
Saat ima melihat paman sam turun kelantai bawah, dia segera menemui paman sam untuk berbicara dengannya.
“ paman sam, bisakah aku berbicara empat mata denganmu ? ” tanya ima dengan wajah seriusnya.
“ tentu nyonya, ada apa ? ” tanya paman sam.
" besok pagi aku dan yori akan ke bali selama 1 minggu, akan tetapi yori memaksa mengajak paman sam untuk ikut pergi bersama kami agar paman dapat merawatnya...“ ucap ima terhenti.
“ paman, bukankah sekarang aku adalah istrinya ? tidak bolehkah aku merawatnya ? “ ucap ima sambil memasang wajah memelas.
“ nyonya ,aku hanya menuruti perintah saja. jika saja aku bisa menolak, tentu aku akan membiarkan nyonya yang merawat tuan muda. ” jawab paman sam merasa kasihan terhadap ima yang sudah menjadi nyonya Lang itu.
“ paman, aku ada ide. jika paman mau bekerjasama denganku, maka akan aku pastikan bahwa paman tidak akan ikut bersama kami tanpa harus menolak perintah dari yori. ” ucap ima menawarkan ide.
Paman sam segera mengangguk dan mendengarkan ide dari ima.
“ besok pagi paman harus minum obat pencahar perut ini, tidak perlu banyak..sedikit saja. saat paman sudah sakit perut serahkan semuanya padaku. ” ucap ima menjelaskan.
“ baiklah nyonya. saya akan menahan rasa sakitnya demi kalian berdua. ” jawab paman sam ragu.
Ima dan paman sam saling tersenyum satu sama lain.
Lalu ima menuju kamar yori dan meminta paman sam untuk membawakan sofa ke kamar yori dengan alasan dia ingin bersantai disofa saat berada didalam kamar.
Melihat ima masuk kedalam kamarnya, yori menjadi heran.
“ apakah kau akan tidur disini ? “ tanya yori.
" tenang saja, aku tidak akan menggangumu. aku sudah meminta paman sam untuk membawa sofa kedalam kamarmu. aku akan tidur disofa malam ini. ” ucap ima menenangkan yori.
Ima sebenarnya cukup gugup dengan kondisi tidur satu ruangan dengan laki – laki asing.
Belum lagi ima harus tidur dengan menggunakan flek hitamnya.
“ *s*etiap malam aku tidak boleh lupa memasang flek hitam sebelum tidur. siang hari sudah cukup sulit, apalagi malam hari juga harus menggunakan make up untuk flek hitamku..oh ima yang malang, bertahanlah... hanya 1 tahun ! ” ucap ima dalam hati sembari menyemangati dirinya sendiri.
“ aku hanya tidak ingin ada yang curiga dengan pernikahan kita, termasuk paman sam dan bibi ana. ” ucap ima dengan santai.
Yori hanya diam dan membiarkan ima melakukan apa yang ingin dia lakukan.
Malam pengantin adalah malam dimana sepasang kekasih mengungkapkan perasaan mereka masing - masing.
Tapi hal itu tidak berlaku untuk yori dan ima.
Yori tidur di tempat tidur dan ima tidur disofa.
Pada tengah malam, yori merasa haus.
Yori pun memanggil paman sam karena semenjak ima ada didalam kamarnya, paman sam hampir tidak pernah masuk dan gelas yang ada disisi tempat tidurnya sudah kosong.
Perlahan ima bangun karena mendengar suara yori.
“ ada apa yori ? ” tanya ima.
“ aku hanya haus, tetapi gelasku kosong. paman sam sepertinya terlalu malu masuk kedalam kamar ini sehingga dia lupa mengisi gelas air minumku. ” jawab yori.
Ima pun melangkah menghampiri yori dan mengambil gelas kosong diatas meja kecil disamping tempat tidur yori.
Ima keluar kamar menuju dapur.
Setelah mendapatkan teko dan gelas bersih, ima kembali lagi ke dalam kamar yori.
“ aku membawakan 1 teko berisi air minum, jika kau merasa haus, kau hanya perlu menuangkannya kedalam gelas. jadi walalupun kau haus berkali – kali dalam satu malam, kau tidak perlu membangunkan paman sam hanya untuk meminta air minum. " ucap ima.
Yori yang mendengar ucapan ima merasa terharu terhadap perhatian dari istrinya itu.
Yori hanya mengangguk, lalu meminum air yang dituangkan oleh ima dan kembali tidur.
Setelah melihat yori tertidur, ima pun kembali ke sofa untuk melanjutkan tidurnya.
Malam itu bara tidak pulang ke villa karena kakek jimo memintanya untuk menginap di villa kakeknya sehingga malam itu dilewati ima dengan damai dan tenang.
...
Pagi harinya...
Utusan kakek jimo sudah berada didepan pintu villa menunggu yori dan ima .
Didalam villa terjadi kekacauan karena paman sam terkena diare dadakan.
Melihat hal itu ima segera memanggil dokter.
Beberapa saat kemudian sang dokter datang, dia memeriksa paman sam.
“ Tuan, pria ini terkena diare, saya akan memberikan resep, jangan khawatir.. dalam 3 hari dia akan sembuh. " ucap sang dokter.
Ima dan paman sam tentu tidak terkejut karena hal itu sudah mereka perkirakan.
Justru yori yang tampak sangat cemas.
__ADS_1
“ aku akan meminta bibi ana untuk menebus obatnya. ” jawab yori.
Lalu sang dokter pulang dan bibi ana segera menebus obat.
Setelah bibi ana kembali, paman sam segera meminum obat.
Melihat hal itu yori sedikit lega, setidaknya paman sam segera ditangani.
Ima yang melihat kesempatan itu segera bertindak dengan cepat.
“ yori, cepatlah ! utusan kakek sudah menunggu cukup lama. ” ucap ima sambil berjalan menuju mobil.
“ tapi paman sam sedang sakit, tidak bisakah kita tunda bulan madunya hingga 3 hari kedepan ? ” pinta yori.
Mendengar ucapan yori, ima segera memainkan matanya kepada paman sam.
Paman sam yang faham akan maksud ima segera ikut beraksi.
“ tuan muda, saya tidak apa – apa. saya akan sembuh dalam waktu 3 hari. pergilah bersama nyonya, kasihan supir dari tuan jimo yang sudah menunggu sejak tadi pagi . " ucap paman sam meyakinkan yori.
Yori panik dan bingung, tapi dia tetap mengikuti perkataan paman sam yang sudah seperti paman kandungnya sendiri.
Ima dan yori berangkat ke bandara untuk menuju ke bali.
Ima tersenyum puas karena rencana nya akhirnya berhasil.
“ aku akan membuatmu mau dirawat olehku, setelah itu aku akan memastikan kamu untuk berjalan lagi yori, baru setelah itu aku akan tenang saat menceraikanmu. ” ucap ima dalam hatinya.
Selama perjalanan yori hanya diam memikirkan kesehatan paman sam.
Sesampainya dibandara, ima mendorong kursi roda yori menuju ruang tunggu, tidak lama kemudian mereka masuk kedalam pesawat dibantu oleh pegawai maskapai.
...
Di Bali...
Sesampainya di bandara, yori turun dibantu oleh pegawai maskapai, lalu ima mendorongnya untuk naik taksi menuju hotel tempat mereka menginap.
Saat sampai dihotel, yori dibantu oleh supir taxi untuk turun dan naik kursi roda.
Setelah itu ima mendorong kursi roda yori menuju ke kamar hotel yang sudah dipesan oleh kakek jimo.
Setelah memasuki kamar, hati ima yang awalnya gelisah karena hanya berdua saja dengan yori akhirnya menjadi tenang seketika karena melihat yori yang benar – benar tidak bisa melakukan apapun tanpa paman sam.
“ *t*ernyata sesulit ini hidupmu yori, sekarang aku mengerti kenapa kau bersikeras mengajak paman sam untuk ikut denganmu. maafkan keegoisanku, ini semua demi kebaikanmu. " gumam ima dalam hati.
Yori baru sadar bahwa dia sudah sampai di bali.
Yori pun mulai cemas.
Melihat suaminya cemas, ima segera mendekatinya setelah membereskan koper mereka berdua.
Dengan posisi berlutut didepan yori, ima memegang tangan yori sambil memandangnya.
“ jangan cemas, kita datang kesini untuk menenangkan pikiran dan lepas dari villa yang selalu mengurungmu. bukankah kau ingin bebas...? bukankah kau ingin mandiri...? ” tanya ima menguatkan hati suaminya.
Yori memandang istrinya, dia bahagia karena ima mau berada disisinya selama ini.
Yori jatuh cinta dengan ketulusan ima.
Setelah yakin dengan pilihannya, yori mengucapkan hal yang membuat ima terkejut.
“ ima.. jika bukan karena perjanjian pernikahan antara kakek kita. akankah kau menerima pria cacat sepertiku jika aku melamarmu ? ” tanya yori dengan wajah sangat serius seolah – olah menunggu jawaban dari ima.
Mendengar hal itu seketika dunia ima berubah menjadi lebih indah dari sebelumnya.
" yori, dengarkan ini baik - baik ! aku tidak perduli fisik luar seseorang, jika pria itu mau menerimaku yang berwajah jelek ini, dengan suka cita aku akan menerima lamarannya ! " jawab ima yang tidak kalah serius
dengan wajah yori.
" tapi ini pria cacat yang sedang melamarmu ! " ucap yori.
" aku akan tetap menerima lamaranmu apapun kondisimu ! " jawab ima.
" aku tidak bisa melakukan apapun sendiri, aku hanya akan merepotkanmu ! " ucap yori.
" aku akan merawatmu dengan baik dan tidak akan pernah mengeluh ! " ucap ima.
" aku tidak bisa bekerja ima, bagaimana aku bisa menghidupimu ? " tanya yori.
" aku yang akan bekerja menggantikanmu dan mencari uang untuk kita ! sepulang kuliah aku bisa bekerja paruh waktu untuk menghidupi kita berdua. " jawab ima dengan serius.
" aku sebagai seorang pria tidak bisa melindungimu.." ucap yori.
" nah, itu tidak masalah sama sekali buatku. aku bisa melindungi diriku sendiri. " jawab ima dengan gembira.
" yori, jika kau serius melamarku. aku akan berusaha menjadi wanita terkuat didunia ini untukmu. " ucap ima.
" tapi ada satu hal yang tidak bisa diubah ima, bagaimana aku bisa membuatmu bahagia jika aku tidak bisa tidur denganmu karena kakiku yang cacat ini ? " tanya yori.
__ADS_1
" aku akan menyembuhkanmu bagaimanapun caranya yori. setelah kau sembuh, kita bisa memiliki keluarga kita sendiri. " jawab ima dengan matanya yang mulai memerah.
“ Aku tidak perduli apakah kamu jelek atau cantik, apakah kamu kaya atau miskin. aku akan menerima itu semua jika kamu pun mau menerimaku apa adanya dan selalu berada disisiku dalam keadaan susah maupun senang. apakah kamu bisa berjanji ? ” tanya yori dengan mata berkaca - kaca.
Ima sangat terharu atas penyataan dari suaminya.
Kalimat itu sudah ditunggunya selama 20 tahun dan baru hari ini dia mampu mendengarnya.
“ aku akan berjanji dengan nyawaku sebagai jaminannya, jika yang aku katakan adalah kebohongan, maka saat itu juga aku bersedia untuk menyerahkan nyawaku dihadapanmu. ” jawab ima sambil mulai menangis.
Mendengar kata – kata yang diucapkan oleh istrinya, seketika yori menangis dan memeluk istrinya yang berlutut dihadapannya itu
Yori telah memutuskan untuk menerima wanita yang berada didepannya itu dan melupakan risa.
Yori merasa bahwa ima adalah wanita yang sangat baik dan tulus yang berhak mendapatkan cintanya.
“Oh Tuhan, sungguh besar hadiah yang Engkau berikan kepada ku hari ini. terima kasih.. Yori adalah hadiah terindah dalam hidupku dan aku akan menjaganya dengan sebaik – baiknya. sekali lagi terima kasih ya Tuhan. ” ucap ima bersyukur dalam hati.
Ima pun memeluk kembali suaminya itu.
Yori hari itu menangis tak terkendali.
itu adalah tangisan pertamanya sejak kematian kedua orang tuanya bahkan saat wanita yang dicintainya pergi meninggalkannya yori tidak menangis.
Melihat yori menangis, ima yang menahan diri pun ikut menangis sejadi – jadinya seolah – olah ingin menumpahkan semua perasaannya hari itu.
Setelah beberapa saat, yori dan ima pun berhenti menangis dan mulai tenang.
Mereka melepaskan pelukan mereka.
Ima menatap yori dan mengucapkan sesuatu yang membuat yori tidak percaya saat mendengarnya.
“ bolehkah aku mengatakan sesuatu ? sku tidak tau apakah yang akan aku sampaikan ini akan membuatmu bahagia atau malah marah. " ucap ima sambil menatap mata suaminya.
“ bukankah kita sudah berjanji antara satu sama lain dengan nyawa kita sebagai jaminannya ? ” jawab yori tenang.
“ sebenarnya aku tidak jelek. ” ucap ima.
Mendengar ucapan ima yori hanya tertawa kecil.
“ iya ,bagiku kau adalah istri tercantik didunia ini. " jawab yori dengan nada menggoda ima.
“ yorii.. aku serius ! " jawab ima yang merasa malu saat yori menggodanya.
Melihat suaminya tidak percaya, ima pun mencari kotak make up nya.
Ima mengambil make up remover dari tas kecil miliknya itu.
Tas itu sudah menemaninya sejak SMA untuk melakukan penyamaran, hari ini tas tersebut terancam akan segera pensiun dini dari jabatannya.
Setelah mendapat remover make up, dia mengambil beberapa lembar kapas dan berdiri dihadapan yori.
Yori masih tidak faham dengan perilaku istrinya itu.
Pertama – tama ima melepas kaca matanya, lalu dia usapkan kapas yang sudah dibasahi oleh remover itu ke wajahnya pelan – pelan.
Sedikit demi sedikit mulai terlihat sesosok wajah yang sangat cantik dan alami.
Yori yang masih tidak percaya mencoba mendekati istrinya.
Ima yang tau maksud dari suaminya segera duduk disamping kursi roda dan membiarkan yori menyentuh wajahnya.
“ benarkah ini dirimu ?? ” ucap yori yang masih tidak percaya bahkan setelah menyentuh wajah ima berkali – kali.
“ iya suamiku, ini adalah wajah asli istri mu yang telah disembunyikannya selama 20 tahun. selain orang tua dan adikku, hanya sahabatku ino dan kau yang tau wajah asliku. " jawab ima dengan jujur.
“ mengapa kau menutup dirimu ? bukankah dengan wajah mu yang sangat cantik ini kau bisa mendapatkan pria manapun ? “ tanya yori penasaran.
“ apakah kau ingin aku mendapatkan pria seperti itu ? “ tanya ima menggoda suaminya.
" bukan begitu.. aku hanya masih tidak percaya. kau sangatlah cantik tapi mau hidup dengan pria cacat sepertiku. " ucap yori.
“ walaupun ada 100 pria mencintaiku, aku akan tetap memilihmu. hanya kau yang mau menerimaku walaupun wajahku jelek. ” jawab ima sambil memeluk tubuh suaminya itu dengan perasaan yang sangat bahagia.
Merasa dipeluk oleh istrinya dari belakang, yori pun sangat malu.
Karena selama berpacaran dengan risa, dia hanya mampu mencium risa yang merupakan pacar pertamanya.
Melihat wajah suaminya memerah, ima pun melepaskan pelukannya.
Sekarang ima pun merasa malu, bagaimana pun mereka baru saja menyatakan perasaannya masing – masing.
Ima pun melangkah menuju kursi yang terletak disisi tempat tidur.
Yori mendekati istrinya dengan malu – malu.
“ bolehkah aku... menciummu sebagai bukti bahwa sekarang kita sudah saling mencintai ?? ” tanya yori sedikit ragu.
BERSAMBUNG..
__ADS_1