My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 59


__ADS_3

Bara dan ima masuk ke dalam kamar dan duduk dikursi samping jendela kaca besar disisi kamar bara.


“ ada apa bara ? kenapa kamar kita jadi berantakan seperti ini ? “ tanya ima heran.


“ tidak usah pikirkan hal itu, ada hal lain yang ingin aku sampaikan. “ ucap bara.


“ baiklah, apa itu ? “ tanya ima.


“ ima, aku sudah memiliki bukti bahwa aku benar – benar tidak tidur dengan alma. “ ucap bara.


“ benarkah ? “ tanya ima yang belum bisa percaya.


“ iya, sebentar lagi shane akan membawa saksi atas hal itu ke rumah ini. “ jawab bara.


“ ima..aku benar – benar tidak memiliki niat sedikitpun untuk mengkhianatimu.. “ ucap bara sambil mendekati ima dan memeluk ima.


“ jika benar seperti itu maka aku tidak sabar lagi bertemu dengan saksi yang kau sebutkan itu. “ ucap ima.


“ tunggulah hingga malam ini dan kau akan bertemu dengannya. setelah itu kita akan membongkar kebohongan alma yang hampir membuatku kehilanganmu. “ ucap bara


Benar seperti perkataan bara sebelumnya, shane malam itu membawa sasa ke rumah mereka.


Bara dan ima sedang menikmati makan malam bersama alma malam itu.


Melihat semua orang sedang makan malam maka shane memutuskan untuk menempatkan sasa digudang villa agar tidak ada yang curiga.


Mulut sasa ditutup agar dia tidak bisa berteriak, tangan dan kaki sasa juga sudah diikat terlebih dahulu sebelum shane membawanya keluar dari gudang yang terletak didalam hutan.


Gudang yang berada didalam hutan itu merupakan tempat persembunyian favorit shane, tidak ada yang berani ke tempat itu dikarenakan banyak binatang buas.


saat sasa dibawa masuk atau keluar dari gudang itu mata sasa ditutup sehingga dia tidak tau jalan masuk dan jalan keluar dari hutan itu.


Bagaimanapun shane sejak kecil sudah dilatih sebagai pembunuh, dia ahli dalam hal menyamar dan menyelinap.


Bagi shane, bara adalah penyelamatnya dan sanggup melakukan apapun demi bara.


Sedangkan ima bagi shane adalah cahaya hidupnya, dia akan memberikan nyawanya untuk wanita yang merupakan cinta pertamanya itu.


Dengan seksama shane menunggu dikamar bara sambil menyantap roti ditangannya.


Shane tidak lagi perlu membunuh orang hanya untuk hidup atau mendapatkan makanan, bara memberinya kartu atm dengan isi yang jumlahnya fantastis setiap bulan.


Meskipun demikian, shane tidak menghambur – hamburkan uang yang diberikan oleh bara karena dia sudah terbiasa hidup apa adanya.


Shane hanya mempergunakan atm itu seperlunya saja, salah satunya membeli mobil sport dengan kecepatan tinggi untuk mendukung tugasnya dirumah itu.


Mobil shane telah dimodifikasi sedemikian rupa hingga terisi berbagai macam jenis senjata didalamnya atau lebih tepatnya mobil sport yang tampak dari luar itu kini telah berubah menjadi mobil tempur di bagian dalamnya.


Setelah selesai makan malam, bara dan ima berbincang diruang tengah bersama alma.


“ kak, apakah kau sudah menemukan pengganti michael ? “ tanya alma.


“ belum, perusahaan milik michael adalah yang terbaik didunia dan kau tau tentang hal itu bukan ? “ ucap bara.


“ satu minggu ini aku sudah mencari informasi..bukankah kak bara memiliki 2 orang yang mengimpor bahan baku mentah ke perusahaan lang ? “ tanya alma.


“ bukankah melepaskan michael tidak akan berdampak begitu besar hingga mengakibatkan perusahaan lang bangkrut ? “ tanya alma lagi.


“ alma, apakah selama satu minggu ini kau sering keluar rumah untuk menyelidiki informasi tentang perusahaanku ? “ tanya bara.


“ aku..aku hanya ingin membantu kakak supaya kita bisa segera menikah kak.. “ jawab alma.


“ alma..saat ini aku benar – benar tidak ingin membahas tentang pernikahan denganmu.” ucap bara sambil memegangi kepalanya.


Ima yang menyaksikan bara dan alma hanya mengamati keadaan tanpa berkomentar atau ikut campur sedikitpun.


Alma ingin sekali membuat ima cemburu, tapi entah kenapa bara sekarang menjadi dingin kepada alma.


“ kenapa bara dingin sekali kepadaku sekarang ? aku jadi tampak bodoh didepan ima ! “ gumam alma dalam hati.


“ kak, apakah kau hanya mencari alasan agar bisa menunda pernikahan kita ? “ tanya alma yang mulai curiga.


“ alma, aku benar – benar tidak ingin berdebat denganmu. “ ucap bara.


“ dimana shane ini ! kepalaku bisa pecah jika harus berdebat setiap hari dengan alma ! “ gumam bara dalam hati.


Shane yang mengamati dari kegelapan hanya tertawa kecil melihat bara yang terus memegangi kepalanya karena dibuat pusing oleh alma.


“ kak ! kau sudah tidur denganku ! apa lagi yang kau tunggu untuk menikahiku ? “ teriak alma yang mulai marah.


Ima yang mendengar kalimat terakhir alma menjadi tidak nyaman berada diruangan itu.

__ADS_1


Ima tidak mau membiarkan emosinya meluap karena ucapan dari alma yang terkesan disengaja.


“ selesaikanlah urusan kalian berdua, aku lelah dan ingin istirahat lebih dulu. “ ucap ima sambil berlalu menuju kamar.


“ ima ! aku akan ikut denganmu.. “ ucap bara sambil berdiri dari tempat duduknya.


Alma segera memegang tangan bara, dia menahan bara mengikuti ima ke dalam kamar.


“ alma ! apa yang kau lakukan ? lepaskan tanganku ! “ ucap bara.


“ tidak ! tidak akan ! kak bara adalah milikku sejak kecil. alma tidak mau melihat kak bara dengan wanita lain ! “ teriak alma.


“ aku akan berbicara pada papa ! aku akan keluar dari keluarga ling dan menikah dengan kakak secepatnya, aku tidak perduli jika kakak bangkrut dan jatuh miskin. “ ucap alma.


“ alma ! apa kau sudah gila ? aku senang kau sangat mencintaiku apa adanya..tapi aku sudah memiliki keluarga..kau juga berhak bahagia dengan orang lain yang juga mencintaimu.. “ ucap bara.


“ maksud kakak ? apakah kakak tidak berniat menikahiku sejak awal ? “ tanya alma yang mulai menangis karena merasakan hatinya mulai hancur.


Bara yang belum bisa mengatakan kebenarannya kepada alma mulai kebingungan.


“ alma, tenanglah..besok pagi kita akan membicarakan tentang pernikahan kita, tolong telpon papa dan mamamu agar datang kesini besok pagi..ok ? “ ucap bara.


Mendengar ucapan bara, alma segera berhenti menangis dan tersenyum dengan gembira.


“ benarkah kak ? “ tanya alma dengan mata berbinar – binar.


“ iya benar ! sekarang istirahatlah, besok kita akan membicarakan hal penting. “ ucap bara.


“ iya kak ! alma akan segera menghubungi papa dan mama. “ ucap alma sambil berlari menuju kamarnya.


Bara menarik nafas dalam – dalam, setidaknya dia tidak berbohong dengan ucapannya.


“ aku memang akan membicarakan tentang pernikahan, tapi tentang pembatalan pernikahan..” gumam bara dalam hati .


Bara menemui ima yang sedang asyik membaca buku didalam kamar, tidak lama kemudia shane muncul.


“ kak, aku sudah membawa orang itu. dia berada digudang belakang villa. “ ucap shane.


“ ima, mari kita menemui saksi itu. setelah kau mendengar sendiri dari orang itu maka kau akan percaya bahwa aku selalu setia kepadamu.” ucap bara.


Ima menutup buku yang berada ditangannya dan meletakkannya kembali ke rak buku, diambilnya sebuah jaket dari lemari sebelum keluar rumah.


Bara segera membantu ima memakai jaket, ima memandang bara yang sangat perhatian itu.


Setelah siap, bara tidak segera pergi ke arah gudang melainkan menemui paman sam.


“ paman, tolong jaga alma agar dia tidak keluar kamar apa lagi sampai pergi ke gudang villa. “ ucap bara.


“ siap tuan, akan saya pastikan nona alma tidak pergi dari kamarnya. “ jawab paman sam.


Bara melihat bibi ana sedang bermain dengan rima, lalu dia melangkah menuju gudang yang berada dibelakang villa bersama ima.


“ cklek “


Suara kunci pintu dibuka oleh shane, dibukanya pintu dan dinyalakan lampu yang hanya ada satu – satunya di gudang itu.


Bara dan ima duduk dikursi yang telah disiapkan oleh shane, setelah itu shane kembali ke kegelapan disudut ruangan itu.


Ima melihat wanita yang duduk didepannya, pakaian wanita itu menjelaskan apa pekerjaan wanita itu.


Ima melangkah perlahan mendekati pelayan itu, dibukanya penutup mata wanita itu.


Sasa perlahan membuka matanya, mencoba melihat dengan jelas perempuan yang sangat cantik dihadapannya itu.


Sasa bergumam seperti ingin mengatakan sesuatu tapi mulutnya tertutup.


“ apakah kau tidak akan berteriak jika aku melepas penutup mulutmu ? “ tanya ima dengan senyumnya yang sedih melihat keadaan pelayan itu.


“ kasihan pelayan ini, dia harus mengalami hal seperti ini hanya karena telah terlibat dengan orang berbahaya seperti bara dan alma. “ gumam ima dalam hati.


Sasa memganggukkan kepalanya tanda bahwa dia tidak akan berteriak setelah penutup mulutnya dibuka.


Ima membuka tali penutup mulut pelayan itu, terlihat bekas kain tali penutup mulut membekas diwajah wanita itu.


Hati ima sedih melihat keadaan wanita didepannya itu..


Bara hanya diam dan membiarkan ima melakukan apapun yang ima mau terhadap pelayan itu.


Bagi bara pelayan itu adalah kriminal dan dia sangat membencinya, saat melihat sasa bara ingin sekali mencekiknya.


Setelah kain penutup mulut dibuka, sasa segera bertanya.

__ADS_1


“ siapa kau ? “ tanya sasa.


“ namaku ima dan aku adalah istri dari pria yang sedang duduk disana. “ jawab ima sambil menunjukkan jarinya ke arah bara yang sedang duduk dan menatap sasa dengan tatapan kebencian.


“ sekarang bolehkah aku bertanya ? siapakah namamu ? “ tanya ima dengan senyum lembut yang menghiasi bibir mungilnya itu.


“ a..aku..maksudku..namaku sasa..” jawab sasa dengan gugup karena takut dengan pandangan bara, pria yang telah dijebaknya karena perintah dari alma.


“ kau tidak perlu takut kepada suamiku, dia tidak akan melakukan apapun selama aku berada disini. “ ucap ima yang masih tersenyum kepada sasa.


Sasa pun merasa sedikit lebih tenang dengan adanya ima diruangan itu.


Jika membayangkan disana hanya ada shane dan bara, tentu sasa tidak mampu berbicara apapun karena sangat takut.


Ima membelai tanda kemerahan diwajah sasa, sekali lagi hatinya terasa sakit melihat wanita diperlakukan seperti itu.


“ sasa, apakah kau telah membuat kesalahan kepada suamiku ? “ tanya ima.


“ jika kau jujur, maka akan aku pastikan suamiku dan pria lain yang hobi berada dikegelapan itu tidak akan menyakitimu. “ tambah ima.


Sasa hanya menunduk dan mulai menangis.


“maafkan aku nyonya, aku mohon maafkan aku. “ ucap sasa sambil menangis terisak – isak.


“ bisakah kau ceritakan kepadaku, apa saja kesalahanmu terhadap suamiku ? “ tanya ima.


“ baik nyonya. saya memberi teh berisi obat tidur kepada tuan bara atas perintah dari nona alma. saya benar – benar terpaksa melakukannya demi biaya operasi adik saya nyonya. “ jawab sasa yang masih menangis.


“ apakah saat itu suamiku melakukan hubungan intim dengan nona alma ? “ tanya ima.


“ tidak nyonya ! tuan bara langsung tertidur dan saya diminta oleh nona alma untuk membantunya membaringkan tuan bara ke atas tempat tidurnya. “ jawab sasa.


Ima tersenyum sekali lagi kepada sasa, diusapnya air mata sasa yang mengalir tanpa henti itu.


“ lalu, apakah kau tau tentang obat perangsang yang ditujukan untuk suamiku ? “ tanya ima.


“ tidak nyonya ! saya tidak tau sama sekali ! saya hanya menerima dan memberikan sebuah paket kepada nona alma, tapi saya benar – benar tidak tau apa isinya nyonya. “ jawab sasa.


“ saya mohon percayalah kepada saya nyonya, saya tidak berani berbohong kepada anda. “ tambah sasa.


“ baiklah, aku percaya padamu. “ ucap ima.


Ima mencium kening sasa, wanita itu bagi ima adalah penyelamatnya.


Sasa sangat terkejut dengan tindakan ima itu, dia benar – benar tidak menyangka bahwa dia ditempat itu tidak disakiti melainkan dicium keningnya.


“ terima kasih sasa, kau telah menyelamatkan hatiku dan keluargaku..terima kasih.. “ ucap ima dengan senyum lembutnya yang dihiasi tetesan air mata bahagia.


Bara yang melihat tindakan ima awalnya terkejut, tapi setelah mendengar ucapan ima maka bara akhirnya mengerti.


“ bara, maukah kau memaafkan sasa ? “ tanya ima.


“ apa maksudmu sayangku ? dia adalah kriminal ! bagaimanamungkin aku bisa memaafkannya ? aku hampir kehilangan kau dan rima karena wanita ini ! “ ucap bara apa adanya.


“ tapi pada akhirnya dia menyelamatkan hatiku dari kehancuran abadi. tanpanya aku sendiri tidak tau bagaimana menjalani hidup kedepannya. “ ucap ima sambil melangkah mendekati bara.


Bara sebenarnya tidak setuju dengan ima, ingatannya tentang sang istri yang tidak sadarkan diri selama seminggu membuatnya sangat membenci sasa.


“ aku tau bahwa sasa bersalah, tapi bolehkah kau memberinya satu kesempatan untuk menebus dosanya ? “ tanya ima.


“ ima, jika bukan karena permintaanmu maka aku sudah berencana untuk membunuhnya dan memberikan tubuhnya untuk dimakan oleh binatang didalam hutan ! “ ucap bara.


“ tapi..baiklah, aku akan menuruti permintaanmu ! “ tambah bara.


“ lalu bagaimana kita akan menyelesaikan urusan kita dengan alma ? “ tanya ima.


“ masalah itu kau serahkan saja semua kepadaku, besok om dan tante ling akan datang kesini dan aku akan membicarakan tentang hal ini kepada mereka. “ ucap bara.


“ lalu, apa hukuman untuk alma ? wanita itu sangat mencintaimu hingga melakukan segala cara untuk mendapatkanmu. bukankah cinta alma sangat mengerikan bara ? “ tanya ima sambil kembali duduk dikursinya.


“ jika aku memintamu untuk memenjarakan alma karena kesalahannya ini, maukah kau menuruti permintaanku ? “ tanya ima kembali.


“ ima, bisakah kau melepaskan alma kali ini saja ? setidaknya aku tidak tidur dengannya dan rencananya untuk menikah denganku gagal bukan ? “ ucap bara.


“ apakah kau mulai memiliki perasaan kepadanya karena dia sangat amat mencintaimu ? “ tanya ima dengan tatapan tajam ke arah bara.


“ tidak ! tidak ima ! bukan begitu..” jawab bara.


“ aku sudah bersahabat dengan alma selama 30 tahun lebih, bagaimana bisa aku memenjarakan sahabatku sendiri ? “ tanya bara.


“ demi persahabatan kami selama ini, aku mohon kepadamu agar melepaskan alma kali ini saja. “ ucap bara.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2