My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 25


__ADS_3

“ iya, iya , kau selalu membela istrimu hingga aku tidak lagi berani membully nya ! ” ucap bara.


Bara hanya tidak mau membully ima lagi agar hati dan kepalanya tidak bingung seperti 3 tahun yang lalu, dia tidak mau jatuh cinta kepada ima seperti yang dikatakan oleh fio.


untuk mengalihkan perhatian dari ima, bara telah mencari informasi tentang wanita cantik diberanda kamar yori 3 tahun yang lalu.


Tetapi semua kamera cctv tidak merekam wanita secantik itu datang ke rumah sakit.


Pencarian bara pun tidak pernah membuahkan hasil.


Sesampainya dirumah, kakek jimo, bara dan yori makan bersama.


Bibi ana sudah menyiapkan sup iga sapi favorit yori. Suasana villa siang itu diisi dengan kebahagiaan yang tak terkira tanpa mereka tau bahwa badai akan menerpa kebahagiaan itu besoknya.


...


Di rumah keluarga halim..


Siang itu dirumah sangat sibuk karena ibunya fatih meminta ibu rose untuk memasak di acara pertunangan fatih dan ino hari ini.


Ima pun sibuk membantu ibunya agar semua masakan bisa cepat selesai.


Setelah semua makanan siap, ibu rose segera menelepon tetangga nya itu untuk mengambil semua makanan yang sudah siap.


Ima membantu mengantarkan semua makanan itu.


Didalam rumah, fatih dan ino sibuk menerima para kerabat yang datang.


“ ino, selamat ya ! akhirnya mimpimu menjadi kenyataan. ” ucap ima sambil memeluk ino.


“ ima, ini semua berkat kau. tanpa dukungan darimu aku tidak akan sampai pada hari ini. “ ucap ino sambil menangis.


“ hei,hei, jangan menangis. make up mu bisa luntur ! " ucap ima menggoda ino.


Ima pun melihat ke arah fatih.


“ hei anak mama, jaga ino baik – baik ! dia adalah wanita yang sangat baik hati dan lembut. jangan buat ino menangis ya ! ” ucap ima kepada fatih.


“ aku akan menjaganya ima. dia adalah sahabat terbaikmu dan wanita yang sekarang aku cintai. percayakan dia padaku. ” jawab fatih.


Ima pun tersenyum dan kembali kerumahnya dengan tergesa - gesa.


“ ino, aku tidak bisa lama – lama menemanimu karena aku harus membantu ibuku dirumah. saat hari pernikahanmu aku akan menemanimu dari pagi, bahkan hingga malam jika diperlukan ! Ha..ha..” ucap ima menggoda ino sambil berlari pulang kerumahnya.


“ bukankah ima sangat baik fatih ? ” tanya ino.


“ tentu! jika tidak baik aku tidak akan jatuh cinta padanya. tapi sekarang aku punya kau ino. bagiku kau adalah wanita terbaik untukku. ” ucap fatih.


Wajah ino pun seketika memerah karena malu.


Mereka berdua melanjutkan acara pertunangan tersebut hingga selesai.


...


Dirumah, ima sibuk membereskan dapur.


“ bu, berapa banyak ibu fatih membayarmu hingga kau korbankan hariku untuk membantumu memasak ? hari ini aku tidak bisa melihat yori. ” ucap ima cemberut.


“ hei anak perempuan ! apa pantatmu itu sangat merindukan telapak tangan ibumu ini ?? ” ucap sang ibu.


“ memang benar bahwa ibu fatih membayar ibu, setidaknya memang itulah aturannya. disisi lain ibu ingin para tamu mendapatkan makanan yang lezat dan meninggalkan kesan baik untuk keluarga fatih. ” tambah sang ibu.


“ baiklah, aku tidak akan berdebat dengan ibu. apalagi pantatku sebagai taruhan. hari ini aku akan mengalah. tapi setelah ini kita harus istirahat bu. bukankah kau ingat jika besok adalah hari kelulusanku ? ” ucap ima mengingatkan ibunya.


“ tentu saja ibu ingat, jika ibu tidak ingat mana mungkin kebayamu selesai hari ini ? ” ucap sang ibu.


sang ibu bahkan tega mengancam si tukang jahit jika kebaya ima tidak selesai hari ini.


merasa hidup dan usahanya dalam bahaya tentu si tukang jahit bekerja sangat keras untuk menyelesaikan kebaya ima.


“ baiklah, aku tidak akan berdebat lagi. anak perempuanmu ini memang penting bagimu, tapi uang tentu lebih penting dari anak mu ini. " ucap ima cemberut.


“ plak !!!”


Suara pukulan mendarat dengan sempurna dipantat ima.


" what ?? aku kena lagi !! " gumam pantat ima sedikit kesal dan terkejut.


“ ah..!! Ibuuuu !!! ” ucap ima kesakitan.


“ itu hukumanmu karena membandingkan dirimu dengan uang dimata ibu! bagaimanapun keluarga kita baik itu kau, yaser ataupun ayahmu lebih penting dari apapun yang ditawarkan oleh dunia ini kepada ibu !” ucap sang ibu memeluk anaknya.


ima pun tersenyum dan memeluk ibunya sambil mengelus – elus pantatnya yang masih terasa sakit.


“aku tidak akan membahas uang lagi dihadapan ibu. pantatku terancam rata sebelum aku bisa memperlihatkannya kepada yori ! ” gumam ima dalam hati.


Sore itu semua pekerjaan rumah telah selesai. Ima segera berbaring dikamarnya.


Karena lelah ima pun tertidur lalu dia teringat kepada yori, sejak kemarin ima sudah memberitahu yori bahwa hari ini dia tidak bisa datang karena acara tunangan antara sahabatnya ino dan teman masa kecilnya fatih.

__ADS_1


“ apa yang sedang yori lakukan sekarang ? apakah dia sedang belajar berjalan lagi dikebun belakang rumah sakit dengan tongkatnya ? cepatlah sembuh yori. ” gumam ima dalam hati.


Malam itu ima tidur dengan nyenyak karena rasa letih seharian membantu ibunya memasak.


ibu rose dan ayah reno tidur lebih cepat mengingat besok mereka harus mengantar anak perempuannya menghadiri acara kelulusan.


...


Pagi harinya..


Cuaca cerah mengawali pagi ini.


Ima pun dengan senang hati memakai kebayanya.


Ima melihat ke arah luar jendela, dilihatnya awan cerah beiringan menghiasai langit pagi itu.


“baiklah, setelah 3 tahun akhirnya cuaca cerah hari ini mendukungku untuk menghadiri acara kelulusanku. " gumam ima dalam hati.


Ibu rose dan ayah reno sudah siap dimeja makan, yaser pun mau tidak mau harus izin sekolah untuk menghadiri acara kelulusan kakaknya.


Setelah siap ima segera turun kebawah untuk bergabung dengan ayah dan ibunya.


“ ayah,ibu, aku sudah siap. ” ucap ima sambil duduk di kursi meja makan.


“ baiklah, mari kita sarapan sebelum berangkat ke kampus. ” ucap sang ibu.


Mereka pun sarapan bersama dan segera berangkat ke kampus.


disana ima bertemu dengan ino dan fatih yang sudah terlebih dahulu sampai.


“ imaa..” teriak ino seperti biasa sambil memeluk ima.


“ hei..hei,..jangan memelukku lagi, sebentar lagi kalian akan menikah ! peluk tunanganmu mulai besok. “ ucap ima.


“ cintanya kepadamu lebih besar dari cintanya kepadaku ima.” ucap fatih.


“ fatih.. ima adalah sahabat terbaikku. dia yang membuat kita bisa bersama seperti sekarang .” ucap ino cemberut.


“ baiklah..baiklah.. sekarang bisakah kita masuk kedalam ruangan ? acara akan segera dimulai. ” ucap fatih mengingatkan.


“ baiklah, aku akan berbicara dengan orang tuaku sebentar. " ucap ima sambil berlari menuju orang tuanya.


“ ayah, ibu, yaser, aku masuk terlebih dahulu. kalian sudah membawa undangan bukan ? aku akan melihat kalian di bangku keluarga. ” ucap ima sambil memeluk orang tuanya.


ima kembali lagi kepada ino dan fatih.


Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan.


Pria tampan itu menghampiri ayah, ibu dan yaser.


“ selamat pagi ayah, ibu dan tentu si pria kecil yaser. ” ucap yori.


dengan masih terkejut, ayah reno segera menjawab.


“ nak yaser ? kau sudah bisa berjalan nak ?? sejak kapan ? ima bilang kau masih menggunakan tongkat ! " tanya ayah reno yang masih tidak percaya.


“ iya ayah, aku ingin memberi kejutan kepada ima hari ini. ” jawab yori apa adanya.


“ jika ima tau kau sudah berjalan lagi dengan normal. aku tidak bisa membayangkan betapa bahagianya dia ! ” ucap sang ibu sambil mulai menangis.


“ ibu, jangan menangis. jika make up ibu luntur, apa ibu tidak malu masuk kedalam ruangan yang penuh manusia itu ? ” ucap yaser dengan mulut kecilnya.


“ ini tangisan bahagia yaser, kenapa mulut kecil mu itu dingin sekali ! ” ucap sang ibu kepada yaser.


yaser hanya meruncingkan mulutnya, melihat tingkah yaser membuat yori tersenyum.


“ bu, aku akan menunggu diluar. saat ima sudah selesai dengan acara kelulusannya aku akan menyambutnya diluar. ” ucap yori.


“ baiklah nak kami akan masuk terlebih dahulu. ima tentu sudah menunggu kami. " ucap sang ayah.


Yori tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Ayah, ibu dan yaser pun masuk kedalam ruangan.


Ruangan yang seperti stadion sepak bola itu penuh dengan manusia.


Setelah mendapatkan tempat duduk sesuai nomor di undangan, mereka duduk melihat anak perempuannya menjalani prosesi kelulusan.


Saat nama anaknya dipanggil, mereka melihat ima berjalan ke atas panggung untuk menerima ijazah dan mengubah tali topi toganya dari sisi kiri ke sisi kanan.


“ horray, aku sudah lulus ! aku sudah lulus kuliah !! " gumam ima dalam hati.


Saat berada di atas panggung, ima menyempatkan diri melihat ke arah bangku orang tuanya, dilihatnya orang -orang yang disayanginya itu menangis terharu.


Ima pun ikut terharu saat melihat mereka menangis dan tanpa sadar dia pun ikut menitikkan air mata.


Ima turun dari panggung masih dalam keadaan menagis, lalu ino pun bertanya.


“ ima ? ada apa ? ” tanya ino.

__ADS_1


“ tidak. aku hanya sangat bahagia melihat orang tuaku datang dihari kelulusanku. bagiku itu lebih penting dari hadiah apapun. ” ucap ima sambil mengusap air matanya.


ibu rose yang berada di bangku penonton menangis histeris bersama ibu – ibu yang lain yang sudah melihat anaknya naik ke atas panggung.


Siang itu menjadi ajang tangisan para ibu -ibu yang hadir di ruangan itu.


Sang ayah yang matanya mulai memerah pun menarik air matanya masuk kembali dikarenakan melihat betapa histeris nya tangisan para ibu – ibu disekitarnya, termasuk istrinya sendiri.


“ ayah, anak perempuan kesayangan kita akhirnya lulus kuliah. dia sudah bekerja sangat keras untuk kuliah dan merawat suaminya. badannya yang kecil itu sudah menderita selama 3 tahun ini.huaaaa....” ucap ibu rose sambil melanjutkan tangisannya.


Sang ayah yang melihat hanya bisa diam dan mencoba menenangkan istrinya dengan memeluknya.


Yaser tidak menangis sedikitpun, menurutnya acara seperti ini sangat merepotkan.


“ jika kelak aku sudah kuliah dan lulus. aku akan pura – pura sakit untuk tidak ikut dalam acara yang merepotkan seperti ini. ” gumam yaser dalam hati.


Yaser hanya tidak ingin melihat kedua orang tuanya menangis apapun alasannya.


Meskipun masih kecil, yaser sangat pengertian terhadap kedua orang tuanya.


Yaser bahkan berniat membeli istri saat masih berumur 8 tahun agar dapat mengurus orang tuanya.


Pada saat itu ima baru saja menikah dan tinggal bersama suaminya.


Setelah acara kelulusan selesai, para orang tua terlebih dahulu keluar ruangan disusul oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang sudah lulus.


Diluar ruangan ima mencari orang tuanya ditempat parkir mobil ayahnya.


Saat bertemu orang tuanya, dia melihat sosok lain yang sangat dikenalnya sedang membawa bingkisan bunga lily ditangannya.


Ima sangat merindukan sosok pria itu walaupun hanya 2 hari tidak bertemu dan membuat Ima mematung ditempat.


Melihat istrinya terkejut, yori menghampiri Ima perlahan.


Semakin yori berjalan, semakin merah kedua mata ima.


Saat yori berada tepat dihadapan ima, ima menutup mulutnya agar tidak berteriak.


Air mata ima mengalir deras dan dia pun segera memeluk suaminya itu.


“ yori.. kau sudah bisa berjalan ?? aku sangat..sangat.. bahagia ! aku hampir tidak bisa berkata – kata ! aku merindukanmu. " ucap ima sambil memeluk yori.


“ iya, aku tau kau merindukanku. aku datang kesini untuk memberi kejutan tentang kesembuhanku ! ” ucap yori.


“ sejak kapan kau melepas tongkat ? kenapa aku tidak tau ? ” tanya ima penasaran.


“ aku melepas tongkat sejak 3 bulan yang lalu agar hari ini aku bisa memberi kejutan untukmu.” ucap yori.


“ kau sungguh jahat !! jika jantungku tidak kuat, tentu aku sudah mengalami serangan jantung karena sangat bahagia. " ucap ima sambil menangis tersedu – sedu dalam pelukan yori.


“ maaf, aku benar – benar tidak ingin membuatmu terkena serangan jantung . ” ucap yori kepada istrinya.


Ima pun melepas pelukannya dan melihat yori.


Yori pun memberikan bunga lily ditangannya kepada ima.


“ selamat ya istriku atas kelulusanmu. " ucap yori sambil mencium kening istrinya.


Ima memeluk suaminya itu sekali lagi.


“ bisakah aku melihatmu berjalan sekali lagi ? ” tanya ima.


“ mulai saat ini kau bisa melihatku berjalan setiap hari. " jawab yori.


" apakah kita akan mengungkap semuanya hari ini ? " tanya ima.


" iya, keluargaku berhak tau tentang rahasiamu. " jawab yori.


“ baiklah, aku akan ikut kemanapun kau pergi. ” ucap ima.


Ima dan yori pun berjalan menghampiri kedua orang tua ima.


“ ayah, ibu, yaser, aku akan sangat bahagia jika kalian semua mau ikut ke rumahku untuk makan siang bersama. ada hal yang ingin kuberitahukan kepada keluargaku tentang penyamaran ima. hari ini ima sudah lulus kuliah yang berarti hari – harinya menyamar telah selesai dan dia akan memasuki dunia kerja bersamaku kelak. ” ucap yori.


“ tapi yori, kita belum memutuskan dimana aku akan bekerja ! " ucap ima.


“ kau adalah istriku, tentu kau akan berada disisiku baik dirumah maupun dikantor. kau tidak mau bukan jika suamimu yang tampan ini digoda oleh wanita lain ? ” ucap yori menggoda istrinya.


“ jika ada yang berani menggodamu, aku akan membuatnya menderita dan pergi dari kantormu dengan sukarela. " ucap ima.


Yori hanya tertawa kecil.


“ itulah istriku. dia adalah sumber kekuatanku. " ucap yori.


Setelah ayah dan ibu ima berdiskusi, mereka setuju untuk datang ke villa keluarga Lang.


Ayah reno dan ibu rose mengendarai mobil terpisah.


Yori dan ima menuju mobil, disana sudah ada paman sam berdiri menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


“ selamat nyonya ima atas kelulusan anda. ” ucap paman sam sambil membawa seikat bunga mawar berwarna putih untuk ima.


Bersambung..


__ADS_2