
mendengar jawaban ima, tampak ekspresi lega diwajah risa.
" ima, apakah kau membenciku ?” tanya risa.
“ risa, apa kau bodoh ? tentu aku membencimu, kau menusuk yori dengan pisau hingga dia jatuh dan berlumuran darah !” jawab ima sedikit kesal.
“ tapi aku tidak berniat membunuhnya ! aku pun gemetar saat aku tau bahwa yori sudah tertusuk oleh pisauku. tapi apa boleh buat, semua sudah terjadi. saat itu aku sangat membenci bara hingga kehilangan akal sehatku.” ucap risa sambil memandang ke arah luar jendela.
Ima hanya terdiam menahan kekesalannya, dia tidak mau berbicara lagi karena takut membuat risa marah dan bisa berakibat fatal bagi anaknya.
Ima dan risa sudah berada dirumah kecil itu sejak kemarin sore.
Ima sendiri tidak tau sebenarnya risa mau pergi kemana.
“ risa, sebenarnya kau akan membawaku pergi kemana ? apakah kau benar – benar tidak akan melepaskanku ?” tanya ima penasaran.
“ kau sendiri yang menawarkan diri. jika aku melepaskanmu, bagaimana mungkin aku bisa pergi ketempat persembunyianku dengan aman ? aku tidak tau kapan bara akan menemukanku dan menyiksaku.” ucap risa ketus.
“ nah, kelihatannya aku salah memilih ide. Jika ini berlanjut, aku bisa melahirkan ditempat antah brantah tanpa ada seorang pun yang akan menolongku ! hei otakku, apakah kau tidur disana ? Bagaimana mungkin beberapa hari ini kau tidak mengeluarkan ide apapun ? Ayolah..! berfikir..berfikir...aku tidak akan membuangmu kedalam gunung berapi. Aku berjanji !!” gumam ima dalam hati sambil bernegosiasi dengan otaknya.
Tapi tampaknya sang otak sedang marah kepada ima atas ancaman terakhirnya, sehingga tidak ada ide apapun yang muncul dari kepalanya itu.
“ dasar kau ! Baiklah.. Aku minta maaf atas perkataan ku beberapa hari yang lalu. Bantulah aku berfikir untuk keluar dari tahanan risa tanpa harus menyakiti anakku.” pinta ima kepada otaknya.
“oh Tuhan, otakku tidak lagi mendengarkanku ! Bantulah aku keluar dari keadaan ini.” pinta ima kepada Tuhannya.
Risa melangkah keluar dari rumah kecil itu. melihat hal itu ima segera menghampiri risa.
“ risa, kau mau kemana ?” tanya ima sambil menahan tangan risa.
“ aku hanya akan menemui teman lamaku.” ucap risa sambil menutup pintu dan menguncinya, ima hanya diam dan mulai menyelidiki rumah itu.
Setelah cukup lama melihat – lihat seisi rumah, tidak ada celah untuk ima melarikan diri kecuali melalui jendela.
Tapi dia mengurungkan niatnya karena anak dalam perutnya bergerak dengan sangat keras.
“ah !”
“ kenapa kau bergerak keras sekali nak !? apa kau pikir ibumu ini sebodoh itu ? tenang saja, ibumu tidak akan melompat dari jendela ini . Ibu akan mencari cara lain agar kau bisa segera bertemu dengan ayahmu.” ucap ima sambil mengusap perutnya agar anaknya sedikit lebih tenang.
“ yori, apakah kau sudah ke rumah sakit ? apakah kau panik tentang keselamatan kami sekarang ? yori, anak ini akan sangat membutuhkanmu, karena itulah aku mau menjadi sandera. aku tidak mau dia lahir tanpa ayah..” gumam ima dalam hati.
Malam itu ima tertidur disamping jendela karena merasakan tubuhnya yang lelah dan mulai berat.
Risa yang menemui teman lamanya segera mengatur rencana.
“ bram, aku dan temanku ingin keluar negri melalui jalur laut. apakah kau bisa membantuku ? sekarang aku memiliki uang yang sangat banyak. aku bisa membayarmu berapapun.” ucap risa bernegosiasi dengan bram.
“ baiklah, aku akan membantumu. kau tidak perlu minta tolong, asalkan ada uang aku akan bergerak.” ucap bram santai.
“baiklah, aku akan membawakan uang nya besok pagi. Berapa harga yang kau minta ? ” tanya risa bersemangat.
“ aku minta 5 milyar untuk jasaku.” ucap bram serius.
“ tapi aku hanya bisa membawa uang tunai sebanyak 3 milyar ! beri aku waktu.. besok aku akan membawa temanku untuk menarik uang yang kau minta.” ucap risa sedikit panik.
“ ima ? Siapa itu ?” tanya bram penasaran.
“ kau tidak perlu tau, yang perlu kau tau suaminya adalah orang paling kaya dikota jaya. jangankan 5 milyar, bahkan 5 triliyun pun akan diberikan jika istrinya meminta.” ucap risa sambil meninggalkan bram.
Bram hanya diam melihat risa keluar dari rumahnya dan mulai menyiapkan hal – hal yang diminta oleh risa.
bram pun tidak terlalu ingin tau urusan orang lain, yang dia tau hanyalah uang.
...
Di villa Lang..
Bara sedang berbaring di tempat tidurnya, masih terasa bau parfum ima yang menempel ditempat itu.
Bara menenggelamkan wajahnya ke tempat tidur untuk menenangkan hatinya.
Bunyi ponsel membuatnya sangat terganggu.
__ADS_1
diraihnya ponsel diatas meja tidak jauh dari tempat tidurnya.
saat dia melihat siapa yang menelepon, bara segera mengangkatnya.
“ hallo, snake ! apakah kau sudah mendapat informasi yang aku minta ?” tanya bara.
“ iya tuan, selama ini risa hanya berhubungan dengan agensi model hingga 3 bulan yang lalu saat karirnya anda hancurkan, dia menemui pria bernama bram untuk minta tolong pergi ke luar negri.
Bram adalah spesialis jalan pintas antar negara. Dia bisa menyelundupkan apapun baik keluar maupun kedalam negeri asalkan ada uang.
karena saat itu risa tidak memiliki uang yang diminta oleh bram, maka bram pun tidak menolongnya dan risa frustasi lalu berusaha membunuh anda.” jawab snake.
“ lalu, apakah kau tau dimana bram sekarang ?” tanya bara dengan tidak sabar.
“ menurut informasi, sekarang dia berada di kota tropis karena berusaha membuka usaha resmi dan legal agar tidak dicurigai oleh pihak berwenang. aku akan memberitahu lokasinya lewat sms.” ucap snake.
“ baiklah, terima kasih. uangnya akan aku kirim ke rekeningmu saat ini juga.” ucap bara sambil mengirim uang pembayaran informasi ke snake.
Tidak lama kemudian sms dari snake masuk ke ponsel bara. setelah mendapatkan info dari snake, bara segera menelepon fio.
“ halo, bara aku belum mendapat info dari semua mata – mataku. Info terakhir mereka sudah keluar dari kota jaya 2 hari yang lalu dengan menggunakan kapal.” ucap fio.
“ hal itu aku sudah tau dari kakekku. sekarang aku memiliki info terbaru. apakah kau tau tentang pria bernama bram ?” tanya bara.
“ siapa yang tidak tau spesialis jalan pintas satu itu ? adiknya berada disini karena sejak kecil aku lah yang menolongnya dari pasar gelap saat itu. ada apa dengan dia ?” tanya fio.
“apa kau tau dimana bram ?” tanya bara berpura – pura.
“ mana aku tau, jika kau mau mencarinya kau bisa bertanya langsung kepada adiknya. Lokasi asli kakaknya sangat rahasia, tapi usaha legalnya semua orang tau.” ucap fio.
“ fio, bisakah kau berbicara dengan adik bram ? tolong tanyakan kakaknya, apakah wanita bernama risa akhir – akhir ini menemuinya untuk pergi keluar negri !” ucap bara.
“ hah ? apakah bram menyembunyikan risa ?” tanya fio terkejut.
“ apakah kau sebodoh itu ? aku hanya ingin memastikan apakah risa menemui bram atau tidak !” tanya bara sedikit kesal.
“ baik,baik. tunggu sebentar aku akan berbicara dengannya dan segera menghubungimu.” ucap fio.
“ cepatlah !” ucap bara sambil memutuskan telepon.
Beberapa saat kemudian adik bram menghadap fio diruangannya.
“ ada apa kak ?” tanya hans.
“ hans, apakah kau masih sering menghubungi bram ?” tanya fio.
“ masih kak, apakah dia membuat masalah lagi ?” tanya hans cemas.
“ tidak, tolong hubungi kakakmu. tanyakan padanya apakah wanita bernama risa menemuinya akhir – akhir ini.” tanya fio.
Hans mengangguk dan mulai menghubungi kakaknya.
Setelah beberapa saat, hans kembali kepada fio membawa informasi yang sangat dinanti – nantinya.
“ kakakku mengatakan bahwa baru saja seorang wanita bernama risa menemuinya. wanita itu dan seorang wanita lain hendak pergi keluar negri dengan bantuan kakakku. tapi karena uang tunai perempuan itu belum cukup, dia meminta waktu tambahan 1 hari untuk mengambil uang lagi.” ucap hans dengan jujur.
Mendengar kabar tersebut fio segera menghubungi bara saat itu juga.
“ bara!! aku menemukan istrimu !! dia bersama risa akan pergi keluar negri dengan bantuan bram !” teriak fio.
Bara seketika terbangun dari tempat tidurnya karena sangat bahagia.
“ benarkah ? apakah kau sudah memberitahu bram bahwa istri dari sahabatmu disandera oleh risa ?” tanya bara.
“ hah ? aku lupa ! setelah mendengar berita tentang risa aku segera menghubungimu.” ucap fio yang mulai panik.
“ apa kau bodoh ! segera hubungi bram dan tahan risa. jangan sampai risa tau bahwa kita sudah mengetahui tempat dia bersembunyi. malam ini aku akan berangkat ke kota tropis dan sampai disana pada sore hari. tahan risa dan jangan sampai dia curiga.” ucap bara sambil menutup telepon dan bersiap keluar rumah.
“ Shane ! Bangun ! Kita berangkat malam ini untuk menjemput ima !” teriak bara sambil melangkah turun ke ruang tengah.
Shane yang memang tidak tidur segera keluar menghampiri bara dengan perlengkapannya.
Shane sudah terbiasa tidak tidur, kalaupun istirahat dia hanya membutuhkan waktu sebentar dan selalu waspada.
__ADS_1
“ aku siap kak !” ucap shane yang sudah siap dengan semuanya.
paman sam dan bibi ana terbangun oleh teriakan bara dan langsung menuju ruang tengah.
“ ada apa tuan ? ada yang bisa saya bantu?” tanya paman sam yang kebingungan melihat shane yang sudah siap dengan semua peralatan tempurnya.
“ paman, tolong jaga rumah beberapa hari kedepan. aku akan pergi menyelamatkan ima malam ini. aku sudah mengetahui lokasi persembunyian risa dan akan menuju kesana malam ini juga.” ucap bara sambil melangkah keluar rumah diikuti oleh shane.
Paman sam dan bibi ana mengangguk dan menutup pintu setelah melihat bara hilang dari pandangan mereka.
“ semoga nyonya ima baik – baik saja dan segera pulang.. pasti dia sangat menderita.. Dia sedang hamil besar dan harus berada ditangan wanita pembunuh itu..huu..huuu..” ucap bibi ana sambil menangis karena khawatir dengan keadaan ima.
“ tenanglah bibi ana, tuan bara akan menyelamatkan nyonya dan pulang dengan selamat. Kita harus percaya kepada tuan bara.” ucap paman sam berusaha menenangkan bibi ana.
Paman sam juga sangat mengkhawatirkan keselamatan ima, apalagi setelah kematian yori.
Malam itu bara dan shane tidak makan atau tidur sama sekali agar secepatnya sampai di kota tropis.
Hati bara sangatlah sesak jika membayangkan keadaan istrinya saat ini.
“ ima, tunggu aku ! bertahanlah.. aku akan menyelamatkanmu !!” gumam bara dalam hati sambil terus memacu mobilnya ke kota tropis yang jaraknya 18 jam perjalanan menggunakan mobil.
Diklub paradise fio sibuk berbicara dengan bram.
“ bram, kau dimana sekarang ? aku membutuhkan bantuanmu !” ucap fio kepada bram.
“ apa kau tau sekarang jam berapa ? kau benar – benar tidak membiarkanku istirahat !” ucap bram malas.
“ kau berani berbicara seperti itu kepada penyelamat adikmu ?” tanya fio marah.
“ baiklah, jika bukan karena adikku aku tidak akan membantumu jika kau tidak membayarku atas jasaku ! apa yang kau butuhkan ?” tanya bram.
“ besok tahan wanita bernama risa sebisamu hingga sahabatku datang, sudah hampir satu minggu istrinya disandera oleh risa.” ucap fio dengan sangat serius.
“ aku tidak bisa, wanita itu mau membayarku hingga 5 milyar untuk membantu dia dan temannya keluar negri lewat jalur laut.” ucap bram apa adanya.
Mendengar bram yang dikepalanya hanya ada uang membuat fio marah.
“ apa kau mau adikmu aku jual ke pasar gelap ? apa kau lupa akan kebaikanku yang telah menyelamatkannya dan memberinya pekerjaan selama ini ?” ucap fio yang sudah mulai marah.
“ baiklah. tapi jika lain kali kau meminta bantuan dariku maka aku akan meminta bayaran. Kali ini aku harus membuang 5 milyar demi membantumu.” ucap bram kesal.
“ kedepannya aku akan memperlakukan adikmu dengan sangat baik, kau tidak akan menyesal telah membantuku.” ucap fio menarik nafas lega lalu menutup ponselnya.
“ bara, aku sudah melakukan bagianku ! selanjutnya aku serahkan kepadamu.” gumam fio dalam hati.
Pagi hari itu ima terbangun dan menemukan risa sudah kembali kerumah itu tanpa dia sadari.
Ima sangat nyenyak tidur karena tubuhnya yang kelelahan mencari jalan untuk melarikan diri.
Ima saat itu hanya bisa pasrah mengingat tubuhnya mulai sulit bergerak.
“ haruskah aku pasrah dan mengikuti risa ? tubuhku sangatlah berat dan sulit bergerak.
aku hampir tidak sanggup lagi berjalan jauh.” gumam ima dalam hati.
“apakah kau sudah bangun ? Hari ini kita akan ke bank dan menarik uang sebanyak 5 milyar dengan namamu.” ucap risa sambil meraih kunci mobil diatas meja.
“ hah ? 5 milyar ? bukankah sebelum kesini kita sudah menarik uang sebanyak 4 milyar ? untuk apa kau butuh uang sebanyak itu ?” tanya ima heran.
“ kau tidak perlu tau, sekarang cepatlah bersiap. Kita akan segera berangkat ke bank. Ingat ! Jangan biarkan orang lain curiga bahwa kau adalah sanderaku atau aku akan membunuh anakmu ?!” ucap risa mengancam ima. Ima hanya mengangguk dan segera pergi ke kamar mandi untuk bersiap.
“ ini adalah kesempatanku untuk melarikan diri ! Tapi aku tidak kenal siapapun dikota ini. Jika aku hanya sembarangan lari, perutku tidak akan bertahan. Apa yang harus ku lakukan ?” gumam ima dalam hati.
Setelah beberapa saat, ima keluar dari kamar mandi dan mengikuti risa naik mobil menuju bank.
Sesampainya di bank ima menulis form penarikan uang tunai dan mengantri dikursi antrian.
ima melihat sekeliling, tidak ada yang dikenalnya sama sekali.
Ima pun merasa semakin gelisah.
Saat ima menyerahkan form tersebut, teller bank segera mengantar ima dan risa menuju ruangan manajer bank mengingat nominal penarikan uang tunainya cukup besar.
__ADS_1
Bersambung..