My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 19


__ADS_3

“ kek, apa gunanya aku tinggal disana tanpa ada suamiku ? aku hanya akan berdebat tiap hari dengan bara. bukankah hidupku justru akan semakin sulit ? bukankah kakek ingin aku fokus dengan penyembuhan yori ? bagaimanapun yori adalah suamiku, kesembuhannya adalah prioritasku ! ”ucap ima meyakinkan kekek jimo agar setuju dengan idenya.


“ benar juga, ada bara yang selalu bertengkar dan membully mu. baiklah, aku akan menyetujui ide mu itu. asalkan yori sembuh aku akan membantumu meyakinkan bara. bara tidak akan mudah untuk melepaskan adiknya, dia akan berusaha sebisa mungkin untuk melakukan pengobatan dirumah .” ucap kakek jimo.


“ *y*es !! langkah pertama untuk menaklukkan bara sukses. ” gumam ima dalam hati.


“ kek, nanti malam datang lah ke rumah kami agar kita bisa sama – sama meyakinkan bara supaya membiarkan yori dirawat dirumah sakit selama pengobatan dan terapi. ” pinta ima dengan mata memelas.


Melihat cucu menantunya itu memohon, kakek jimo pun hanya mengangguk dan setuju.


“ baiklah, nanti malam aku akan kesana dan berbicara dengan bara. bagaimanapun ini untuk kesembuhan adiknya. ” ucap kakek jimo.


Tiba – tiba toni datang dan memberitahukan bahwa makan siang sudah siap.


“ mari kita makan siang dulu. Yori..makan yang banyak, aku sudah memerintahkan chef rumah ini untuk membuat sup iga sapi kesukaanmu. ” ucap kakek jimo sambil mendorong kursi roda cucunya itu.


Meskipun sudah tua, kakek jimo tidak membiarkan orang lain mendorong kursi roda cucu kesayangannya itu.


Mereka makan siang bersama dan mengobrol banyak hal dimeja makan.


Setelah makan siang mereka melanjutkan berbincang di halaman belakang.


melihat kebun bunga yang tertata rapi dan terawat dengan baik, membuat ima menjadi penasaran.


“ kek, bukankah kebun mawar ini sangat indah ? ” tanya ima yang mulai penasaran.


Kakek jimo memandang kebun mawarnya itu.


“ ima, tentu kau belum tau. ini adalah kebun peninggalan mendiang istriku. dia sangat mencintai kebun ini melebihi rasa cintanya terhadapku, jadi saat dia wafat, aku melanjutkan merawat kebun ini untuk mengenangnya. ” jawab kakek jimo.


Ima merasa sangat bersalah karena telah menanyakan luka terdalam didalam hati kakek jimo.


“ maafkan aku kek...” ucap ima sedih.


“ tidak apa – apa, itulah kebenarannya. aku sudah terbiasa dengan kenyataan bahwa istriku sudah meninggal. jangan merasa bersalah lagi. " ucap kakek jimo menenangkan ima.


ima berbincang cukup lama dengan kakek jimo hingga dia ingat bahwa dia akan pergi kerumah orang tuanya.


“ kek, maaf sebelumnya. tapi kami tidak bisa berlama – lama berada disini. kami harus kerumah orang tuaku untuk membicarakan rencana ini. terlebih lagi aku akan mulai tinggal disana, tentu aku harus berdiskusi dengan orang tuaku. ” ucap ima.


“ ahh, aku harap kalian tinggal disini. menemani pria tua yang selalu sendiri ini.. yori cepatlah berjalan dan segera berikan cicit kepada kakekmu yang sudah sangat tua ini


“ ucap kakek jimo sedikit melebih – lebihkan.


Umur kakek jimo sudah 80 tahun tapi badannya tetap tegap seperti pria yang masih berumur 60 tahun.


“ iya kek, aku akan memastikan hal itu. aku dan ima sudah merencakan hal itu saat kakiku kelak sudah bisa berjalan lagi.” ucap yori menenangkan kakeknya.


“ bagus ! bagus ! apakah kau perlu berobat dan melakukan terapi diluar negri ? aku akan menyiapkan segalanya untukmu yori. " ucap kakek jimo bersemangat.


“ kek, rumah sakit di kota kita cukup bagus. jika mereka tidak bisa mengobatiku, baru aku mau pergi keluar negri. " jawab yori.


“ baiklah, aku akan menunggu kabar baik darimu. berapa lama waktu yang dibutuhkan agar kau bisa berjalan lagi ? ” tanya kakek jimo.


“ minimal 5 tahun, tetapi jika aku setuju tinggal dirumah sakit selama pengobatan dan terapi maka waktu penyembuhanku bisa lebih cepat." jawab yori.


“ apa ? 5 tahun ?? bukankah itu terlalu lama ? ” tanya kakek jimo panik seperti paniknya ima dan yori saat mendengarnya dari dokter doni.


“ kek, ima masih kuliah selama 3 tahun kedepan, kita tidak perlu terburu – buru. setidaknya ima bisa menyelesaikan kuliahnya sebelum mulai hamil. " jawab yori dengan tenang.


“ baiklah..baiklah.. aku akan mengikuti saranmu. kalau begitu aku akan menyiapkan bingkisan untuk orang tuamu ima. tunggulah sebentar lagi. “ ucap kakek jimo yang masih ingin menahan yori dan ima dirumahnya.


Setelah beberapa saat, bingkisan yang di katakan oleh kakek jimo susah selesai.


Ima dan yori pun berpamitan untuk segera menuju rumah orang tua ima.


Paman sam sudah siap disamping mobil menunggu ima dan yori.


Paman sam membantu ima untuk mendorong yori masuk kedalam mobil.


Setelah itu mereka segera menuju rumah ima.


“ paman sam, apakah kau sudah makan siang ? ” tanya ima.


“ sudah nyonya, salah satu pelayan tuan jimo mempersilahkan saya untuk makan siang disana. " jawab paman sam.

__ADS_1


“ baguslah kalau begitu. " ucap ima.


Mereka bertiga melaju menyisir jalan.


Ima memandangi toko – toko dipinggir jalan.


“sudah 1 minggu aku tidak pulang kerumah. bagaimana keadaan di rumah ? apakah ibu masih galak seperti biasa tanpa ada aku dirumah ? tanpa sadar aku sudah menikah dan yang lebih mengejutkan kami berdua jatuh cinta. tidak ada lagi perjanjian pernikahan. ayah dan ibu tentu akan sangat bahagia mendengarnya. " gumam ima dalam hati.


Melihat istrinya tersenyum sendiri, yori pun berkomentar.


“ ide apa yang sekarang mengisi kepalamu istriku ? kau tampak sangat bahagia. " tanya yori.


“ aku hanya berfikir, betapa bahagianya orang tuaku saat mereka tau bahwa kita saling jatuh cinta dan tidak lagi melakukan pernikahan karena perjanjian kakek kita. bahkan kita sudah membakar surat perjanjian pernikahan yang sebelumnya kita buat bersama. ” ucap ima.


“ aku takut orang tuamu tidak bahagia, aku takut mereka sedih karena anak perempuan kesayangan mereka yang sangat cantik ini telah jatuh cinta pada pria cacat sepertiku. ” ucap yori sambil tersenyum.


“ kau tau ? irang tuaku sangat meyayangiku. jika aku jatuh cinta padamu itu berarti kaulah satu – satunya pria yang mau menerimaku dengan wajahku yang jelek. " jawab ima tenang.


“ orang tua ku hanya akan bahagia saat anaknya ini akhirnya bisa jatuh cinta. ” tambah ima.


Mereka saling tersenyum dan melanjutkan perjalanan.


Tidak lama kemudian mereka sampai dirumah orang tua ima.


paman sam segera membantu yori keluar dari mobil.


Lalu ima mendorong yori menuju pintu rumah ima.


“ yori, apakah kau ingin melihat pemandangan menarik yang akan dilakukan adikku ? ” tanya ima.


Yori pun tersenyum dan mengangguk, lalu bersembunyi dibelakang ima dan tertutup oleh ima yang membawa banyak tas besar.


“ ding..dong..”


Bel pintu rumah ima berbunyi.


Terdengar suara dari dalam rumah.


“ yaser, hentikan permainan game mu itu. buka pintu, ada tamu. Cepatlah ! jangan biarkan pantatmu yang malang itu kena pukul lagi oleh ibu ! ”teriak sang ibu sambil mengancam anak laki – lakinya itu.


Yaser secepat kilat membukakan pintu, dia tidak mau nasib pantatnya sama dengan nasib pantat kakak perempuannya.


Saat yaser membuka pintu, dia terdiam lalu mulut kecilnya itu mulai berkomentar.


“ ibuuu.. tampaknya aku bermimpi disiang bolong. aku melihat kakak ima berada didepan pintu ! ” teriaknya kepada ibunya sambil tetap berdiri didepan pintu.


“ jika aku tidak bermimpi maka itu hanya berarti satu hal, dia diusir oleh suaminya karena dia sangatlah jelek dan cerewet serta suka membully anak kecil. ” ucap yaser apa adanya.


Yori yang bersembunyi dibelakang ima pun tertawa.


“ ha..ha..ha..kau sangat lucu dan menggemaskan yaser. ” ucap yori sambil menampakkan dirinya.


Mata yaser terbelalak lebar dan berlari ke arah ibunya.


“ ibu.. kakak ima datang bersama suaminya. dia bekerja sama dengan suaminya untuk membully ku !! ” ucap yaser sambil berlari ke arah ibunya.


“ benarkah kakakmu pulang dengan suaminya ? “ tanya sang ibu.


Yaser pun mengangguk.


Sang ibu segera keluar menuju pintu dan dilihatnya anak perempuan kesayangannya itu bersama dengan menantunya.


“ ima !! benarkah ini kamu sayang ?? jika ayah mu sudah pulang, tentu dia akan sangat bahagia. " ucap ibu ima sambil memeluk dan menciumi anak perempuan kesayangannya itu.


Setelah sadar sang ibu pun berhenti dan memandang yori.


“ maaf nak yori, aku terlalu bahagia hingga aku lupa bahwa kau pun ada disini. ” ucap sang ibu merasa bersalah karena terlalu gembira.


“ tidak apa – apa bu, kau tentu sangat merindukannya sampai – sampai tidak bisa melihat orang lain disisinya. " jawab yori.


Setelah itu sang ibu segera membawa anaknya dan mempersilahkan menantunya untuk masuk.


“ apakah ada orang lain ? ” tanya sang ibu.


“ ada paman sam bu, dia yang mengantarkan kami. " ucap ima.

__ADS_1


Sang ibu segera keluar rumah dan mempersilahkan paman sam untuk masuk kedalam rumah.


Paman sam pun tidak bisa menolak ibu rose dan ikut masuk kedalam rumah keluarga ima.


Sang ibu segera menyiapkan biskuit dan minuman untuk mereka bertiga.


“ ada apa kau pulang ? apakah ada masalah dengan pernikahanmu ? ” tanya sang ibu mulai cemas.


Yaser masih tetap memeluk ibunya, dia takut akan dibully lagi oleh kakak perempuannya itu dengan metode yang berbeda.


Yaser adalah satu – satunya yang paling paham liciknya isi kepala kakaknya itu terhadapnya.


“ bukan masalah bu. justru aku pulang membawa kabar bahagia. tapi lebih baik aku menjelaskannya nanti saat ayah pulang. sekarang aku ingin ibu menerima oleh – oleh dan souvernir dari kami berdua yang kemarin sempat honey moon ke bali. " ucap ima sambil menyerahkan semua tas yang ada ditangannya.


Sang ibu membuka semuanya.


“ banyak sekali ini ima ? terima kasih. ibu sangat senang menerimanya. tapi bagaimana bisa ini ada makanan yang baru saja dimasak ? " ucap sang ibu sedikit heran.


Jika itu dari bali tidak mungkin masakannya masih panas seperti itu.


" Itu dari kakek jimo, sebelum kesini kami terlebih dahulu mengunjungi dia. ” jawab ima.


“ oh, sampaikan terima kasih kami kepada kakek jimo ya ima. " ucap ibu sambil


memegang gantungan kunci beruang.


“ bukankah gantungan kunci ini sangat lucu ? 1 beruang laki – laki ini tentu untuk ayah dan yaser bukan ? ” tambah sang ibu.


“ iya bu, aku pun memegang satu beruang perempuan. keluarga kita memiliki 2 beruang laki – laki dan 2 beruang perempuan. “ ucap ima menjelaskan dan menunjukkan beruang perempuan miliknya yang dia gantung di tas ransel hijau favoritnya.


Yaser memegang dan memandangi gantungan kunci beruang laki – laki itu.


Mulut pria kecil itu tentu sangat gatal karena dia langsung berkomentar pedas.


“ kak.. bukankah sekarang kau sudah menjadi kaya raya. bagaimana mungkin kau hanya memberikanku gantungan beruang untuk anak kecil seperti ini ?? apa kau tidak malu dengan banyaknya uang didompetmu ??


Aku sampai – sampai bisa mendengar suara tangisan uang didalam dompetmu karena mereka tidak kau gunakan untuk belanja dan memberikanku mainan robot terbaru yang bisa berbicara sendiri ! “ ucap yaser sambil meruncingkan mulutnya karena cemberut dan kesal kepada gantungan kunci dihadapannya itu.


Yori yang mendengar ucapan kesal yaser pun berusaha menahan tawa.


“ hei pria kecil. bagaimanapun kau itu masih anak kecil dan gantungan kunci itu sangat sesuai dengan umurmu. walaupun aku kaya raya aku tidak akan membeli mainan robot terbaru untukmu. cepatlah besar dan carilah uang sendiri, lalu belikah mainan itu dengan uang mu sendiri. ” ucap ima mulai menggoda adiknya yang sedang kesal itu.


“ kak, apa kau sehat ? atau apakah kepalamu sedang over load ? saat aku sudah besar dan memiliki uang sendiri aku tidak mungkin membeli mainan, aku akan membeli istri untuk merawat ayah dan ibu.


Kau sangat tidak berguna. kau adalah anak perempuan kesayangan ibu, tapi kau meninggalkannya demi hidup bersama suamimu. kau egois ! ” ucap yaser yang masih tidak mengerti tentang masalah orang dewasa.


Ima sebenarnya ingin melanjutkan menggoda adiknya, tapi dia sedih karena setengah dari apa yang diucapkan yaser kepadanya adalah kebenaran.


ima pergi dari rumah untuk hidup bersama suaminya serta dia tidak merawat orang tuanya dan harus merawat suaminya.


Mendengar hal itu ima menjadi sedih.


Melihat istrinya terdiam, yori pun mulai membela istrinya.


“ yaser, ini bukan salah kakakmu. aku lah yang membawanya pergi dari kalian semua. akulah yang egois. aku menerima perawatan dari kakakmu dimana orang tuamu tidak dirawatnya. maukah kau memaafkan ku ? sku berjanji akan mengirimkan mainan robot terbaru ke sini saat ini juga. " ucap yori.


Mata yaser seketika langsung bersinar tanda bahwa dia sangatlah bahagia mendengar ucapan kakak iparnya itu.


“ paman sam, tolong segera kirimkan mainan yang diminta oleh yaser kesini saat ini juga. ” perintah yori.


“ baik tuan, saya akan segera menelepon sekarang juga. " jawab paman sam sambil melangkah keluar ruangan untuk memesan robot yang diminta oleh yaser.


Tidak lama kemudian bunyi mobil delivery terdengar.


“ benarkah anda tuan sam yang memesan 5 set robot mainan canggih edisi terbaru ? Ini semua keluaran terbaru perusahaan mainan kami, terdiri dari 5 robot dengan kemampuan dan fisik yang berbeda – beda sesuai kegunaannya. “ ucap sopir mobil delivery.


“ iya, benar saya adalah sam, assisten keluarga Lang. bisa saya menerima semua mainan ini ? ” tanya paman sam.


“ tentu tuan, pembayaran sudah dilakukan oleh perusahaan Lang. silahkan ditandatangani dokumen tanda terimanya. ” ucap sang sopir delivery.


Setelah menandatangani semua dokumen penerimaan barang, paman sam segera masuk ke dalam rumah keluarga halim.


“ tuan, ini semua yang anda pesan. Ada 5 jenis robot mainan dengan kemampuan dan fisik yang berbeda. ” jelas paman sam.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2