My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 24


__ADS_3

mendengar tempat yang akan dituju oleh bara membuat paman sam mulai ragu.


bara yang melihat reaksi paman sam hanya tersenyum puas.


" paman, aku akan pergi sendiri. " ucap bara yang mulai membuka pintu mobil.


" tidak tuan ! aku baik - baik saja menemani anda ke klub malam. " jawab paman sam yang sudah membulatkan tekad untuk melindungi bara.


bara melepaskan pegangan pintu mobil, diberikannya kunci mobil ke tangan paman sam.


Bara sedang tidak ingin berdebat, kepalanya sudah cukup penuh dengan wajah tersenyum ima.


paman sam segera mengemudi menuju klub paradise.


perlahan tapi pasti paman sam mengikuti bara masuk ke dalam klub.


lampu yang berganti - ganti warna setiap detik, suara musik yang membuat sakit telinga benar - benar membuat paman sam tersiksa.


belum lagi minuman keras yang bertebaran dimana - mana.


Begitu bara masuk, dia segera disambut oleh pemilik klub yang merupakan temannya semasa kuliah.


“ bara ! benarkah ini kau ? sudah 1 tahun lebih kau tidak mengunjungiku sejak adikmu kecelakaan. kali ini ada masalah berat apa lagi ? “ tanya fio penasaran.


“ Kali ini masalah wanita ! " jawab bara kepada fio yang sudah menariknya duduk di sofa vip sementara paman sam menunggu didepan pintu.


“ baru kali ini aku mendengarmu memiliki masalah dengan wanita. bukankah kau adalah pria paling diinginkan tahun ini ? apa pesona mu sudah hilang ? apakah kau sudah setua itu ? Ha..ha ” ucap fio meledek bara.


“ diamlah ! kali ini wanita yang berputar – putar dikepalaku sangat jelek, tapi tanpanya hidupku terasa sepi dan membosankan ! ” ucap bara kesal.


“ what ? kau tidak sadar ? itu cinta ! itu cinta, bara !! ” ucap fio kegirangan.


“ apa kau gila ? mana mungkin aku jatuh cinta dengan perempuan jelek ? kau tau bukan, pacarku tidak ada yang jelek ! “ ucap bara makin kesal.


“ kau tau bara ? cinta itu buta. cinta tidak perduli tentang wajah, tubuh, harta ataupun status. itulah mengapa cinta itu merepotkan dan membingungkan. ” jawab fio apa adanya.


“ tidak mungkin ! aku sudah jatuh cinta kepada wanita didalam mimpiku ! wanita itu terlalu cantik hingga aku tidak bisa bernafas saat melihatnya dan kemarin aku melihatnya diberanda kamar adikku yang sedang dirawat di rumah sakit. ” ucap bara dengan jujur.


“ lalu, apakah kau sudah berkenalan dan menanyakan dimana dia tinggal ? atau minimal nomor ponselnya ? ” tanya fio penasaran.


“ sebelum aku sempat menemuinya, dia menghilang begitu saja. ” jawab bara.


“ kau yakin yang kau lihat bukan hantu wanita ? Ha..ha..! " ucap fio yang masih ingin meledek bara.


" Kau hanya mencintai wanita cantik itu karena wajahnya. qanita jelek itulah yang berhasil membuat pikiranmu kacau. jika saja wanita jelek dan wanita cantik itu adalah satu orang, akan sangat mudah untuk mengatakan bahwa kau jatuh cinta kepada orang yang sama. ” ucap fio.


“ sudah diamlah, aku datang ketempatmu untuk menenangkan pikiran, bukan malah menambah pikiran. “ ucap bara kesal.


“ baiklah..baiklah.. untuk menghibur tuan bara yang sudah 1 tahun lebih tidak datang ke tempat ini. dengan senang hati aku persembahkan wanita – wanita terbaik untuk menghilangkan stress. ” ucap fio.


Tidak lama datanglah 3 wanita cantik dan sexy dihadapan bara dan fio.


“ silahkan pilih tuan bara, mereka akan sangat bahagia jika bisa menghabiskan malam dengan pria impian dikota ini. ” ucap fio.


Sejenak bara memperhatikan ketiga wanita dihadapannya.


Bara memilih wanita yang paling cantik dan sexy.


“ aku memilih nomor 1 untuk menemaniku. ” ucap bara.


wanita nomor 1 segera duduk disamping bara sambil menuangkan minuman.


Bara minum beberapa botol dan mulai mabuk.


bara melihat wanita nomor 1 menjelma menjadi ima.


“ ima ?? kau berani mempermainkanku.. kenapa kau menetap dikepalaku ! aku akan mengusirmu agar kau pergi dari kepalaku. ” ucap bara.


Wanita nomor 1 ketakutan dan berteriak.


“ aku bukan ima tuan !! aku mia !! ” jawab wanita itu.


Mendengar wanita itu berteriak, bara memperhatikannya sekali lagi.


Sekarang wajah wanita itu berubah menjadi wanita yang mengambil nafasnya.


“ bidadariku ? kau datang ?? ” ucap bara sambil memeluk mia dengan erat.


Mia pun membalas pelukan bara dan menciumnya.


Bara pun mencium mia dengan penuh gairah.


Bara mendorong mia ke sofa, melepas semua baju yang dikenakan mia dan terus menciumnya.


Fio yang melihat adegan panas pun pergi dari tempat itu.

__ADS_1


“ baiklah tuan bara, karena kau sudah mendapat wanita yang cocok, aku akan pergi dari sini. ” ucap fio yang berdiri dan hendak keluar dari ruang vip itu.


Bara menoleh ke arah fio, lalu kembali melihat mia yang sudah tidak memakai pakaian dibawahnya.


bara mulai melihat dengan jelas bahwa wanita itu bukanlah bidadarinya.


Seketika bara bangun dan mengambil bajunya keluar dari ruang vip.


Fio segera menghentikan bara yang pergi dari ruangan itu.


“ bara !! ada apa denganmu ? apa kau tidak puas dengan mia ? ” tanya fio heran.


“ dia bukan bidadariku ! aku tidak mau tidur dengan wanita selain bidadariku. ” ucap bara setengah mabuk.


Bara segera keluar paradise klub ditemani paman sam.


Melihat bara dalam keadaan mabuk, paman sam segera membawa bara pergi dari tempat itu.


sesampainya di villa, paman sam memanggil bibi ana untuk membantu membawa bara ke kamarnya.


“ bibi ana, tolong bantu aku membawa bara ke kamarnya. ” ucap paman sam.


“ ada apa ini paman sam ? kenapa tuan muda bara mulai minum lagi diluar ? ” tanya bibi ana.


“ aku pun tidak tau bibi ana, ada apa sebenarnya dengan tuan muda bara. jika tuan muda yori tau, tentu dia akan sangat sedih melihat kakaknya pergi ke klub malam. ” ucap paman sam.


Setelah meletakkan bara ditempat tidurnya, paman sam dan bibi ana kembali ke lantai bawah.


“ bibi ana, tolong segera siapkan minuman yang bisa membantu mengurangi efek minuman keras ditubuh tuan muda bara. letakkan dimeja dekat tempat tidurnya. saat dia terbangun, dia bisa segera meminumnya. ” ucap paman sam kepada bibi ana.


bibi ana berlari kedapur untuk segera menyiapkan minuman, setelah itu meletakkannya dimeja dekat tempat tidur bara.


...


Pagi harinya..


Bara sudah bersiap untuk pergi kekantor.


Bara turun ke lantai bawah untuk sarapan dan dilihatnya paman sam dan bibi ana sudah berada di sana.


“ paman sam terima kasih sudah membawaku pulang ke rumah dengan selamat dan bibi ana terima kasih sudah membuatkan minuman yang membuat kepalaku tidak sakit saat aku bangun tidur pagi ini. " ucap bara.


“ sama – sama tuan, itu sudah menjadi tugas kami.” ucap paman sam.


Bara memutuskan tidak mau memikirkan apapun tentang wanita.


bara sendiri bingung, siapa yang sudah membuat kepalanya sakit, ima atau bidadarinya.


Dengan kebingungan itu bara memilih untuk sibuk bekerja dan memperhatikan kesehatan yori.


Perusahaan sedang sibuk dengan banyaknya proyek baru sehingga waktu nya pas dengan niat bara untuk fokus terhadap kemajuan perusahaannya.


Sementara dirumah sakit yori sedang bertarung melawan rasa sakit setiap kali kakinya mulai berjalan, disisi lain ima berjuang membagi waktunya agar kuliah dan suaminya sama – sama mendapatkan perhatian yang cukup darinya.


...


3 TAHUN KEMUDIAN..


Dirumah sakit yori sudah mulai berjalan tanpa menggunakan tongkat.


3 bulan yang lalu yori sudah melepaskan tongkat agar bisa sepenuhnya berjalan normal.


dokter doni yang menanganinya benar – benar terkejut dengan kemajuan pesat yang dialami oleh yori.


“ tuan yori, dalam waktu 3 tahun anda sudah bisa berjalan kembali. apakah motivasi anda sehingga anda bisa sembuh secepat ini ? apakah tetap dengan alasan yang sama ? ” tanya dokter doni yang menemani yori berjalan di kebun rumah sakit.


Yori memandangi bunga yang tumbuh disekitar rumah sakit dan memetik salah satu diantaranya.


“ apakah kau tau dokter doni ? besok adalah hari kelulusan istriku. sejak 3 bulan lalu aku bersikeras meninggalkan tongkat agar aku bisa secepatnya berjalan normal dan memberi kejutan di hari kelulusannya. " jawab yori sambil memandangi bunga yang baru saja dipetiknya.


“ bukankah kehadiran istrimu sangat ajaib tuan ? dia mampu membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. aku sangat kagum dengan semangat istrimu yang tidak pernah hilang.


Walaupun lelah setelah kuliah, dia selalu merawatmu hingga pagi. hampir semua pegawai rumah sakit akrab dengan istrimu. ” ucap dokter doni.


“ iya dokter, karena nya aku menahan semua rasa sakit dikakiku tanpa berkata apapun pada kalian tim dokter, hal itu supaya kalian melatihku dengan lebih keras. hampir saja aku menyerah karena sakit yang luar biasa dikakiku saat pertama kali aku menggunakan tongkat untuk belajar berjalan. ” ucap yori.


tubuh yori sudah tidak kurus lagi, badannya semakin tegap dan wajahnya semakin tampan.


“ iya waktu itu hanya 2 tahun dan kau bersikeras untuk menggunakan tongkat. kami para tim dokter sempat terkejut dengan keputusanmu. tapi melihatmu tidak pernah mengeluh tentang rasa sakit, kami pun berfikir bahwa kakimu sudah siap untuk mulai berjalan menggunakan bantuan tongkat. ” ucap dokter doni.


“ saat itu aku hampir menyerah dokter. aungguh luar biasa rasa sakit dikakiku yang membuat hatiku pun sangat sakit karena jika aku tidak bisa menahan rasa sakit saat itu maka aku tidak akan bisa berjalan saat istriku lulus kuliah. ” ucap yori mengenang masa lalu.


“ tapi bukankah semua rasa sakit itu terbayar dengan hari ini ? ” tanya dokter doni dengan senyuman manis diwajahnya.


“ iya dokter, aku bersyukur karena saat itu aku tidak menyerah. hari ini adalah hari terakhir aku berada disini. siang ini kakak dan kakekku akan datang menjemputku. ” ucap yori.

__ADS_1


“ baiklah, sekarang mari kita istirahat. saya akan menyiapkan beberapa resep agar bisa anda bawa pulang. " ucap dokter doni.


Mereka berdua pun masuk kembali kedalam rumah sakit.


...


Di villa Lang..


Pagi – pagi sekali kakek jimo sudah berada di rumah bara.


kakek jimo sudah tidak sabar untuk segera berangkat ke rumah sakit.


Bara sudah selesai bersiap.


Paman sam dan bibi ana pun ikut serta ke rumah sakit untuk menjemput yori.


“ bara, cepatlah. hari ini adalah hari adikmu pulang kerumah ini. ” teriak kakek jimo.


“ iya kek, aku tau. aku sudah siap sejak tadi, tapi gantungan kunciku terjatuh dan aku mencarinya. ini baru saja aku temukan kek. " ucap bara sambil menunjukkan gantungan kunci berbentuk sandal.


“ aha, itu dari yori bukan ? jaga dengan baik jangan sampai terjatuh lagi. lihat gantungan kunci milik kakek, kakek selalu membawanya. ” ucap kakek jimo menunjukkan tongkat nya yang memiliki gantungan bertuliskan “ I LOVE BALI ”.


Mereka berdua pun tertawa karena bahagia.


Setelah siap, kakek jimo, bara, paman sam dan bibi ana segera menuju rumah sakit untuk menjemput yori.


selama perjalanan bara dan kakek jimo tidak henti membicarakan betapa hebatnya yori yang bisa berjalan lagi hanya dalam waktu 3 tahun.


Sesampainya dirumah sakit, yori sudah berdiri di beranda jendela kamarnya.


“ima..sejak 3 tahun yang lalu kau selalu berdiri disini setiap malam untuk menjaga dan merawatku. sekarang giliranku untuk menjaga dan merawatmu. ” gumam yori dalam hati.


Suara gemuruh langkah kaki yang berlari membuyarkan lamunan yori.


yori sangat tau siapa saja yang sudah membuat suara ramai itu.


Yori membalikkan badannya dan melihat ke arah pintu masuk kamarnya.


yori melihat sang kakek, kakak, paman sam dan bibi ana terkejut.


Yori pun melangkahkan kakinya mendekati mereka semua.


“ apakah kalian sudah cukup terkejutnya ? ” tanya yori yang membuyarkan rasa terkejut mereka.


“ cucuku, kau benar – benar berjalan !! ” ucap kakek jimo sambil memeluk cucunya itu.


“ kek, aku juga ingin memeluk yori. ” ucap bara.


Kakek jimo pun melepaskan pelukannya dan sekarang bara lah yang memeluk yori.


“ adikku, kau sudah berjalan lagi. kau akan menjadi tangan kananku diperusahaan mulai besok. ” ucap bara.


“ kak, jangan besok. besok adalah hari kelulusan ima. aku ingin memberi kejutan untuknya. ” ucap yori menahan ide kakaknya.


“ baiklah, tapi aku tidak mau menunggu lama ! ” ucap bara kepada adiknya.


Paman sam dan bibi ana pun memeluk yori yang sudah mampu berjalan kembali secara bergantian.


“ tuan muda, kami sangat bahagia sehingga kami bersikeras ikut untuk menjemput anda. ” jawab paman sam.


“ paman sam, bibi ana, kalian sudah seperti keluarga ku sendiri. tentu kalian diperbolehkan untuk ikut menjemputku. benar kan kek ? ” tanya yori.


“ benar.. kalian sudah merawat kedua cucuku dengan sangat baik. tentu saja kalian tidak lagi kami anggap sebagai orang luar. ” ucap kakek jimo.


Dihari bahagia itu mereka berbincang – bincang cukup lama hingga datang assisten dokter doni.


“ tuan yori, anda sudah diperbolehkan pulang. tolong tanda tangani dokumen ini. Smselanjutnya anda bisa segera pulang. ” ucap assisten dokter doni.


Yori pun menandatangani dokumen untuk dapat segera keluar dari rumah sakit.


Setelah semua berkas selesai, mereka semua segera pulang ke villa.


Dalam perjalanan pun mereka berbincang.


“ yori, kau memang benar cucuku. dalam waktu 3 tahun kau sudah mampu berjalan kembali, tidak perlu 5 tahun. kau memang hebat ! ” ucap kakek jimo.


“ kek, ini semua karena semangat tanpa henti dari ima. kakek harus berterima kasih padanya. ” ucap yori.


“ tentu ! aku akan memberi satu villa pribadi untuknya. ” jawab kakek jimo.


“ kek, ima tidak akan menerima hal seperti itu. ucapan terima kasih sudah cukup untuk membuatnya bahagia. wanita seperti itulah dia. tidak perlu sesuatu yang mahal atau mewah hanya untuk membuatnya bahagia. ” ucap yori.


Bara yang dari tadi diam pun mulai berkomentar...


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2