
Pagi itu yori sibuk menghubungi kakaknya dengan ponsel yang diterimanya tadi malam.
di ponsel itu hanya ada 2 nomor, bara dan kakeknya.
bara sangat sibuk, telepon dari yori pun tidak terangkat.
yori memutuskan mengirim pesan kepada kakaknya agar saat kakaknya memiliki waktu untuk membuka ponsel maka pesannya akan di baca oleh kakaknya.
Tidak lama kemudian tim dokter datang untuk melakukan injeksi obat dan membawa yori keruangan terapi.
" perjuangan dimulai. " gumam yori dalam hati.
Di kampus...
Baru saja kaki ima memasuki gerbang kampus.
tiba – tiba suara keras menghentikan langkah kakinya.
“ iimmmaaaaaaaa...!!! ” teriak ino dari depan kampus.
“ aku sangat merindukanmu !!! bagaimana kabarmu ? ibumu memberitahuku bahwa kau sedang bulan madu..aaaaahhh!! aku malu sekali saat mendengarnya. ” ucap ino sambil memeluk ima.
“ hei..hei.. lepaskan dulu pelukanmu. kita berada didepan kampus. apa kau ingin orang mengira bahwa kita menyukai sesama jenis ?? ” ucap ima dengan sedikit mengerutkan dahinya.
“ maaf, aku terlalu senang melihatmu dan aku punya kabar baik untukmu ! ” ucap ino dengan senyuman lebar diwajah imutnya itu.
“ apa itu ?? apakah ada hubungannya denganku ? ” tanya ima santai.
“ tentu saja.. apa kau tau.. fatih akan mencoba untuk mencintaiku !!! ” ucap ino kegirangan.
ino melompat - lompat seperti seekor kelinci yang sedang menemukan wortel.
wajah imut ino terlihat sangat bahagia.
“ hah ? cepat sekali proses asmara kalian berdua .” ucap ima yang sedikit heran dengan jalur asmara kedua sahabatnya itu.
“ saat kau memberiku semangat untuk mengejar fatih, setiap pagi aku memberinya cake buatanku dan membawakan makan siang untuknya. awalnya aku gugup, lama – lama aku bisa berbincang dengan santai.
Tanpa aku sadari aku menyatakan perasaanku padanya. ” ucap ino dengan mata berbinar – binar.
“ lalu, apa reaksi dari pria anak mama itu ? ” tanya ima.
“ dia bilang bahwa aku baik dan cantik. dia akan mencoba mencintaiku, saat ini kami sudah menjalin hubungan. ” ucap ino yang masih melompat – lompat kegirangan.
“ baguslah, dengan begitu aku bisa tenang karena setidaknya fatih mendapatkan wanita yang baik sepertimu walaupun sedikit bodoh. ” jawab ima sambil menggoda ino.
“ imaa..dengan fatih sebagai pacarku, aku yakin tahun ini nilaiku akan lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya. ” ucap ino tidak menutupi wajah bahagianya sedikitpun.
“ baiklah, aku percaya pada kemampuan fatih. tapi aku tidak percaya pada kemampuanmu. “ jawab ima yang masih ingin menggoda sahabatnya itu.
“ ima, karena aku sangat bahagia, aku tidak akan berdebat denganmu. sekarang ceritakan padaku bagaimana bulan madumu ? bukankah kau tidak mencintai suamimu ? ” tanya ino penasaran.
“ saat berada di bali, kami saling jatuh cinta. saat ini pernikahan kami bukanlah sekedar perjanjian pernikahan melainkan pernikahan atas dasar suka sama suka. ” jawab ima santai.
“ hah ? benarkah ? bagaimana bisa kau jatuh cinta ? bukankah kau hanya akan jatuh cinta pada pria yang mau menerimamu dengan wajahmu yang jelek ? ” tanya ino lagi.
“ itulah sebabnya kami saling jatuh cinta. dia menerimaku apa adanya, setelah itu aku pun mencintainya. bahkan setelah dia tau bahwa aku cantik, dia tidak keberatan jika aku tetap seperti ini hingga lulus kuliah. ” jawab ima dengan jujur dan mulai berhenti menggoda ino.
“ hah ? aangat disayangkan, padahal kau sudah menemukan pria yang kau cari selama ini tapi kau masih harus menyamar seperti ini. ” ucap ino sambil cemberut.
Melihat ino cemberut, ima pun terpaksa menjelaskannya.
“ apa kau mau aku sibuk dengan para sahabat baruku dari kalangan wanita populer dan akhirnya meninggalkanmu sendirian ? apa kau kira aku memiliki banyak waktu untuk meladeni rayuan gombal para pria kampus di tahun – tahun terakhir kuliah kita ? “ ucap ima.
“ lagi pula saat ini suamiku sedang melakukan pengobatan dan terapi agar dapat berjalan. aku hanya ingin fokus pada kesehatan suamiku dan segera lulus kuliah. ” tambah ima.
Mendengar ucapan ima, ino pun terdiam dan mengangguk.
Ino tau bahwa ima tidak pernah khawatir tentang omongan orang yang mengatakan dia jelek.
Dimata ino, ima adalah wanita yang sangat kuat dan mandiri.
Ima adalah idola ino sejak awal.
“ oia, mana si anak mama itu ? aku tidak melihatnya dari tadi. " tanya ima sambil menoleh kekanan dan kekiri mencari sosok fatih.
“ sudah 2 hari ini dia sibuk merawat ibunya dirumah sakit. besok ibunya sudah boleh pulang, jadi mulai besok dia akan masuk kuliah. ” ucap ino yang wajahnya mulai sedih.
“ tante sakit ? kenapa aku tidak tau ?v” tanya ima.
“ ibumu melarangku memberitahumu, aku dengar kau sedang memiliki masalah besar saat itu. ” jawab ino.
“ aha, benar juga. saat itu aku sibuk memikirkan rencana untuk keluar di rumah yori. aku benar – benar tidak bisa tinggal satu atap dengan kakaknya, bara si tukang bully. ” ucap ima.
“ apa dia masih membully mu ? ” tanya ino.
“ butuh 100 tahun lagi bagi bara untuk menjadi lawanku. dia tidak tau bagaimana ibuku bekerja keras menjadikan ku seperti saat ini. ” ucap ima santai sambil melangkah masuk kedalam kelas.
Tidak lama kemudian dosen datang dan para mahasiswa dan mahasiswi diruangan itu fokus belajar.
...
__ADS_1
Sepulang kuliah, ima menuju rumahnya karena dia harus mencuci baju kotornya yang berada didalam ranselnya.
Dirumah keluarga halim..
“ siang bu. ” ucap ima sambil memasuki rumah.
dimasukkannya kembali kunci cadangan yang diberikan oleh ibunya kedalam tas ransel hijau miliknya.
“ siang juga sayang, apakah kau akan segera menuju rumah sakit ? ” tanya sang ibu.
“ iya bu, aku akan mencuci baju sebentar, makan siang dan berangkat ke rumah sakit. ” jawab ima.
“ mana yaser bu ? biasanya dia sibuk dengan semua mainan robotnya diruang tengah ? ” tanya ima.
“ dia tidur siang, hari ini sekolahannya mengadakan lomba olahraga dan membuatnya kelelahan. ” jawab sang ibu.
“ baiklah.. kalau begitu aku akan segera mencuci baju ! ” ucap ima sambil berjalan menuju mesin cuci dibelakang rumah.
Setelah selesai, ima mandi dan menyempatkan diri untuk makan siang.
melihat anaknya sangat sibuk, sang ibu merasa sedikit sedih.
" ima sayang, apakah kau tidak lelah ? " tanya sang ibu.
" lelah ? tentu ibu. tapi itu tidak masalah bu, wajah yori sangat pucat kemarin sore. entah rasa sakit seperti apa yang harus dia jalani agar bisa berjalan kembali. " jawab ima yang sibuk memasukkan makan siang kedalam mulutnya.
mendengar jawaban anaknya, sang ibu hanya diam seribu bahasa.
...
di rumah sakit..
Sesampainya dirumah sakit, ima segera menuju kamar yori dengan menggunakan lift.
Saat berada di depan pintu, dilihatnya bibi ana dan paman sam datang menjenguk yori.
Ima pun segera masuk ke dalam kamar.
“ bibi ana, paman sam ? kapan kalian berdua datang ? ” tanya ima.
“ oh, nyonya ima. saya baru saja datang. saya membawakan makanan favorit tuan muda yori. “ jawab bibi ana.
“ terima kasih bi, kau sungguh perhatian kepada yori. ” ucap ima.
“ tentu nyonya, tuan muda yori sudah seperti anak saya sendiri. jika diperbolehkan dengan senang hati saya akan datang setiap hari untuk mengantar makanan ke sini ! ” ucap bibi ana dengan penuh semangat.
“ yori akan sangat senang dengan ide mu itu bi. " jawab ima sambil melirik ke arah yori.
“ baik tuan, kalau begitu kami pamit. dikarenakan tidak ada orang dirumah untuk menyambut tuan muda bara saat pulang dari kantor. ” ucap paman sam.
“ apakah kakakku sudah pulang ? ” tanya yori.
“ belum tuan, tuan muda bara sering pulang larut malam. saya dengar banyak proyek baru yang sedang berjalan diperusahaan. ” jawab paman sam.
“ baiklah, kalian boleh pulang. “ ucap yori.
Paman sam dan bibi ana pun keluar dari kamar yori.
“ baguslah, dengan begini ibuku tidak perlu repot memasak untukmu. ” ucap ima bercanda sambil mendekati suaminya.
“ aku tidak perlu apapun, aku hanya memerlukanmu disisiku dan itu sudah lebih dari cukup. ” ucap yori sambil memeluk istrinya agar rasa letihnya selama perawatan dan terapi bisa sedikit berkurang.
“ iya.. iya.. aku tau. aku akan selalu berada disisimu dalam suka maupun duka. aku berjanji ! ” ucap ima sambil membelai kepala suaminya itu.
...
Di villa keluarga Lang..
Malam sudah sangat larut, bara menginjak gas mobilnya agar melaju lebih cepat kareba dia ingin segera menuju rumah sakit.
Saat dia teringat isi pesan adiknya maka bara pun berhenti, dia memutar mobilnya ke arah rumah.
" kak, jika kau pulang malam lebih baik menelepon atau mengirim pesan, tidak harus datang kerumah sakit dan menggangu bapak keamanan seperti tadi malam."
Setelah sampai dirumah, paman sam menyambut bara didepan pintu, bibi ana sudah menyiapkan makan malam.
“ tuan ,silahkan makan terlebih dahulu sebelum beristirahat. ” ucap bibi ana.
“ baiklah bi aku akan mandi terlebih dahulu. ” ucap bara sambil berjalan menuju kamarnya.
Setelah selesai mandi, bara mengambil ponselnya dan menghubungi adiknya..
“ kring..kring..”
ponsel yori berbunyi.
Yori pun mengangkat telepon dari kakaknya.
“ halo kak ? apa kau sudah berada dirumah ? ” tanya yori.
“ iya, aku baru saja sampai. bagaimana keadaanmu ? apakah kau merasa lebih baik ? ” tanya bara.
__ADS_1
“ aku baik – baik saja. ada ima yang selalu menjaga dan merawatku. kakak tidak perlu khawatir. ” jawab yori.
“ hah ? ternyata wanita jelek itu berguna juga. " ucap bara.
“ kak, bagaimanapun aku mencintainya. tidak bisakah kau menerimanya dan bersikap baik terhadapnya. jangan membully dia lagi. ” ucap yori.
“ baiklah.. apapun akan kakak lakukan untukmu. " ucap bara.
Dari telepon terdengar suara ima sedang berbicara ditelepon dengan ino.
“ apakah itu suara wanita jelek itu ? ” tanya bara.
“ ima sedang menerima telepon dari sahabatnya, ino. mereka membicarakan tentang tugas kuliah mereka. ” jawab yori.
“ bagaimana dia bisa menjaga dan merawatmu jika dia sibuk dengan kuliahnya ? ” tanya bara.
“ kak, setiap pagi dia berangkat kuliah dari rumah sakit. setelah pulang dia mampir kerumahnya untuk makan siang lalu berangkat lagi kerumah sakit untuk merawatku. dia sangat baik kak, aku mohon jangan bully dia lagi. " ucap yori membela istrinya.
“ iya adikku sayang, aku pun tidak bisa membullynya jika kami tidak pernah bertemu bukan ? jangan sedih lagi. Oke ? " ucap bara.
“ aku akan menutup telepon. aku akan makan malam dan segera istirahat. kau jaga kesehatan dan cepatlah sembuh. " ucap bara.
“ iya kak. ” jawab yori.
Setelah itu terdengar bunyi sambungan telepon terputus.
Yori menutup kembali teleponnya dan melihat istrinya sedang sibuk berbicara tentang tugas kuliah dengan sahabatnya yang bernama ino.
Tidak lama kemudian ima menutup teleponnya.
“ apakah sudah selesai ? ” tanya yori.
“ iya, besok aku akan membereskannya. ino memang sedikit bodoh. sehingga akulah yang selalu mengalah untuk mengerjakan sebagian besar tugas kuliah kami. " jawab ima lemas.
“ apakah kau lelah ? bukankah lebih baik kau istirahat dirumah dan mengerjakan tugasmu ? ” ucap yori.
“ apa kau kira istrimu ini tidak bisa menyeimbangkan antara kuliah dan suaminya ? ” tanya ima mulai menggoda suaminya.
“ bukan begitu. aku hanya...” sebelum yori selesai berbicara, ima segera mencium bibir yori agar diam.
“ kau adalah prioritas utamaku dan kuliah adalah pendukungku untuk dapat bekerja dimasa depan. aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat keduanya berhasil. ” ucap ima sambil mencium kening suaminya.
“ istirahatlah, sudah larut malam. aku akan tidur disofa seperti biasa. ” ucap ima sambil merapikan selimut suaminya.
Ima pun segera tidur disofa kamar.
...
Di villa Lang..
Bara makan malam sendirian dimeja makan dengan bibi ana dam paman sam berdiri disamping nya.
“ paman, bibi, bukankah rumah ini sepi tanpa yori ? ” ucap bara.
“ tentu tuan, tapi ini untuk kebaikan tuan muda yori. aaya harap anda mengerti . ” ucap bibi ana.
“ iya, memang benar. aku harus mengalah demi kesembuhan yori. ” ucap bara sambil meneruskan makan malamnya.
Setelah selesai makan malam, bara duduk diruang tengah.
“ andai ada ima setidaknya aku tidak terlalu bosan. Ima.. oh ima.. kapan kau kembali kerumah ini.. " gumam bara dalam hati.
senyuman ima membekas diingatan bara.
mulai dari lesung pipinya, raut wajahnya, semua hal tentang ima secara tidak sengaja terukir indah dihati bara.
“ hah ? apa yang kupikirkan ? wanita jelek itu ?? apa aku sudah gila ! ” gumam bara sekali lagi.
Bara berdiri dari duduknya dan melangkah menuju kamar untuk menenangkan diri.
Didalam kamar dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memandang langit – langit kamar.
Teringat kembali wajah ima, lalu muncul wajah bidadarinya.
“ siapakah wanita itu ? aku yakin melihatnya. ini bukan mimpi, dia benar – benar berada disana ! tapi kenapa dia ada diberanda jendela yori ? apa karena yori sakit ? apakah aku harus sakit parah terlebih dahulu agar dia datang ke beranda kamarku ? ” gumam bara.
“ ini karena aku sudah lama tidak menyentuh perempuan ! ” ucap bara lirih.
bara terbangun dan mengambil kunci mobil yang tergeletak diatas meja lalu pergi ke garasi.
Paman sam yang melihat bara pergi segera menghentikannya.
“ tuan bara ? anda mau kemana larut malam begini ? ” tanya paman sam.
“ aku hanya akan mendinginkan kepalaku paman. jika ada apa – apa hubungi ponselku ! " jawab bara.
Paman sam merasa takut terjadi apa – apa kepada tuan mudanya itu mengingat malam sudah sangat larut.
“ biar aku yang mengantarkan anda tuan. dengan begitu menyetir akan lebih aman. ” ucap paman sam.
“ apa kau yakin akan menemaniku ke klub malam ?? ” tanya bara dengan wajah serius menatap paman sam yang mulai kebingungan.
__ADS_1
Bersambung..