My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 27


__ADS_3

melihat bara terduduk lemas, semua orang diruangan itu terdiam.


wajah tampan bara terlihat pucat pasi, terlihat dari sorot matanya bahwa bara kebingungan.


“oh Tuhan. Ima dan bidadariku adalah wanita yang sama ? apa – apaan ini ? kenapa bisa begini ! saat itu dirumah sakit. apakah itu ima ? jarena ima menemani yori dirumah sakit ?” gumam bara dalam kebingungannya.


yori adalah satu - satunya yang paling terpukul atas reaksi bara.


mata yori seketika memerah karena ikut merasakan sakit yang dialami kakaknya.


“ maaf kak...” ucap yori yang merasa bersalah.


melihat kenyataan yang terbuka dihadapannya membuat bara tidak mampu bertindak lebih jauh.


hati bara telah dihancurkan oleh kenyataan pahit bahwa cinta pertamanya adalah adik iparnya sendiri.


“ aku akan pergi kekamar terlebih dahulu untuk menenangkan pikiranku. kalian lanjutkanlah mengobrol.” ucap bara sambil berjalan lemas menuju kamarnya.


“ bang !!”


Suara bara membanting pintu membuat kaget semua orang yang ada diruang tengah.


“ ayah reno dan ibu rose, mungkin sudah saatnya kalian pulang. ini adalah masalah antara kakak dan adik. biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka.” ucap kakek jimo.


Ayah reno dan ibu rose merasa berat meninggalkan putrinya, apalagi setelah mendengar hal yang membuat mereka bergetar marah kepada bara.


Tapi kata – kata kakek jimo benar adanya, ini urusan antara kakak dan adik.


Dengan berat hati ayah reno dan ibu rose mengajak yaser untuk pulang.


Didalam rumah yori masih memeluk ima, kakek jimo tidak bisa marah kepada siapapun atas masalah yang terjadi malam itu.


“ yori, jelaskan semuanya pada kakakmu. aku tau dia hanya akan mendengarkanmu. dia akan mengorbankan segalanya jika itu untuk kebaikanmu.” ucap kakek jimo sambil melangkah keluar rumah dan pulang dengan sopirnya.


diruang tengah hanya tinggal ima dan yori yang saling memandang satu sama lain karena kebingungan.


Mereka benar – benar terkejut dengan hal yang baru saja terjadi.


“ ima, masuklah ke kamar. kunci pintu hingga aku datang. aku akan berbicara dengan kakakku dan semua akan baik – baik saja. Percayalah padaku.” ucap yori.


“ apa kau akan baik – baik saja ?” tanya ima sedikit cemas.


kebahagiaan hari itu terhapus oleh sikap mengejutkan bara.


“ suamimu ini pria kuat, apa kau tidak melihatnya ? dalam waktu 3 tahun aku sudah bisa berjalan seperti ini. apakah kau masih ragu ?” tanya yori berusaha meyakinkan istrinya.


Ima pun menuruti perkataan suaminya lalu menuju kedalam kamar dan menguncinya.


dengan langkah yang berat, yori berjalan menuju kamar bara.


" tok..tok..tok.. "


“ kak,bolehkah aku masuk ?” tanya yori dengan suara pelan.


tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar bara dan membuat yori mulai cemas.


“ kak, aku akan masuk.” ucap yori sambil membuka pintu dan masuk ke kamar bara.


terlihat bara duduk memeluk lututnya sendiri didepan dinding kaca besar disalah satu sisi kamarnya.


wajah tampan bara tampak basah oleh air mata yang menghiasi kedua pipinya.


ini pertama kalinya yori melihat bara yang biasanya kuat dan kokoh menjadi lemah tak berdaya seperti itu.


yori mendekati bara dan memeluknya perlahan dari belakang.


“ kak, maafkan aku. maafkan aku.” ucap yori yang mulai menangis melihat kondisi kakaknya yang menyedihkan.


" ini hukumanku. aku terlalu banyak membuat wanita sakit hati dan menangis selama ini. " ucap bara dengan bibirnya yang kering.


" maafkan aku kak. tapi aku harus melakukan ini demi kita semua." ucap yori dengan air mata yang mengalir deras dan membasahi baju bara.


merasakan cairan hangat menyentuh bahunya, bara seketika membalikkan tubuhnya dan melihat adiknya yang sedang menangis dalam diam.


“ yori ? apakah aku membuatmu menangis ?” ucap bara sambil mengusap air mata di wajah yori dengan jari - jari lentiknya.


bara mengusap perlahan air mata yang jatuh di kedua pipi yori, dilihatnya dengan seksama wajah adiknya yang telah menderita selama ini karena kakinya yang cacat.


“ tidak kak, aku menangis karena kesalahanku sendiri. maafkan aku karena sudah berbohong selama ini. ” ucap yori sambil berusaha menghentikan tangisannya.


“ apa maksudmu ? aku yang tidak mengetahui bahwa ima adalah wanita yang selama ini aku cari.” ucap bara.


Melihat kakaknya belum mengerti akan kebohongannya, maka yori pun menjelaskannya dari awal hingga akhir.


Kata demi kata yang diucapkan yori membuat hati bara menjadi sakit sedikit demi sedikit hingga akhirnya berdarah.


Hati bara sangat perih karena luka dalam yang dibuatnya sendiri.


“ tanpa sadar cinta pertamaku adalah sumber dari kesedihan yori selama ini. aku ini kakak macam apa ?" gumam bara dalam hati memaki dirinya sendiri.


tiba - tiba bara teringat kepada kata - kata terakhir rena.


" apakah ini rasa sakit itu rena ? inikah yang dirasakan oleh setiap wanita yang aku abaikan ? " tanya bara dalam hati.


“ yori, apakah menurutmu ima mau memaafkanku ?” tanya bara.


“ tentu kak. bagaimanapun dia adalah wanita yang sangat baik. dia sudah memaafkanmu sejak 3 tahun yang lalu.” ucap yori dengan wajah sedikit ceria.


melihat sedikit kebahagiaan terpancar di wajah yori, bara hanya bisa menahan rasa sakit dihatinya.

__ADS_1


siapa yang mampu bertahan saat melihat wanita yang sangat dicintai hidup bahagia dengan orang lain.


sekali lagi bara mencoba tabah atas takdirnya yang tidak bisa hidup bersama dengan ima.


“ aku ingin menemui ima dan meminta maaf secara langsung. “ ucap bara.


“ baiklah kak. mari kita pergi bersama.” ucap yori sambil memegang tangan kakaknya menuju kamarnya dengan riang.


bara sekali lagi melihat wajah bahagia adiknya, dia ingin menjadi kakak yang baik meskipun itu berarti membunuh perasaannya sendiri.


“ima, ini yori. kakakku ingin meminta maaf kepadamu.” ucap yori.


Sesaat kemudian terdengar bunyi kunci pintu terbuka, lalu keluarlah ima dari dalam kamar.


Ima tampak sangat cantik, persis dengan ingatan bara saat dia melihat ima pertama kali dalam hidupnya.


tubuh bara bergetar hebat ingin memeluk dan membawa ima pergi dari tempat itu.


pergi ketempat yang hanya ada bara dan ima yang hidup didalamnya.


“ bara ! tenanglah ! ingat, ima adalah adik iparmu ! kendalikan dirimu.” gumam bara dalam hati sambil memperingatkan dirinya sendiri.


bara mengarahkan pandangannya ke arah yori, dilihatnya wajah gembira yori.


sekali lagi bara mengubur mimpinya dalam - dalam agar tidak menghancurkan rumah tangga adiknya itu.


bara menguatkan diri untuk berbicara kepada ima secara langsung demi kebahagiaan adiknya.


“ ima, aku minta maaf atas semua yang telah aku lakukan kepadamu. “ ucap bara sedikit menunduk.


Mendengar hal itu ima pun tersenyum dan memeluk kakak iparnya itu dengan lembut.


“ aku sudah memaafkanmu sejak lama sekali kakak ipar. yori akan sedih jika aku tidak mau memaafkanmu.” ucap ima menenangkan kakak iparnya.


pelukan ima sekali lagi membuat mimpi - mimpi bara bertebaran diruangan itu.


hati bara seperti tertusuk oleh sebuah belati kecil yang tidak mau lepas dan terus memberikan rasa sakit pada tubuh bara.


“ terima kasih ima. terima kasih.” ucap bara sambil memeluk ima kembali.


" mungkin ini adalah terakhir kalinya aku bisa memelukmu seperti ini ima.. " gumam bara dalam hati sambil menangis dalam diam.


“ kedepannya aku akan bersikap lebih baik kepadamu.” ucap bara menahan kesedihannya.


“ baiklah..baiklah..bagaimanapun kita adalah keluarga. kita akan saling menyayangi satu sama lain.” ucap ima sambil melepas pelukannya.


Paman sam dan bibi ana sangat bahagia melihat masalah terbesar dirumah itu telah terselesaikan dengan baik.


Yori menghubungi kakeknya dan orang tua ima untuk memberitahukan bahwa masalah sudah teratasi dan kembali seperti semula dimana bara sudah meminta maaf kepada ima secara langsung.


Kakek dan orang tua ima pun merasa lega dengan keadaan tersebut.


“ tuan dan nyonya, makan malam sudah siap.” ucap bibi ana.


“ baiklah, tak terasa sudah malam. mari kita makan malam bersama sebagai keluarga.” ucap bara.


Ima dan yori mengangguk dan segera menuju meja makan.


Malam itu mereka makan malam dengan bahagia, tampak luar sangatlah harmonis tanpa ada yang tau bahwa bara sedang meronta kesakitan jauh didalam lubuk hatinya.


...


Pagi harinya..


Bara dan yori sudah bersiap untuk pergi kekantor bersama.


Hari ini adalah hari pertama yori bekerja bersama kakaknya.


“ yori, posisi apa yang kau inginkan ? apa kau mau menggantikanku menjadi presiden ? aku akan membuka cabang lain jika kau mau.“ ucap bara


“ kak, satu – satunya yang pantas menjadi presiden adalah dirimu. aku baru akan mulai belajar.” ucap yori.


“ tapi kita memiliki jumlah saham yang sama. masing – masing mendapat saham 30% dari almarhum orang tua kita.” ucap bara.


“ kak, aku tidak mau menjadi presiden. aku hanya ingin membantumu mengembangkan perusahaan orang tua kita.” ucap yori.


Bara tersenyum dan menepuk pundak adiknya itu.


“ ima ? apakah kau sudah siap ?” ucap yori.


“ sebentar..” ucap ima yang salah menggunakan make up sehingga dia harus mengulanginya sekali lagi.


23 tahun tanpa make up tentu sangat sulit untuk dibayangkan.


setelah selesai ima pun turun kebawah.


Ima yang memakai baju kerja resmi sangat enak dipandang.


Bara melihat ima dan seketika jantung nya berdetak kencang tak terkendali.


Bara menahan detak jantungnya dengan tangan kanannya.


bara harus tau bahwa wanita cantik dihadapannya itu tidak bisa dia miliki.


“ jangan biarkan pegawai kakakku menggodamu istriku. “ ucap yori menggoda istrinya.


“ jika mereka berani menggodaku bukankah kau akan mengusir mereka dari perusahaan ?” jawab ima ketus.


“ iya, benar. siapapun yang berani menggoda adik iparku maka dia sudah setuju untuk keluar dari perusahaanku .” jawab bara yang tidak mau kalah.

__ADS_1


Mereka bertiga pun tertawa bersama.


Sesampainya di kantor, bara dan yori keluar mobil.


Yori membukakan pintu mobil untuk istrinya. Petugas keamanan yang berdiri dipintu masuk gedung pun langsung terpesona.


“ kalian berdua ! berhenti melihat nyonya lang dengan pandangan seperti itu !” ucap bara kepada pegawai didepannya.


Ima hanya tertawa kecil melihat tingkah bara.


“ kakak iparku ini sangat bisa diandalkan.” ucap ima menggoda bara.


“ istriku, jangan ganggu kakakku. aku bisa cemburu !” ucap yori cemberut.


“ hah ? apa kau cemburu terhadap kakakmu sendiri ? kita adalah keluarga !” ucap ima dengan tawa kecilnya.


Mereka bertiga pun memasuki gedung.


Dari lantai bawah hingga lantai atas gedung pagi itu ramai membicarakan 2 wajah baru yang mendampingi bos mereka.


Satu wanita yang sangat cantik, satu pria yang tampan dan terlihat sangat lemah lembut.


“ kalian akan aku perkenalkan kepada semua direktur pada meeting pagi ini.” ucap bara.


“ tok..tok..”


Suara pintu diketuk oleh selly, sekretaris bara.


“pak, meeting akan segera dimulai.” ucap selly sambil melirik ke arah ima dan yori.


“ aku akan segera kesana. kembalilah ke meja kerjamu dan berhenti menatap adik ku dan adik iparku.” ucap bara ketus.


Selly pun malu dan segera keluar dari ruangan itu.


Ima dan yori mengikuti bara memasuki ruang meeting yang terletak satu lantai dengan ruangan bara.


“ selamat pagi semuanya. hari ini kita kedatangan anggota baru di perusahaan kita. disebelah kananku ada yori Lang, adik kandungku dan disebelahnya ada ima halim, dia istri dari adikku yang baru saja lulus dari universitas negeri terbaik di kota ini.” ucap bara.


Semua direktur pemegang saham pun membungkuk memberikan hormat.


“ kedepannya aku ingin kalian bekerja sama dengan 2 anggota baru ini. sebagai pemegang saham adikku akan menjadi direktur dan istrinya akan menjadi sekretaris mulai hari ini.” ucap bara.


“ baik pak.” ucap para direktur.


“ baiklah, kalian boleh kembali kemeja kerja kalian masing – masing. tujuan meeting hari ini sudah selesai.” ucap bara.


Para direktur segera kembali keruangan masing – masing.


“ kak ? apa tidak berlebihan menjadikanku direktur ? aku baru saja akan mulai belajar.” ucap yori sedikit panik.


“ percuma saja kau memiliki saham yang besar jika tidak menjadi salah satu direktur diperusahaan milik almarhum orang tua kita.” ucap bara.


“ ima, untuk sementara kau akan bekerja dibawah selly. dia akan mengajarimu semua hal tentang pekerjaan seorang sekretaris. untuk yori, dia akan bekerja dibawah direktur andrew dan belajar tentang semua hal yang harus dilakukan oleh seorang direktur. “ ucap bara.


Ima dan yori hanya menganggukkan kepala.


“ selly mulai hari ini kau akan menjadi guru untuk adik iparku. ajarkan semua ilmu yang kau miliki kepadanya. aku ingin dia siap bekerja dalam waktu 1 bulan.” ucap bara kepada selly.


“ tapi pak,normalnya dibutuhkan training selama 3 bulan sebelum seorang sekertaris siap bekerja tanpa dibantu oleh pendampingnya.” ucap selly.


“ saat kau mengenal bagaimana kepala ima bekerja, kau akan mengerti bahwa waktu 1 bulan sudah lebih dari cukup untuk ima agar dapat menguasai semua hal yang dia butuhkan. “ ucap bara.


Selly hanya terdiam setuju dan mengatur satu kursi dan komputer tambahan untuk ima.


“ ima, kau bisa bergabung dengan selly saat ini juga.” ucap bara.


Ima mengangguk dan menuju meja kerja selly.


Disana sudah ada kursi khusus untuk ima.


“ hallo, aku ima.” ucap ima sambil tersenyum.


“ hallo, saya selly sekertaris tuan bara.” ucap selly dengan senyum manis diwajah dewasanya itu.


“ aku mohon kerjasamanya, aku masih baru dalam dunia kerja. aku harap kau bisa membantuku belajar sedikit demi sedikit.” ucap ima sambil memegang tangan selly.


“ tentu nyonya ima..” ucap selly serius.


“ jangan panggil aku nyonya, cukup panggil ima, bukankah aku jauh lebih muda darimu ?” ucap ima.


“ apa kau sudah lama bekerja disini ?” tanya ima.


“ aku baru 2,5 tahun bekerja disini. sekertaris sebelumku sudah dipecat karena berusaha menggoda tuan bara. " ucap selly mulai menggosip.


“ wow, bukankah aku dengar bahwa pak bara adalah play boy ?” ucap ima terheran.


“ tentu, bahkan saat aku berada diperusahaan lain, aku mendengar gossip tentang hal itu. tapi 3 tahun belakangan ini pak bara menjauhi wanita. dia tidak suka terhadap wanita yang mencoba menggodanya.” ucap selly dengan jujur.


“ walaupun aku tergoda, tapi aku tidak akan berani menggodanya. pertanyaannya adalah siapa yang tidak mau memiliki suami setampan pak bara. umurnya 30 tahun tapi dia belum menikah, tentu semua wanita akan tergila – gila dibuatnya.” tambah selly.


“ saat pak bara menemukan wanita yang pas, dia akan segera menikah. sekarang bisakah kau mulai memberiku pekerjaan ?” tanya ima.


“ ah iya, tentu. sebentar..“ ucap selly sambil memilih berkas yang sedang dikerjakan olehnya.


Setelah itu ima pun fokus untuk memahami berkas didepannya.


Sementara bara mengantarkan yori menuju ruangan direktur andrew, sekertaris pak andrew, lusi sangat senang melihat kedatangan bara.


“ pak bara. Ada yang bisa saya bantu ?” ucap lucy sambil merapikan rambutnya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2