My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 01


__ADS_3

Pagi itu mentari yang cerah seakan tersenyum kepada ima yang sedang duduk termenung disamping jendela kamar seperti manusia yang sedang ditinggal tamasya oleh rohnya.


Sang mentari yang berusaha memberi semangat kepada ima pun tidak mendapatkan respon yang positif.


“ cuaca ini benar-benar tidak mendukung hatiku yang sedang mendung. ” gumam ima dalam hati sambil memandang langit luar dari dalam jendela kamarnya.


Hari ini adalah hari dimana ima akan dipertemukan dengan keluarga calon suaminya.


Ayah reno, ibu rose serta yaser sudah bersiap untuk berangkat ke villa keluarga Lang.


Ima didalam kamar sedang bermusyawarah dengan otaknya selama berjam – jam mencari cara terbaik dan teraman untuk menghadapi calon suaminya nanti.


Dahi ima mengkerut hampir – hampir tidak bisa kembali lagi seperti semula karena lamanya dia berfikir.


Setelah hampir 2 jam berfikir keras, ima pun mendapatkan solusi atas permasalahannya.


“ Nah, aku punya ide bagus untuk melakukan pernikahan ini dan mengakhirinya dengan aman tanpa harus membahayakan pekerjaan ayah ataupun masa depanku. ” bisiknya dalam hati dengan perasaan bahagia.


Setelah mendapatkan sebuah ide, ima pun mulai bersiap – siap.


“ ima.. berapa lama lagi waktu yang kau butuhkan untuk bersiap – siap ? ini sudah 2 jam, cepatlah ! “ teriak sang ibu.


Suara lantang sang ibu membuat ima yang baru saja mulai bersiap – siap menjadi semakin tergesa – gesa.


“Ibuku tersayang, apakah engkau tahu bahwa anak perempuan kesayanganmu ini dari tadi berfikir keras agar masa depannya tidak berantakan ? ” ima mengomel dalam hatinya.


Belum selesai ima bersiap – siap, suara lantang sang ibu terdengar sekali lagi.


“ ibu akan menghitung hingga 10, jika kamu tidak juga keluar dari kamarmu, ibu akan masuk dan memukul pantatmu dengan sangat keras !! ” teriak sang ibu yang sudah mulai tidak sabar.


Setelah mendengar peringatan ibunya, ima pun bergegas keluar kamar secepat kilat dan menemui ibunya.


Melihat sikap anak perempuannya yang menggemaskan sang ibu pun tersenyum bahagia.


Ima melihat ke arah ibu nya dengan pandangan memelas.


“Oh ibuku tersayang, jika bukan karena body ku yang bagus dari sananya, pasti pantatku saat ini sudah tipis dan terancam rata karena sejak kecil engkau pukul dikala aku tidak menurut. ” gumam ima dalam hati sambil melihat kearah pantatnya.


“ Oh.. pantatku yang malang, 20 tahun sudah kau dianiaya oleh ibu karena kesalahanku. bertahan lah disana ya… karena aku tidak akan membiarkanmu dianiaya lagi oleh ibuku, cukup sudah penderitaanmu ! ” gumam ima dalam hati sambil mengelus – elus pantatnya yang malang, yang hampir - hampir teraniaya sekali lagi oleh ibunya.


Sang ibu memandangi anak perempuannya itu dan menegurnya perlahan.


“ kaca mata kamu mana ? make up untuk flek hitam palsu itu tahan air kan ? ” tanya sang ibu mengingatkan.


Ima mengangguk dan mengangkat tangannya ke pelipis ( pada posisi hormat kepada bendera negara ).


“SIAP!! ibuku tersayang..! semuanya aman ! “ jawab ima dengan percaya diri.


Sejak masuk SMA sang ibu menyarankan agar ima selalu menggunakan kacamata palsu dan menambahkan beberapa flek hitam pada wajahnya dengan menggunakan make up untuk menutupi wajahnya yang sangat cantik dikarenakan beberapa tahun belakangan ini terjadi banyak kejahatan terhadap kaum perempuan.


Bahkan hingga kuliah pun hal itu masih dilakukan oleh ima.


Itulah cara sang ibu melindungi anak perempuan kesayangannya itu.


----bukankah dunia ini akan indah jika setiap orang tua memiliki rasa tanggung jawab dan kasih sayang yang besar kepada anaknya hingga mereka melepasnya untuk menikah. Sungguh..kasih sayang ibu adalah hal terbaik yang dimiliki setiap anak dan jika ditambah dengan kasih sayang dan perlindungan dari seorang ayah, bukankah hidup seorang anak sudah sangat sempurna..Maka dari itu sayangi kedua orangtuamu----


Sepanjang perjalanan, sang ayah menjelaskan tentang calon suami ima.


30 menit kemudian keluarga halim sampai di villa kediaman keluarga Lang.


Mereka disambut oleh paman sam yang sudah sejak tadi menunggu didepan pintu villa.


“ silahkan masuk, tuan jimo dan tuan muda bara sudah menunggu anda. ” ucap paman sam.


Diruang tengah sudah duduk seorang pria tua berbadan tegap dan seorang pria muda yang sangat tampan.


Paman sam pun mengantar para tamu menuju ruang tengah dan mempersilahkan mereka untuk duduk.

__ADS_1


“ Pria muda ini, diakah calon suamiku ?” tanya ima dalam hati.


Info yang diberitahu oleh ayahnya dalam perjalanan tadi menyebutkan bahwa calon suaminya bernama Bara Lang, boss ayahnya.


Pria yang sejak kematian orang tuanya menjadi dingin dan tidak bersahabat.


Seorang playboy kelas atas yang memiliki peringkat sangat tinggi dalam bergonta – ganti pacar.


Hanya bersikap lembut terhadap satu orang yaitu adik kandungnya, Yori Lang.


Melihat pria muda didepannya, otak ima pun mulai berfikir dengan serius, cara apa yang bisa ima gunakan untuk menghadapi pria seperti itu.


“Heeehhh… Seorang playboy ? sepertinya sedikit lebih sulit dari yang sudah aku perkirakan..dengan posisiku yang belum pernah berpacaran sama sekali, aku bisa kalah debat di ronde pertama kalau seperti ini ! semoga pengalaman membaca komik selama ini bisa membantuku untuk menghadapi pria seperti ini.. ”gumam ima dalam hati.


Seorang bibi assisten rumah tangga memberikan teh dan biskuit kepada para tamu.


“ silahkan dinikmati teh dan biskuitnya tuan dan nyonya. ” ucap pelayan itu.


“ terima kasih. ” ibu rose menjawab dengan sopan sambil tersenyum ramah.


Ibu rose tahu bahwa anaknya akan tinggal disana dan berusaha memberikan kesan sebaik mungkin agar anaknya kelak setelah menikah diperlakukan dengan baik disana.


Ima yang tidak tahu isi hati ibunya hanya menggerutu dengan pelan.


“ dengan orang lain ibu baik, dengan anak perempuan sendiri ibu galak ! " ucap ima sambil meruncingkan mulutnya mirip seperti mulut gurita dilaut lepas sana.


Melihat tingkah imut anaknya, sang ibu hanya mencubit pipi ima dengan pelan.


Kakek jimo yang menyaksikan kejadian itu tertawa sambil berkomentar.


“ hahaha, tidak salah aku memilih calon istri untuk cucuku, sikap ceriamu tentu akan sangat membantunya untuk dapat segera pulih. ” ucap kakek jimo sambil tertawa.


Ayah reno, ibu rose dan ima kebingungan dengan ucapan kakek jimo dan saling memandang satu sama lain.


“ nah ! apa ini…? apa pria sehat didepanku ini punya penyakit tersembunyi ? kenapa makin rumit ? tadi pagi aku sudah berfikir selama 2 jam dan sekarang ditambah dengan masalah penyakit ?” tanya ima dalam hati.


“ Maaf, apa maksud anda tuan jimo? ” ayah reno pun membuka pertanyaan yang mewakili keingintahuan mereka sekeluarga.


Kakek jimo menjelaskan bahwa yang akan menikahi ima adalah cucu keduanya, Yori Lang yang sedang berbaring dikamar dikarenakan kakinya cacat dan tidak bisa berjalan dan bukan cucu pertama yang duduk disebelahnya.


Mendengar penjelasan kakek jimo ibu rose pun berusaha sekuat tenaga untuk menahan air mata nya yang sudah seperti bendungan dipinggir pantai.


ibu rose sangat sedih jika anak perempuan kesayangannya itu harus menikah dengan pria cacat yang bahkan tidak bisa berjalan.


“Oh, kesayangan ibu, mengapa hidupmu jatuh sedalam ini. demi kami, kehidupan seperti apa yang akan kamu jalani.. dari pernikahan dengan pria yang tidak kamu cintai dan sekarang pria cacat...” sang ibu bergumam dalam hati dengan sedihnya.


Sang ibu menatap ima dengan tatapan yang sangat dalam.


Ima yang melihat wajah ibunya, seketika paham dan tersenyum manis agar hati sang ibu lebih tenang sementara dia sendiri sedang menenangkan jantungnya yang seketika berdetak tak terkendali.


ima tidak ingin hati ibunya hancur.


Jika hati ibunya hancur apalagi ima sendiri yang akan menikah, tentu hatinya lebih hancur lagi.


ima pun menatap bara yang duduk didepannya dan pria itupun membalas tatapan ima dengan tatapan sinis.


“ *Oh Tuhan, tantangan seperti apa lagi yang Engkau berikan kepadaku, dalam waktu singkat mengapa Engkau berikan banyak sekali berita yang membuat jantungku hampir meledak seperti meledaknya gunung merapi karena terkejut.


Dari berita kakek meninggal, pernikahan dadakan, dan sekarang berganti calon suami dan suami yang cacat pula ? rencana apa yang sebenarnya Engkau siapkan untukku. kenapa banyak sekali hal buruk yang terjadi* ? ” ima curhat kepada Tuhan melalui hatinya.


“ Bolehkah kami menemui calon suami ima yang sebenarnya ? ” lagi – lagi sang ayah lah yang pertama kali menanyakan hal yang mewakili keingintahuan mereka sekeluarga.


Itulah seorang ayah, walaupun dari luar tampak acuh tak acuh, tapi hatinya lembut dan sangat menyayangi anak - anaknya dengan caranya sendiri.


“ stop ! ” ucap ima.


Ima pun sudah tidak sanggup lagi jika harus melihat hati kedua orang tuanya hancur berkali –kali.

__ADS_1


Ima akhirnya mengambil keputusan yang dia sendiri pun kaget saat mengucapkannya.


“ aku mau menikahi cucu kedua anda tuan jimo, jangan khawatir… aku akan mencintai dan merawatnya seperti aku mencintai dan merawat diriku sendiri. ” ucap ima dengan wajah serius.


Dengan hati yang sudah pecah menjadi ratusan keping dan kepingan itu pun berserakan kemana – mana, ima menggunakan perisai paling kuat yang dia miliki untuk melindungi hati ayah dan ibunya.


Ima sudah siap dengan kemungkinan terburuk yang akan dia jalani dirumah itu.


Apapun yang terjadi dia tidak akan menyerah kecuali terhadap takdir, karena perempuan sekokoh dan sekuat apapun terkadang harus tunduk dan menyerah kepada takdir yang sudah ditetapkan.


“ *Oh Tuhan, Engkau yang paling tahu isi hatiku, aku menerima takdir dari Mu dan aku mohon jangan sia – siakan pengorbananku demi rasa sayangku terhadap kedua orang tuaku.


Jika Engkau menghadiahkan kebahagiaan diujung perjalananku nanti maka aku akan sangat berterima kasih. tapi jika tidak ada kebahagiaan hingga di ujung perjalananku, maka tolong dipertimbangkan sekali lagi ya Tuhan*...! ”pintanya dalam hati sambil sedikit bernegosiasi dengan Tuhannya.


Dengan dukungan dari orang tuanya selama ini, ima sadar bahwa tidak ada hidup yang berat sama sekali.


Pengorbanan ima pun sepadan dengan kasih sayang yang diberikan oleh ayah dan ibunya selama ini.


“ baiklah , aku akan mengurus tanggal pernikahannya, lebih cepat lebih baik dan akan aku buat pesta yang sangat mewah nantinya. ” ucap kakek jimo memecah lamunan ima.


“ tunggu tuan jimo! ” ima langsung menahan rencana kakek jimo.


mereka semua mengarahkan pandangannya kearah ima, tidak terkecuali bara yang sedari tadi hanya diam menikmati tehnya.


“ Calon suamiku merupakan pria yang tidak bisa berjalan, jika diadakan pesta mewah bukankah itu berarti penghinaan terhadap suamiku yang cacat ? “ tanya ima dengan wajah seriusnya.


“Suamiku akan menggunakan kursi roda untuk menyambut para tamu. selain tidak efisien, suamiku akan merasa tidak nyaman dan lebih buruknya lagi dia akan dipandang rendah karena kondisi fisiknya yang cacat.


Para tamu pun akan berbicara buruk dibelakang suamiku. Jika hal itu bisa menghancurkan reputasinya atau bahkan membuatnya sedih , maka aku lebih memilih pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga saja. ” ucap ima menjelaskan situasi kepada kakek jimo.


Ima tidak mau jika teman – teman dikampusnya tau bahwa dia akan menikah.


ima berusaha menyembunyikannya agar kelak saat bercerai dia tidak harus bersusah payah menjelaskan tentang perjodohan ini kepada mereka semua.


Terlebih lagi dia mempunyai ide cemerlang yang bisa melindungi dirinya saat mereka bercerai kelak.


“ kamu sungguh pintar dan baik hati ima, aku benar – benar tidak salah dalam mencari calon istri untuk cucuku. ” ucap kakek jimo dengan senyum bahagia menghiasi wajahnya yang sudah tidak muda lagi itu.


Kakek jimo tersenyum puas kepada ima.


Lalu bara yang sedari tadi hanya diam dan mengamati situasi pun mulai menunjukkan rasa tidak sukanya kepada ima yang ternyata sangat pintar.


“ kek, lebih baik kakek simpan pesta pernikahan yang mewah dan megah itu untukku kelak, aku akan menikahi gadis yang jauh lebih cantik dan lebih pintar dari dia. ” kata – kata bara membuat ima merasa dirinya direndahkan entah karena wajahnya yang jelek atau karena hal lain pada dirinya yang tidak disukai oleh bara.


“ Wah..tampaknya kandidat calon musuh bebuyutanku sudah muncul dan dia adalah calon kakak iparku sendiri ? hidupku tampaknya tidak mudah setelah menikah nanti. beruntung dia tidak memilihku menjadi istrinya, jika dia menjadi suamiku entah seburuk apa neraka yang akan dia siapkan untukku. ” gumam ima dalam hati sambil bersyukur.


“ tentu calon kakak ipar ku yang tampan, aku akan sangat bahagia menunggu pesta paling mewah dan megah yang akan kau adakan, dengan ketampananmu sudah tentu kakak ipar perempuanku juga akan sangat cantik. jika memungkinkan, lebih cepat akan lebih baik.“ sanggahn ima dengan cepat.


Ima pun tersenyum lebar kepada bara.


Bara yang merasa intimidasinya gagal pun mulai kesal.


“ benar bara, kakek sangat mendukung ide ima. jika secepatnya kamu menikah, maka aku akan cepat menggendong cicit dipangkuanku, ha..ha..ha..” ucap kakek jimo sambil tertawa lebar.


Kakek jimo pun bahagia melihat ima melawan intimidasi dari bara dan dia pun sadar bahwa dengan kondisi yori yang tidak bisa berjalan sudah tentu impiannya untuk segera memiliki cicit tidak bisa segera terwujud, setidaknya dia harus menunggu hingga yori sembuh terlebih dahulu dan hanya Tuhan yang tau kapan yori bisa sembuh dan mau berjalan lagi mengingat bahwa secara medis yori sudah sembuh tapi secara mental yori tidak ingin berjalan lagi.


“ Tuan jimo.." ima ingin menyampaikan sesuatu sebelum dipotong pembicaraannya oleh kakek jimo.


“Jangan panggil aku tuan jimo..panggil aku kakek.. 1 minggu lagi kamu akan menjadi cucu perempuanku, jangan sungkan..” ucap sang kakek sambil tersenyum.


Ayah reno dan ibu rose terkejut dengan pernikahan anak perempuannya yang akan dilaksanakan secepat ini.


Berbeda dengan ima yang sudah siap mental dan fisik untuk bertarung dan bertahan dirumah itu yang membuatnya bisa bersikap tenang.


Melihat ayah dan ibunya terkejut ima sekali lagi tersenyum untuk meredakan kecemasan di hati ayah dan ibunya.


ima tidak lagi memiliki waktu untuk memikirkan tentang dirinya sendiri.

__ADS_1


Sekarang yang ada di kepala ima hanya tentang kebahagiaan orang tuanya.


BERSAMBUNG..


__ADS_2