My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 62


__ADS_3

“ jika kau tidak mau menikah dengan kelvin, maka selamanya kau tidak akan pernah bisa keluar dari kamar ini. “ ucap papa ling.


“ papa akan memasang pintu besi dan jendela besi agar kau tidak lagi bisa melihat cahaya matahari ! “ tambah papa ling.


Alma langsung menoleh ke arah papanya dengan tatapan kebencian.


“ papa ! kenapa kau tega sekali kepadaku ? “ teriak alma yang mulai menangis lagi.


“ kau yang lebih dulu keterlaluan terhadap papa ! “ teriak papa ling.


Alma terdiam karena dibentak oleh papanya, sudah berkali – kali alma dibentak oleh papa ling hari itu.


Alma sadar bahwa tangisannya tidak lagi mempan terhadap papanya, dia pun berusaha memikirkan cara lain.


Entah apa yang ada dikepala alma, dengan penolakan sebesar itu oleh bara, dia masih tidak mau menyerahkan bara kepada wanita lain.


“ jika aku tidak bisa mendapatkan bara maka tidak ada yang boleh mendapatkannya !! “ gumam alma dalam hati.


Alma mulai berfikir cara untuk menyingkirkan ima dari sisi bara, alma bahkan sudah mulai berniat untuk membunuh ima. cinta alma benar – benar membuatnya kehilangan akal sehat dan hati nuraninya sendiri.


“ aku harus menyiapkan rencana dan menyewa orang lain ! tapi pertama – tama aku harus keluar dari kamar ini terlebih dahulu ! “ gumam alma dalam hati.


“ baiklah papa, aku akan menikah dengan kelvin. “ ucap alma.


Papa ling pun memeluk alma sengan erat sambil mencium pipi alma.


“ putri papa memang sangat baik dan penurut. “ ucap papa ling dengan bahagianya.


“ mari turun ke bawah dan kita bicarakan hal ini dengan kelvin. “ ajak sang papa.


alma mengangguk dan tersenyum kepada papanya.


Papa ling dan alma turun ke bawah menuju ruang tengah dimana mama ling dan kelvin sudah menunggu.


Alma duduk disamping papa ling, kelvin melihat mata alma yang sedikit bengkak karena terlalu banyak menangis.


“ nak kelvin, alma sudah setuju untuk menikah denganmu. “ ucap papa ling dengan gembiranya.


Kelvin terdiam, dia masih tidak percaya dengan papa ling dan ingin memastikannya secara langsung.


“ alma, benarkah kau mau menikah denganku ? “ tanya kelvin.


“ iya kelvin, tapi bisakah kita bertunangan terlebih dahulu ? aku belum siap menikah denganmu, aku akan mencoba mencintaimu setelah kita bertunangan. ” ucap alma yang berusaha menunda pernikahan dengan kelvin.


“ apakah alma masih berniat mengejar bara dengan menunda pernikahannya ? “ gumam papa ling dalam hati.


“ tidak ! tidak ada tunangan, kau akan segera menikah dengan kelvin ! “ ucap papa ling yang mulai curiga terhadap alma.


“ tapi pa.. “ ucap alma.


“ jika kau setuju maka kau akan bebas, tapi jika kau tidak setuju maka kau tau apa akibatnya. “ ucap papa ling.


“ apa maksudnya om ? “ tanya kelvin yang bingung dengan ucapan papa ling kepada alma.


“ bukan apa – apa nak kelvin. tidak perlu dipikirkan. “ ucap papa ling mengalihkan pembicaraan.


Kelvin memilih diam karena papa ling tidak mau menjelaskan lebih jauh tentang ucapannya itu.


“ alma, apakah kau mau menikah dengan kelvin ? “ tanya papa ling.


“ sial ! papa benar – benar serius kali ini ! “ gumam alma dalam hati.


“ baiklah, aku akan menikah denganmu kelvin. “ ucap alma.


“ ini adalah kesempatan satu – satunya, aku tidak boleh ceroboh kali ini. “ gumam alma dalam hati.


Betapa bahagianya kelvin mendengar kata – kata itu terucap dari bibir alma.


Hal yang sejak lama dimimpikan oleh kelvin akhirnya menjadi kenyataan, gadis yang sudah dicintainya sejak kecil mau menikah dengan nya.


“ baiklah alma, mari kita jalani ini pelan – pelan. aku akan membicarakan tentang hal ini kepada kedua orang tua ku hari ini. “ ucap kelvin dengan senyuman bahagia terpancar dari wajahnya.


Kelvin segera pamit dari rumah alma, dia melaju pulang menuju rumahnya dengan suasana hati yang sangat amat gembira.


Sesampainya dirumah, kelvin mengatakan tentang rencana pernikahannya dengan alma.


Orang tua kelvin pun menyetujui rencana itu.


...


Keluarga lang..


Pagi – pagi sekali kelvin telah datang secara langsung ke rumah bara, paman sam segera membukakan pintu dan mempersilahkan kelvin masuk.


Bara yang baru saja selesai sarapan segera menghampiri kelvin diruang tengah.


“ hai kelvin ! apa kabarmu ? “ tanya bara sambil berpelukan dengan kelvin.


“ kabar ku baik. “ jawab kelvin.


“ oia bara, aku kemari ingin memberimu surat undangan. “ ucap kelvin.


“ wah, apakah kau akan menikah ? “ tanya bara.

__ADS_1


“ benar sekali bara dan tebak dengan siapa aku akan menikah ? “ ucap kelvin dengan senyum bahagia mengukir bibirnya yang indah itu.


“ siapakah wanita yang sangat beruntung itu ? “ tanya bara penasaran.


“ aku akan menikah dengan alma. “ ucap kelvin.


Bara terdiam sejenak, dia masih ingat dengan jelas perbuatan alma yang hampir saja menghancurkan rumah tangganya.


Kelvin merasakan perubahan suasana diruangan itu, dia sadar bahwa calon istrinya sudah berbuat salah kepada pria didepannya itu.


“ bara, aku harap kau mau memaafkan alma. “ ucap kelvin.


“ kita bertiga adalah sahabat sejak kecil. “ tambah kelvin.


Bara melihat kelvin yang memohon kepadanya, hati bara pun luluh oleh ketulusan kelvin.


“ iya, aku sudah memaafkan alma dan aku harap kau bisa membuatnya bahagia. “ ucap bara.


“ terima kasih bara, kau memang sahabatku. “ ucap kelvin dengan wajah cerianya.


“ kalau begitu kau harus datang bersama istrimu minggu depan karena aku akan menunggumu. ” ucap kelvin.


“ iya, aku akan mendiskusikan hal ini dengan istriku. “ ucap bara.


“ baiklah kalau begitu aku akan pulang dulu, banyak hal yang harus aku siapkan. “ ucap kelvin.


Bara hanya mengangguk dan tersenyum, dia melihat kelvin keluar dari rumahnya.


Wajah kelvin menunjukkan bahwa dia sangat bahagia bisa menikah dengan alma.


Bara menghampiri ima yang sedang bermain dikebun belakang bersama rima dan bibi ana.


Dipeluknya ima dari belakang sambil menyerahkan surat undangan yang baru saja diberikan oleh kelvin.


“ bacalah. “ ucap bara.


Ima membuka sampul undangan dan dilihatnya nama kelvin dan alma yang akan menikah minggu depan.


“ aku tidak menyangka bahwa aku masih harus bertemu dengan wanita ini lagi. “ ucap ima


“ ima, kelvin yang memohon padaku agar kita bisa hadir diacara pernikahannya. ” ucap bara.


Ima berfikir sejenak, memang benar jika alma telah bersalah...tapi kelvin tidak berdosa sama sekali dan berhak diperlakukan dengan baik.


“ aku hanya memiliki kelvin dan alma selama hidupku. “ ucap bara.


“ sekarang dengan putusnya persahabatanku dengan alma maka aku hanya memiliki kelvin, tidak bisakah kita hadir di acara bahagianya itu ? " tanya bara.


Ima memejamkan matanya sesaat dan mencoba mengeluarkan semua hal buruk yang ada dihatinya.


Ima tidak tau bahwa acara tersebut adalah jebakan yang sudah disiapkan alma untuknya.


...


1 minggu kemudian..


Malam itu bara dan ima bersiap berangkat ke hotel tempat acara pernikahan kelvin dan alma diselenggarakan.


Banyak tamu hadir di acara tersebut, khususnya tamu – tamu dari kalangan dokter.


Hanya satu hal yang berbeda pada acara tersebut, pintu masuk untuk tamu laki – laki dan perempuan dipisah dengan alasan mampu menambah keseruan dalam permainan “ temukan pasanganmu “ yang merupakan ide dari alma.


Saat pertama kali alma mengutarakan idenya, kelvin kurang setuju tapi melihat alma yang memohon maka kelvin pun menyetujuinya.


Bara dan ima sampai dihotel, mereka segera dipisahkan oleh petugas yang sudah berjaga didepan pintu hotel resepsi dan diberikan 2 buah topeng untuk menutupi wajah mereka.


“ tuan dan nyonya, silahkan masuk dari pintu yang berbeda dan gunakan topeng ini. “ ucap sang penjaga pintu.


“ kenapa kami harus masuk dari pintu yang berbeda ? “ tanya bara


“ didalam nanti akan ada permainan untuk menemukan pasangan anda. “ jawab sang penjaga.


“ tidak apa – apa bara, ini semua demi kelvin bukan ? “ ucap ima.


“ iya, aku akan dengan mudah menemukanmu nanti didalam ruangan karena hatiku akan berdebar sangat keras saat berada dekat denganmu. “ ucap bara sambil tersenyum.


“ bisakah kau tidak merayuku didepan umum seperti ini ? “ ucap ima yang merasa malu.


Bara hanya tersenyum puas karena telah berhasil menggoda sang istri.


Bara dan ima mulai menuju pintu masuk masing – masing dan mengenakan topeng, pembunuh professional bayaran alma pun sudah siap diposisinya.


Alma tidak lagi mau mengambil resiko, bekerja sama dengan orang yang tidak professional hanya akan membuat rencananya gagal seperti pada kasus sasa si pelayan.


Kali ini alma beraksi secara total dan rapi karena semuanya telah diatur oleh ketua dari orang - orang yang dibayar oleh alma.


Sang ketua ini memiliki banyak sekali anak buah yang dididik menjadi pembunuh bayaran dan bekerja untuknya.


Bara tidak tau bahwa dia pernah bertemu dengan orang itu saat akan membeli shane dari pasar gelap dan ya benar...orang itu adalah mantan pemilik shane.


Para pembunuh yang disewa alma sudah bersiaga saat melihat target mulai memasuki pintu masuk.


“ target masuk ! bersiap untuk melumpuhkan target ! “ ucap salah satu pembunuh lewat alat komunikasi elektronik yang terpasang rapi ditelinga mereka.

__ADS_1


Ima yang tidak tau apa – apa hanya berjalan santai, dia tidak memiliki rasa curiga sama sekali saat itu sampai tiba – tiba..


Sebuah tangan sudah menutup hidungnya dengan sapu tangan basah berisi cairan mencurigakan.


Ima yang disergap secara dadakan tiba – tiba merasa mengantuk.


“ sial ! obat tidur dosis tinggi ! “ gumam ima dalam hati.


Ima meraih tangan pria itu dan mulai memantapkan kakinya dilantai serta berusaha memasang kuda – kuda sebisanya dalam kondisi sulit itu, dikumpulkannya semua tenaganya untuk bersiap membanting pria itu ke lantai dan..


“ hyaaatt.. “


“ brukk.. “


Pria itu terbanting dengan keras ke lantai dan meringkuk ditempatnya karena merasa kesakitan.


Ima masih merasa sedikit lemas disebabkan obat yang sempat dihirupnya karena terkejut saat disergap tadi.


Melihat target mulai lemas, pria kedua tidak tinggal diam.


Ima fokus mengepalkan tangannya dan menunggu pria dihadapannya bangun, ima sudah siap bertarung saat itu hingga..


Sebuah tangan pria lain menutup hidungnya sekali lagi, ima langsung menahan nafasnya agar tidak menghirup obat lebih banyak lagi.


“ sial ! aku sudah cukup lemas dan masih ada 1 lagi ? “ gumam ima dalam hati.


Ima sadar bahwa jika dia melakukan gerakan yang sama maka tidak akan berhasil karena pria dibelakangnya ini sudah tentu akan mengantisipasi gerakan ima sebelumnya.


Ima mengumpulkan kekuatannya sekali lagi tapi kali ini di kaki kanannya, ima bersiap menggeser kepalanya dan..


“ buk “ tendangan ima mengenai wajah sang pria tak dikenal yang berada tepat disamping wajah ima.


Saat tangan pria asing itu melemah, ima segera meraih tangan pria itu dan memelintirnya ke belakang.


“ katakan ! siapa yang menyuruhmu berbuat ini !? “ teriak ima.


Pria asing itu diam dan segera membantingkan dirinya sendiri ke lantai, ima yang sedang memegangi tangan pria itu pun ikut terbanting ke lantai.


“ atatata..”


Ima merasakan sakit ditubuhnya, meskipun begitu dia segera berdiri dan bersiaga mengingat pria asing itu belum tumbang.


Sekarang mereka saling berhadapan, pria asing itu menggunakan topeng sama seperti pria satunya yang sebelumnya sudah dibanting ke lantai oleh ima.


Pria asing itu mulai mendekati ima dan membuka tangannya yang berisi sapu tangan yang sudah diberi obat tidur.


Ima semakin waspada, dia pada posisi siap bertarung.


Pria itu mulai menyerang bagian perut ima, ima menghindar dengan memundurkan tubuhnya sedikit kebelakang, lalu ditariknya tangan pria yang hendak memukul perutnya itu dan lutut ima mendarat dengan sempurna diperut pria itu, tidak berhenti sampai disitu, ima segera melancarkan sebuah tendangan mematikan di bagian “ adik kecil “ milik pria itu.


Pria itu pun meringis kesakitan dan ima mulai mencoba bernafas dengan normal.


Malam itu tenaga ima benar – benar cukup terkuras karena melawan 2 pria asing dan belum sempat ima merayakan kemenangannya tiba – tiba...


Sebuah tangan pria lain menutup hidungnya lagi dan kali ini lebih kuat.


“ aaarrgghh ! siapa orang – orang asing ini ! apakah mereka musuh bara ?!! “ gumam ima dalam hati.


“ bara ! keselamatannya terancam. “ gumam ima lagi dalam hatinya dalam keadaan panik.


Ima mulai kesulitan menahan nafas, sapu tangan dihidungnya masih menempel dengan kuat .


Pria asing kali ini sudah bersiap untuk menangkis serangan dari ima dan belajar dari 2 rekannya yang sudah ambruk.


Ima mulai memikirkan cara lain untuk bertarung dengan pria itu, ima memejamkan matamya dan..


“ duakk..!! “


Suara kepala beradu membuat ima dan pria itu jatuh bersamaan, ima memukulkan kepalanya sendiri untuk memukul kepala musuhnya secara langsung dan cara itu berhasil.


Hanya saja ima cukup pusing dibuatnya, kepala ima juga terasa sakit.


Melihat ketiga pria asing sudah tumbang, ima seketika teringat bara


“ shane ! “ teriak ima.


“ iya kakak iparku yang sangat kuat.. “ ucap shane yang sangat ingin bergurau dengan ima.


“ apakah kau sudah puas melihat kakak iparmu berkelahi? “ tanya ima.


“ kenapa kau tidak membantuku sama sekali dan asyik menonton dari kejauhan ? “ tanya ima lagi.


“ kak, shane juga sangat terkejut dengan kemampuan kak ima..tanpa sadar musuh kak ima sudah tumbang semua.. “ jawab shane.


“ dasar ! baiklah kalau begitu segera lindungi bara sekarang ! “ perintah ima.


“ orang – orang asing ini kemungkinan besar adalah orang suruhan dari musuh bara. “ ucap ima.


“ nyawa bara berada dalam bahaya ! cepat lindungi dia sekarang juga !! “ teriak ima dalam kepanikannya.


“ tapi bagaimana dengan kak ima ? “ tanya shane yang mulai ragu.


“ apa kau tidak lihat bhawa kakak iparmu ini bisa menjaga diri ? “ tanya ima.

__ADS_1


Shane terdiam dan akhirnya mengangguk, dalam sekejap shane hilang ditelan kegelapan malam.


Bersambung..


__ADS_2