My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 60


__ADS_3

Sasa hanya terdiam melihat perbincangan bara dan ima yang sedang berdiskusi tentang masa depan alma.


“ bagaimana mungkin nona alma bisa menang melawan wanita yang luar biasa cantik seperti itu ? “ gumam sasa dalam hati sambil melihat ke arah ima.


“ sekarang aku baru tau alasan nona alma menggunakan cara kotor untuk mendapatkan tuan bara, itu karena dia tau bahwa dia tidak akan menang melawan wanita ini dengan cara biasa. “ gumam sasa lagi dalam hatinya karena mulai paham dengan situasi yang dihadapi alma sedikit demi sedikit.


Ima hanya terdiam mendengar permintaan bara untuk melepaskan alma dari tindak kejahatannya itu.


Tapi karena hasil akhir menyatakan bahwa tidak terjadi apa – apa pada bara, ima pun berusaha melepaskan alma meskipun hatinya tidak rela.


Ima hanya tidak habis pikir terhadap bara, bagaimana mungkin dia membela alma yang jelas – jelas bersalah dan bahkan hingga 2x melakukan kesalahan.


" persahabatan macam apa yang membiarkan seorang kriminal lepas dari tanggung jawabnya ? " gumam ima dalam hati.


Dengan sangat heran, ima hanya mencoba berfikir bahwa mungkin cara berpikir bara berbeda dengan cara berpikir ima.


“ jika kau tumbuh dibawah didikan militer ibuku, maka jika kau salah kau harus siap menerima hukuman ! itu adalah hal yang benar ! “ gumam ima dalam hati.


Ima benar – benar tidak mau berdebat dengan bara saat itu, luka ditangan ima terasa nyeri lagi jika dia emosi.


Ima ingin melihat bagaimana bara menyelesaikan masalah itu dengan alma besok pagi.


“ baiklah, terserah kau saja. aku akan kembali kedalam, aku sudah mengantuk ! “ ucap ima sambil berlalu meninggalkan gudang itu dengan hati kesal.


Ima meninggalkan sasa dan menyerahkan takdir sasa kepada bara dan shane.


Bagaimanapun, menurut ima sasa tetap bersalah, meskipun dengan alasan biaya operasi adiknya, sasa tidak harus menghancurkan rumah tangga orang lain.


Sasa bisa memilih jalan lain yang lebih baik seperti meminjam uang kepada papa ling dan dibayar dengan memotong gajinya tiap bulan.


Tapi sasa lebih memilih jalan yang salah dan hal itu harus dipertanggungjawabkan.


Sasa merasa takut karena ima tidak lagi berada ditempat itu, sekarang dia harus berhadapan dengan 2 pria mengerikan dihadapannya.


Walaupun pria satunya tidak terlihat sama sekali.


“ kau ! aku akan melepaskanmu kali ini karena permintaan dari istriku ! “ ucap bara sambil berdiri dari tempat duduknya dan hendak pergi dari gudang itu.


“ shane ! siapkan wanita ini untuk bersaksi besok pagi. aku akan meminta bibi ana menyiapkan makanan dan pakaian untuk wanita ini. jaga dia jangan sampai kabur ! “ ucap bara sambil berlalu pergi dari tempat itu.


“ siap kak ! aku akan pastikan dia tidak akan bisa pergi dari tempat ini. “ jawab shane dari kegelapan dan wajahnya tidak nampak.


Terlihat wajah lega dari sasa, setidaknya hidupnya selamat untuk malam itu.


Didalam kamar, alma yang tidak tau apa – apa sedang menikmati kebahagiaannya karena besok bara akan membicarakan tentang pernikahan mereka.


Alma sudah menghubungi orang tuanya, papa dan mama ling sangat bahagia mendengar bahwa besok pagi bara akan membicarakan perihal pernikahan anak mereka.


Papa ling akhirnya mengurungkan niatnya untuk meminta bantuan kepada kelvin.


Bara yang berada didalam kamar, melihat ima yanh sudah tidur terlebih dahulu karena kesal terhadap bara.


Bara duduk dimeja kerja mininya, jari jemarinya mengetik sebuah surat perjanjian dengan lihai didalam laptopnya.


Wajah bara menunjukkan keseriusan dalam menulis sesuatu dimonitor laptop itu.


Setelah dirasa benar dan lengkap, maka bara segera mencetaknya malam itu juga lewat printer yang ada dimeja kerja mininya itu.


setelah selesai, bara menyimpan lembaran kertas itu kedalam laci meja kerja mininya lalu berangkat tidur disamping ima dan rima.


...


Pagi harinya..


Papa dan mama ling sudah bersiap menuju villa keluarga lang.


Sepanjang perjalanan, hati papa ling dipenuhi kebahagiaan karena putrinya akan segera menikah dengan orang paling kaya dan paling terhormat dikota itu.


“ rumah sakitku akan semakin terkenal dan sukses. “ gumam papa ling dalam hati dengan gembiranya.


Sesampainya di villa lang, papa dan mama ling disambut oleh paman sam.


“ silahkan masuk tuan dan nyonya, tuan bara sudah menunggu anda. “ ucap paman sam sambil mempersilahkan tamu duduk diruang tengah.


Melihat papa dan mamanya datang, alma sangat bahagia dan segera menghampiri mereka berdua.


“ papa..mama..!! “ teriak alma sambil berlari dan memeluk mereka orang tuanya.


“ bagaimana kabarmu sayang ? “ tanya mama ling sambil membelai rambut putrinya itu.


“ aku baik – baik saja mama, kak bara sangat memperhatikan kesehatanku. “ ucap alma dengan senyum cerianya.


Mereka bertiga duduk dan berbincang diruang tengah, paman sam segera memberitahu bara tentang kedatangan orang tua alma itu.


“ tok..tok..tok.. “

__ADS_1


“ tuan bara, orang tua nona alma sudah berada diruang tengah. apa yang harus saya lakukan tuan ? “ tanya paman sam yang masih berada didepan pintu.


Bara membuka pintu..


“ paman, masuklah ! “ pinta bara sambil kembali ke meja kerja mininya.


“ bagaimana kondisi sasa ? “ tanya bara sambil duduk.


“ bibi ana sudah mempersiapkan segalanya, saat tuan bara memberi perintah maka saya akan segera membawa nona sasa ke ruang tengah. “ ucap paman sam dengan wajah seriusnya


“ baguslah kalau begitu, kau boleh pergi paman. “ ucap bara.


“ aku akan keluar untuk berbicara dengan mereka. “ ucap bara kepada ima yang masih asyik membaca buku dengan wajah kesal.


“ apakah kau masih marah kepadaku karena aku membela alma ? “ tanya bara.


Ima hanya diam dan tetap fokus dengan buku yang berada ditangannya dan tidak menoleh sedikitpun ke arah bara.


Melihat sikap kesal sang istri, bara pun mendekati ima perlahan dan dipeluknya wanita pujaan hatinya itu dari belakang.


“ aku benar – benar tidak memiliki perasaan apapun kepada alma, aku harus bagaimana agar membuatmu percaya ? “ tanya bara yang masih memeluk ima


Ima hanya diam dan membiarkan bara memeluknya..setelah beberapa saat, ima menutup buku ditangannya dan dipandangnya bara.


“ kau tau ? kelak kau akan mendapatkan balasan atas tindakanmu hari ini. baik itu balasan baik maupun sebaliknya. “ ucap ima.


“ kau telah melepaskan seorang kriminal dan kita tidak tau apa lagi yang mampu alma lakukan dimasa depan. “ tambah ima dengan nada malasnya.


Ima tau bahwa orang jahat tidak bisa berubah menjadi baik begitu saja dalam waktu singkat.


suasana kamar menjadi hening, bara tak mampu menjawab ucapan ima dan hanya memeluk ima dengan erat.


“ mari kita pergi bersama.. “ ucap bara yang masih memeluk ima.


“ baiklah. “ jawab ima sambil melepaskan pelukan bara.


Ima ingin tau tindakan apa yang akan bara ambil pagi itu.


Bara dan ima keluar dari kamar dan pergi menuju ruang tengah, melihat ima turun, pandangan papa ling tidak lepas dari sosok ima pagi itu.


“ pantas saja bara tidak mau menceraikan istrinya, jika istriku secantik itu aku pun tidak akan pernah melepaskannya. “ gumam papa ling dalam hati.


Bara dan ima duduk disofa ruang tengah, mereka berlima saling menatap satu sama lain.


Bara merasa sangat tidak nyaman dengan sikap alma didepan papa dan mama ling itu.


Karena tidak mau berdebat, bara hanya membiarkan alma melakukan apapun sebelum kebohongan alma terbongkar.


“ om, bara meminta om dan tante datang kesini karena ada hal penting yang harus kita bahas. “ ucap bara yang mulai membuka obrolan.


“ iya bara, alma sudah menceritakan semuanya kepada kami tadi malam. “ ucap papa ling.


Bara sebenarnya tidak ingin menyakiti siapapun hari itu, tapi mengingat alma sudah berbuat hal yang hampir menghancurkan rumah tangganya maka mau tidak mau bara harus bertindak.


“ om, bara akan membatalkan pernikahan dengan alma ! “ ucap bara dengan tatapan serius ke arah papa ling.


Alma sangat terkejut mendengar ucapan bara, dia sangat bingung dengan situasi pagi itu.


“ kak ? apakah kau tidak salah berbicara ? “ tanya alma heran.


“ tidak alma. aku tidak akan menikahimu hingga kapanpun. “ ucap bara meyakinkan alma.


“ apa maksudmu bara !? “ tanya papa ling mulai marah karena merasa dipermainkan oleh bara.


“ om, tolong dengar penjelasan bara terlebih dahulu. “ ucap bara yang berusaha menenangkan papa ling.


Suasana diruang tengah menjadi hening, alma sangat bingung dan juga heran, papa ling juga tidak kalah bingungnya dengan alma saat itu.


“ apa yang sedang terjadi ? “ gumam papa ling dalam hati.


“ alasan aku berjanji menikahi alma adalah karena kami telah tidur bersama, tapi jika ternyata kami malam itu tidak melakukan apapun maka akupun terlepas dari tanggung jawab untuk menikahi alma. “ ucap bara.


“ kau masih tidak mau mengakuinya ?! “ ucap papa ling yang mulai marah.


“ om, seharusnya om bertanya kepada alma dan bukan kepada bara. hanya alma yang tau apakah malam itu terjadi sesuatu atau tidak. “ ucap bara mulai menjelaskan.


“ apa maksudmu bara ? alma jelas – jelas mengatakan bahwa kalian telah melakukan hal itu. apa lagi yang harus om tanyakan kepada alma ? “ tanya papa ling heran.


“ alma, apakah malam itu benar – benar telah terjadi sesuatu antara kita ? “ tanya bara.


Alma terdiam dan masih bingung, dia heran kenapa bara tiba – tiba menanyakan tentang hal itu.


“ tentu saja kak ! kita telah tidur bersama malam itu. kenapa kau menanyakan hal itu lagi ? “ tanya alma heran.


Melihat alma yang masih tidak mau mengaku membuat bara mulai marah, alma benar – benar harus segera disadarkan.

__ADS_1


“ aku beri kau kesempatan sekali lagi alma, demi persahabatan kita, apakah malam itu terjadi sesuatu diantara kita ? “ tanya bara dengan nada sedikit keras.


Sekarang alma terdiam, dia mulai sedikit takut dengan sikap bara.


“ kenapa bara seperti ini ? apakah dia tau sesuatu ? “ tanya alma dalam hati.


“ kak, berapa kalipun kau bertanya maka jawabanku akan tetap sama ! “ jawab alma dengan seriusnya.


Bara menarik nafas dalam – dalam agar tetap tenang, dipanggilnya paman sam.


“ paman sam ! bawa pelayan itu kesini ! “ teriak bara.


Perlahan sasa melangkah menuju ruang tengah dengan ditemani oleh bibi ana.


Mulut alma seketika terkunci rapat, jantungnya mulai berdetak tak terkendali saking cemas dan takutnya.


“ kenapa sasa ada disini ? “ gumam alma dalam hati.


Papa dan mama ling heran dengan kedatangan sasa diruangan itu.


“ sasa ? kenapa kau ada disini ? “ tanya mama ling heran.


“ maaf nyonya..tapi saya diminta untuk berada disini oleh tuan bara. “ ucap sasa apa adanya.


“ bara ! apa maksudnya ini ? “ tanya papa ling kebingungan.


Alma masih terdiam, tubuhnya mulai bergetar karena belum pernah alma merasa setakut ini selama hidupnya.


Ima hanya diam sejak awal, ditempat itu dia hanya berperan sebagai penonton.


“ om, pelayan ini akan menjelaskan semua yang terjadi malam itu. “ ucap bara sambil menatap sasa dengan tatapan tajam.


Sasa tidak berani menatap alma, dia sangat takut terhadap alma tapi rasa takutnya dikalahkan dengan rasa takut terhadap bara yang bahkan bisa menculiknya dengan mudah.


“ maaf om, tapi malam itu benar – benar tidak terjadi apa – apa antara nona alma dan tuan bara. “ ucap sasa.


“ sasa !! “ teriak alma.


“ jangan bicara omong kosong ! “ tambah alma.


Sasa seketika terdiam karena teriakan dari alma, dia mulai takut lagi kepada alma.


“ kau ! lanjutkan ucapanmu dan jangan berhenti hingga selesai ! “ ucap bara dengan nada keras dan jari yang menunjuk ke arah sasa.


Melihat situasi yang tidak menguntungkan, alma segera bertindak agar kebohongannya tidak terbongkar.


“ kak ! jangan percaya kepada pelayan seperti dia ! dia hanya mau memfitnahku karena dia iri kepadaku selama ini. “ ucap alma mencoba menutupi kebohongannya.


“ dia menggunakan kebohongan ini agar aku tidak menikah denganmu. jika aku menderita maka dia akan sangat bahagia kak ! jangan percaya kepadanya. “ tambah alma yang benar – benar menggunakan segala cara agar kebohongannya tidak terbongkar.


Tanpa alma tau bahwa sebelum bara membawa sasa kehadapan mereka, tentu bara sudah menyelidiki semuanya.


“ DIAM !!! “ teriak bara kepada alma sambil berdiri dari duduknya.


Alma seketika terdiam karena shock atas sikap bara, bara belum pernah sekasar itu terhadap alma selama hidupnya.


“ kau meminta pelayan itu memberi teh berisi obat tidur kepadaku ! “ ucap bara dengan keras.


“ dan tidak hanya berhenti sampai disitu, kau bahkan memberi obat perangsang kedalam gelas air minum dikamarku ! “ tambah bara.


“ apakah kau masih mau mengelaknya ? “ tanya bara.


Alma seketika terdiam lemas, dia tidak menyangka bahwa bara tau semua itu.


“ bagaimana bisa kau menuduhku kak ? aku tidak tau apa – apa tentang hal ini. “ ucap alma yang masih berusaha menghindari dosanya.


“ haruskah aku panggil saksi lain agar kau mau mengaku ! “ tanya bara dengan marahnya.


“ aku yakin tidak ada yang melihatku saat itu ! bagaimana mungkin bara tau ? “ gumam alma dalam hati.


Alma terdiam, kepalanya mulai berfikir dengan keras.


“ tanpa bukti maka bara tidak akan bisa menyalahkanku. “ gumam alma dalam hati.


“ ada apa ini sebenarnya ? “ tanya papa ling.


“ om ! tidak terjadi apapun antara aku dan alma malam itu, pelayan itu adalah saksi nya. “ ucap bara.


“ alma dan pelayan itu bekerja sama untuk menjebakku malam itu ! “ tambah bara.


Papa ling terkejut dengan kenyataan itu, dia masih belum bisa percaya.


“ tidak mungkin alma berbuat seperti itu bara, dia tidak mungkin berbohong. alma adalah gadis yang baik dan kita semua tau itu. “ jawab papa ling.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2