
Mendengar ucapan suaminya, seketika pipi ima menjadi merah padam, seperti merahnya buah cerry di atas kue ulang tahun.
Ima tidak sanggup berkata apapun karena malu yang teramat sangat.
Akhirnya ima hanya mampu menganggukkan kepalanya sambil menunduk.
“ bagaimana ini ? dia adalah orang yang aku cari selama ini. tapi aku belum pernah menyentuh atau disentuh siapapun, apa yang harus aku lakukan ? belum lagi hatiku, kenapa pula kamu berdetak kencang ? bantu aku supaya tenang, bukan malah membuatku semakin panik ! ” gumam ima memarahi hatinya sendiri karena berdetak terlalu kencang sehingga membuatnya panik dan gugup.
Yori pun mengarahkan kursi rodanya menuju ima yang sedang duduk dengan kepala menunduk.
“ apa kau keberatan ? " Tanya yori yang melihat istrinya masih menunduk.
Bagaimana pun yori adalah laki –laki dewasa yang selama 1 tahun ini merindukan seorang wanita.
Mendengar ucapan yori, ima tersadar dan mengangkat kepalanya.
“ be..begini.. a..aku belum pernah berciuman sebelumnya. ja..jadi aku tidak tau pasti apa yang harus aku lakukan. te..tetapi aku sering membaca komik. jadi secara teori aku tau...” ucap ima yang sangatlah gugup dengan tubuhnya yang gemetar.
Yori tertawa kecil mendengar kata " komik " dari mulut ima.
Ini merupakan pengalaman pertama selama hidup ima, selama ini tidak ada yang pernah menggoda ima karena wajah jeleknya, jadi saat yori meminta izin untuk menciumnya tentu membuat ima sangat kebingungan dengan perasaan baru itu.
Setelah berfikir sesaat, akhirnya ima menemukan solusi atas rasa bingung dan gugupnya saat itu.
“ aku akan memejamkan mataku dan aku harap kau pun memejamkan matamu, agar kita berdua tidak malu. ” jawab ima yang perasaannya sedang campur aduk.
Mendengar ucapan istri nya yori hanya tertawa kecil dan berkomentar.
“ jika aku menutup mataku, bagaimana aku bisa tau dimana letak bibirmu ? “ tanya yori sambil tersenyum.
“ tidak masalah bagiku ! asal kita sama – sama menutup mata kita maka aku mau kau cium. jika kau tidak setuju, maka aku tidak mau dicium olehmu. apakah kau tidak tau bahwa hal seperti ini sangat memalukan ? ” ucap ima dengan wajahnya yang masih berwarna merah seperti buah cerry.
Melihat istrinya sangat menggemaskan, yori pun setuju dan memejamkan matanya.
Yori meletakkan kedua telapak tangannya di wajah ima.
Yori mulai mencium ima dan yang pertama diciumnya dengan mata tertutup adalah hidung ima.
Setelah mencium ima, yori melepaskan kedua telapak tangannya dari wajah ima.
“ ima, aku rasa yang baru saja aku cium bukan bibir mu melainkan hidungmu ? ” tanya yori masih dalam keadaan mata tertutup.
Ima yang licik pun membuka matanya dan memandangi wajah tampan suaminya itu.
“ memang benar, tapi kali ini aku bisa memastikan bahwa yang akan kau cium adalah bibirku. " jawab ima sambil tertawa kecil mengingat apa yang akan dilakukannya terhadap suaminya itu.
Perlahan tapi pasti ima mendekatkan bibirnya ke arah bibir suaminya sambil menutup kembali matanya.
Yori yang menunggu lama pun akhirnya membuka matanya, dilihatnya Ima sedang memejamkan mata dan berusaha menciumnya, melihat kesempatan itu yori pun langsung memeluk ima sambil menciumnya dengan penuh cinta.
Yori berusaha memasukkan lidahnya, tetapi mulut ima tertutup.
“ bukalah mulutmu, aku akan mengajarimu cara berciuman. " ucap yori kepada ima.
Ima sangat malu, dengan wajahnya yang merah padam dia pun membuka mulutnya perlahan.
Yori yang melihat kesempatan kedua langsung menyantap bibir ima tanpa ampun, ima tampak kesulitan bernafas, tapi yori tidak juga menghentikan ciumannya.
Ima pun mendorong suaminya dengan paksa.
“ ta..tahan yori..! a..aku tidak bisa bernafas. " ucap ima sambil berusaha mengatur nafasnya.
Yori tersenyum dan berkomentar.
“ jangan kau tahan nafasmu saat kita berciuman, bernafaslah seperti biasa, kau benar – benar menggemaskan. " jawab yori menggoda ima.
“ kau tau bukan, ini pertama kalinya aku berciuman, bagaimana mungkin aku bisa pandai dalam waktu sebentar. " jawab ima sedikit kesal.
Yori yang melihat istrinya semakin cantik dengan wajah kesalnya itu hanya bisa menahan diri untuk sementara dan dia pun memeluk istrinya itu.
“ baiklah.. mari kita pelajari perlahan – lahan, aku akan mengikuti iramamu. tapi bolehkah aku menciummu sekali lagi ? ” tanya yori yang masih ingin mencium istrinya itu.
“ yang kau pikirkan hanya menciumku bukan ? kau benar – benar tidak memberiku ruang untuk bernafas. " jawab ima dengan wajah cemberutnya.
“ apa kau tau..? yang aku inginkan tidak hanya menciummu. aku ingin menyentuhmu, memanjakanmu dan melakukan apa yang seharusnya suami istri lakukan pada malam pertama pernikahan mereka. " ucap yori jujur.
Mendengar perkataan suaminya, wajah ima menjadi tidak berbentuk lagi saking merahnya bahkan warna strawberry pun kalah merahnya dengan warna merah wajah ima saat ini.
Ima hanya bisa menenggelamkan wajahnya ke dada suaminya.
“ kau harus cepat sembuh jika ingin melakukan semua hal itu padaku. " jawab ima dengan sangat malu.
__ADS_1
Yori yang mendengar ucapan istrinya pun mengangguk.
“ saat kita kembali ke kota jaya, aku akan segera melakukan terapi untuk belajar berjalan. apakah kau akan menemaniku untuk selalu pergi kerumah sakit ? ” tanya yori.
“ tentu ! aku akan selalu ada disisimu. oleh karena itu cepatlah sembuh. " jawab ima.
Kedua sejoli yang saling jatuh cinta itu sedang menikmati waktu romantis mereka.
...
Di villa keluarga Lang..
Bara yang baru saja pulang dari kantor tidak menemukan adiknya atau adik iparnya.
“ kemana yori dan ima ? ” tanya yori kepada bibi ana.
“ tuan yori dan nyonya ima sedang berbulan madu ke bali selama 1 minggu tuan. ” jawab bibi ana.
“ hah ? bulan madu ? kenapa mereka tidak memberitahuku ? ” tanya bara.
“ saya tidak tau tuan, tuan yori dan nyonya ima tidak mengatakan apapun kepada saya selain keberangkatan mereka tadi pagi. " jawab bibi ana apa adanya.
“ tuan bara, bukankah ini bulan madu adik anda. jika tuan yori memberitahu anda, sudah tentu anda akan ikut dengannya. bagaimana mungkin mereka bisa berbulan madu jika ada 3 orang ? ” gumam bibi ana dalam hati.
Mendengar ucapan bibi ana, bara pun tidak bisa bertanya apa – apa lagi.
Kemudian bara baru sadar bahwa paman sam yang biasa membukakan pintu untuknya tidak ada ditempat itu.
“ paman sam dimana ? apakah dia ikut dengan mereka ke bali ? ” tanya bara.
“ tidak tuan, paman sam terkena diare tadi pagi sehingga dia tidak bisa ikut tuan muda yori ke bali. " jawab bibi ana.
Dahi bara pun mengkerut, seakan akan sedang berfikir “ bagaimana mungkin yori pergi tanpa paman sam ? "
Karena letihnya badan setelah bekerja membuat bara tidak mau berfikir lagi.
Bara pun pergi kekamarnya untuk istirahat.
Tidak lama kemudian telepon rumah berbunyi.
“ kringg..kringgg”
Bibi ana segera menuju ruang tengah untuk menerima telepon.
“ halo bibi ana, ini yori. kami ingin memberitahukan bahwa kami sudah sampai di bali. " ucap yori.
“ oh tuan muda yori, syukurlah. aku akan memberitahukan kabar ini kepada tuan muda bara. " jawab bibi ana.
“ apakah kakakku sudah pulang ? bisakah aku berbicara padanya ? ” pinta yori.
“ tentu tuan muda, saya akan segera memanggil tuan muda bara, tolong tunggu sebentar. " jawab bibi ana sambil meletakkan telepon di atas meja dan berlari menuju kamar bara.
“ tok..tok..tok..”
“ tuan muda bara, ada telepon dari tuan muda yori, dia ingin berbicara kepada anda tuan. " ucap bibi ana dari balik pintu kamar bara.
Bara yang mendengar ucapan bibi ana segera membuka pintu dan menuju ruang tengah.
“ halo, yori ? ” ucap bara.
“ kak, kami sudah sampai di Bali. maaf karena baru sekarang aku bisa mengabari kakak. " ucap yori.
“ tidak apa – apa asalkan kau selamat. Oia, kenapa kau tidak membawa orang lain. aku dengar paman sam diare, kau bisa mengajak bibi ana untuk pergi bersamamu agar dia bisa merawatmu selama berada disana. " ucap bara.
“ kak, sekarang aku sudah mempunyai istri, dia akan merawatku dengan baik. " ucap yori.
Bara masih terheran dengan perilaku adiknya.
“ bukankah kau tidak mencintainya ? ” tanya bara.
“ mulai saat ini hanya istriku lah yang akan aku cintai seumur hidupku kak. " jawab yori sambil memandangi wajah istrinya yang sedang tertidur disampingnya.
“ apa maksudmu ? bagaimana dengan risa ? " tanya bara.
“ risa adalah masa lalu, aku memutuskan untuk melupakannya dan memulai hidup yang baru bersama istriku kak. " jawab yori.
Kepala bara pun penuh dengan tanda tanya yang jika dikumpulkan maka akan memenuhi satu stadion sepak bola.
Mendengar kakaknya terdiam, yori paham dengan apa yang sedang dipikirkan oleh kakaknya itu.
“ aku akan menjelaskannya saat aku pulang kak dan aku masih mempunyai satu berita lain yang akan membuatmu bahagia. " ucap yori.
__ADS_1
“ apa itu ? ” tanya bara mulai penasaran.
“ aku akan berobat dan melakukan terapi berjalan dirumah sakit “Jaya Hospital “. saat aku pulang ke kota jaya, aku akan segera mendaftar terapi kak. " ucap yori.
Bara seketika terkejut dan tidak bisa berkata apa – apa karena terlalu bahagia.
“ be..benarkah ? ” tanya bara yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
“ iya, benar kak ! tunggu aku pulang dan aku akan menceritakan semuanya. " jawab yori.
“ baiklah, aku akan menunggumu dan menyiapkan pesta penyambutan dirumah kita. " ucap bara yang kegirangan atas kabar baik dari adiknya itu.
“ iya kak, aku tutup dulu ya teleponnya. bye bye ! ” ucap yori sembari mengakhiri teleponnya.
yori memandangi bidadari cantik yang sedang tidur sangat pulas disisinya.
Yori sangat bahagia karena memiliki istri yang baik dan tulus apa adanya.
bagi yori kecantikan ima adalah kejutan terindah yang pernah dia dapatkan selama hidupnya.
yori sangat bersyukur atas wanita sempurna yang mau menghabiskan hidup berdua bersamanya itu.
“dia pasti lelah, karena seharian belajar berciuman denganku. Ima..taukah kau, karenamu aku akan berusaha berjalan secepat mungkin. aku akan bekerja dan membahagiakanmu. tunggulah aku ! “ gumam yori sambil memandangi istrinya.
Yori pun mencium kening istri yang sangat dicintainya itu.
....
Pagi harinya ima menemukan dirinya tertidur disamping suaminya.
Sekali lagi ima merasa malu jika mengingat apa yang mereka lakukan kemarin selama seharian.
Tapi ima sangat bahagia dan meskipun malu dia memandangi wajah pria yang tertidur disampingnya itu.
Dengan perlahan ima mencium bibir suaminya yang sedang tertidur untuk menerapkan ilmu yang telah dia pelajari kemarin.
Yori yang merasakan ciuman ima pun terbangun perlahan.
“ apakah kau sangat suka menciumku ? “ tanya yori yang sudah mulai terbangun dan tersenyum kepada istrinya itu.
“ aku hanya mencoba mempraktekkan ilmu yang kau ajarkan kepadaku kemarin. " jawab ima mencari alasan untuk menutupi rasa malunya.
“ ciumlah aku sesukamu, kapanpun kau mau aku akan sangat bersedia menjadi partner mu. tubuh dan hatiku ini sudah menjadi milikmu. " jawab yori yang semakin lama semakin pandai menggoda.
Mendengar perkataan suaminya, ima yang awalnya malu pun menjadi semakin malu karena dia berinisiatif mencium suaminya terlebih dahulu.
Melihat istrinya menjadi salah tingkah dan makin menggemaskan yori pun menarik istrinya, memeluknya dan menciumnya seakan – akan dia tak ingin kehilangan wanita dipelukannya itu.
Setelah beberapa saat ima teringat sesuatu dan menghentikan suaminya yang tidak berhenti menciumnya.
“ yori, masalah wajahku. bisakah kau menjaga rahasia ini hingga aku lulus kuliah ? ” tanya ima kepada yori.
“ kenapa ? apa ada masalah ? ” tanya yori.
“ apa kau mau aku dilirik oleh banyak pria ? ” jawab ima ketus.
“ tentu tidak ! jika perlu aku akan menyimpanmu didalam kamar dan hanya aku yang bisa melihat kecantikanmu. taukah kau ima, saat aku tau wajah aslimu, aku hampir tidak percaya jika yang berdiri dihadapanku saat itu adalah manusia. kamu sungguh cantik, belum pernah aku menemui wanita secantik kamu. " ucap yori.
“ Maka dari itu untuk sesaat aku berfikir bahwa kau adalah bidadari yang entah dari mana asalnya. bagaimana mungkin ada wanita secantik kamu, tetapi dunia tidak tau keberadaannya ? kau sungguh pandai dalam bersembunyi ! " ucap yori sambil memencet hidung istri yang sangat dicintainya itu.
“ benarkah aku secantik itu ? ” tanya ima menggoda suaminya.
“ iya, kau cantik. bahkan terlalu cantik sehingga membuat hatiku langsung hilang dalam sekejap dan saat aku sadar hatiku sudah berada dalam genggaman tanganmu dan tidak lagi perduli tentang apapun yang akan kau lakukan terhadap hati pria malang yang sedang berada didalam genggaman tanganmu itu. " jawab yori sambil memegang tangan istrinya dan menciumnya.
“ baiklah, kau boleh berwajah jelek saat siang hari, tapi saat kau tidur denganku, aku ingin kau apa adanya. karena kau adalah istriku, jadi hanya aku yang diperbolehkan melihatmu tanpa penyamaran apapun. ” tambah yori dengan serius.
Mereka pun melanjutkan tidur bersama sambil berpelukan hingga sarapan dari pihak hotel mendatangi kamar mereka.
“ permisi, sarapan anda sudah datang. “ ucap pria diluar pintu kamar ima dan yori.
Ima pun terbangun dan membuka pintu kamar hotel.
Saat ima berada didepan pintu, petugas yang membawa makanan hanya terdiam mematung melihat wajah cantik ima.
“ pak, apakah sarapan ini untukku dan suamiku ? ” tanya ima kepada petugas yang masih mematung.
Melihat keadaan tersebut, yori segera berkata kepada istrinya.
“ istriku, kecantikanmu tampaknya seperti medusa yang mengubah siapapun yang melihatmu menjadi patung seperti petugas itu. " ucap yori menggoda istrinya.
“ suamiku, jika memang seperti itu bukankah kau juga tidak bisa menatapku saat ini ? apa kau tidak takut menjadi patung seperti petugas ini ? ” jawab ima yang tidak mau kalah dengan suaminya yang makin pandai menggoda itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG…