My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 08


__ADS_3

Ayah reno membawa yaser yang tertidur pulas ke dalam kamarnya.


Saat ibu rose akan berangkat tidur, dia teringat sesuatu.


“ oh iya ! ima, ibu hampir lupa. besok usahakan izin kuliah 1 hari ya. karena kita akan ke toko kebaya untuk menyiapkan baju yang akan ayah dan ibu pakai dihari pernikahanmu. " ucap sang ibu.


“ bukankah pihak mereka yang akan menyiapkan semuanya ? ” tanya ima heran.


“ iya, hal itu benar adanya. bahkan termasuk gaun pernikahanmu mereka yang menyiapkan. tapi jika baju ayah dan ibu pun disiapkan oleh mereka, keluarga besar mereka akan berfikir bahwa ibu menikahkanmu dengan cucu mereka hanya untuk mendapatkan harta saja. " jawab sang ibu yang mencoba menjelaskan kepada ima.


Ima mengangguk lalu mengambil lembaran kertas yang sejak awal dipegang oleh orang tuanya.


Setelah itu ima kembali ke dalam kamarnya.


Ayah reno melanjutkan menonton tv diruang tengah setelah membaringkan yaser ditempat tidurnya.


Ima yang berada didalam kamar akhirnya bisa mengeluarkan nafas panjang karena merasa lega.


Dia tidak ingin menyembunyikan apapun dari orang tuanya, baik itu kebenaran yang pahit atau manis karena pada akhirnya mereka akan tetap mendukungnya jika dirasa hal itu baik.


Dengan senyum lebar dibibirnya ima pun memasukkan kembali lembaran kertas perjanjian itu kedalam sebuah amplop coklat besar dan meletakkannya dilaci meja belajarnya.


“4 hari lagi aku akan menyerahkan amplop ini untuk ditandatangani oleh yori, semoga 1 tahun kedepan bisa aku lalui dengan aman. " gumam ima dalam hati.


Dengan hati yang tenang ima pun memejamkan matanya, di bawah tidak terdengar lagi suara tv yang berarti kedua orang tuanya sudah berangkat tidur.


Perlahan tapi pasti ima pun tertidur pulas.


....


Pagi harinya...


Keesokan paginya ima menelepon ino untuk memberitahu bahwa hari ini dia tidak bisa masuk kuliah karena harus mengurus pernikahannya yang tinggal 4 hari lagi.


Ima meminta ino untuk menyampaikan hal itu kepada fatih agar tidak datang kerumahnya secara tiba – tiba seperti kemarin dan juga memberi kesempatan kepada ino supaya mempunyai alasan untuk berbicara dengan fatih.


“ sampaikan kepada fatih jika hari ini aku tidak kuliah dan keluargaku tidak ada dirumah. jangan katakan tentang pernikahanku, cukup katakan ada urusan keluarga. Oke ino ? ” tanya ima lewat telepon.


“ iya ima, akan aku sampaikan kepada fatih. ” jawab ino.


“ nah..apakah sekarang kamu sudah bisa berbicara normal dengannya ? ” ucap ima menggoda ino.


“ aku sudah memutuskan untuk mengejar fatih.. aku akan berusaha sebaik mungkin agar dia bisa mencintaiku..” jawab ino dengan jujur.


“ baguslah kalau begitu, perempuan polos ini sudah berusaha menjadi perempuan yang kuat, aku senang mendengarnya. Fatih adalah pria yang sangat baik, jangan sampai terlepas apalagi diambil oleh wanita lain. Oke ?! ” ucap ima sambil memberi dukungan kepada sahabatnya itu.


Jika bisa terlihat, maka akan terlihat wajah ino yang merah padam karena sangat malu mendengar dukungan dari sahabatnya itu.


“ i.. iya ima. aku tidak akan melepaskannya sampai kapanpun. ” jawab ino gugup karena sangat malu.


“ bagus ! kalau begitu aku pergi dulu ya. bye! ” ucap ima mengakhiri percakapannya dengan ino.


Setelah sarapan, keluarga halim pun bergegas ke toko bahan kebaya ternama didaerah itu.


15 menit kemudian mereka sampai di salah satu toko kebaya ternama.


“ silahkan masuk, apakah ada yang bisa saya bantu ? ” tanya pelayan toko kebaya tersebut dengan ramah.


“ kami ingin melihat koleksi bahan kebaya berwarna hijau muda. ” jawab ibu rose.


“ baiklah, mari ikuti saya ke lantai dua. ” jawab sang penjaga toko sambil berjalan menuju ke lantai dua.


ibu rose dan ima pun mengikuti penjaga toko tersebut.


Ayah reno duduk menemani yaser yang sedang sibuk memainkan robot miliknya, mainan itu sengaja dibawa dari rumah.


Ayah reno tau bahwa istrinya akan membutuhkan waktu yang cukup lama setiap kali berbelanja.


“inilah penderitaan seorang suami, menemani sang istri belanja. aku tau dari awal bahwa ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari sebelumnya. ” gumam ayah dalam hati.


Bagaimana pun ayah reno tidak akan berkata apa – apa kepada istrinya dan hanya setia menunggu didalam toko.


Hal itu karena ayah reni sangat menyayangi sang istri yang sudah memberikan 2 anak untuknya.


Satu anak perempuan yang sangat cantik dan cerdas lalu satu lagi anak laki –laki yang sangat tampan dan menggemaskan.


Setelah hampir 2 jam menunggu, 2 perempuan yang sangat disayangi oleh ayah reno itu turun dari lantai dua dengan membawa 2 tas besar dimasing – masing tangan mereka.


“ ayah, setelah ini mari kita ke penjahit ‘ ine’, dia adalah penjahit professional didaerah kita. ” ucap sang ibu sambil menyerahkan tas besar yang dibawanya kepada sang ayah.

__ADS_1


Setelah menyerahkan semua tasnya kepada ayah reno, ibu rose meraih tangan yaser dan membawanya menuju mobil.


Ima yang melihat hal itu segera mengambil tas belanja yang berada ditangan ayahnya.


“ ayah..! biar aku saja yang membawanya, ayah bertugas menyetir dengan benar. ” ucap ima sambil tersenyum.


Ayah reno tersenyum dan berjalan bersama ima menuju mobil.


Didalam mobil, yaser masih tetap asyik dengan robot mainannya.


Melihat adiknya yang menggemaskan, sekali lagi mulut ima mulai gatal untuk menggoda adiknya itu.


“ hei yaser, tahukah kamu apa yang sudah ibu belikan untukmu ? ” ucap ima mulai menggoda adiknya.


“ apa ? ” ucap yaser tanpa menoleh dan asyik memainkan robotnya.


“ ibu membelikanmu rok berwarna hijau ! dia sangat ingin melihatmu menggunakan pakaian wanita karena kau terlalu menggemaskan. sayang sekali kau lahir sebagai pria.. ” jawab ima yang melanjutkan menggoda adiknya.


“ hah ? Apa ?!! ” jawab yaser terkejut.


Sekarang yaser mulai menoleh dan meletakkan robot mainannya lalu memandang sang ibu.


“ benarkah bu ? ” tanya yaser kepada ibunya.


Melihat tingkah laku kedua anaknya, sang ibu yang sejak 2 jam yang lalu tidak bersama yaser memiliki keinginan untuk ikut menggoda pria kecil tersebut.


“ iya ,rok hijau yang sangat cantik serta ikat rambut yang memiliki pita berwarna pink yang sangat besar..! ” jawab sang ibu melanjutkan ide jahil ima.


Pria kecil itu terdiam karena percaya atas apa yang ibunya katakan.


Yaser memandang kakak perempuannya itu dengan tatapan kesal.


Sejenak yaser berfikir dan kembali memandang ibunya.


“ ibuku tersayang, apakah engkau sangat ingin aku menjadi perempuan ? jika iya, maka aku memiliki ide lain yang lebih baik. ” ucap yaser yang membuat ibu dan kakak perempuannya itu penasaran.


“ apakah itu sayang ? ” tanya sang ibu kepada yaser.


“ kita biarkan saja kakak tidak makan selama 1 minggu, saat badannya sudah mengecil sepertiku, makan ibu bisa memakaikan rok dan ikat rambut yang baru saja ibu beli itu untuk kakak ! ” jawab yaser apa adanya.


Ima segera menutup mulutnya untuk menahan tawa, sedangkan sang ibu mulai tertawa terbahak– bahak yang disusul oleh tawa sang ayah.


Sang ayah yang awalnya fokus menyetir pun tidak sanggup lagi menahan tawa yang disebabkan oleh ucapan polos dari anak laki – laki kesayangannya itu.


Seisi mobil tertawa, bahkan ima yang dari awal menutup mulutnya mulai ikut tertawa bersama dengan ayah dan ibunya karena ucapan pria kecil itu.


“ ya ampun.. yaser.. ! kenapa kamu menggemaskan sekali !! Ha..ha..ha..” ucap ima sambil melanjutkan tawanya.


Yaser pun cemberut karena semua orang menertawakannya.


“ aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya, kenapa mereka malah tertawa ? ” gumam yaser dalam hatinya.


Yaser masih tidak sadar bahwa ucapannya lah yang membuat mereka semua tertawa.


Ima tidak mau mengoreksi perkataan adiknya atau memberitahukan kebenarannya.


Ima hanya ingin adiknya tetap berada dalam dunia kecilnya dan tetap bahagia.


Setelah sampai di rumah jahit ’ ine’, ibu dan ima masuk sedangkan ayah reno menemani yaser yang sedang cemberut didalam mobil.


“ selamat datang nyonya, ada yang bisa saya bantu ? “ sapa sang pemilik rumah jahit, ine.


“ iya, aku akan membuat pakaian untukku dan suamiku serta anak laki – laki ku yang akan kami gunakan 3 hari lagi. " jawab ibu rose.


“ mengingat banyaknya pesanan, saya hanya bisa menjanjikan pakaian tersebut siap dalam waktu 1 minggu nyonya, jika nyonya masih memaksa kami untuk siap dalam waktu 3 hari maka akan ada biaya tambahan dikarenakan saya harus menunda semua pekerjaan saya saat ini dan mulai mengerjakan pakaian anda nyonya. " ucap ine menjelaskan.


“ baiklah, aku akan membayar biaya tambahannya dan aku harap pakaianku dan suamiku serta anak laki – laki ku siap dalam waktu 3 hari kedepan. ” ucap ibu ima.


“ baiklah nyonya, kalau begitu silahkan masuk untuk mengukur badan anda dan suami anda serta anak anda. ” jawab ine sambil mengeluarkan alat ukur badan.


Setelah ibu rose selesai diukur, maka ayah reno pun diminta untuk diukur badannya dan tidak lupa si pria kecil yaser tentunya.


Saat badan yaser diukur, dia masih juga memasang wajah cemberutnya.


“ tante penjahit, tolong buatkan aku jas yang bagus dan keren. jangan buatkan aku rok untuk wanita seperti yang diperintahkan oleh ibuku. ” ucap yaser dengan polosnya.


“Ah.. ternyata pria kecil ini masih menganggap perkataan ibunya adalah suatu kebenaran. " gumam ima dalam hati.


Ima tidak sanggup lagi melihat adiknya yang menggemaskan ini.

__ADS_1


Diraihnya yaser, digendongnya dan diciumi pipinya tanpa ampun oleh ima.


Yaser meronta dan segera turun dari gendongan kakaknya itu.


“ aku bukan anak kecil lagi, jangan cium aku ! apalagi didepan umum ! jika ada temanku yang melihat, aku bisa sangat malu ! ” jawab yaser dengan polos.


“ adikku sayang ,taukah bahwa kamu itu sangat menggemaskan ? ” ucap ima.


Yaser mengerutkan dahinya seolah – olah berfikir “ kenapa aku bisa menggemaskan?aku sudah besar ! ”.


Melihat yaser masih cemberut dalam waktu yang lama, ima akhirnya menjelaskan.


“ ibu dan kakak hanya bercanda denganmu, ibu tidak mungkin membeli atau membuat rok untuk pria tampan sepertimu yaser..” ima menjelaskan serta memuji adik laki – lakinya itu.


“ jadi.. kalian hanya bercanda kepadaku ? ” tanya yaser yang mulai ceria.


“ iya, karena kamu sangat tampan dan menggemaskan, hal itu membuat kami semua ingin menggodamu. ” jawab ima perlahan sambil mencuri sebuah ciuman di pipi yaser.


Yaser hanya diam dan melihat kearah ibunya lalu mulai mengeluarkan komentarnya.


“ ibu kenapa setuju untuk menggodaku ? apakah ibu sudah tidak lagi sayang kepadaku ? ” tanya yaser yang wajahnya mulai cemberut lagi.


“ yaser sayang, maaf kan ibu ya nak. ibu tidak akan menggodamu lagi.. Oke ? ” jawab sang ibu menenangkan anak laki - laki kesayangannya itu.


Yaser pun mengangguk dan memeluk ibunya.


Setelah pengukuran selesai, keluarga halim pun pulang kerumah.


Seperti biasa, ayah memarkirkan mobil terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumah.


Ima membuka pintu untuk ibu dan yaser.


Yaser sudah tidak cemberut lagi, begitu sampai rumah dia langsung menuju ruang tengah untuk memainkan game favoritnya.


Ibu mengganti baju dikamarnya untuk bersiap – siap memasak makan siang.


Ima segera kedapur mencari air minum karena rasa haus yang menyiksanya sepanjang perjalanan pulang.


“ kriing..kriing”


Telepon rumah yang tiba – tiba berbunyi membuat ima yang sedang meminum air putih pun tersedak seketika.


“ siapa sih siang – siang begini menelepon ! bukankah ayah hari ini cuti ? “ gumam ima dalam hati.


Walaupun kesal, ima tetap mengangkat telepon tersebut.


“ halo, ini kediaman keluarga halim ! ada yang bisa saya bantu ? ” sapa ima dengan sopan dan ramah.


Tidak ada jawaban dari si penelepon, dan saat ima akan menutup telepon tiba - tiba terdengar suara seorang pria.


“ apakah ini ima ? ” tanya si penelepon.


“ iya dengan saya sendiri ! ini saya berbicara dengan siapa dan ada keperluan apa dengan saya ? ” tanya ima dengan sopan.


“ heeeeh.. ini Bara Lang. ” jawab bara.


“ hah ? kenapa lagi si tukang bully menelepon kerumahku ? dari mana dia tau nomor telepon rumahku ? Ah, iya ! ayah kan salah satu pegawainya, tentu dia memiliki data dikantornya. ” pikir ima dalam hati.


“ ada apa kamu menelepon kerumah kami ? bukankah ayahku hari ini sudah mengajukan cuti ? ” ucap ima malas.


“ hei wanita jelek, jika bukan karena urusan pernikahanmu aku tidak akan meneleponmu. waktuku yang berharga ini tidak akan aku sia– siakan untuk wanita jelek sepertimu. ” jawab bara yang juga mulai kesal karena teringat dengan kejadian dikafe kemarin.


Sebenarnya ima sangat malas menanggapi bara saat ini tapi mengingat pernikahannya yang tinggal 3 hari lagi.


Mau tidak mau ima harus menanggapi semua aksi bully dari bara.


Sambil menarik nafas dalam – dalam ima mulai mempersiapkan dirinya.


“ tuan muda bara, apakah ada yang bisa saya bantu ? sebelumnya terima kasih banyak tuan, karena tuan muda telah membantu mengurus persiapan pernikahan saya. ” ucap ima malas.


“heehh..! wanita jelek ini benar – benar menantangku. ” gumam bara dalam hati.


“ aku akan menjemputmu sekarang, kita akan ketempat dimana gaun pengantinmu sedang dibuat. mereka memintaku membawamu agar gaunnya bisa disesuaikan dengan ukuran tubuhmu. " ucap bara .


“ aku tidak bisa ! hari ini aku sangat lelah. ” jawab ima apa adanya.


“ berani – beraninya kau menolakku ! " jawab bara mulai marah.


“ hei..hei..take it easy ! sabar bara.. biarkan aku menjelaskan terlebih dahulu ! aku baru saja sampai di rumah. seharian ini aku menyiapkan kebaya dan jas untuk orang tuaku. bahkan saat kamu menelepon tadi aku baru punya kesempatan untuk minum ! ” jawab ima menjelaskan.

__ADS_1


“ aku mau sekarang juga kamu bersiap – siap karena aku akan menjemputmu. ” ucap bara yang masih berusaha untuk memaksa ima pergi bersamanya hari itu juga.


BERSAMBUNG..


__ADS_2