
“ hmph..!!
Teriakan ima langsung dihentikan oleh bara yang sudah membungkam mulutnya dengan kuat dan menahan kedua tangan ima kebelakang.
“ kau sangat pandai ima. kau berhasil menarik perhatianku !! kau pikir setelah membuatku semarah itu kau bisa langsung kabur dengan aman ??? heh..kau meremehkanku !!! ” ucap bara.
“ belum pernah kutemui wanita selicik dirimu, jika niatmu hanya untuk mendapatkan perhatianku maka selamat..kau sudah berhasil. aku tidak bisa memalingkan perhatianku kepadamu mulai hari ini.
Terimalah akibat dari kemarahanku. tanpa kau disini bukan berarti aku tidak bisa menyiksamu. tunggu pembalasanku !! ” ucap bara sambil melepaskan tangannya dan berjalan keluar kamar.
Ima yang masih terkejut hanya bisa terdiam dan akhirnya terduduk lemas ditempatnya berdiri.
“oh Tuhan, bagaimana bisa dia menyerangku secara mendadak hingga 2x, kemarin malam dan hari ini. aku harus semakin waspada walaupun ada bibi ana atau paman sam disisiku. " gumam ima dalam hati.
Bibi ana yang sudah selesai berkemas menemui ima.
Bibi ana terkejut melihat ima duduk lemas dilantai ruang pakaian.
“ nyonya, ada apa nyonya ?? ” tanya bibi ana panik.
“ tidak ada apa – apa bi. “ jawab ima .
Ima tidak mau membuat semua orang dirumah itu panik karenanya.
Toh besok imaa akan pergi dari rumah itu.
Setelah selesai bibi ana membantu ima untuk meletakkan kopernya ke dalam mobil ayahnya.
Setelah selesai mereka semua kembali ke ruang tengah.
Bara sudah duduk santai diruang tengah bersama yang lainnya.
Melihat itu ima benar – benar geram, tapi dia menutupinya mengingat banyaknya orang yang berada diruangan itu.
“ tuan jimo, nak bara, kami pamit pulang karena sudah larut malam bahkan yaser pun sudah tertidur. ” ucap ayah reno.
“ tentu, silahkan.. hati – hati dijalan nak. “ ucap kakek jimo.
Lalu keluarga halim pun pulang.
Diruang tengah kakek jimo berbincang sebentar dengan bara dan akhirnya pulang karena sudah larut malam dan dia ingin agar yori segera istirahat.
“ bara, kakek akan pulang sekarang. yori segera istirahat, besok kau harus bangun pagi dan berangkat ke rumah sakit untuk segera memulai pengobatan dan terapi. " ucap kakek jimo kepada kedua cucunya.
“ ima, jaga dan rawatlah yori. aku mengandalkanmu sebagai istrinya. " ucap kakek jimo kepada ima.
“ iya kek. ” jawab ima.
Lalu kakek jimo pun segera pulang.
Setelah rumah sepi, ima mendorong kursi roda yori ke kamar dibantu oleh paman sam.
Setelah sampai kamar dan membantu yori berbaring, paman sam pun menutup pintu dari luar.
Malam itu ima bahagia karena itu adalah malam terakhirnya berada satu rumah dengan bara si tukang bully itu.
Setelah mengganti baju dan mencuci muka, ima bergabung dengan suaminya ditempat tidur.
“ kenapa kau belum tidur ? ” tanya ima sambil merapikan selimut di tubuh suaminya.
“ aku sedikit gugup karena besok aku mulai berobat dan belajar berjalan. sudah 1 tahun lebih aku tidak berjalan. jadi rasanya sedikit aneh. " jawab yori.
“ saat kau berobat dan belajar berjalan, ada aku yang akan selalu menemanimu. saat kau merasa pengobatan atau terapi mu berat untukmu, ingat lah aku yang menunggumu untuk segera berjalan dan membentuk keluarga kecil kita sendiri.
Aku berharap dengan begitu semua proses penyembuhanmu terasa lebih ringan untukmu. " ucap ima memberi semangat kepada suaminya.
Yori mengangguk dan memeluk istrinya hingga tertidur.
ima pun ikut memejamkan mata karena dia sadar besok pagi mereka harus berangkat pagi ke rumah sakit..
...
Pagi harinya..
Paman sam sudah siap didepan villa, bibi ana sudah selesai menyiapkan sarapan.
Ima dan yori yang sudah siap segera menuju meja makan untuk sarapan sebelum berangkat ke rumah sakit.
“ mana kakakku bi ? ” tanya yori.
“ tuan muda bara sudah berangkat sejak tadi pagi, ada beberapa hal penting yang harus dia lakukan katanya. “ jawab bibi ana.
“ tapi jangan khawatir tuan, dia mengatakan akan sering menemanimu dirumah sakit saat ada waktu luang. " tambah bibi ana.
“ baiklah bi terima kasih. " ucap yori.
Setelah selesai sarapan mereka bergegas menuju rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya dirumah sakit, assisten dokter doni sudah siap didepan rumah sakit untuk mengantarkan yori ke kamarnya didalam rumah sakit.
Setelah itu dokter doni datang menemui yori didalam kamarnya.
“ selamat pagi tuan yori, mulai pagi ini anda akan mengkonsumsi obat dan juga belajar berjalan diruangan terpisah dari kamar ini. saya akan menjadi dokter pribadi anda. ada juga beberapa dokter ahli tulang lain yang akan menemani saya selama anda menjalani pengobatan dan terapi. " ucap dokter doni.
“ nyonya ima, dari sini anda bisa mempercayakan tuan yori kepada kami. jadwal terapi selesai pukul 3 sore dan anda boleh berkunjung pada jam itu agar tidak menggangu waktu penyembuhan. " tambah dokter doni.
Ima mengangguk dan berpamitan dengan suaminya.
“ cepatlah sembuh, nanti sore aku akan datang merawatmu. " ucap ima sambil mencium kening suaminya.
Setelah itu ima pun meminta paman sam untuk mengantarnya ke rumah keluarga halim.
Sesampainya dirumah, ima meminta paman sam untuk kembali ke villa Lang.
“ paman, kembalilah ke villa Lang. saat ada keperluan apapun aku akan menghubungimu. jangan khawatir, aku akan merawat yori dengan baik. " ucap ima yang melihat wajah sedih paman sam.
“ baiklah nyonya, saya akan mengikuti perintah anda. ” jawab paman sam.
paman sam pun masuk kedalam mobil dan berlalu pergi untuk kembali ke villa Lang.
Ima melangkahkan kaki menuju pintu rumahnya.
“ ding..dong..”
Suara bel dipintu rumah keluarga halim berbunyi.
Sang ibu segera menghampiri dan membuka pintu itu.
ibu rose tau bahwa anak perempuan kesayangannya sudah pulang.
“ ibuuu..aku pulang.. “ ucap ima sangat gembira.
Ima pun memeluk ibunya.
Sang ibu yang sangat rindu kepada anak perempuannya itu pun memeluknya kembali.
Yaser yang sudah siap dengan seragam sekolahnya masih juga disibukkan dengan mainan robot barunya.
“ bu, ayah mana ? ” tanya ima.
“ Dia sudah ke kantor. dikantor lumayan sibuk beberapa minggu ini. dia bilang banyak proyek baru. ” ucap sang ibu.
“ ibu akan pergi mengantar yaser ke sekolah terlebih dahulu. kau istirahatlah. besok bukankah kau mulai masuk kuliah ? izin kuliahmu habis hari ini. " ucap ibu sambil meletakkan bekal makan siang yaser kedalam tas sekolahnya.
Lalu ibu dan yaser pergi kesekolah.
Kamarnya masih seperti dulu, tempat tidur yang sejak umur 8 tahun dia tempati, yang berubah hanya meja belajar, meja belajarnya waktu kecil sudah diwariskan kekamar yaser.
Lemari pakaian yang sudah berumur 20 tahun dan masih kokoh berdiri disudut kamar tidurnya.
Dulu saat ayahnya belum naik jabatan, hidup mereka sangat sederhana dan bahagia, bahkan setelah ayahnya sudah naik jabatan pun mereka masih mempertahankan unsur kesederhanaannya.
Yang berubah hanya rumah, tadinya satu lantai sudah direnovasi menjadi 2 lantai dikarenakan yaser lahir saat itu dan kebetulan ayahnya sudah naik jabatan.
Rumahnya sedikit lebih luas dari saat ima kecil.
Tapi apapun perubahannya yang tidak berubah hanya satu hal, kasih sayang antara anggota keluarga dan kebahagiaan yang tidak pernah hilang dari rumah itu.
Ima memejamkan matanya mencoba rileks.
Sentuhan angin membuat pipinya terasa dingin, dia membuka matanya.
ima tidak tau mengapa, jika berada dirumahnya dia bisa rileks dan lebih tenang.
ima memikirkan kembali hari – hari saat dia berada dirumah yori atau dibali.
“ yori.. yori.. cepatlah berjalan dan mari kita bangun keluarga yang selalu bahagia dalam keadaan apapun seperti keluarga ayahku. aku yakin kau akan menjadi ayah yang sangat lembut terhadap anak – anak kita. ” gumam ima sambil memandangi pemandangan diluar jendela.
“ besok aku akan memberitahu ino bahwa pernikahan ku bukan lagi sekedar perjanjian pernikahan, melainkan kami sama – sama jatuh cinta. pasti dia akan sangat terkejut, hehe. “ gumam ima sambil tertawa kecil.
ima meletakkan tas ransel hijaunya ke tempat tidur disusul dengan tubuhnya lalu berbaring sambil menatap langit – langit kamarnya hingga tanpa sadar dia tertidur.
...
Sore harinya...
Sore ini ima bersiap – siap pergi kerumah sakit untuk merawat yori.
ima sudah bersiap dengan membawa tas ransel hijau favoritnya.
“ ima, bawalah ini. ibu dengar yori sangat suka sup iga sapi. Ibu membuat ini khusus untuk suamimu. " ucap sang ibu.
“ baik bu..” jawab ima sambil memeluk ibunya
“ kau adalah ibu terbaik didunia. ” tambah ima.
__ADS_1
Sang ibu hanya mencubit pipi anaknya itu.
Ima melangkah keluar rumah dan menuju halte bus.
Setelah beberapa saat, bus yang ditunggu pun datang.
Ima segera naik kedalam bus dan mencari tempat duduk dibagian depan.
ima meletakkan sup iga dari ibunya diatas pangkuannya.
“ yori, aku datang membawa masakan favoritmu. ” gumam ima dalam hati.
Setelah sampai di rumah sakit, ima menuju kamar yori yang tadi pagi diberitahukan oleh assisten dokter doni.
Ima berdiri didepan pintu kamar yori.
Dipintu kamar, ada sebuah kaca transparan kecil sehingga dari luar ima bisa melihat yori yang terbaring sendirian dan tampak sangat lelah.
Ima membuka pintu kamar, yori pun segera menoleh dan saat dilihatnya sosok perempuan yang sangat dicintainya melangkah mendekatinya hati yori pun tidak bisa menutupi rasa bahagianya.
Wajah yori yang awalnya terlihat letih mulai berubah menjadi bercahaya.
“ apakah pengobatan hari ini berat untukmu suamiku ? ” tanya ima sambil meletakkan sup iga sapi di atas meja samping tempat tidur yori.
“ iya, cukup berat mengingat aku sudah 1 tahun jarang bergerak. tapi saat melihatmu datang, rasa letihku hilang seketika. ” ucap yori bersemangat.
Melihat semangat di wajah suaminya adalah akibat dari kedatangannya, ima pun terharu.
ima tidak menyangka bahwa keberadaannya memiliki dampak yang sangat besar untuk yori.
“ apakah aku harus memberi hadiah kepada suamiku yang hari ini sudah bekerja keras ? ” ucap ima menggoda yori.
Ima pun menyentuh wajah yori, mendekatkan wajahnya dan.. sebuah ciuman mendarat dibibir yori.
Yori pun membalas ciuman dari istrinya itu.
“ apakah setiap hari kau akan memberikanku hadiah seperti ini ? tampaknya aku harus bekerja keras lagi besok. ” ucap yori dengan wajah bahagia.
“ suamiku.. jika kau bahagia, maka aku pun bahagia bersamamu. cepatlah berjalan dan aku akan memberikan hadiah terbaik untukmu. ” ucap ima yang sedikit malu.
“ hadiah apa itu ? ” tanya yori.
“ berjalan lah terlebih dahulu, setelah itu aku akan memberitahumu ! ” jawab ima sambil membuka dan menyiapkan sup iga sapi dari ibunya.
“ ibu ku sudah bersusah payah memasak makanan favoritmu ini, cepatlah makan sebelum dingin. ” ucap ima sambil mulai menyuapi yori.
sedikit demi sedikit makanan masuk kedalam mulut yori, ima pun mulai berbicara.
“ yori, bolehkah aku tidur disini setiap malam ? aku tidak akan menggangumu, setiap pagi aku akan pulang dan sore harinya datang lagi. bagaimana menurutmu ? ” tanya ima yang masih menyuapi yori.
“ istriku, aku sangat senang dengan idemu itu. tapi ini rumah sakit, lingkungan disini tidak baik untukmu. aku tidak mau kau jatuh sakit. ” ucap yori melarang sang istri.
“ yori, tau kah kau bahwa ibuku melarang ku untuk sakit ? kau tidak tau ajaibnya kata – kata ibuku. dia menjaga ku dengan sangat baik sehingga aku jarang sakit. ” ucap ima.
“ ku beritahu satu rahasia. sejak lahir aku hanya demam saat aku mendapatkan suntik imunisasi. bahkan saat aku latihan karate dibelakang rumah dalam keadaan hujan, aku tidak sakit.
Kau tau kenapa ? karena setelah latihan, ibu sudah menyiapkan air mandi hangat untukku, lalu dia menyuapiku dengan sup ayam hangat yang lezat. itu lah ibuku, dia tidak akan membiarkanku sakit. " tambah ima meyakinkan suaminya.
Mendengar ucapan istrinya, yori tau dia tidak bisa menolak ide istrinya itu ditambah dengan mertuanya tentu dia bukan lawan kedua perempuan itu.
Malam itu ima mulai tidur dirumah sakit, sebelumnya dia sudah menelepon ibunya bahwa malam itu dia ingin menemani suaminya dirumah sakit.
Di dalam ruangan yori, terdapat sofa panjang yang bisa digunakan ima untuk tidur.
Fasilitas didalamnya lengkap, mungkin karena ruangannya adalah ruangan vip.
Ima meletakkan beberapa buah kedalam kulkas agar tetap segar hingga besok pagi.
“ tok..tok.”
“ ma, ini ayah dan ibu. kami membawakan pakaian ganti dan peralatan mandi untukmu. ” ucap ibu rose.
Ima membukakan pintu kamar lalu mempersilahkan ayah dan ibunya masuk, termasuk si pria kecil yaser.
“ kami tidak bisa berlama– lama dikarenakan jam berkunjung akan segera habis. ” ucap ayah reno.
“ bukankah kau sudah besar ? kenapa tidak kau bawa baju ganti saat berangkat ke rumah sakit ? kau benar – benar mengurangi waktuku untuk bermain dengan robot – robot ku ! tidakkah kau merasa bersalah terhadap anak kecil sepertiku ? ” ucap yaser dengan wajah cemberutnya.
“ hei..hei.. pria kecil. apa kau kau lupa ? siapa yang membelikanmu semua robot itu ? pria tampan yang sedang berbaring di sana adalah pahlawanmu. tanpa dia kau tidak akan bisa memiliki semua robot itu. " ucap ima mulai menggoda adiknya.
Yaser yang mendengar ucapan kakaknya pun terdiam.
Saat yaser sudah tenang, ima pun berbincang dengan orang tuanya.
“ bu, maafkan aku karena telah merepotkanmu. awalnya aku tidak berniat untuk tidur disini, tetapi melihat suamiku kelelahan karena bekerja keras seharian membuat hatiku terasa sakit.
Aku ingin menemaninya dalam keadaan susah ataupun senang. dia berusaha sangat keras untuk bisa berjalan lagi agar dapat membahagiakanku. " ucap ima dengan wajah sedih .
__ADS_1
Melihat ketulusan hati anaknya, ayah dan ibu ima pun tersenyum.
Bersambung..