My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 52


__ADS_3

“ shane, aku hanya berdiam diri dirumah dan tidak ada hal yang bisa membahayakanku disini. sedangkan bara diluar sana berinteraksi dengan banyak wanita serta para saingan bisnisnya. “ ucap ima.


“ aku tidak lagi percaya 100% terhadap pria, saat yori membohongiku aku sudah tidak lagi memiliki rasa percaya terhadap siapapun kecuali kau shane. “ tambah ima.


“ selain keluargaku, hanya kau satu – satunya orang yang aku percayai. “ ucap ima sambil kembali meminum teh nya.


Shane terdiam sejenak, dia cukup bingung jika harus memilih antara bara dan ima.


Disatu sisi bara memerintahkannya untuk menjaga ima dan rima, disisi lain ima meminta agar shane melindungi bara.


Otak shane sedang berputar untuk mengambil keputusan yang tepat.


Melihat shane yang terdiam dan nampak berpikir keras, ima pun tersenyum dan tau apa yang sedang dipikirkan oleh shane.


“ shane, jika bara marah maka aku yang akan menerima resikonya jadi kau tidak perlu khawatir. " ucap ima menenangkan shane yang sedang bingung.


" mulai besok pagi dan seterusnya, lindungilah bara dari tempat yang tak terlihat seperti halnya kau melindungiku selama ini. “ ucap ima sambil tersenyum.


“ baik kak ima . “ ucap shane yang akhirnya mengalah kepada ima.


Tidak ada yang tau bahwa malam itu terjadi hal yang sangat besar.


Jika saja ima meminta shane melindungi bara mulai hari itu dan bukan besoknya maka hal buruk tidak akan terjadi kepada bara maupun ima.


...


Di rumah keluarga ling..


Pagi – pagi sekali kelvin datang kerumah alma untuk mengantar obat tidur, dilihatnya alma sudah berada di didepan rumah untuk menyambut kedatangan kelvin.


“ apakah alma menunggu kedatanganku ? mungkinkah alma sudah mulai menerimaku ? “ gumam kelvin dalam hati.


Alma menghampiri kelvin yang baru saja keluar dari mobil dan hendak masuk kerumah alma.


“ kelvin ! akhirnya kau datang, aku sudah menunggumu sejak tadi. mana obat tidur cair yang aku minta ? “ tanya alma secara langsung dengan sikap cerianya.


“ apakah tidurmu sesulit itu alma ? bukankah lebih baik kau memeriksakannya terlebih dahulu ke dokter sebelum mulai mengkonsumsi obat tidur dengan dosis tinggi seperti ini ? “ tanya kelvin yang mulai cemas.


“ kelvin, aku bosan bertemu dengan dokter, 8 tahun lamanya aku berinteraksi dengan mereka setiap hari. bisakah kau mengerti keadaanku kelvin ? “ tanya alma.


Melihat sikap alma yang telah berubah kembali menjadi ceria dan lemah lembut membuat perasaan kelvin senang.


“ alma telah kembali seperti dulu, mungkin adegan ciuman antara bara dan ima di pesta tadi malam telah membuat alma sadar dan menyerah kepada bara . “ gumam kelvin dalam hati.


“ aku mengerti alma, maafkan aku karena menanyakan hal sensitif seperti itu. “ ucap kelvin.


“ tidak apa – apa kelvin. oh iya, mana obat tidurnya ? “ tanya alma sekali lagi.


Kelvin memberikan sebuah kotak berisi sebuah botol kecil.


Botol kecil itu berisi obat tidur cair dengan dosis tinggi sesuai dengan keinginan alma.


Melihat obat tidur itu wajah alma berubah menjadi semakin ceria.


“ terima kasih kelvin. kau memang sangat baik. “ ucap alma dengan girangnya.


“ sama – sama alma, aku senang bisa membantumu. jika ada hal lain yang kau butuhkan, katakan saja kepadaku dan aku akan memberikannya untukmu. “ ucap kelvin dengan senyum diwajahnya.


Alma hanya tersenyum dan melihat botol kecil itu berkali – kali.


“ baiklah, aku akan masuk terlebih dahulu. aku ingin segera istirahat, dengan adanya obat ini aku yakin akan mendapatkan tidur yang nyenyak dan bermimpi indah . “ ucap alma sambil berlalu masuk ke dalam rumah.


menyaksikan betapa senangnya alma mendapatkan obat tidur dari kelvin, membuat kelvin merasa sangat berguna sebagai sahabat alma dan mulai berharap mendapatkan hati alma sedikit demi sedikit.


Merasa urusannya telah selesai, kelvin pun pulang dengan perasaan bahagia.


Didalam kamar, alma sudah menyiapkan semua hal agar rencananya bisa berhasil.


Siang itu alma memberi tahu papa dan mamanya bahwa neneknya sedang sakit keras di kampung halaman.


“ papa, mama ! aku baru saja mendapat kabar bahwa nenek sakit keras dan mungkin tidak bisa melewati malam ini. “ teriak alma yang mulai belajar berakting demi mendapatkan bara malam itu.


“ benarkah sayang ? “ tanya sang papa.


“ suamiku, kita harus segera pulang untuk melihat ibumu. “ ucap sang mama yang mulai panik.


“ baiklah, ibuku memang sudah tua jadi wajar jika dia tiba – tiba jatuh sakit. “ ucap sang papa.


“ alma, kau baru saja sembuh, tinggallah dirumah, papa usahakan malam ini pulang.

__ADS_1


tapi jika situasi tidak memungkinkan, maka besok pagi papa baru bisa pulang. apakah kau tidak apa – apa alma ? “ tanya papa ling.


“ tidak apa – apa papa, ada pelayan yang menemaniku dirumah . ” ucap alma dengan senyum lebar menghiasi bibirnya.


“ papa sangat bersyukur memiliki putri yang pengertian sepertimu sayang.. “ ucap sang papa.


Papa dan mama ling segera berkemas dan melaju menuju kampung halaman untuk menemui ibu dari papa ling yang sedang sakit keras.


Alma yang berada dirumah sendiri merasa rencananya sudah berhasil dan siap untuk melanjutkan rencana berikutnya..


...


Sore hari di villa lang..


Bara yang baru sampai rumah segera menghampiri ima untuk mengajaknya makan malam di restoran yang sudah bara pesan hari itu.


Bara ingin membuat malam itu menjadi malam paling romantis untuknya dan ima.


“ istrikuu... “ teriak bara yang segera menuju ruang tengah.


“ sssttt.. “


“ pelankan suaramu bara ! rima sedang tidur. “ ucap ima yang sedikit kesal.


Bara pun melangkah pelan – pelan dan duduk disamping istrinya.


“ nanti malam mari makan di restoran.. hanya kita berdua . “ bisik bara.


“ ada acara apa ? kenapa kita berdua harus makan di restoran ? “ tanya ima heran.


“ bukankah malam ini kau akan menepati janjimu ? “ bisik bara yang mulai mengingatkan ima akan janjinya.


“ tapi.. “ ucap ima.


“ apa kau berniat membohongiku ? “ tanya bara mulai marah.


“ tentu tidak ! aku tidak mengingkari janji yang telah aku buat. tapi kenapa harus makan di restoran ? “ tanya ima yang masih heran.


“ setelah makan malam bersama, kita berdua akan menghabiskan malam dihotel. aku sudah mempersiapkan segalanya . “ ucap bara sambil berbisik ditelinga ima.


“ kenapa harus dihotel ? “ tanya ima sambil berbisik karena malu jika terdengar oleh paman sam atau bibi ana.


“ apa kau tidak malu menghabiskan malam yang romantis dan panas bersamaku disini ? paman sam dan bibi ana akan sangat malu jika mereka mendengar suara kita nanti malam. “ jawab bara apa adanya.


“ tapi dulu saat malam pertama, aku tidak membuat siapapun dirumah ini mendengar suara ku. “ bisik ima.


“ itu yori bukan aku. kau akan berteriak sangat keras jika kau melakukannya denganku. “ ucap bara dengan sangat percaya diri.


Wajah ima tiba – tiba memerah membayangkan betapa panasnya malam yang akan dia lalui bersama bara malam itu.


“ dari wajahmu aku yakin kau sudah mengerti maksud perkataanku, jadi bersiap – siaplah malam ini. “ bisik bara ditelinga ima secara langsung dan berlalu menuju kamar.


“ ya ampun..betapa memalukannya... “ gumam ima dalam hati dengan wajah merahnya.


Sekitar pukul 19.00, bara dan ima bersiap pergi keluar untuk makan malam bersama di restoran.


Rima akan tidur ditemani bibi ana malam itu, bara dan ima segera berangkat ke restoran yang telah di pesan oleh bara.


Sesampainya direstoran, ima turun dengan dibukakan pintu mobil oleh bara.


Ima sangat malu melihat sikap bara yang mulai memanjakannya didepan umum.


Saat masuk ke dalam restoran ima mulai heran saat melihat sekeliling, tidak ada orang lain direstoran tersebut.


“ bara, kenapa tidak ada orang sama sekali dan hanya ada kita berdua ? “ tanya ima sambil mulai duduk dikursi yang sudah disiapkan oleh petugas restoran.


“ bukankah aku sudah bilang padamu ? hanya akan ada kita berdua. “ jawab bara.


“ apakah kau memesan seisi restoran malam ini ?? “ tanya ima yang terkejut.


“ benar sekali istriku, aku memesan seisi restoran malam ini agar kita tidak terganggu oleh orang lain. “ jawab bara.


“ bara, bagaimanapun itu pemborosan. tidakkah kau berpikir untuk berhemat dalam hidupmu ? “ tanya ima yang sangat tersanjung dengan tindakan romantis bara tapi tetap memikirkan cara untuk berhemat ( sama seperti ibu rose ).


“ aku mencari uang untukmu dan rima. jadi wajar jika uangku aku habiskan untuk kalian berdua. “ jawab bara santai.


Ima kesal sekaligus senang dengan sikap bara yang menurutnya romantis itu.


“ kau tau bara ? seumur hidup aku belum pernah diperlakukan seperti ini oleh pria manapun. jadi.. terima kasih. “ ucap ima yang mulai malu – malu karena terbawa suasana romantis di restoran itu.

__ADS_1


“ benarkah ? jika begitu maka kedepannya aku akan lebih sering mengajakmu makan direstoran, pergi berlibur ke paris dan melakukan hal romantis lain. “ ucap bara dengan gembiranya.


“ tapi itu pemborosan ! “ ucap ima.


“ bisakah kau terima saja niat baik suamimu ini ? suamimu akan bekerja lebih keras jika uangnya habis untuk anak dan istrinya.” ucap bara dengan senyum lebar dibibirnya yang sensual itu.


Ima tidak bisa menjawab ucapan bara, memang benar adanya bahwa bara mencari uang untuknya dan rima.


Malam itu mereka berdua makan malam dengan diiringi musik klasik, ima sangatlah tersanjung dan bahagia diperlakukan spesial seperti itu.


Hati ima berada dipuncak bukit saat itu dan hampir terbang lebih tinggi lagi..


Disini yang kita bicarakan adalah bara, raja playboy.


Tentu bara tau bagaimana meluluhkan hati wanita terutama ima yang sebelumnya tidak pernah diperlakukan seromantis itu oleh pria manapun termasuk yori.


Meskipun malu, saat makan malam ima tetap menghabiskan makanannya.


“ makanan ini harganya sangat mahal, jika tidak aku habiskan maka akan sangat disayangkan ! “ gumam ima dalam hati sambil menahan malunya karena makan banyak malam itu.


“ jika tau bahwa ima akan sebahagia ini, tentu sejak dulu sudah aku ajak dia kencan romantis setiap malam lalu setelah itu bermalam dihotel..oh indahnya dunia.. “ gumam bara dalam hati dengan perasaan bahagianya.


Setelah makan malam, bara mengajak ima ke teater untuk menonton pertunjukan sulap, tampak kebahagiaan diwajah ima yang belum pernah bara lihat sebelumnya.


“ apakah sebelumnya ima tidak pernah keluar rumah untuk menikmati hidup ? “ tanya bara dalam hati.


Bagaimana bisa ima menikmati hidup dengan didikan yang sangat ketat dari sang ibu.


“ ima, apakah kau sebahagia itu ? “ tanya bara.


“ tentu bara ! aku belum pernah melihat pertunjukan sulap sebelumnya, jangankan didunia nyata, di tv pun aku jarang melihatnya . “ ucap ima apa adanya.


“ kedepannya aku akan sering membawamu ketempat – tempat seperti ini. kita akan banyak menghabiskan waktu bersama.. “ ucap bara yang mulai malu – malu.


Mendengar ucapan bara ima seolah – olah sedang berkencan dengan pacarnya dan ima pun semakin malu dibuatnya.


“ bara, bolehkah kita pergi ke bioskop setelah ini ? “ tanya ima malu – malu.


“ hah ? Bioskop ? “ tanya bara heran.


“ iya, seumur hidup aku belum pernah ke bioskop. sejak sma aku sangat ingin pergi ke bioskop dengan pacarku, tapi aku tidak pernah memiliki pacar dan bahkan langsung menikah dengan adikmu. “ ucap ima sejujurnya.


“ jika yori tidak cacat tentu setelah kami jatuh cinta aku akan mengajaknya ke bioskop, tapi setelah dia sembuh risa datang dan merusak segalanya berkali – kali hingga yori kehilangan nyawanya. “ ucap ima yang nada bicaranya mulai sedih.


“ jangan sedih, meninggal adalah takdir yang tidak bisa diubah oleh siapapun. kau masih memiliki aku.


aku akan sangat bahagia jika kau mau mengajakku ke tempat – tempat yang kau inginkan. “ ucap bara sambil memeluk ima dan mencoba mengurangi kesedihan ima atas pernikahan ima yang sebelumnya.


Ima hanya mengangguk dan diam, dia membalas pelukan hangat dari bara itu.


Setelah selesai melihat pertunjukan sulap, bara dan ima segera pergi ke bioskop terdekat untuk menonton film.


“ malam ini aku harus memilih film yang romantis dan panas.ha..ha..ha.. “ gumam bara dalam hati dengan girangnya.


Sesampainya di bioskop, mimpi indah bara hancur berantakan.


Betapa terkejutnya bara saat ima memilih film yang akan ditonton.


“ kau tau, film ini yang sejak dulu ingin aku lihat. “ ucap ima sambil menunjuk film super hero kartun berjudul “ ninja turtles “.


Shock berat membuat bara diam seribu bahasa, bara tidak sadar bahwa ima telah menuju loket untuk membeli tiket.


Ima kembali dengan membawa 2 tiket film kesukaannya itu.


“ oh Tuhan. apakah ima masih berumur 10 tahun ? ninja turtles ? harusnya film “ fifty shades of grey “ !! “ gumam bara dalam hati nya yang kecewa berat sekaligus terkejut.


“ i..ima..apakah kau yakin akan melihat film ini ? “ tanya bara yang masih shock dengan tiket bertuliskan " ninja turtles " ditangannya.


Ima mengangguk dengan wajah nya yang super bahagia.


“ ya ampun.. bagaimana aku bisa menolak jika ima menggunakan wajah seperti itu didepanku. “ gumam bara dalam hati.


“ baiklah, mari kita masuk sekarang. “ ucap bara yang lemas karena semua harapannya hancur oleh tiket yang sedang digenggamnya.


Bara dan ima masuk dan film segera dimulai, sepanjang film diputar, tampak keseriusan dan kegembiraan di wajah ima.


Bara tidak menyibukkan diri dengan menonton fim, dia menyibukkan diri dengan mengamati ekspresi wajah ima yang belum pernah dilihatnya selama ini.


Ima yang ceria, kekanak – kanakan, menggemaskan dan selalu tersenyum dengan indahnya baru kali ini bara lihat.

__ADS_1


“ sungguh, malam ini kau seperti anak kecil ima dan aku suka hal itu. “ gumam bara dalam hati.


Bersambung..


__ADS_2