
“ apakah filenya sudah selesai ?” tanya bara panik.
Bara tidak bisa membohongi hatinya yang sangat perduli terhadap wanita dihadapannya itu.
Ima hanya merasa bahwa perhatian dari bara adalah bentuk perhatian dari kakak ipar dan dia tidak keberatan dengan hal itu.
Terlebih lagi suaminya sendiri yang menitipkannya kepada sang kakak untuk dijaga dan dilindungi, tentu tidak ada pikiran buruk terhadap kakak iparnya itu.
Ima bersyukur bahwa bara sudah berubah, bahkan sekarang telah menganggapnya seperti adiknya sendiri.
“ selly sudah mengeceknya sebelum aku menyerahkannya padamu. kau bisa membaca dan menandatanganinya sekarang.” ucap ima sambil meletakkan file – file itu dimeja bara.
Bara kembali ke tempat duduknya dan mulai membaca dan menandatangani semua file yang diberikan oleh ima.
Ima duduk menunggu disofa panjang yang terletak didalam ruangan bara.
“ ima, saat pulang kerja tunggu aku diruanganku. aku harus mengadakan meeting sebentar. kau tidak keberatan menungguku sebentar bukan?” tanya bara sambil menyerahkan file yang sudah ditandatangani.
“ tentu kakak ipar, aku akan menunggumu disini. bisakah kau mendaftarkan jariku untuk membuka pintu ruanganmu ini.” tanya ima sambil menerima file dari tangan bara.
Bara tersenyum lembut dan segera mengajak ima kedepan mesin deteksi didepan pintu.
Bara mengambil tangan ima dan meletakkannya pada mesin tersebut.
Hanya memegang tangan ima sudah membuat bara menjadi sangat bahagia, darah didalam tubuhnya seakan bergejolak.
Setelah selesai mendaftarkan jari jemari ima, bara melepaskan tangan ima agar dia tidak terbawa perasaan semakin jauh dan dalam kepada ima.
“ nah, sekarang sudah selesai. nanti kau tunggu aku disini. sekarang kau sudah bisa membuka pintu ruanganku tanpa selly.” ucap bara sambil tersenyum bahagia.
Ima sangat bahagia karena kakak iparnya itu sekarang lebih banyak tersenyum dari sebelumnya.
Setelah selesai ima segera keluar ruangan dan menyerahkan file yang sudah ditandatangani ke selly.
“ ima, bulan depan aku akan mengadakan acara tunangan dengan pacarku. bisakah kau menemani tuan bara untuk menemui pemilik perusahaan bahan baku cat diluar negri.” ucap selly memberitahukan rencananya.
“ apakah cat yang kita gunakan untuk proyek pembangunan diimpor dari luar negri ?“ tanya ima terheran.
" bukan cat nya, hanya bahan bakunya saja yang berasal dari luar negri. kita sendiri yang mengolahnya dipabrik kita dan mengeluarkan cat dengan merk perusahaan kita. " ucap selly menjelaskan.
“ semua klien kita tau bahwa perusahaan kita hanya menggunakan bahan – bahan terbaik. selain memproduksi cat, perusahaan kita juga memproduksi bahan lain seperti besi, semen dan bahan pokok bangunan lain.” tambah selly menjelaskan.
“ apakah kau belum tau bahwa perusahaan Lang adalah perusahaan kontruksi terbesar dikota jaya dan diseluruh negri ? " tanya selly kepada ima yang merupakan istri dari yori yang merupakan salah satu pemegang saham terbesar diperusahaan itu.
ima hanya menggelengkan kepalanya.
“ Hampir semua perusahaan yang berada dikota ini kami lah yang membangunnya. Dengan pesatnya perekonomian membuat hampir semua perusahaan swasta maupun negeri menggunakan bahan bangunan dari kita untuk membangun perusahaan mereka. Itulah mengapa 3 tahun ini kita sangat sibuk.” ucap selly menjelaskan.
Mendengar hal itu ima benar – benar kagum terhadap bara yang bisa mengelola perusahaan sebesar itu.
Sekarang ima sadar bahwa dulu sikap dingin bara adalah efek dari banyaknya pekerjaan yang harus dia tangani.
...
jam menunjukkan pukul 16.00, selly segera berkemas.
Ima menuju ruangan bara untuk menunggunya diruangan itu.
Ruangan itu tampak sepi dan senyap, hanya ada beberapa furniture modern.
Ima melihat foto yang berada dimeja bara. Hanya ada 2 foto.
Satu foto adalah foto bara, yori dan kedua orang tuanya saat mereka masih kecil dan foto yang lain adalah foto bara dan yori bersama kakeknya saat mereka sudah dewasa.
“ sebenarnya bara adalah orang yang baik dan sangat menyayangi keluarga. dengan banyaknya pekerjaan yang harus dia tangani memang wajar jika dia menjadi dingin dan berubah menjadi tukang bully. “ gumam ima perlahan sambil tertawa kecil saat mengingat perbedaan bara yang dulu dan sekarang.
Ima duduk disofa dengan menyandarkan kepalanya pada bagian atas sofa.
Mungkin karena suasana yang tenang dan sunyi, tanpa sadar ima tertidur.
Waktu menunjukkan pukul 17.30, bara menyelesaikan meetingnya dan segera menuju ruangannya.
bara tau bahwa wanita pujaan hatinya sudah lama menunggunya.
Saat dia masuk ruangan, dilihatnya ima sedang tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar pada bagian atas sofa.
Pemandangan yang jarang dia lihat ini diukirnya diingatannya yang paling dalam.
Wajah ima yang terkena sinar lampu ruangan yang sedikit redup membuat siapapun akan berfikir bahwa yang tidur disana bukanlah manusia melainkan bidadari karena sangat cantiknya.
__ADS_1
Secara otomatis bara mendekati ima dan duduk disampingnya.
“ apakah ada manusia secantik dirimu ima ? “ guman bara dalam hati.
dengan dukungan dari hatinya bara memberanikan diri mencuri sebuah ciuman ringan dibibir ima karena takut ima akan terbangun.
Hati bara seakan hampir meledak saat mencuri ciuman dari adik iparnya itu. bara sangat takut jika ima mengetahui apa yang telah dilakukannya saat ima sedang tertidur lelap.
Ima yang kelelahan bekerja tidur hingga pukul 18.30. Saat terbangun dilihatnya bara tertidur didepannya dengan posisi duduk seperti dia.
ima menyentuh sesuatu yang menyelimuti tubuhnya.
“ jas ? Jas siapa ini ? " gumam ima dalam hati.
Dilihatnya bara hanya menggunakan kemeja tanpa jas.
Ima pun membangunkan kakak iparnya itu.
“ kak, bangun ! hari sudah malam, mari kita segera pulang. “ ucap ima sambil menepuk bahu bara dengan pelan.
Bara pun terbangun perlahan.
“ kau sudah bangun ?” tanya bara sambil mengusap - usap matanya.
“ maafkan aku. aku tertidur saat menunggumu.” ucap ima sambil memasangkan kembali jas bara ketubuhnya.
“ oh, tidak apa – apa. skulah yang pertama membuatmu menunggu lama.” ucap bara.
“ baiklah, mari kita pulang. Bibi ana dan paman sam tentu sudah khawatir.” tambah bara sambil berdiri mengambil kunci mobil dimejanya.
Bara dan ima segera pulang menuju villa.
Sesampainya di rumah, bibi ana dan paman sam sudah terlihat panik.
bibi ana segera berlari menghampiri ima yang baru saja keluar dari mobil.
“ kenapa nyonya pulang malam ?” tanya bibi ana.
ima menjelaskan kejadian hari itu kepada paman sam dan bibi ana.
Setelah mendengarnya, terlihat wajah lega dari kedua pelayan setia itu.
Malam itu bara tidak bisa tidur membayangkan kejadian hari ini, dia memejamkan matanya dan mengingat kembali wajah ima yang sedang tertidur dikantor tadi sore.
sesaat kemudian bara teringat saat - saat menegangkan dikala dia mencuri sebuah ciuman ringan dari bibir ima.
Seketika wajah bara memerah karena malu, bara mengguling - gulingkan tubuhnya ke kanan dan kekiri karena malunya tanpa sadar bahwa tingkah malunya itu lebih memalukan jika ada yang melihatnya.
bara yang dingin dan playboy bertingkah seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta didalam kamarnya.
menikmati perasaan bahagia bara sendirian dan hidup dalam dunia cintanya.
" aku belum pernah merasakan hal ini sebelumnya.. jika aku jatuh cinta, bagaimana mungkin aku menyembunyikannya ? aku tidak mungkin merebut ima dari yori, saat aku melakukan hal itu pasti aku sudah gila.” gumam bara dalam hati.
Bara meletakkan perasaannya kedalam sebuah kotak kecil yang ditutup rapat didalam hatinya dan dikunci dengan banyak sekali gembok agar tidak bisa dibuka oleh siapapun termasuk dirinya sendiri.
Malam itu bara tidur dengan perasaan bahagia dan sedih bercampur menjadi satu.
Ima didalam kamar memandangi teleponnya, belum ada kabar dari suaminya sehingga membuatnya sedih.
“ apakah yori sudah sampai ? apakah dia lupa menghubungiku ? ataukah dia sangat sibuk ?” gumam ima dalam hati sambil memainkan ponsel ditangannya.
tidak lama kemudian ponselnya berbunyi dan itu adalah telepon dari suami tercintanya.
“ halo..yori apakah kau sudah sampai ? apakah kau sibuk ? kenapa kau baru menghubungiku sekarang ? apakah ada masalah dengan pekerjaanmu ?” ucap ima sekaligus karena panik bercampur bahagia.
“ tenang lah istriku. aku sudah sampai tadi siang dan langsung melihat proses pembangunan pabrik baru. aku sangat sibuk hingga tidak bisa membuka ponsel sama sekali.” jawab yori dengan suara pelan karena ada andrew yang masih lajang disampingnya.
“ baiklah. tapi kenapa suaramu pelan sekali ? ada siapa disampingmu ? apa kau menyembunyikan sesuatu ?” tanya ima serius.
“ istriku, aku tidak akan melirik wanita lain saat istriku sendiri merupakan wanita paling cantik didunia ini.” jawab yori menggoda istrinya.
“ ada andrew disampingku, dia belum menikah. dia akan malu jika kita berbicara keras – keras.” tambah yori dengan sedikit mengeraskan suaranya.
“ jadi seperti itu ? baiklah. kalau begitu segeralah beristirahat. besok kau harus bekerja keras lagi bukan ?” tanya ima.
“ iya sayang, kalau begitu selamat malam. Mwuah..” ucap yori sambil mengirim ciuman elektronik ke telinga istrinya.
“ jika kau ingin menciumku, cepatlah pulang.” ucap ima yang mulai menggoda suaminya.
__ADS_1
“ saat aku pulang, tidak hanya ciuman yang akan aku berikan, tapi juga...” ucap yori terhenti.
“ baiklah, aku menyerah. berhenti berbicara, jika tidak aku tidak akan memiliki wajah lagi saat bertemu dengan andrew dikantor. selamat malam.” ucap ima yang memerah wajahnya karena sangat malu.
Ima pun segera menutup teleponnya. Dia tidak ingin berbicara lebih jauh karena malu kepada andrew.
Malam itu ima tidur dengan nyenyak karena sudah mendengar kabar dari suaminya.
.....
1 bulan kemudian...
Ima sudah menguasai semua pekerjaannya sebagai sekertaris.
dengan tidak adanya yori dirumah dia bisa sangat fokus dengan pekerjaan didepannya.
Hari ini selly mengadakan acara tunangan dan tidak masuk kerja.
Ima menggantikan selly untuk melakukan perjalanan bisnis dengan bara ke luar negri.
Bara dan ima naik pesawat menuju amerika untuk bertemu dengan pemilik perusahaan bahan baku cat.
Didalam pesawat ima pun menanyakan beberapa hal kepada bara untuk mengobati rasa ingin tau nya.
“ bara, kenapa kita harus membeli bahan baku mentah dari luar negri ?” tanya ima.
“ jika kita membeli barang jadi dari luar negri seperti cat merk A misalnya, keuntungan yang kita dapat tidak begitu besar. jika kita hanya membeli bahan mentah dengan kualitas terbaik dan mengolahnya sendiri serta memberi merk perusahaan kita, maka keuntungan 4x lipat lebih besar daripada kita membeli barang jadi.
yang terpenting adalah kita memiliki kualitas produk yang sangat bagus dengan merk kita sendiri.” ucap bara menjelaskan.
“ wah,otak bara ternyata isinya uang semua!pantas saja dia sudah bisa sukses dalam usia muda ! " gumam ima dalam hati.
Sesampainya dihotel, bara meminta agar kamarnya dijadikan satu dengan 2 tempat tidur.
ima yang mendengar hal tersebut sedikit terkejut.
“ bara ! apa tidak apa – apa kita tidur satu kamar ?” tanya ima.
“ jika kamarmu terpisah dariku bagaimana aku bisa melindungimu ?? apa yang akan aku katakan kepada yori saat itu terjadi ? kita berada diluar negri dan tidak mengenal siapapun. bagaimana bisa aku mempercayakanmu pada mereka ?” ucap bara dengan jujur.
“ benar juga ! baiklah. aku juga akan merasa lebih aman bersamamu. kau tau bukan bahasa inggrisku tidak sefasih milikmu” ucap ima dengan wajah cemberut karena kalah satu poin dari bara.
“ oleh karena itu sering – seringlah pergi keluar negri untuk perjalanan bisnis agar kemampuan bahasa inggrismu lebih baik.” ucap bara sambil menerima kartu kamar untuk mereka berdua.
Saat masuk kedalam kamar, bara segera mandi karena dia merasa tubuhnya sangat lengket.
Ima mengeluarkan isi kopernya dan koper bara lalu meletakkannya ke dalam lemari hotel.
Saat bara keluar dari kamar mandi, ima sudah menunggu antrian untuk mandi.
Setelah selesai mandi ima segera merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
“ bara, apakah perjalanan keluar negri selalu melelahkan seperti ini ? " tanya ima.
“ tergantung kemana tujuannya. semakin jauh tujuannya maka semakin lama perjalanannya.” ucap bara sambil membaca data pemilik perusahaan yang akan ditemuinya besok.
“ apa kau tidak akan tidur ?” tanya ima yang penasaran.
“ aku harus tau data tentang orang yang akan kutemui besok. kabarnya perusahaan saingan kita juga akan bernegosiasi dengannya. kita harus bisa mendapatkan kontrak kerjasama dengan orang ini besok bagaimanapun caranya.” ucap bara sambil membalikkan lembaran kertas yang ada ditangannya.
“ jika kita tidak berhasil ?” tanya ima yang makin penasaran.
“ jika tidak berhasil, maka saingan kita yang akan mendapatkan keuntungan dan kita tidak hanya akan rugi sedikit, kita bisa kehilangan beberapa proyek yang akan kita kerjakan. Karena klien kita ingin menggunakan bahan bangunan dari orang yang akan kita temui besok.” ucap bara sambill meletakkan lembaran kertas dimeja samping tempat tidurnya.
“ kenapa beberapa klien bersikeras menggunakan bahan mentah dari orang itu ?” tanya ima yang rasa ingin taunya bagaikan jurang curam yang kedalamannya tidak bisa diukur.
“ tentu karena dengan bahan mentah dari orang ini kita bisa memproduksi barang jadi yang kualitasnya sangatlah bagus dan cat yang dihasilkan bisa bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.” ucap bara yang tidak bosan menjawab setiap pertanyaan yang keluar dari mulut kecil ima itu.
Ima terdiam karena semua pertanyaannya sudah terjawab dan dia mengerti betapa pentingnya kerjasama dengan orang itu untuk menjalankan beberapa proyek yang sudah dipegang oleh perusahaan Lang.
“ima, bukankah kau adalah orang yang sangat ingin tau banyak hal ?” ucap bara mulai menggoda ima.
“ aku hanya ingin mengetahui hal yang belum aku ketahui.” ucap ima sambil menarik selimutnya.
Bara hanya tersenyum melihat tingkah ima yang merasa pengetahuannya kalah oleh pengetahuan yang dimiliki oleh bara.
Ima tertidur pulas karena kelelahan selama perjalanan sedangkan bara belum bisa tidur karena berada satu kamar dengan ima.
Bersambung..
__ADS_1