biasa.


“ bara ! bisakah kau berhenti membuat bibirku bengkak ? “ ucap ima mulai marah.


“ jika kau melakukannya dirumah, aku tidak akan protes. tapi ini rumah sakit, banyak perawat dan dokter masuk ke kamarku untuk memeriksaku. “ tambah ima.


“ aku sangat malu setiap bertemu dengan dokter helda dengan bibir seperti ini. apa kau mau dibilang suami yang buas ? “ tanya ima yang kesal dengan bibirnya yang bengkak.


“ baiklah, mulai besok aku akan menggigitmu. bagaimanapun kita sudah terkenal di lala tube sebagai pasangan vampire, jadi menurutku tidak masalah jika orang lain melihat kita memiliki banyak luka gigitan ditubuh kita tidak perduli dimanapun tempatnya. “ ucap bara santai.


“ apa ? lala tube lagi ? apa maksudmu bara ? “ tanya ima yang sedikit bingung.


“ apa kau ingat apa saja yang telah kau lakukan padaku tadi malam ? “ tanya bara.


Ima mengangguk..


“ apa kau tau jika aku terlalu tampan ? “ tanya bara.


Ima terdiam kali ini, ditatapnya bara dengan tajam.


“ tunggu hingga aku memiliki rama, kau tidak akan bisa narsis seperti itu lagi dihadapanku. “ ucap ima kesal.


Bara tertawa kecil dan memeluk ima dan rima.


“ istriku, cepatlah sembuh dan kita akan segera memiliki rama. “ ucap bara.


Ima hanya diam tidak menolak pelukan bara.


“ bara, aku ingin dirawat dirumah. aku sangat tidak nyaman berada dirumah sakit. “ pinta ima.


“ baiklah, siang ini juga kita akan pulang. “ ucap bara sambil melepaskan pelukannya.


“ bi, tolong temani ima. aku akan menemui dokter helda agar ima bisa pulang saat ini juga. “ ucap bara sambil melangkah keluar kamar.


Dirumah sakit semua pegawai dan dokter tidak ada yang berani menatap bara, terlebih lagi dengan banyaknya luka gigitan dileher bara yang tidak bisa ditutupi.


Tidak mungkin bukan jika bara menggunakan syal dilehernya, tentu dia akan dianggap pria melambai.


Bara tidak terlalu memperdulikan tentang pandangan orang lain, yang dia butuhkan hanyalah istrinya bisa segera keluar dari rumah sakit siang itu.


Bara menemui dokter helda dan mengemukakan alasannya.


“ dokter, saya ingin ima dirawat dirumah. anda akan kami antar jemput setiap hari untuk memeriksa keadaan ima hingga dia sembuh. “ ucap bara.


“ apa alasannya tuan ? “ tanya dokter helda.


“ istri saya merasa tidak nyaman berada dirumah sakit. saya tidak mau membuatnya stress. “ jawab bara.


“ jika itu alasannya, maka saya tidak bisa menolak tuan. sebisa mungkin saya akan menghindarkan nyonya ima dari stress. “ ucap dokter helda.


“ tuan, kenapa anda mau repot – repot menemui saya ? “ tanya dokter helda.


“ anda bisa memanggil pemilik rumah sakit dan memintanya untuk segera memenuhi permintaan anda, bukankah itu lebih cepat ? anda adalah orang paling kaya dan paling terhormat dikota ini dan mampu melakukan apapun tanpa harus turun tangan secara langsung seperti ini. “ tambah dokter helda.


Bara hanya diam...dulu mungkin dia seperti itu, arogan, dingin dan berbuat semaunya.


Tapi semenjak 4 tahun yang lalu, pertemuannya dengan ima merubah segalanya.


“ dokter, saya hanya tidak mau menyalahgunakan kekuasaan saya saat ini. “ ucap bara.


“ jika saya yang dulu, tentu saya sudah berbuat seperti yang baru saja anda katakan. tapi sejak saya bertemu dengan istri saya, saya tidak lagi menjadi orang yang seperti itu. “ tambah bara sambil berlalu pergi dari ruangan dokter helda.

__ADS_1


Mendengar hal itu, dokter helda semakin kagum dengan kepribadian bara.


“ andaikan aku adalah istrinya, tentu aku akan menjadi wanita paling beruntung didunia ini.” gumam dokter helda sambil tersenyum.


Dokter helda mengurus semua urusan administrasi untuk ima agar hari itu juga ima bisa pulang dan dirawat dirumah.


....


Sesampainya dirumah, ima dan bara hampir tidak mengenali rumahnya sendiri.


Villa hari itu ditutupi oleh bunga lili dan bunga mawar yang sangat banyak, tidak lupa balon yang menempel dimana – mana.


Tidak hanya rumah, bahkan gerbang pun dihiasi bunga dan balon yang sangat banyak hingga tertutup rapat dan tidak bisa melihat ke arah dalam gerbang.


“ aku tau siapa biang kerok kali ini ! “ gumam ima dalam hati.


“ bara, apa kau tau bahwa kakek jimo melakukan semua ini ? “tanya ima.


“ tadi pagi saat aku berangkat kerja, villa masih normal. aku tidak tau sama sekali tentang hal ini ima. “ jawab bara apa adanya karena tidak mau membuat ima marah.


Pintu gerbang terbuka, mobil masuk ke dalam villa.


terlihat di pintu masuk sudah dihiasi pita besar bertuliskan “ Selamat Datang Cicitku, RIMA LANG " .


“ nah, tidak salah lagi. biang kerok kali ini tidak lain adalah kakek dari bara, Jimo Lang.” gumam ima dalam hati.


Paman sam membuka pintu dan...


“ selamat datang cicitku rima lang tersayang...! “ teriak kakek jimo yang sudah berdiri dengan membawa seikat bunga lili yang sangat besar.


Ima yang duduk dikursi roda hanya terpana melihat seisi rumah.


Didalam rumah dihias sama persis seperti diluar rumah, tangga, meja, kursi, semuanya tidak ada yang selamat dan telah dihias dengan sempurna oleh bunga dan balon.


Ima pun memegangi kepalanya..


“ oh Tuhan, berapa banyak uang yang telah dihabiskan oleh kakek jimo untuk mengubah villa sebesar ini menjadi kebun bunga seperti ini dalam waktu sekejap ? orang yang terlalu kaya memang susah ditebak ! “ gumam ima dalam hati dengan kesal.


Kakek jimo mengambil rima dari buaian bibi ana, diciuminya cicit kesayangannya yang sangat cantik itu.


“ terima kasih ima, kau telah memberikan keluarga lang seorang cicit perempuan. setelah 4 generasi ( kakek jimo, ayahnya bara dan bara serta yori ) akhirnya keluarga lang memiliki keturunan perempuan. “ ucap kakek jimo yang masih dibutakan oleh rasa bahagianya itu.


Melihat kakek jimo bersuka cita atas cicit barunya, bara pun mulai berkomentar.


“ kek, tenanglah. ima sudah berjanji padaku akan memberikanmu cicit lagi dalam waktu dekat dan kali ini cicit laki – laki. “ ucap bara sambil mendorong kursi roda ima menuju kamar.


“ bara, apa kau gila ? “ tanya ima.


“ baru kemarin aku dioperasi dan sekarang kau sudah membahas anak laki – laki ? “ tanya ima yang makin kesal dengan sikap duo lang itu ( kakek jimo dan bara ).


“ apakah yang dipikirkan pria jaman sekarang hanyalah memiliki anak sebanyak – banyaknya ? mereka pikir kami kaum perempuan adalah alat produksi bayi ?! “ gumam ima dalam hati yang mulai marah.


“ tidak istriku sayang, aku tentu akan menunggumu sehat selama satu bulan kedepan. setelah itu, kita tidak perlu berbicara lagi, aku hanya perlu segera bertindak. “ bisik bara ditelinga ima.


“ oh Tuhan, rasa malu bara benar – benar tidak lagi berada didunia ini !” gumam ima dalam hati.


Ima tidak mau menanggapi ucapan bara, dia hanya diam menuju kamarnya.


Ima ingin segera berbaring dan istirahat karena perutnya yang belum sembuh membuatnya sulit bergerak.


Setelah dibantu berbaring oleh bara, bara duduk disamping tempat tidur ima.


“ ima, apakah perutmu masih terasa sakit ? “ tanya bara.


“ bara, haruskah kau menanyakan hal yang kau sendiri sudah tau jawabannya ? “ tanya ima.


" perempuan satu ini memang benar - benar sulit dilayani. " gumam bara dalam hati.


tanpa bara sadari bahwa dia pun sama sulitnya untuk dilayani.


dua orang yang memiliki watak dan kepribadian yang sama telah bertemu.


Bara hanya diam sambil memegang tangan ima.


“ cepatlah sembuh, satu bulan terlalu lama untukku. aku ingin segera memiliki anakku sendiri. “ ucap bara sambil menempelkan pipinya ke tangan ima.


“ oh Tuhan, masalah anak lagi ! apa bara pikir perutku ini bisa sembuh dalam waktu sehari ? apakah otak bara sedang mengikuti pendidikan militer dan tidak bisa pulang hingga lulus ujian ? “ gumam ima dalam hati.


Ima benar – benar tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengan bara, dia hanya diam dan mulai memejamkan mata.


“ ima..aku mencintaimu.. 4 tahun lalu, saat ini dan dimasa yang akan datang.. aku akan selalu mencintaimu.. “ bisik bara ditelinga ima.


Ima yang mencoba beristirahat pun seketika memerah wajahnya mendengar pernyataan cinta dari bara.


Ima ingin membuka matanya dan melihat bara, tapi dia sangat malu dan memilih untuk tetap memejamkan matanya.


tanpa ima sadari bahwa saat itu wajahnya telah menjelaskan segalanya kepada bara yang memperhatikan wajah ima dengan seksama.

__ADS_1


Bara yang melihat wajah istrinya merah padam pun tidak bisa membiarkan hal itu berlalu begitu saja, diciumnya bibir ima, dilumatnya dan dihisapnya.


ima yang awalnya malu dan tidak mau membuka mata pun seketika membuka matanya dan dilihatnya bara sedang asyik mencumbunya.


“ oh Tuhan, kenapa aku selemah ini terhadap ciuman bara. akal sehatku mulai pergi meninggalkan kepalaku. “ gumam ima dalam hati.


Ima membalas ciuman bara dengan sangat mesra, bara yang melihat usahanya berhasil tidak tinggal diam, lidahnya semakin buas bermain didalam mulut ima.


Tiba – tiba...


“ oeee...oeee... “


Tangisan rima membuat kedua sejoli itu berhenti seketika.


“ bara, rima menangis ! cepat bawa dia kemari. “ ucap ima.


Bara segera berlari menuju ruang tengah.


Dilihatnya rima sedang menangis dipelukan kakek jimo.


“ ada apa ini kek ? “ tanya bara yang sedang panik.


“ aku sendiri tidak tau bara. “ jawab kakek jimo yang juga kebingungan dan panik.


Bibi ana menghampiri kakek jimo...


“ tuan jimo, bolehkah saya mengecek tubuh nona rima ? mungkin nona sedang buang air besar dan merasa tidak nyaman sehingga menangis. “ ucap bibi ana.


Kakek jimo pun menyerahkan rima kepada bibi ana.


Bibi ana mengganti popok rima, seketika itu juga rima terdiam.


Setelah selesai, bibi ana kembali ke ruang tengah dimana kakek jimo dan bara berada.


“ tuan, biarkan nona rima minum susu dan istirahat terlebih dahulu. “ ucap bibi ana sambil menyerahkan rima.


Bara menggendong anaknya itu dan menuju kekamarnya.


“ kek, kakek pulanglah terlebih dahulu. kita akan mengadakan pesta saat ima sudah sembuh. “ ucap bara sambil melangkah menuju kamarnya.


Kakek jimo hanya terdiam sedih, dia masih ingin bermain lebih lama dengan cicitnya itu.


Tapi ucapan bara benar adanya, rima butuh istirahat.


dengan berat hati kakek jimo pulang dengan wajah sedihnya.


Dikamar, bara meletakkan rima disamping ima.


Ima tampak lebih cantik saat sudah menjadi seorang ibu.


“ bara, bisakah kau berhenti memandangku ? “ pinta ima dengan wajah merahnya karena mengingat ciuman yang baru saja mereka lakukan.


“ bagaimana aku bisa berhenti memandangi istriku yang makin lama makin cantik ini ? “ tanya bara.


“ tentu saja aku makin cantik, aku sedang jatuh cinta kepada anakku. perempuan akan terlihat cantik saat mereka sedang jatuh cinta. “ jawab ima sambil memainkan pipi rima yang sedang tertidur pulas.


Bara hanya diam dan mencium kening istrinya itu lalu diciumnya rima yang sedang tertidur pulas.


“ terima kasih ima, karena kau sudah menikah ke keluarga ini. kau adalah kebahagiaan kami. “ ucap bara.


Ima hanya tersenyum dan menyentuh wajah bara.


“ bara, aku pun tidak tau jika jalan hidupku akhirnya seperti ini. saat pertama kali aku datang ke keluarga ini, aku tidak memiliki pikiran bahwa aku bisa hidup bahagia dan memiliki anak. “ ucap ima.


“ aku masih tidak percaya bahwa sekarang aku adalah istrimu. bukankah hidup ini penuh kejutan bara ? “ tanya ima.


“ Kau benar tentang itu. saat aku tau bahwa aku jatuh cinta padamu dan harus menerima kenyataan bahwa kau adalah istri yori, aku pun tidak pernah membayangkan jika takdir mengizinkanku menikahimu walaupun dengan jalan yang cukup rumit. “ ucap bara sambil memandang ima.


Wajah ima memerah karena pandangan bara yang sangat lembut kepadanya.


“ bara, bisakah kau mendekatkan telingamu ? aku ingin mengatakan sesuatu. “ tanya ima.


Dengan patuh bara mendekatkan telinganya ke arah ima.


dan..


“ aku juga mencintaimu..bara.” bisik ima ditelinga bara.


“ puff.. “


Kepala bara seolah mengeluarkan asap berwarna transparan, wajahnya seakan meleleh karena panasnya.


Kata – kata yang ditunggu bara selama 4 tahun ini akhirnya mampu dia dengar hari itu dari mulut ima secara langsung.


Jiwanya seakan melayang sangat tinggi meninggalkan tubuhnya yang berdiri mematung dibumi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2