My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 51


__ADS_3

Saat ima masuk ruang pesta dengan membawa rima digendongannya, tidak hanya semua pria tapi juga para wanita dibuat takjub saat itu.


Malam itu ima bagaikan ibu peri yang turun ke bumi untuk pertama kalinya.


Rambut ima yang bergelombang, make up wajah yang ringan dan natural serta yang lebih penting adalah bayi perempuan cantik yang ada didalam gendongannya.


Semua hal itu membuat ima seolah – olah bukan berasal dari bumi, jatuh cinta membuat seorang wanita memancarkan kecantikan terbaiknya dan saat ini ima sedang jatuh cinta kepada putrinya, rima lang.


Perlahan ima menghampiri bara, suasana tiba - tiba menjadi hening untuk sesaat karena kedatangan ima dan rima.


Para tamu seolah tersihir oleh keindahan ibu peri yang membawa bayi dan sedang berjalan dihadapan mereka semua dengan indahnya.


Jika semua orang terpana, lalu bagaimana dengan bara ?


Tentu saja bara adalah pria yang paling terkejut dengan penampilan baru ima malam itu.


Bara hampir – hampir tidak percaya bahwa wanita yang berjalan kearahnya adalah istrinya, ima halim.


Saat ima sudah berada dihadapan bara, bara masih mematung karena keindahan ima malam itu.


Melihat sikap bara, ima sudah tau bahwa bara sedang ditinggal pergi oleh jiwanya dan ciuman di pipi bara tidak akan cukup untuk membuatnya tersadar.


Ide nakal ima pun muncul, diciumnya bibir bara yang sedang mematung itu dengan lembut.


Benar seperti perkiraan, seketika bara pun sadar dan para tamu pun sadar bahwa ibu peri itu adalah nyonya lang.


“ i..ima, maafkan aku. kepalaku kosong untuk sesaat. “ ucap bara yang mulai gugup.


“ apakah aku secantik itu ? “ tanya ima yang mulai menggoda suaminya.


Wajah bara seketika memerah, para tamu pun terkejut karena mampu melihat wajah bara yang sedang malu itu.


Pemandangan yang sangat jarang itu hanya dapat dilihat oleh para tamu yang hadir malam itu.


Semua tamu tertawa melihat sikap bara yang selalu dingin seketika berubah menjadi seperti seorang remaja yang sedang gugup karena di mabuk cinta.


Melihat kemesraan antara tuan lang dan nyonya lang, para tamu ikut berbahagia kecuali satu orang..yaitu alma ling.


Jantung alma berdetak sangat kencang karena menahan amarahnya.


Rasa cemburu alma menutupi akal sehatnya.


Hati alma seakan – akan dirobek paksa oleh wanita bernama ima.


Alma semakin bertekad untuk merebut bara dengan cara apapun.


“ Sejak kecil bara adalah milikku dan kali ini aku akan mengambilnya kembali darimu, ima ! “ gumam alma dalam hati dengan amarah yang meluap – luap karena melihat adegan ciuman secara langsung antara bara dan ima.


Kelvin yang memperhatikan alma dari awal hanya diam, dia berharap dengan adegan tadi alma bisa menyerah kepada bara.


“ tidakkah kau lihat alma, bara dan istrinya saling jatuh cinta dan hidup bahagia. “ gumam kelvin dalam hati.


Dengan rasa cemburu yang sangat besar dan marah yang amat sangat terhadap ima, alma berjalan mendekati bara.


“ kak bara..!! “ teriak alma sambil memeluk bara dengan erat.


“ alma ?? Benarkah ini kau ?? “ tanya bara terkejut.


“ iya, ini sahabatmu alma, aku sudah kembali. “ ucap alma yang masih memeluk bara.


Melihat bara dipeluk oleh wanita asing membuat ima mulai geram.


“ inikah caramu menyapa setiap teman wanitamu ? “ gumam ima dalam hati.


Ima berusaha menahan diri, banyak tamu yang memperhatikan sikapnya dipesta itu.


Ima tidak mau gegabah menghadapi situasi dan membuat nama perusahaan menjadi buruk karena sikapnya, ima memutuskan untuk diam dan mengamati keadaan.


Terlebih lagi ada orang tua ima di pesta itu, jika ima berbuat sesuatu yang memalukan tentu ibunya tidak akan tinggal diam.


Jika pantat ima menjadi taruhan maka ima lebih baik mundur untuk sementara.


“ apakah jantungmu sudah sembuh ? “ tanya bara kepada sahabatnya itu.


“ belum kak..aku lelah berobat, aku ingin berada disini bersamamu seperti dulu. “ ucap alma yang belum juga melepas pelukannya.


Bagi bara, alma sudah seperti adik perempuannya sendiri.


Dari kecil bara selalu mengalah untuk perempuan satu itu dan selalu menuruti apapun kemauan alma.


Perlahan kelvin menghampiri dan menyapa bara.


“ hai bara. “ sapa kelvin.


“ hai kelvin, bagaimana kabarmu ? apakah kau masih sibuk dengan pekerjaanmu sebagai dokter ? “ tanya bara.


“ seperti itulah, dokter memang jarang memiliki waktu luang. “ jawab kelvin.


“ apa kau tau bahwa alma sudah kembali ke kota jaya ? “ tanya bara dengan wajah bahagianya karena bertemu dengan alma yang sudah seperti adik perempuannya itu.

__ADS_1


“ tentu, dia sudah memberitahuku sejak satu bulan yang lalu. bahkan malam ini kami datang kesini bersama. “ jawab kelvin.


“ kenapa kau tidak memberiku kabar alma ? aku bisa menjemputmu dibandara. “ ucap bara.


“ kak, aku tau kau sangat sibuk. mana mungkin aku tega mengganggumu. “ ucap alma.


bara tersenyum dengan sikap alma yang tidak juga berubah sejak kecil, sangat manja, ceria dan baik hati.


“ oh iya alma, mari kuperkenalkan kepada istri dan anakku. “ ucap bara sambil melepas pelukan alma.


Bara meraih tangan alma dan mengajaknya menemui ima.


“ ima, perkenalkan. ini adalah alma, sahabat masa kecilku. “ ucap bara.


Mendengar ucapan bara, amarah ima pun mereda.


“ hampir saja aku marah kepada sahabat masa kecil bara. betapa buruknya sikapku ! “ gumam ima dalam hati.


“ salam kenal, namaku ima. “ ucap ima sambil tersenyum lembut.


“ salam kenal juga. Kak ima, alma sudah mengenal kak bara sejak kami masih kecil, jadi kak ima tidak perlu cemburu saat melihat sikap kami yang sangat dekat. “ ucap alma dengan senyum cerianya.


“ hampir saja aku marah kepada gadis sebaik ini. “ gumam ima dalam hati.


“ baiklah, silahkan menikmati waktu kalian. “ ucap ima sambil berjalan menemui tamu yang lain.


“ tidakkah kau lihat alma, kakakmu ini pintar memilih istri bukan ? “ tanya bara.


“ iya kak, tentu saja. kak ima sangatlah cantik. “ jawab alma dengan senyumnya.


“ ima tidak cemburu saat suaminya dipeluk erat oleh wanita lain ? bukankah dia terlalu baik hati ? jika begitu maka aku akan lebih mudah merebut bara dari tangannya. “ gumam alma dalam hati.


Malam itu kakek jimo adalah orang yang paling sibuk memperkenalkan cicit kesayangannya itu kepada semua orang.


Seperti tidak memiliki rasa lelah, kakek jimo menanggapi semua tamu yang mengajak rima berbicara.


Tampak kebahagiaan di wajah kakek jimo malam itu.


...


Pesta mulai berakhir, para tamu sudah pulang dan hanya tertinggal beberapa orang.


Bara masih asyik berbincang dengan kelvin dan alma, ima yang merasa lelah ingin segera pulang dan beristirahat.


Rima sudah terlebih dahulu pulang bersama bibi ana dan paman sam, ima yang ingin segera pulang mulai menghampiri bara.


“ oh, baiklah ! “ jawab bara sambil berdiri dari duduknya.


“ tapi kak, kita belum selesai mengobrol. Sudah 8 tahun kita tidak bertemu, bisakah kau menemaniku lebih lama lagi ? “ pinta alma.


“ alma, lain kali aku akan mengundangmu untuk datang kerumah dan kita bisa melanjutkan obrolan kita. “ ucap bara sambil mulai meraih tangan ima.


“ bara, jika kau masih ingin berbincang, maka lanjutkanlah. aku akan pulang dengan sopir kakek jimo. “ ucap ima.


“ tidak ima ! kau adalah istriku. sahabatku memang penting, tapi kau lebih penting dari apapun. “ ucap bara sambil meraih tangan istrinya.


“ kelvin, tolong antarkan alma pulang kerumah. aku akan pulang lebih dulu bersama istriku. “ ucap bara sambil berlalu dari hadapan alma.


Kelvin hanya mengangguk dan tersenyum, alma yang melihat sikap bara hanya bisa marah dalam hatinya.


“ sejak dulu bara tidak pernah menolakku meskipun dia memiliki pacar ! apa yang telah wanita itu lakukan kepada bara ? “ gumam alma dalam hati.


Alma sangat sedih melihat bara yang meninggalkannya dan memilih pergi bersama ima.


Dengan berat hati alma pulang bersama kelvin malam itu, dalam perjalanan kelvin berusaha menyadarkan alma sekali lagi.


“ alma..kau sudah menyaksikan sendiri bukan ? betapa bara sangat mencintai istri dan anaknya. “ tanya kelvin.


Alma diam dan tidak mau menanggapi ucapan kelvin, didalam kepalanya hanya terpikir cara untuk merebut bara kembali.


Alma tidak sadar bahwa sejak awal bara bukanlah miliknya.


Rasa cemburu dan kebencian terhadap ima telah membuat hati alma menjadi hitam, sedikit demi sedikit kegelapan itu mengikis kebaikan yang pernah ada dihati alma.


Alma menoleh ke arah kelvin, dia sudah memiliki rencana untuk bara.


“ kelvin, apakah kau punya obat tidur cair yang bisa membuatku tidur dengan cepat? kau adalah seorang dokter, tentu kau tau tentang obat tidur seperti itu bukan ? “ tanya alma secara tiba – tiba.


“obat tidur ? untuk apa alma ? “ tanya kelvin heran.


“ akhir – akhir ini aku sulit tidur dan aku bosan melihat obat berbentuk pil selama bertahun - tahun. bisakah kau membantuku ? “pinta alma.


“ tentu ! tapi aku akan memberikan dosis ringan untuk pemula sepertimu. “ ucap kelvin.


“ tidak ! aku ingin dosis tinggi. “ucap alma.


“ tapi alma.. “ucap kelvin.


“ kelvin, aku sangat ingin tidur nyenyak walaupun hanya satu malam. “ ucap alma dengan wajah memelasnya.

__ADS_1


Hati kelvin pun seketika luluh melihat alma memohon padanya.


“ baiklah, besok pagi akan aku antarkan obat tidur itu. “ ucap kelvin.


“ terima kasih kelvin ! kau adalah sahabatku yang paling baik. “ ucap alma sambil memegang tangan kelvin


Kelvin bahagia karena bisa membantu alma disaat sulitnya, tanpa dia tau bahwa alma hanya memanfaatkannya.


“ langkah pertamaku untuk merebut bara akan segera dimulai. “ gumam alma dalam hati.


....


Di villa lang..


Sesampainya dirumah, ima segera masuk kekamar dan beristirahat, dilihatnya rima sedang tidur dengan damainya diranjang kecil disisi tempat tidur ima.


“ selamat malam rima.. mwuah “ ucap ima sambil mencium kening rima.


Bara yang baru masuk kedalam rumah tidak melihat ima diruang tengah dan segera menuju kamar.


Bara melihat ima sudah mulai tertidur dengan memegangi ranjang rima yang berada tepat disampingnya.


Bara sangat ingin membahas tentang janji ima 5 bulan yang lalu, tapi melihat ima yang kelelahan membuat bara mengurungkan niatnya dan ikut berbaring disamping ima.


Bara mencium kening ima, lalu mencium pipi bakpao rima. Setelah itu dia tidur disamping ima sambil memeluknya.


....


Pagi harinya..


Seperti biasa, ima sudah berada di kebun belakang villa bersama rima untuk menikmati udara pagi.


Bara sedang bersiap – siap menuju kantor, melihat anak dan istrinya tidak lagi berada dikamar, bara segera berlari menuju kebun yang berada di belakang villa.


Mendengar suara gemuruh kaki yang sedang berlari, ima segera membalikkan tubuhnya.


" pria satu ini benar - benar suka berulah. " gumam ima dalam hati.


Perlahan muncul bara yang berlari dari dalam rumah, ima memandang bara dengan mengerutkan dahinya.


“ hari ini aku tidak ingin bekerja.. “ ucap bara yang terhenti karena mulutnya ditutup oleh tangan ima.


“ bara, kau tidak perlu mengulangi kalimat yang sama setiap pagi. bukankah aku sudah percaya dan bahkan membalas cintamu ? “ tanya ima dengan kesal.


“ tapi sekarang kau sudah sehat dan kau belum memenuhi janjimu 5 bulan yang lalu.. “ ucap bara dengan wajah cemberutnya.


“ semalam aku menunggumu, tapi tanpa rasa bersalah sedikitpun kau tidur begitu saja tanpa memikirkan perasaanku. “ tambah bara yang masih cemberut.


Ima sangat geli melihat wajah cemberut bara itu.


“ bara, kau tau bukan bahwa semalam kita semua sangat lelah karena pesta. “ ucap ima perlahan.


“ tapi aku tidak lelah sama sekali ! aku sudah menunggu selama 5 bulan, bagaimana mungkin kau tega memintaku untuk menunggu lebih lama lagi ? “ tanya bara.


“ bukankah kau adalah istri yang sangat kejam ima ? jika saja aku tidak setia, tentu aku sudah bermalam dengan wanita lain selama ini. “ ucap bara.


“ apakah kau memiliki keinginan untuk tidur dengan wanita lain ? “ tanya ima yang wajahnya mulai menakutkan.


“ tidak ! tentu tidak ! aku akan menunggumu ima, aku tidak akan tidur dengan wanita lain “ jawab bara dengan wajah seriusnya.


Mendengar ucapan suaminya, ima hanya tersenyum.


“ baiklah, karena suamiku sudah bekerja keras maka malam ini aku harus memberinya hadiah. “ ucap ima.


“ nanti malam rima akan aku izinkan tidur dengan bibi ana, sehingga kau tidak lagi cemberut seperti tadi. “ tambah ima sambil membalikkan tubuhnya membelakangi bara.


Setelah mengatakan hal itu wajah ima terasa panas dan seketika memerah.


“ semoga bara tidak melihat wajahku yang sedang merah seperti kepiting rebus ini ! “ gumam ima dalam hati.


Mendengar ucapan sang istri, seketika wajah bara berbinar.


“ baiklah, nanti malam aku akan menunggu dengan patuh istrikuu.. “ ucap bara sambil memeluk ima dan rima lalu pergi bekerja.


Setelah bara pergi, ima memanggil shane untuk menemaninya minum teh seperti biasa.


“ shane, aku tidak tau apa yang akan terjadi dimasa depan. tapi aku tidak mau mengalami hal yang sama. “ ucap ima sambil meminum tehnya.


“ apakah kau mau melindungi bara ? dahulu, jika yori tidak kau ikuti mungkin sekarang risa dan yori sudah menikah karena pernah tidur bersama. aku tidak bisa membayangkan neraka seperti apa yang harus aku lalui jika hal itu terjadi. “ tambah ima.


“ tapi kak, kak bara sudah memerintahkanku khusus untuk melindungimu dan rima. “ ucap shane.


Ima melihat ke arah shane, pria dihadapannya itu mungkin baru berumur 22 tahun dan lebih muda 2 tahun darinya.


Shane yang sejak kecil tidak tau tentang arti kasih sayang, sangat bersyukur bertemu dengan bara dan ima.


Shane yang awalnya hanya tau cara membunuh perlahan berubah menjadi penyayang terhadap ima dan rima.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2