My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 39


__ADS_3

" setelah kau menikah, aku mengerti akan perasaanku ! aku tidak mau kehilanganmu lagi yori..aku berusaha melakukan apapun agar kita kembali bersama, tapi inikah balasanmu ?” ucap risa sambil menangis.


“ risa, maafkan aku. aku tidak lagi mencintaimu, aku hanya mencintai ima saat ini. maafkan aku..” ucap yori yang hampir kehilangan kesadaran.


Ima yang sedari tadi diam, kepalanya berputar sangat cepat mencari ide untuk keluar dari situasi itu secepatnya, melihat darah yori sudah banyak yang keluar ima takut yori tidak tertolong lagi.


“ aku harus bagaimana ? aku bisa saja berkelahi dengan karate ku, tapi perutku terlalu besar. aku takut anakku akan menerima resiko atas pertarunganku..


tapi yori bisa mati jika ini berlangsung lebih lama..otakku cepatlah berfikir, jika kau tidak segera memberikan ide, aku bersumpah akan menggantimu dengan otak baru yang lebih pintar dan membuangmu kedalam gunung berapi agar kau habis terbakar !!” ucap ima mengancam otaknya sendiri.


Entah karena otaknya ketakutan dengan ancaman ima atau hal lain, yang pasti saat itu keluar ide briliant yang bisa menyelamatkan ima dan anaknya untuk sementara waktu.


“ risa..risa.. tenanglah ! yori hanya berbohong, ini adalah anakku dan bara. sekarang yang harus kau pikirkan bukanlah balas dendam lagi. rencanamu membunuh bara sudah gagal dan kau telah menyakiti adik kesayangannya. apa kau pikir bara akan melepaskanmu keluar dari sini hidup – hidup ?” ucap ima meyakinkan risa.


Risa seketika sadar bahwa apa yang dikatakan ima sangatlah benar.


“ saat kau menghancurkan hubunganku dan yori dia sanggup membuat hidupmu menderita dan sekarang yori sedang berlumuran darah didepan bara. apa yang menurutmu akan bara lakukan ? bahkan jika kau dihukum mati oleh pengadilan, dia tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah.” ucap ima sekali lagi meyakinkan risa.


“ apa maksudmu ? apa yang sebenarnya kau inginkan ?” tanya risa panik karena mendengar ucapan ima.


“ aku bisa menolongmu keluar dari sini dengan selamat, bahkan kau bisa pergi dari kota ini dengan aman.” ucap ima merayu risa.


“ cepat katakan rencanamu !” ucap risa dengan cepat.


“ bawa aku sebagai sanderamu, aku akan membantumu keluar dari sini dan bahkan bisa memberimu banyak uang yang tidak mungkin bisa kau habiskan selama sisa hidupmu.” jawab ima.


Bara dan yori yang mendengar hal itu sangat terkejut.


“ ima !! apa kau gila !! kau sedang hamil besar, aku tidak akan membiarkan wanita itu membawamu.” teriak bara.


“ ima...” ucap yori terputus karena sangat lemah dan hampir tidak sadarkan diri.


" bara, tidakkah kau lihat situasi saat ini ? segera bawa yori ke rumah sakit !! dia bisa mati jika tidak segera ditangani. aku akan pergi dengan risa sekarang juga ! jangan ikuti kami apalagi memanggil polisi !” ucap ima tegas.


setelah mengucapkan hal itu, ima segera melanjutkan rencananya.


“ risa, mari segera pergi dari sini. kau ingin cepat keluar dari kota ini atau tidak ?!” teriak ima.


Risa segera memasukkan ima kedalam mobil kecil hitam yang telah dia sewa sebelumnya dan mengikat tangan ima agar tidak bisa melawan, mulut ima pun diikatnya dengan kain.


Ima melihat yori yang sangat lemah, ima pun menangis.


Yori hanya menangis dalam diam melihat wanita yang dicintainya beserta anaknya pergi menghilang dari pandangannya.


Bara sangat sedih karena harus membiarkan risa membawa ima agar dapat memiliki waktu untuk menyelamatkan nyawa adiknya.


...


mobil ambulan datang dan yori segera dibawa kerumah sakit.


Bara menemani yori yang sedang dalam keadaan kritis.


Saat sampai dirumah sakit, yori segera menuju unit gawat darurat.


saat bara dan tim dokter mendorong yori menuju ruang ugd, bara memohon kepada para dokter.


“ dokter, tolong selamatkan nyawa adik saya. anaknya beberapa bulan lagi akan lahir. jangan biarkan anaknya lahir tanpa ada ayahnya disampingnya..


saya mohon dokter, saya akan melakukan apapun jika itu bisa menyelamatkan adik saya. saya mohon selamatkan nyawa adik saya.” ucap bara dengan air mata yang sudah berjatuhan disetiap lantai rumah sakit yang dilewatinya.


“ iya tuan, kami selalu melakukan yang terbaik untuk setiap pasien tuan.” jawab sang dokter.


Yori segara masuk kedalam ruang ugd. tidak lama kemudian sang dokter keluar dari ruangan ugd dengan wajah sedih.


“ maafkan kami tuan, kami tidak bisa menyelamatkan nyawa adik anda. Saat dia di bawa kesini keadaannya sudah sangat kritis dan sangat lemah. tidak banyak yang bisa kami lakukan saat berada didalam ruangan tadi mengingat pasien sudah kehilangan darah terlalu banyak.” ucap sang dokter.


“ sekali lagi maaf tuan, jika saja pisaunya masih berada pada tubuh adik anda mungkin kami masih bisa berusaha menyelamatkannya. Kami benar – benar minta maaf.” ucap sang dokter sambil menepuk pundak bara dan meninggalkannya.


Dunia bara seolah menjadi gelap seketika.


“ dokter, cepat kemari ! kakak dari pasien pingsan didepan ruang ugd.


...


Besok paginya bara terbangun dan melihat semua orang ada dihadapannya.


Kakek jimo, paman sam dan bibi ana yang matanya bengkak karena terlalu banyak menangis.


“kek, yori ! dimana yori kek ? kenapa aku ada disini ? yori kek ! dimana dia ? apakah dia sudah bangun ?” tanya bara yang seketika berdiri dan hendak berlari keluar kamar.


Paman sam segera menghentikan bara.

__ADS_1


Kakek jimo yang melihat sikap bara hanya bisa menangis.


“ bara.. yori sudah meninggal. dia sudah dimakamkan pagi ini.” ucap kakek jimo yang tidak mampu menghentikan air matanya.


“ yori..yoriii...!!!” teriak bara sambil terduduk lemas dilantai.


Semua yang berada didalam kamar itu hanya terdiam dan menangis.


“ tuan, tolong tenanglah. sekarang kita harus mencari nyonya ima. dia sedang hamil besar, saya takut terjadi apa – apa kepada nyonya.” ucap paman sam berusaha menenangkan bara.


“ benar bara. ima sedang hamil besar. kakek tau kau sangat sedih, kami pun sama.. tapi sekarang bukan saatnya untuk tenggelam dalam kesedihan. Ima menunggumu untuk menyelamatkannya.” ucap kakek jimo mencoba mengingatkan bara.


Bara segera sadar tentang ima yang dibawa pergi oleh risa.


“ apakah kakek sudah mengirim orang untuk mencari ima ?” tanya bara.


“ sudah, ada beberapa orang yang melihat wanita yang sangat cantik dengan perutnya yang cukup besar menyewa kapal untuk meninggalkan kota jaya.” ucap kakek jimo.


“ terima kasih kek, aku akan menelepon seseorang yang pernah aku sewa sebelumnya.” ucap bara sambil meraih ponselnya dan mulai menghubungi seseorang.


“ halo tuan bara, apakah anda membutuhkan jasa saya lagi ?” tanya snake dari ujung telepon.


Snake masih menyimpan nomor para kliennya.


“ snake, aku butuh informasi darimu sekarang. aku akan membayar berapapun informasi itu jika kau memilikinya.” ucap bara.


“ tentu ! jika saya tidak punya, maka akan saya cari hingga ke ujung dunia dan akan saya berikan informasi itu kepada anda tuan.” ucap snake.


" aku ingin informasi tentang risa. wanita yang sebelumnya telah kau bereskan karirnya karena perintahku. kemarin dia membuat ulah dan membawa pergi istri dan anakku. aku butuh informasi tentang semua orang yang pernah berhubungan dengannya dalam kurun waktu 4 tahun ini” ucap bara.


“ untuk saat ini saya belum punya informasi sebanyak itu tuan, beri saya waktu 1 minggu untuk mengumpulkan informasinya.” ucap snake.


“ 1 minggu ? 3 hari ! jika kau membutuhkan waktu selama itu maka istriku bisa melahirkan anaknya secara prematur ditempat yang tidak diketahui !” teriak bara.


“ baiklah tuan, akan saya usahakan informasinya siap dalam waktu 3 hari. Saya akan segera bergerak sekarang.” ucap snake.


“ baik, cepatlah !” ucap bara sambil menutup teleponnya.


Setelah menelepon snake, sekarang giliran bara menelepon fio untuk meminta bantuan.


“ halo, bara ?” tanya fio diujung telepon.


“ hah ? Sejak kapan kau punya anak ?” tanya fio heran.


“ bisakah kau diam dan segera menjawab pertanyaanku ?” ucap bara.


“ baiklah..baiklah. apa yang bisa aku bantu ?” tanya fio.


“ risa telah membunuh adikku dan membawa pergi istriku yang sedang hamil besar.” ucap bara.


“ yori ? meninggal ? apa kau bercanda ?” tanya fio tidak percaya.


“ apakah kau bisa berhenti bertanya dan mendengarkanku dengan baik ?” ucap bara mulai marah.


“ baik..baik..maaf ! aku hanya terkejut. apa yang bisa kulakukan ?” tanya fio.


“ keluarkan semua mata – mata dan bawahanmu yang lain untuk mencari istriku “ ucap bara.


“ baiklah, hari ini akan segera aku informasikan kepada mereka semua. Setelah aku mendapat info tentang istrimu, aku akan segera menghubungimu.” ucap fio.


“ baiklah, terima kasih fio. kau memang bisa diandalkan.” ucap bara.


“ini hal biasa, kau selalu membantu klubku setiap ada masalah. hal seperti ini sudah seharusnya aku lakukan.” ucap fio.


" sekali lagi terima kasih fio.” ucap bara sambil menutup teleponnya.


Fio segera menginformasikan semua mata – matanya yang tersebar diberbagai tempat untuk mencari wanita yang sangat cantik dan sedang hamil besar.


Fio menyebarkan foto ima dan risa ke semua bawahannya.


Bara mulai berfikir untuk menggunakan bodyguard untuk ima kedepannya, dia pun teringat kepada shadow.


“ aku akan menjadikan shadow sebagai bodyguard tetap mulai saat ini.” ucap bara.


“ aku membuat kesalahan dengan menghentikan shadow 3 bulan yang lalu. Aku tidak menyangka bahwa risa bisa senekat ini ! " gumam bara dalam hati.


Kakek jimo, paman sam dan bibi ana yang berada didalam ruangan itu ikut panik melihat bara menelepon banyak sekali orang dalam satu waktu.


“ bara, jangan panik. kakek akan mengirim lebih banyak orang untuk mengikuti jejak ima.” ucap kakek jimo.


“ iya kek, terima kasih. sekarang mari kita pulang.” ucap bara.

__ADS_1


“ tidak bara, kau harus dirawat. kau baru saja pingsan kemarin. jangan memaksakan diri ! setidaknya tunggulah hingga besok agar tubuhmu sedikit lebih baik.” ucap kakek jimo.


Bara terdiam dan kembali ke tempat tidurnya.


“baiklah, aku akan memulihkan tubuhku sambil menunggu info dari snake dan fio.” gumam bara dalam hati.


....


Esok harinya bara keluar dari rumah sakit dan segera melacak keberadaan ima.


langkah pertama yang dia ambil adalah membeli shadow dari pasar gelap yang telah membesarkan dan melatih shadow.


Setelah melakukan negosiasi yang sangat sulit, akhirnya shadow mampu dibeli oleh bara dengan bantuan dari fio.


Shadow dibeli dengan harga yang sangatlah mahal, tapi itu bukan masalah bagi bara selama dia mendapatkan shadow.


Bara menjadikan shadow sebagai adik angkatnya dan diberi nama Shane Lang.


dengan statusnya sebagai salah satu anggota keluarga Lang maka shadow tidak bisa lagi pergi dari genggaman bara.


tapi bagi shadow yang sejak kecil tidak memiliki orang tua, hal itu adalah mukjizat yang ditunggu – tunggu selama hidupnya.


“ namamu sekarang adalah “Shane Lang”, kau bukan lagi pembunuh bayaran atau bodyguard. kau adalah anggota keluarga ini, tugasmu hanya satu. lindungi anggota keluarga ini terutama ima dan anaknya karena dia adalah kakak iparmu sekarang.” ucap bara.


“ baik tuan !” ucap shadow tegas.


“ satu lagi yang harus kau ingat. mulai sekarang panggil aku “kakak”, kau tidak boleh lupa bahwa kau sudah menjadi anggota keluarga ini.” ucap bara.


Shadow yang masih belum terbiasa dengan adanya keluarga membutuhkan waktu lama untuk mengucapkan kata – kata itu.


“ baik..kakak!” ucap shadow.


“ tuan, kamar tamu sudah siap untuk ditempati oleh tuan shane.” ucap paman sam yang sebelumnya sudah diberi perintah untuk menyiapkan kamar shane, adik angkat bara.


“baiklah. shane kamarmu sudah siap. mulai saat ini dan selamanya kau akan tinggal disini.” ucap bara.


“ iya kakak.” ucap shane.


“ tuan shane silahkan ikuti saya untuk menuju kamar anda.” ucap paman sam sambil menunjukkan arah ke kamar shane.


Shane hanya mengangguk dan mengikuti paman sam.


Bara yang sendirian diruang tengah sangat panik dengan kondisi istrinya itu.


“ *ima.. apa yang sedang kau lakukan ? apakah kau baik – baik saja ? Jika kau tau bahwa pengorbananmu telah sia – sia, apakah kau akan membenciku dan marah kepadaku ?


kau rela menjadi sandera hanya untuk menolong yori..tapi yori tidak tertolong ima...apa yang harus aku katakan padamu nanti saat kita bertemu ? bagaimana aku harus menjelaskannya* ? ” gumam bara dalam hati.


Malam itu bara sangat bingung memikirkan cara untuk memberitahu ima tentang kematian yori.


...


Dikota lain, ima sedang memakan makan malamnya dengan lahap.


“ walaupun aku sedih dan khawatir, aku harus tetap makan sebanyak mungkin agar aku dan anakku memiliki tenaga..” gumam ima dalam hati.


Badan ima sungguh letih karena perjalanannya yang tidak kenal waktu.


dengan perutnya yang besar, ima menjadi sulit untuk bergerak.


Ima sangat berhati – hati agar risa tidak marah dan menyerang anaknya.


Sudah 3 hari dia mengikuti risa untuk keluar dari kota jaya.


Ima pun sudah menarik uang dalam jumlah banyak untuk diberikan kepada risa agar dapat pergi dari kota jaya.


“ ima, apa kau tidak merasa sedih atau khawatir tentang nasibmu ?” tanya risa yang melihat ima makan dengan lahapnya.


“ kenapa aku harus sedih atau khawatir ? setidaknya aku masih bisa makan sampai kenyang.” jawab ima santai.


“apa yang kau pikirkan hanya makanan ?” tanya risa heran.


“ tentu ! tanpa makanan aku dan anakku bisa mati.” jawab ima lagi dengan santainya.


" benarkah itu anak bara dan bukan anak yori ? " tanya risa dengan tatapan tajam.


" jika risa tau anak yang aku kandung adalah anak yori, dia tidak akan ragu membunuh anak ini. " gumam ima dalam hati.


" tentu saja ini anak bara, kau pikir siapa suamiku saat ini ?" jawab ima.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2