
“ ima yang biasanya pintar, angkuh, sombong, kuat dan kokoh ternyata memiliki sisi seperti ini, kau sungguhlah unik dan lengkap ima. aku semakin jatuh cinta kepadamu. “ gumam bara dalam hatinya.
Bara mendekati ima dan mencium bibirnya tanpa memperdulikan orang lain dan sekelilingnya.
Ima yang terkejut hanya bisa diam dan membiarkan bara melakukan hal itu padanya.
Sebenarnya ima ingin berteriak dan memarahi bara, tapi saat dilihat sekelilingnya penuh dengan manusia.
ima takut semua manusia itu menyadari apa yang sedang bara lakukan terhadap dirinya.
Setelah bara selesai dengan ciumannya, ima mulai berkomentar dengan mulut kecilnya itu.
“ bara ! apa kau tidak memiliki rasa malu lagi ? banyak orang di tempat ini ! “ ucap ima dengan berbisik ditelinga bara.
“ kenapa aku harus malu ? semua orang fokus melihat film dan tidak ada yang melihat kita, keadaan juga sangat gelap. siapa yang akan menyadari bahwa kita berciuman ? “ jawab bara sambil ganti berbisik ditelinga ima.
Ima sangat kesal dan malu, berbeda dengan bara.
Bara sangat puas karena bisa mencium ima yang saat itu sangatlah mirip anak kecil yang sangat menggemaskan.
Bara bahkan sedikit merasa bersalah karena merasa telah mencium anak kecil.
“ ima, kau menggemaskan sekali ! aku tidak pernah melihat dirimu yang seperti ini, bisakah kita ke hotel sekarang ? “ tanya bara sambil berbisik.
Wajah ima seketika merah padam dan terasa sangat panas saat mendengar ajakan bara ditelinganya.
“ Oh Tuhan, ke hotel..aku sangat malu dengan hanya membayangkannya saja. bagaimana aku akan melewati malam ini dengan kondisi bara yang sangat bersemangat seperti itu ? “ gumam ima dalam hati.
Ima hanya diam dan menunduk, pertanyaan bara tidak dijawabnya karena sangat malu.
“ kenapa aku juga ingin segera ke hotel dan melihat apa yang akan bara lakukan ? ya ampun, ternyata aku adalah wanita yang memiliki pikiran mesum..” gumam ima dalam hati.
“ betapa malunya jika bara tau tentang pikiranku ini. “ ucap ima dalam hati, ima benar – benar tidak percaya dengan pikiran mesumnya sendiri.
Ima sudah tidak bisa menikmati film atau berkonsentrasi dengan alur cerita film, dia hanya ingin segera ke hotel bersama bara.
“ baiklah, mari kita ke hotel sekarang.. “ bisik ima ditelinga bara.
Mendengar bisikan ima bara segera berdiri, mereka berdua segera menuju hotel.
Pria yang sudah 4 tahun tidak menyentuh wanita bertemu dengan wanita yang hanya pernah memiliki pengalaman selama 1 malam dan satu tahun kemudian tidak pernah disentuh oleh pria.
Entah bagaimana malam yang sangat panas itu akan mereka lalui, silahkan berimajinasi sendiri dan jangan menyesal setelah itu.
Sesampainya dihotel, bara dan ima segera berciuman dan melepas baju mereka tanpa memperdulikan hal lain.
Saat mereka hampir melakukan apa yang harusnya dilakukan, ponsel bara berdering.
Tidak hanya berdering satu kali bahkan berkali – kali hingga terasa sangat mengganggu.
“ harusnya aku matikan ponsel itu !! “ ucap bara dengan kesalnya.
“ tidak apa – apa, mungkin itu urusan penting hingga malam – malam begini harus berkali - kali menghubungimu. “ ucap ima yang masih malu dengan kondisi mereka berdua yang sudah seperti sejoli yang kehilangan akal sehat.
Dengan sangat kesal akhirnya bara mengangkat telepon itu.
“ apa kau tidak tau jam berapa ini ?! apakah otakmu sedang tidak berada ditempatnya ?! aku sedang sibuk saat ini !! “ teriak bara yang sangat marah karena malamnya yang berharga telah diganggu oleh orang lain.
Alma terdiam sejenak karena takut, tidak pernah bara sampai semarah itu kepadanya.
Tapi mengingat rencananya hanya bisa dilakukan malam ini karena orang tuanya telah pergi membuat alma memberanikan diri.
“ kak, ini alma. “ ucap alma lirih.
Bara terkejut dan dilihatnya layar ponselnya.
“ oh Tuhan, alma ? kenapa kau meneleponku malam – malam begini ? “ tanya bara yang nadanya mulai pelan.
“ jantungku kak, jantungku kambuh lagi dan tidak ada orang dirumah. bisakah kau membelikanku obat kak ? “ pinta alma.
“ obat ? tidak ada orang dirumah ? “ tanya bara yang bingung.
“ papa dan mama sedang pergi ke rumah nenek. aku sendirian dan jantungku kambuh, kebetulan obatku habis. “ ucap alma.
“ bisakah kakak membelikanku obat dan membawanya kerumahku ? obat yang sejak kecil selalu kakak bawakan untuk jantungku. “ tambah alma.
“ tapi malam ini aku tidak bisa.. “ ucap bara.
Ima yang mendengar percakapan suaminya sedikit heran.
“ siapa yang ada ditelepon ? bara yang awalnya marah berubah menjadi lembut setelah mendengar suara orang yang menelepon bara. “ gumam ima dalam hati.
“ tapi kak, hanya kakak yang tau tentang obatku. “ ucap alma mulai memohon.
“ maaf alma, malam ini adalah malam yang sangat penting untukku. “ ucap bara sambil melihat ke arah ima.
“ tapi kak.. jantungku sakit. “ ucap alma dengan suara lirih.
Ima yang sadar akan pandangan bara segera memakai piyama dari hotel dan melangkah mendekati bara perlahan.
__ADS_1
“ ada apa bara ? “ tanya ima.
Alma terkejut mendengar suara ima didalam telepon.
“ kurang ajar !! w**anita itu sedang bersama bara saat ini !! “ gumam alma dalam hati dengan kesal dan cemburu.
“ begini, jantung alma kambuh dan hanya aku yang tau obatnya sejak kami kecil. kebetulan orang tuanya tidak ada dirumah. menurutmu aku harus bagaimana ima ? “ tanya bara.
Mendengar suaminya bingung, ima pun marah.
“ cepat pergi dan antarkan obat itu kepada alma. hidupnya sedang dipertaruhkan disini ! “ teriak ima.
“ jika hanya hal seperti itu tentu aku tidak akan marah, kau tau bukan bahwa apapun kesalahanmu akan aku maafkan kecuali satu hal ? “ ucap ima.
“ aku tidak perlu menjelaskan kepadamu bukan tentang hal yang tidak akan mampu aku maafkan hingga kapanpun ? “ tanya ima memperingatkan bara.
“ tapi malam ini adalah malam spesial kita. “ ucap bara.
“ bara ! apa kau bodoh ? aku akan menunggumu disini hingga kau datang dan aku tidak akan pergi kemana – mana. “ ucap ima.
Mendengar istrinya yang sangat bijaksana dalam segala hal kecuali masalah selingkuh, membuat bara sangat bersyukur.
“ cepatlah, alma menunggu obatnya saat ini. jangan buang waktumu disini lebih lama lagi. “ ucap ima sambil menyiapkan baju bara.
“ terima kasih sayang..” ucap bara sambil mencium kening istrinya itu.
Bara segera berpakaian dan bersiap menuju apotik terdekat.
Ima hanya menunggu dengan sabar hingga suaminya itu kembali...tanpa ima tau bahwa sang suami tidak akan pernah kembali lagi malam itu...
...
Setelah mendapatkan obat, bara segera melaju kerumah alma untuk memberikan obat tersebut.
Sesampainya dirumah alma, pelayan sudah menyambut bara dengan baik dan segera mengantarkan bara ke kamar alma.
Semua pelayan sudah diatur oleh alma, tujuan alma hanya satu.
“ malam ini aku akan membuatmu menikahiku. “ gumam alma dalam hati.
“ alma ? apakah kau baik – baik saja ? “ tanya bara yang baru saja masuk ke dalam kamar alma.
“ iya kak, selama obatnya kakak bawa. “ ucap alma.
“ obat yang sebenarnya adakah kau, bara!” gumam alma dalam hati.
“ aku membawa obatnya ! kau tidak perlu khawatir...” ucap bara yang panik dan segera mengeluarkan obat yang dibawanya.
“ kak ! kau mau kemana ? “ tanya alma sambil memegang tangan bara yang hendak pergi
“ alma, kau sudah mendapatkan obat. jantungmu akan baik – baik saja, aku harus segera kembali, ima menungguku. “ ucap bara apa adanya.
“ ima !! aku bersumpah akan membuatmu menderita. “ gumam alma dalam hati dengan amarah yang meluap – luap disebabkan rasa cemburu buta.
“ kak, setidaknya temani alma hingga tidur. alma berjanji akan tidur dengan cepat. aku mohon..“ ucap alma sambil mulai menangis.
Bara yang sebenarnya ingin segera kembali akhirnya mengurungkan niatnya karena melihat alma memohon kepadanya.
“ aku akan tinggal disini sedikit lebih lama, aku yakin ima tidak akan marah. hanya sampai alma tidur lalu aku akan segera kembali ke hotel. “ gumam bara dalam hati.
“ baiklah, tapi hanya sampai kau tidur. ok ? “ tanya bara.
Alma mengangguk dan tersenyum ceria, tidak lama kemudian seorang pelayan memberikan teh untuk bara.
“ silahkan diminum tehnya tuan. “ ucap sang pelayan.
“ tidak terima kasih, saya hanya akan berada disini hingga alma tidur lalu segera pulang. “ ucap bara.
“ tuan, sambil menunggu nona alma tidur, alangkah baiknya jika tuan meminum teh supaya tidak bosan. “ ucap sang pelayan.
Setelah berfikir sejenak, bara akhirnya mau menerima teh itu.
“ baiklah, benar juga ucapanmu. aku bisa menikmati teh sambil menunggu alma untuk tertidur. “ ucap bara.
Alma mulai pura – pura mengantuk, dilihatnya bara meminum teh itu sedikit demi sedikit hingga habis.
“ aku sangat mengantuk, jika aku mengendarai mobil dalam keadaan seperti ini maka akan sangat berbahaya. aku akan tidur sebentar dan segera kembali. “ gumam bara dalam hati.
Perlahan tapi pasti bara tertidur dikursi sambil menyandarkan kepalanya diatas kursi.
Alma yang melihat obat tidurnya sudah bereaksi segera bangun dari tempat tidurnya dan memanggil pelayan yang memberikan teh tadi.
“ sasa, masuklah dan bantu aku membaringkan bara ketempat tidurku. “ ucap alma.
Sasa yang dari awal menunggu didepan pintu kamar alma segera masuk dan membantu alma membaringkan bara ditempat tidur.
“ nona, apakah ini tidak apa – apa ? “ tanya sasa.
“ kau hanya perlu diam dan tutup mulut atau adikmu akan mati. “ ucap alma yang mengancam sasa.
__ADS_1
Sasa mengikuti semua perintah alma mengingat adiknya yang sakit ginjal akan segera dirawat dirumah sakit milik orang tua alma
“ besok pagi adikmu akan segera dirawat dan diberikan donor ginjal, kau tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. “ ucap alma.
Sasa hanya diam karena merasa tidak mampu berbuat apa – apa untuk menolong pria tampan yang sedang dijebak oleh alma itu.
“ maaf tuan, tapi aku tidak memiliki biaya untuk pengobatan atau operasi adikku. sekali lagi maafkan aku tuan. “ gumam sasa dalam hati.
“ sekarang, kau pergilah dan besok pagi lakukan seperti yang sudah aku perintahkan ! “ ucap alma sambil mulai melepas pakaian bara.
Dengan rasa bersalah yang amat sangat, sasa meninggalkan kamar itu dan mulai menelepon keluarganya agar besok pagi bersiap kerumah sakit untuk pengobatan adiknya.
Didalam kamar alma sangatlah bahagia, didepannya sedang terbaring pria yang sangat dicintainya.
Dibukanya pakaian bara satu persatu dengan hati riang gembira, saat tidak ada lagi pakaian yang menempel ditubuh bara, alma melepas pakaiannya sendiri lalu berbaring disamping bara dan menunggu bara terbangun untuk memulai aktingnya.
...
Dihotel, ima mulai khawatir terhadap bara karena hingga lewat tengah malam bara belum juga kembali.
“ apakah jantung alma semakin parah sehingga mereka harus ke rumah sakit ? “ gumam ima dalam hati.
“ tapi kenapa bara tidak menghubungiku ? " tanya ima dalam hati.
Ima berjalan mondar mandir sendirian di dalam kamar hotel karena sangat panik.
Setelah beberapa saat berfikir, ima memutuskan untuk menelepon bara.
“ kring..kring.. “
Ponsel bara berbunyi, alma bangun dan melihat ponsel bara.
Dilihatnya nama “ my angel wife “ , alma seketika marah dan ingin segera mengangkat telepon itu.
“ tunggu ! jika aku angkat teleponnya, maka ima akan bertanya banyak hal.
" gumam alma dalam hati.
Setelah berfikir sejenak, alma mengurungkan niatnya untuk mengangkat telepon dari ima.
“ ima, ini sudah terlalu larut malam.
aku bermalam dirumah alma.
tidurlah lebih dulu. “
Alma pun mengirim pesan kepada ima.
“ ting.. “
Suara pesan diponsel ima berbunyi, ima langsung membuka ponselnya dan dilihatnya pesan dari suaminya.
“ memang sudah terlalu larut, tapi bukan berarti kau tidak kembali..kau yang memulai semua ini tapi kau pergi begitu saja. “ gumam ima lirih.
“ apakah jantung alma semakin parah hingga bara harus bermalam dan menjaganya disana ? “ gumam ima dalam hati.
“ ah, sudahlah. setidaknya bara saat ini sedang menolong hidup sahabatnya dan tidak seharusnya aku marah. “ ucap ima sambil mulai merebahkan tubuhnya ditempat tidur.
“ aku yakin bara tidak akan berbuat hal yang akan membuatku kecewa karena dia sangat mencintaiku, bahkan bara sudah suka padaku sejak lama sekali tanpa aku sadari..hehehe.. “ gumam ima dalam hati karena bahagia atas cinta bara kepada ima.
Tanpa ima tau bahwa dia akan menyesali keputusannya malam itu.
...
Pagi hari nya papa ling dan mama ling pulang dari luar kota.
Papa ling sedikit marah kepada alma karena ternyata ibunya sehat dan tidak sakit sama sekali.
“ kenapa alma berbohong padaku ? “ gumam papa ling dalam hati.
Sesampainya dirumah, sasa menyambut tuan ling.
“ tuan, nona alma dan tuan bara semalam... “ ucap sasa yang memang sengaja membuat papa ling supaya penasaran dan panik.
“ ada apa sasa ? dimana alma ? “ tanya papa ling yang panik dan mulai menuju kamar alma.
Di buangnya tasnya dan segera berlari ke arah kamar alma.
Didalam kamar, bara yang baru saja bangun langsung memeluk alma dan menciumnya serta menghisap bibirnya seperti yang biasa dia lakukan kepada ima saat bangun tidur.
Alma sungguh bahagia saat itu, akhirnya pria pujaaan hatinya menciumnya dengan sangat lembut.
Hal yang sangat diinginkan alma akhirnya terwujud, tanpa dia tau bahwa bara belumlah sadar dari tidurnya dan hanya melakukan kebiasaannya setiap bangun tidur di pagi hari terhadap ima.
“ brakk.. “
Suara pintu dibuka lebar – lebar oleh papa ling, betapa terkejutnya dia saat melihat putrinya dan bara tidak mengenakan busana sama sekali serta saling berpelukan dan berciuman.
“ bara !!! “ teriak papa ling.
__ADS_1
Bara yang mendengar teriakan mulai mengusap – usap matanya, dilihatnya tuan ling sedang menatapnya dengan penuh amarah.
Bersambung..